
Arman tidak mendengar ucapan Mamanya secepat kilat ia melesat mengunakan motornya. Rasa panik langsung menderanya.Yulia berteriak-teriak memanggil Arman, namun Arman keburu sudah pergi.
"Aku harus menghubungi Aya, dia pasti khawatir" guman Yulia. Kemudian ia mengambil ponselnya dan menghubungi Cahaya.
"Hallo.....Assalamualaikun Bu, hiks...hiks.." ucap Cahaya diseberang sana masih menangis.
"Waalaikum salam, Aya...maafin Ibu" ucap Yulia terjeda.
"Hiks...hiks..hikss....kenapa Ibu minta maaf?" tanya Cahaya.
"Sebenarnya Narayan disini dia ikut Ibu, tadi sore Ibu lihat dia ditaman sedang ketakutan, dia sedang bersama mantan mertuamu terus dia narik-narik aku minta ikut karena takut mantan mertuamu sedang ngomel-ngomel, sampai dirumah Narayan langsung bobok dan Ibu langsung menyambut tamu-tamuku yang sedang Arisan, lalu menemani mereka sampai malam dan lupa ngabari kamu" ucap Yulia.
"Alhamdulillah....Syukurlah kalau Narayan disitu .Aya senang bu mendengarnya, tadi Aya panik lalu menghubungi Mas Arman dan Ilham.Sekarang mereka masih mencari Narayan. Kalau begitu nitip Narayan dulu bu, nanti biar Ilham yang jemput. Sekarang Aya kasih tau Ilham dan Mas Arman dulu. Assalamulaikum" Aya mengakiri percakapanya.
"Waalaikum salam" ucap Yulia
Ilham juga masih muter-muter mencari Narayan ia juga belum kembali membuat Cahaya semakin khawatir.Beberapa saat kemudian ponselnya berdering namun ia mengabaikannya karena ia tidak mau membuat Aya semakin panik sampai malam Narayan belum diketemukan.Setelah pangilan kesekian kalinya akhirnya diangkat juga oleh Ilham.
"Assalamualaikum Ham..." ucap Cahaya lebih tenang dari sebelumnya.
"Waalaikum salam Mbak," ucap Ilham.
"Ham...Narayan sudah ketemu, kamu jemput dia ditempat Mas Arman" ucap Cahaya.
"Alhamdulillah...., Mbak sebaiknya biarkan Narayan bobok disana aja! Ini sudah malam dan Ilham hanya pakai motor kasian Narayan, Ilham langsung pulang aja" ucap Ilham.
"Ya sudah, kamu hati-hati dijalan aku hubungi Mas Arman dulu dia belum kembali masih mencari Narayan" ucap Cahaya.
"Satu lagi mbak jangan bilang sama Binar kalau Narayan sudah ketemu, biar dijadikan pelajaran buat dia agar kedepanya jangan ceroboh lagi" ucap Ilham.
"Iya, Ham" ucap Cahaya lalu mengakhiri sambungan telephonenya.
Ditengah perjalanan Ilham melihat Arman lalu mengajaknya pulang kerumah Cahaya karena sudah malam, jarak rumah Arman juga lumayan jauh, Akhirnya malam ini Arman menginap dirumah Cahaya.Arman langsung mengabari Mamanya kalau dia akan menginap dirumah Cahaya dan Narayan biar menginap dirumah Mamanya.
Sesampainya dirumah Cahaya masih menunggu kedatangan Arman dan Ilham begitu juga dengan Binar.
__ADS_1
"Kak, maafkan kecerobohanku hiks..hiks..hiks.." ucap Binar penuh penyesalan.
"Kamu bukan hanya ceroboh tapi tolol, bisa - bisanya kamu memberi tau orang lain terlebih dahulu sebelum keluargamu sendiri" maki Ilham.
"Besuk pagi-pagi buta aku antar kamu pulang, dari pada kamu disini hanya bikin masalah soal Bapak dan Sukirman biar aku yang urus. Kamu kuliah yang bener dulu jangan ngelawan Bapak melulu" Ucap Ilham lagi.
"Iya kak" ucap Binar. Ia sudah pasrah diantar pulang oleh Ilham.
"Ham...kenapa harus pagi- pagi buta ngantarnya? Kan siangnya atau sorenya bisa" ucap Cahaya.
"Kelamaan disini aku bisa darah tinggi, besuk sore aku ada pers converence soal penemuan Narkoba di pelabuhan.Sebelum itu aku harus pastikan Binar pulang dan selesaikan masalah dengan Bapak dan sukirman" ucap Ilham.
Pagi-pagi buta Ilham dan Binar sudah meninggalkan kediaman Cahaya menuju kampung halamanya.
"Pagi mas Arman!" sapa Cahaya pada Arman.
Arman merasa sangat bahagia bangun tidur ia langsung dapat melihat Cahaya.Meskipun mereka tidak tidur sekamar tapi tinggal satu rumah meskipun hanya satu malam membuat ia sangat bahagia. Ia bangun Cahaya sudah menyiapkan sarapan pagi.
"Ah...rasanya bahagia sekali andai setiap hari bisa begini" batin Arman
"Ilham dan Binar sudah berangkat? Maafkan aku, Tidurku pules banget sampai nggak denger mereka berangkat" ucap Arman tidak enak pada Cahaya.
"Sudah mas, Ilham bener-bener nganter Binar pagi-pagi buta, ingin segera masalah Binar selesai kemarin Ilham kesel banget lihat Binar boncengan sama mas Ridwan " kat Cahaya.
"Kalau kamu kesel nggak, Binar boncengen dengan Ridwan. Ah...pasti bukan kesel lagi tapi ada yang terbakar tapi bukan api" sindir Arman.
"Mas, jangan mulai deh! Aku udah nggak ada perasaan apa-apa sama dia, cintaku sudah terkubur bersama penghianatan yang ia lakukan" ucap Cahaya.
"Maafkan aku, aku kadang masih cemburu kalau kau memikirkanya lagi aku takut kau kembali lagi padanya" ucap Arman seraya mengecup pungung tangan Cahaya.
"Itu nggak akan terjadi mas, aku masih trauma dengan luka yang ia tinggalkan di masa lalu. Kamu sabar sedikit lagi yah sampai aku benar-benar siap menjadi istrimu" ucap Cahaya penuh harap.
"Aku akan selalu menunggumu sampai kapanpun asalkan hatimu tidak berpaling dariku" ucap Arman.
"Ihh... Pagi-pagi udah gombal aja" ucap Cahaya bersemu merah pipinya.
__ADS_1
"Aku serius nggak gombal" ucap Arman.
"Percaya deh" ucap Cahaya.
"Oh ya, Aya...rumah kok sepi bibi kemana?" tanya Arman.
"Udah kepasar pagi-pagi, malas katanya kalau siang panas" ucap Cahaya.
"Jadi kita bener-bener berdua aja dirumah ini" ucap Arman.
"Ho.oh...,Narayan katanya lansung kesekolah dari rumahmu" kata Cahaya.
"Kamu ketokonya sekalian bareng aku aja, biar kaya suami istri beneran" ucap Arman sambil tersenyum.
"Ih...maunya, enggak ah mas....ngak enak sama tetangga mas, aku berangkat sendiri aja" ucap Cahaya.
Setelah mandi dan sarapan Arman berpamitan langsung mengajar kekampus.Dari seberang tetangga berbisik-bisik ada yang terang- terangan nyindir karena sepagi itu Arman sudah dirumah Cahaya.
"Janda emang beda yah, demi berduaan anaknya dititipin entah kemana?" ucap Tetangga Cahaya.
"Body guardnya nggak ada jadi bebas semaleman berduaan dengan laki-laki yang bukan muhrim" sindir yang lainya.
"Maklum lah bu, udah lama menjanda ada gatel-gatel gimana gitu...Scara Ilham bodyguard Aya lagi nggak ada dirumah, noh liat mobilnya nggak ada berarti orangnya juga nggak ada. Jadi bebas deh mereka" Mereka terus-terusan menyindir Cahaya ini adalah kesempatan mereka membuly Aya karena nggak ada Ilham, jika ada Ilham nyali mereka langsung menciut.
"Maksud Ibu apa?" tanya Arman geram.
"Ye ellah....galak benar, situ yang mesum kenape kita yang digalakin harusnya kita yang marah kampung kita ada pasangan mesum" ucap Ibu-ibu.
"Dengar ya Ibu-ibu saya semalem tidak hanya berdua sama Aya aja, ada Bibi, ada Ilham, ada Binar. Jadi saya harap stop bicara yang tidak-tidak tentang kami.
"Hallah ....maling mana ada yang ngaku, kalau ngaku mah, penjara penuh. Kalau mas Ilham ada mana buktinya suruh dia keluar, terus mana si Binar-binar itu , Bibi mana tadi aja kita beli sayur dia juga nggak nongol, anak Aya yang masih bocah aja kalian singkirkan." ucap Ibu-Ibu tetangga Cahaya.
Tbc....
Ada keributan lagi dirumah Aya mana Ilham lagi pergi ....jangan lupa like,comment dan fav
__ADS_1
lope lope sekebon buat kalian