NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Akhir kisah Shella


__ADS_3

Hari ini aku juga melihat Leon, menjengukku Aya segera keluar dari kamar rawatku, seolah dia ingin memberiku ruang untuk berbicara dengan Leon.


"Shella, maafkan aku!" ucapnya lagi


"Bosen!, tiap hari dengar kata-kata itu dari kamu, kamu pasti tau kalau aku sudah kehilangan janinku, kamu senang bukan?" Ucapku menyindir dia.


"Bu...bukan begitu Shell, Aku sadar aku salah besar sama kamu, aku sudah menghancurkan masa depan kamu" ucapnya dengan tertunduk lesu


"Mau kamu meminta maaf, seribu kali dalam sehari itu tidak akan merubah keadaanku yang sudah kamu rusak" ucapku penuh emosi, air mataku kembali tumpah mengingat kejadian kelam itu.


"Shella aku ingin memperbaiki semua kesalahanku, Aku sudah memutuskan hubunganku dengan Mila tunanganku" ucapnya lirih namun masih bisa aku dengar.


"Terus kamu mau bikin masalah lagi dengan tunangan kamu, biar aku dicap pelakor begitu" ucapku dengan nada tinggi


"Bukan...bukan begitu Shell, hubunganku dengan dia sebenarnya sudah tidak sehat sedari awal, kami sering cek-cok dan kami akhirnya sepakat untuk mengakiri hubungan tidak sehat ini" katanya.


"Terus aku mau kamu buat pelarian begitu?" tanyaku masih emosi pada laki-laki biadap ini.


"Bukan begitu Shell, dari dulu kamu selalu berburuk sangka padaku" ucapnya.


"Terus, maksud kamu aku harus berbaik sangka sama kamu setelah apa yang kamu lakukan padaku, begitu Leon yang terhormat?" ucapku semakin emosi.


"Shella, Aku tau aku sangat berdosa padamu untuk itu aku ingin memperbaiki semua, mari kita mulai lembaran baru dengan saling memaafkan dan aku akan bertanggung jawab padamu" ucapnya memelas


"Tidak perlu!, aku nggak butuh belas kasihan dari kamu, Pergi!...pergi, kamu" ucapku tak bisa menguasai keadaan.


Tak lama setelah itu pintu dibuka dengan kasar.


"Brak" nampak Arman dari balik pintu matanya nyalang menatap Leon


"B******n, bugh...." Arman memukul Leon

__ADS_1


"Pengecut kamu!" ucap Arman marah


"Mas sudah, ini Rumah sakit kendalikan emosimu" tutur Aya, ia langsung mengandeng suaminya dan mengusap lengan suaminya untuk meredakan emosi.


"Kita bicara diluar" kata Aya mengajak Arman dan Leon keluar, entah apa yang mereka bicarakan setelah dua jam mereka kembali ke kamarku, aku lihat Leon juga belum pulang.


"Shella, kami pulang dulu ya. Kasian Aya dia kecapean, kamu tau kondisi dia sedang berbadan dua" pamit Arman padaku, Aku melirik Leon kenapa dia nggak pamitan juga batinku


"Makasih ya, Aya, Arman, maaf aku merepotkan kalian" ucapku tidak enak.


"Oh ya, Shella malam ini Leon akan menemanimu disini" kata Arman, Aku membeliak tak percaya apa yang dikatan Arman belum sempat aku memprotes, pasangan ini sudah keluar dari kamarku.


Hening setelah kepergian Aya dan Arman tak ada percakapan diantara kami sejujurnya, lebih baik aku sendiri dari pada berdua dengan laki-laki keparat ini.Ruangan serasa sempit, oksigen serasa berkurang membuat sesak dadaku.


"Shella, kamu mau minum?" tanya Leon, tapi aku sama sekali tidak mengubrisnya


Semalam suntuk Leon menungguiku, dan terus saja mengajakku bicara, dia bilamg sangat menyesal dan ingin menikahiku sebagai rasa tanggumg jawabnya.


"Shella bukan...bukan seperti itu kejadianya, awalnya kami ingin melecehkanmu bergantian" ucap Leon


"B******n, kamu!" umpatku


"Tapi aku yang mengagahi kamu duluan, begitu aku tau kamu masih perawan aku merasa bersalah, dan aku bilang keteman-teman untuk tidak menyentuhmu, tapi mereka melindungiku dengan mengatakan kalau kamu, kami rusak ramai-ramai" ucapnya pelan tapi sangat menyakitkan.


"Biadap kamu!, dimana nurani kamu? Apa kamu nggak punya saudara perempuan atau Ibu, sehingga kamu tega berbuat sekeji ini padaku" umpatku


"Maafkan aku Shella, aku dibutakan dendam dan sakit hati sehingga tega merusakmu" ucapnya penuh penyesalan.


"Sudah puas kamu sekarang?" tanyaku


"Maafkan aku Shella" kata Leon

__ADS_1


Karena capek dan ngantuk, aku mengakiri perdebatanku dengan Leon, selama aku dirawat dirumah sakit, Leon setia menungguku. Semua biaya Rumah sakit Leon yang menangungnya, aku memutuskan untuk pulang ke Rumah Mama dan Papa Leon mengantarku sampai dirumah, dan lebih mengejutkan lagi dia langsung meminta restu pada Mama dan Papa untuk menikahiku tanpa persetujuan dariku Mama dan Papa sangat senang dengan sosok Leon, dan mereka menyetujui Lamaran Leon tanpa meminta pendapat dariku, Beberapa hari kemudian Leon bersama kedua orang tuanya melamarku secara resmi, dan bulan depan kami akan dinikahkan.Pelan dan pasti aku mulai menyukai sosok Leon


Pov Shella end


Sementara itu dirumah Arman, Aya dan Yulia sedang memasak di dapur menantu dan mertua itu sangat akur dan kompak, mereka mempunyai hoby yang sama yaitu memasak, bahkan tak jarang mereka berdua menghabiskan waktu berdua untuk mencoba resep baru.


"Sayang, lihat Mama dan Oma kalau mereka sudah berdua didapur kita dilupakan oleh mereka" ucap Arman pada putra sambungnya


"Kamu nggak usah cemburu kaya gitu, namanya hobby yang sama jadi klop kita" Sahut Cahaya


"Oh ya Man, tadi Mamanya Shella menghubungi Mama katanya bulan depan Shella mau menikah dengan teman sekantornya, Mama jadi senang mendengarnya, itu Artinya dia nggak akan merecoki rumah tangga kamu, dan itu berarti Mama harus punya cucu yang banyak, Mama nggak mau cuma dua cucu" ucap Yulia antusias


"Idih Mama, apa hubunganya pernikahan Shella sama Mama punya cucu banyak" protes Aya


"Ya ada dong, Kan kalian nggak ribut-ribut lagi, dan banyak waktu berduaan jadi Mama minta cucu yang banyak, karena anak Mama cuma satu jadi Mama maunya cucunya banyak biar rame" ucap Yulia semangat.


"Ah...Mama ada-ada aja deh" ucap Aya bersemu merah.


"Kalau itu Arman setuju Ma, banyak anak banyak rejeki ya kan Ma?" ucap Arman sambil mengerling kearah Aya.


"Ih...maunya" ucap Aya.


"Nalayan juga mau, puna adek banak. Ada adek cewek, ada adek cowok, kalau cewek Nalayan akan lindungi dia dali anak-anak nakal, kalau cowok mau Nalayan ajak main bola" ucap Narayan tak kalah antusias


"Aku tidak pernah menyangka, hidupku akan sebahagia ini bersama kalian, terima kasih Mas Arman, Mama dan kamu sayangnya Mama Narayan" ucap Aya sambil menangis haru, mengingat pernikahan dulu hanya ada air mata, kini ia dapat suami yang sangat menyayanginya, anak yang tanpan dan penurut, mertua yang sangat menyayanginya.


tbc...


Novel ini hampir tamat, tapi author udah siapkan novel baru buat kalian ini akan rilis setelah novel ini tamat


Jangan lupa, like, comment dan fav ya men temen

__ADS_1


__ADS_2