NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Berdamai


__ADS_3

"Aya tolong dengarkan penjelasanku dulu, jangan dipotong" pinta Arman dengan bibir bergetar ia menceritakan bagaimana awal mulanya dia bertemu Shella dikafe yang pertama, hingga insiden lipstik itu menempel dia baju dan lehernya, temanya yang diajak juga membantu menjelaskan semuanya, Arman juga menceritakan semua kejadian sebenarnya termasuk pertemuan keduanya dengan Shella untuk memperingati wanita itu.


"Aya mungkin kamu tidak akan percaya dengan kata-kataku dan temanku ini namun aku mohon, luangkan waktumu sejenak untuk melihat video ini, setelah itu semua keserahkan keputusan ada ditanganmu" ucap Arman lesu, kemudian ia mulai memutar rekaman CCTV kafe yang pertama dimana Shella pura-pura jatuh dan langsung nemplok pada Arman dan sengaja mencium dada Arman juga leher Arman tanpa Arman sadari, Cemburu dan sakit hati jelas Cahaya rasakan melihat suaminya dipeluk oleh pelakor seperti itu, namun dia bisa menilai kalau memang Arman benar-benar tidak tau kalau Shella sudah mencium dada dan Lehernya.Dadanya berdenyut nyeri melihat Shella mencium leher Arman meskipun cuma secepat kilat sampai Arman tidak menyadarinya.Ia memalingkan wajahnya, wajah Arman pucat pasi mendapati reaksi sang istri seperti ini. CCTV yang kedua mulai diputar, disana diperlihatkan Arman datang dengan temanya sama sekali tidak bersentuhan dengan Shella dan pada saat Shella mau menjebaknya ia sudah sadar dan membiarkan Shella terjatuh dan ditolong oleh temanya, disini ia dapat menyimpulkan bahwa gambar yang dikirim oleh temanya adalah gambar editan.


"Bagaimana Aya, kamu percaya sama aku kan, dan memaafkan aku bukan?" tanya Arman was was.Sejenak Aya hanya diam ia tak memberikan respon apapun, Yulia sangat takut kalau Aya tidak memaafkan putranya.


"Aya, bagaimana nak? Penjelasan Arman sudah cukup belum? Bisakah kau memberi kesempatan sekali lagi?" tanya Yulia harap-harap cemas.Cahaya kemudian mendekati Yulia lalu mengemgam tangan Yulia.


"Demi Mama dan calon anak kami, aku bersedia berbaikan sama Mas Arman" ucap Cahaya


"Alhamdulullah" ucap mereka semua kompak.Arman mendekat hendak memeluk Cahaya namun langsumg ditepis oleh Cahaya.


"Maaf mas, aku memang mengijinkan kita kembali namun aku belum sepenuhnya memaafkanmu" ucap Aya.


"Mama rasa kalian butuh waktu berdua untuk berbicara dari hati ke hati, kalau begitu Mama pamit dulu" ucap Yulia


"Tante Yulia benar, aku juga minta ijjn untuk pamit" ucap temanya Arman.


Sepeninggal Yulia dan temanya Arman suasana menjadi sunyi kembali, Kedua pasangan ini saling diam dan mendadak jadi canggung.Aya langsung kekamarnya dan Arman langsung mengekorinya dibelakangnya, dilihatnya suasana kamar Aya masih sama seperti yang dulu, kamar ini tetap terawat meskipun jarang ditempati namun ada yang berbeda yang Arman rasakan saat memasuki kamar ini, auranya agak beda kamar ini terasa sangat dingin sedingin sikab Cahaya padanya. Aya langsung naik ke ranjangnya sementara Arman hanya berdiri saja ia tidak berani naik keatas ranjang takut kalau Cahaya mengamuk, Aya hamil moodnya naik turun ditambah lagi sekarang ada masalah membuay nyali Arman menciut.

__ADS_1


"Mas, kamu mau berdiri disitu sampai pagi?" tanya Aya yang melihat suaminya hanya berdiri kaku di dekat ranjang, Arman mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Mas bingung mau tidur dimana?" ucap Arman sambil nyengir kuda.


"Bingung mau tidur dimana kok, masuk kamar disini" sinis Aya.


"Jadi...kamu mengijinkan mas tidur diranjang ini" tanya Arman memastikan.


"Tidur tinggal tidur aja pakai drama segala" ucap Aya, mendapat lampu hijau dari Aya. Arman langsung naik kepembaringan ia bermaksud memeluk Aya namun langsung ditepis oleh Aya.


"Nggak usah pegang-pegang juga kali" sewot Aya.Arman langsung mundur teratur ia sampai tidak berani satu selimut dengan Cahaya, ia mengigil kedinginan namun tidak berani meminta selimut sementara itu Aya langsung tertidur pulas, ia tidak tau kalau Arman mengigil kedinginan. Tengah malam ia merasa kelaparan dan dia bangun untuk mengambil makanan dilihatnya Arman sedang meringkuk tanpa selimut.


"Lihatlah Papamu nak, tidurnya nyenyak sekali sama sekali tidak terbangun sama kaya kita yang tengah malam kelaparan" guman Aya lirih namun masih bisa didengar oleh Arman.


Menjelang pagi Arman baru bisa terlelap, Aya bangun lebih dahalu untuk menunaikan kewajibanya pada sang Khalik lalu dia membangunkan suaminya.


"Mas, sudah subuh bangun sholat dulu" ucap Aya sambil mengoyang tubuh Arman pelan.


"Sudah subuh ya?, maaf mas masih ketiduran, kamu sudah sholat?" tanya Arman, Aya tidak menjawab ia hanya menganguk setelah itu ia keluar kamar untuk menyiapkan sarapan, meskipun ada Art, Aya selalu terjun langsung kedapur untuk menyiapkan sarapan keluarga kecilnya, setelah selesai mandi Arman langsung turun kebawah.Aroma nasi goreng langsung menyeruak membuat cacing-cacing dalam perutnya berdemo.Ia kemudian bergabung di meja makan dimana Aya sudah duduk manis disitu sambil meminum susu untuk Ibu hamil.

__ADS_1


"Sayang, nanti kamu masih mau disini atau kita pulang kerumah?" tanya Arman


"Aku masih pingin disini," jawab Aya dingin.


"Ok, nanti sepulang kerja aku jemput Narayan kesini" ucap Arman


"Nggak perlu, nanti biar suster yang antar Narayan sepulang sekolah" ujar Aya. Arman langsung kiclep mendengar ucapan Cahaya, dengan lesu ia berangkat kerja, hanya ada salim dan cium punggung tangan, tak ada pelukan dan morning kis. Biasanya ia berangkat Aya mengantarnya sampai gerbang tapi kali ini ia cukup tau diri, Aya memaafkanya baginya adalah anugerah terindah, ia tidak dapat membayangkan hari-hari tanpa Cahaya.Saat hendak keluar gerbang ia menoleh berharap ada keajaiban Aya mengantarnya namun harapanya pupus, sudah saat ia melihat Aya menyalakan mobilnya hendak berangkat ke toko, tadi ia sudah menawarkan diri untuk mengantarkan ketoko tapi Aya dengan tegas menolak.


"Lemas banget Bro, nggak dapat jatah dari ayang semalam?" goda temenya Arman


"Boro-boro jatah, gue tidur aja dipungungi, nasib-nasib kalau bini ngambek dunia bener-bener runtuh" ucap Arman, Seketika tawa teman Arman pecah mendengar curhatan temanya.


"Memangnya ada masalah apalagi?, keliahatanya serius banget" tanya temanya kepo


"Biasa bini gue , salah faham" ungkap Arman


"Wah alamat Bro, bakal dipunggungi berhari-hari, hahahhahaha" teman Arman malah tertawa melihat penderitaan Arman


Tbc

__ADS_1


Jangan lupa like, comment dan fav juga hadiahnya ya sayang-sayangku


__ADS_2