NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Dinda kecelakaan


__ADS_3

Setelah itu Ibu dan Warga membawa Dinda kerumah sakit dan Dita langsung menyusul kerumah sakit ketika sudah siuman.


Flash back off


"Begitulah ceritanya Wan" ucap Ibunya Ridwan.


"Ini dokter kenapa lama sekali keluar dari IGD" ucap Ridwan sudah tidak sabar menunggu diluar IGD.Tak lama kemudian dokter keluar


"Bagaimana keadaan anak saya dok?" tanya Ridwan.


"Bapak keruangan saya sebentar, ada hal yang ingin saya bicarakan" ucap dokter yang menangani Dinda.Ridwan dan Ibunya langsung mengekor dokter.Sampai diruangan dokter langsung menjelaskan kondisi Dinda.


"Begini Bapak/Ibu, saat ini pasien kehilangan banyak darah akibat kecelakaan yang dialaminya, saat ini pasien sangat membutuhkan darah tranfusi darah golongan darah pasien adalah AB negatif ia dapat menerima donor darah pemilik golongan darah O negative, A negative, B negative dan tentu saja AB negative. Masalahnya dirumah sakit ini stock golongan darah tersebut sedang kosong" ungkap sang dokter memberi pengertian pada Ridwan.


"Yang bisa menolong Dinda hanya Dita tapi saat ini keadaan Dita sangat lemah" kat Ridwan.


"Hallah nggak apa-apa toh dia Ibunya" kata Ibunya Ridwan nggak mau tau.


"Apakah seseorang yang mengalami anemia boleh mendonorkan darah?" tanya Ridwan ia tidak ingin gegagah mengambil tindakan meakipun ia tidak mencintai Dita setidaknya ia masih punya rasa kemanusiaan.


"Begini Bapak/Ibu salah satu syarat seseorang boleh mendonorkan darahnya adalah seseorang tersebut tidak mengalami anemia, kalaupun Bapak/Ibu memaksa dari pihak Rumah sakit tetap tidak bisa melakukan tindakan pengambilan darah karena hal ini menyalahi aturan" ucap dokter. Seketika Ridwan dan Ibunya lemas setelah mendengar penuturan dokter harapan satu-satunya cuma dita namun Dita menderita Anemia.


Dengan langkah gontai Ridwan dan Ibu meninggalkan ruang dokter.Ditengah kepanikan Ridwan dan keluarganya datang seorang laki-laki yang mengaku Om dari orang yang menabrak Dinda.Dia menemui keluarga Dinda dan berjanji akan bertanggung jawab.Ia juga mendonorkan darahnya untuk Dinda karena kebetulan golongan darahnya sama.


Mendengar ada orang yang mau bertanggung jawab terhadap kecelakaan yang dialami Dinda sontak membuat Ibunya Ridwan memanfaatkan keadaan untuk memeras, Meskipun biaya perawatan Dinda sudah tercover BPJS namun ia tetap meminta sejumplah uang.


"Kamu taukan biaya pengobatan cucu saya itu tidak sedikit? Hal ini tidak akan terjadi jika ponakanmu itu tidak ugal-ugalan dijalan," sungut Ibunya Ridwan.


"Iya....Ibu saya akan bertanggung jawab dengan semua biaya pengobatan cucu Ibu" ucap laki-laki tadi.


"Sekarang aku minta uang lima juta dulu untuk adminatrasi kemarin, untuk besuk aku kabari lagi berapa biaya yang dikeluarkan" ucap Ibunya Ridwan.


Tanpa Babibu laki-laki tersebut langsung mentranfer sejumlah uang.


"Tolong dicek sudah masuk belum Mas?" tanya laki-laki tersebut pada Ridwan.

__ADS_1


"Sudah masuk," kata Ridwan singkat.


"Berapa?" tanya Ibunya Ridwan memastikan.


"Sepuluh juta, nanti kalau kurang saya tambahi" ucap laki-laki tersebut.


"Sialan kalau begini caranya, aku nggak bisa nilep uang. Kalau Ibu sudah tau aku terima uang segini, kenapa juga orang ini pake ngomong transfer sepuluh juta" batin Ridwan.


"Wan...aku pinjam ATM sebentar" ucap Ibunya Ridwan tanganya sudah gatal ingin belanja mendengar uang sepuluh juta.Ridwan hanya bisa pasrah lalu memberikan ATM pada Ibunya.Begitu dapat apa yang ia mau Ibunya Ridwan langsung melesat meninggalkan rumah sakit.


"Mas Ridwan....mas, mana orang yang udah nabrak putriku?" tanya Dita ia tergopoh-gopoh dari ruangan Dinda sudah tidak sabar ingin menemui oarang yang sudah menabrak anaknya.


"Perkenalkan saya....,Kamu !" belum sempat laki -laki tersebut memperkenalkan diri namun justru laki-laki tersebut sangat kaget saat melihat Dita.


"Mas kenal dengan Istri saya?" tanya Ridwan.


"Kenal," jawab laki-laki tersebut


"Tidak !," jawab Dita cepat.


"Mungkin maksudnya mbak ini saya aja yang kenal dan dia tidak kenal saya" ucap laki-laki tersebut.


"Maksudnya bagaimana saya tidak mengerti?" tanya Ridwan penasaran.


"Lupakan saja Mas, tadi saya salah ngomong" ucap laki-laki itu pada akhirnya.


Setelah itu laki-laki tersebut meninggalkan Dita dan Ridwan.


"Dita, kamu beneran nggak kenal laki-laki tadi?" tanya Ridwan sekali lagi.


"Kan aku sudah bilang kalau aku tidak kenal dan dia juga bilang kalau tadi salah bicara" ucap Dita.


"Tapi gestur tubuh kalian berdua tanpak aneh ketika sedang bertemu seperti ada yang kalian sembunyikan" ucap Ridwan.


"Mas jangan aneh-aneh aku mau ke kantin dulu, titip Dinda jangan kemana-mana sebelum aku datang" ucap Dita langsung ngeloyor pergi.

__ADS_1


Setelah berjalan cukup jauh dari jangkuan mata Ridwan Dita berbelok arah ia mengejar laki-laki yang akan bertanggung jawab terhadap pengobatan Dinda.


"Heru...tunggu" teriak Dita


"Kamu memanggilku?" tanya laki-laki itu yang ternyata bernama Heru.


"Memangnya ditempat ini ada berapa Heru?" ucap Dita ketus.


"Katanya kamu nggak kenal aku ngapain kamu ngejar aku, nggak takut suamimu curiga sama kamu?" tanya laki-laki itu.


"Heru !, aku tidak suka basa-basi segera tinggalkan tempat ini dan aku harap kamu jangan pernah menampakkan batang hidungmu lagi dihadapanku" ucap Dita.


"Hei...Dita ini tempat umum, jadi semua orang bebas berada ditempat ini lagian aku harus bertanggung jawab terhadap kecelakaan anakmu yang diakibatkan ulah ponakanku" ucap Heru.


"Tidak perlu! Semua baiya anakku sudah tercover oleh BPJS jadi kamu tidak perlu repot-repot mengurusinya, yang harus kamu lakukan adalah menjahuiku selamanya" ucap Dita.


"Waw...Amazing, bangun Dita! siapa juga yang mau mendekatimu aku sudah punya istri yang cantik dan baik ngapain juga aku mengharapkan wanita sepertimu, dan aku malah curiga padamu sepertinya kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku apa itu Dita?" tanya Heru.


"Pokoknya kamu harus jauhi aku dan keluargaku demi kebaikan bersama" ucap Dita.


"Apa maksud kamu kebaikan bersama? Aku jadi semakin penasaran dan tertantang untuk mendekatimu dan keluargamu dan rasanya itu sangat gampang, mengingat mertuamu gila uang dan aku akan segera tahu rahasia apa yang kau pendam" ucap Heru.


"Tidak ada rahasia apapun, tapi aku mohon pergilah dari hidupku" ucap Dita sambil memohon.


"Dita....semakin kamu larang aku semakin penasaran, jadi jangan coba-coba menghalangiku aku bukan Heru yang dulu" ucap Heru lalu pergi meninggalkan Dita.


"Keparat....dasar laki-laki brengsek, awas saja kau" umpat Dita .Dengan wajah kesal Dita kembali keruangan Dinda.


"Kenapa kamu lama sekali, aku sampai bosan disini dan kenapa mukamu ditekuk kaya begitu?," tanya Ridwan keheranan melihat perubahan sikab Dita.


"Aku lagi pusing mas, kamu jangan berisik bikin aku tambah puyeng aja, kalau mau pergi, ya pergi aja nggak usah mengintrogasi orang lain" sungut Dita.


Tbc...


Siapa Heru ? ....tunggu di next part ya

__ADS_1


__ADS_2