NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
ular Betina


__ADS_3

Kediaman Arman.


"Sayang.....minggu depan kita dapat undangan pesta ulang tahun Shella" ucap Arman.


"Ulang tahun yang keberapa?" tanya Cahaya.


"Ultah yang ke-25" jawab singkat Arman.


"Kaya bocah aja, ulang tahun pakai dirayain segala" ucap Cahaya.


"Biarkan saja, bagi Dia dan teman-teman sosialitanya pesta Ulang Tahun itu wajib hukumnya, kalau nggak dirayain pasti geng mereka malak habis-habisan" ucap Arman.


"Emang pergaulan orang kaya itu aneh ya?," ucap Cahaya.


"Sebenarnya biasa aja, cuma kamu belum terbiasa aja" ucap Arman.


"Kalau dikampungku, pesta itu ya satu kali pas nikahan aja. Terus kalau punya anak diadakan syukuran ngundang pengajian supaya anaknya didoakan, terus bikin bancaan buat anak-anak dan tetangga gitu aja simple kan!.Beda sama orang kalangan atas dikit-dikit pesta, mungkin aki-aki bangkotan aja juga ngerayain pesta ulang tahun" tebak Cahaya.


"Yups...kamu benar, kadang mereka yang udah tua-tua ngadain ultah untuk ngumpulin keluarganya" ucap Arman.


"Cuma ngumpulin doang, pakai pesta. Heran deh sama mereka demen banget sama pesta belum lagi setiap tahun mereka ultah, annivetsary pernikahan, ultah anak-anak mereka. Bener- bener pemborosan. Lebih baik uang yang digunakan buat pesta digunakan untuk sedekah malah lebih bermanfaat" ucap Cahaya.


"Jangan salah, mereka juga sering sedekah loh sayang!" ucap Arman.


"Iya habis sedekah terus selfi dan diupload kesosmed, biar semua orang tau kalau mereka habis nyumbang.Yang lebih miris lagi kalau kasih nasi bungkus ke pengemis dan gelandangan, setelah dikasih mereka diajak selfi dan ditulis caption indahnya berbagi. Idih nggak banget. Mereka apa nggak mikir bagaimana perasaan orang yang di kasih nasi sebungkus, lalu muka mereka dipampang keseluruh dunia maya. Kadang aku kasian sama mereka, demi sesuap nasi mereka menahan malu wajah mereka dipampang disosmed seolah mereka itu pengemis" ucap Cahaya.


"Tapi, mereka kalau tasyakuran gitu ngundang anak yatim juga loh, sayang." ucap Arman.


"Mengundang anak yatim itu boleh saja mas, asal perlakukan mereka dengan layak.Coba mas lihat diacara orang-orang kaya anak yatim itu pasti duduk paling belakang.Kursi yang didepan itu untuk para hadirin yang terhormat.Padahal judulnya mengundang anak yatim untuk mendoakan mereka tapi mereka didiskriminasikan" ucap Cahaya yang prihatin terhadap prilaku orang jaman sekarang.


"Sudahlah sayang! Ngapain kita ngeributin urusan mereka, yang penting kita tidak ikut-ikutan mereka" ucap Arman.


"Yang penting minggu depan kita datang sebagai bentuk penghormatan pada yang mengundang" ucap Arman.

__ADS_1


"Jujur sebenarnya aku malas hadir diacara kaya ini, unfaedah banget" ucap Cahaya.


"Please ya, kamu datang temani aku" ucap Arman.


"Iya deh, aku bakal temani kamu. Walaupun, entah mengapa pesta kali ini aku punya feeling nggak enak" ucap Cahaya mengutarakan perasaanya.


"Tenang! kan ada aku, kamu juga sudah bisa handle Shella dengan baik" ucap Arman.


Seminggu sudah berlalu, hari ini Aya dan Arman memenuhi undangan pesta ulang tahun Shella yang diselengarakan di kediaman Shella.Para tamu undangan sudah berdatangan. Shella juga mengundang artis ternama untuk menjadi Mc diacara ulang tahunya.Ia ingin menunjukan siapa dia dihadapan Cahaya.


"Selamat datang, terima kasih sudah menyempatkan diri untuk hadir dipestaku" Shella menyapa satu persatu tamu undangan yang datang tanpa kecuali.


"Hai...Aya kamu datang juga, aku seneng loh, kamu bisa datang" ucap Shella dibuat seramah mungkin dengan senyum yang terus mengembang dibibirnya.


"Oh ya, nanti aku ada acara pesta dansa juga. Aya di hari specialku ini ijinkan aku meminjam Arman untuk berdansa denganku" ucap Shella sok Imut.


"Silahkan saja kalau dia mau" ucap Cahaya.


"Sialan...rupanya perempuan kampung ini mulai mengendalikan Arman, lihat saja akan aku tunjukan dimana posisi kamu perempuan udik" batin Shella


Dengan senyum yang terus mengembang Dita berkata" Oh...baiklah kalau begitu aku bisa memakluminya"


Pesta terus berjalan suasana semakin meriah, Shella selalu berusaha mencari perhatian pada Arman namun Aya mengetahui pergerakan perempuan tersebut dan bisa mengatasi semuanya.Aya berjalan ke stand makanan dan bermaksud mengambilkan makanan untuk suaminya, Shella langsung mendahuluinya.


"Mas aku bawakan puding untukmu" kata Cahaya.


"Arman nggak suka puding," kata Dita lalu ia memberikan brownis kepada Arman.


"Dia sangat menyukai brownis" ucap Shella yang menegaskan bahwa ia lebih tau soal Arman dibanding Aya.


"Aya maaf ya," kata Arman tidak enak ia juga tidak pernah mengatakan pada Cahaya kalau dia tidak suka puding namun Arman mengambil puding dari tangan Cahaya dan hendak memakanya.


"Kalau nggak suka nggak usah dimakan" Aya menjauhkan puding yang akan dimakan Arman. Ia tidak mau Arman memakan makanan yang tidak ia sukai toh itu hanya soal makan.

__ADS_1


"Satu kosong!" bisik Shella ditelinga Cahaya.


"Ini bukanlah pertandingan dimanapun istri sah adalah pemenang, apapun yang terjadi" bisik Cahaya kembali


"Setelah ini aku akan tunjukkan seberapa peduli Arman sama aku, dan kamu bukanlah siapa-siapa bagi dia" bisik Shella.


Saat Arman sedang berbincang-bincang dengan temanya Shella tiba-tiba mengambil udang lalu memakanya. Cahaya sempat heran dengan apa yang dilakukan shella. Selang bebepa saat Shella jatuh


"Brugh...." Shella terjatuh dan sesak nafas Arman yang ada disekitar Shella langsung panik dan mendekati Shella


"Shella...shella ...jangan begini!" ucap Arman sambil menepuk pipi Shella ia mencemaskan keadaan Shella.Tanpa menunggu lama ia langsung membopong Shella dan tanpa sadar ia sudah menubruk Cahaya hingga Cahaya terjatuh, ia terus berjalan dengan penuh kecemasan membawa Shella kerumah sakit terdekat.


Shella tersenyum penuh kemenangan dihadapan Cahaya. Sekuat tenaga Cahaya menahan tangisnya agar tidak tumpah, terlalu sakit rasanya diabaikan suami sendiri. bahkan ,Arman tanpa berpamitan padanya langsung membawa Shella kerumah sakit.


"Kamu nggak apa- apa Aya" ucap Niko yang mengulurkan tangan untuk membantu Cahaya bangun.


"Aku nggak apa-apa Niko" ucap Cahaya.Jauh dari lubuk hatinya ia sangat terluka dengan perlakuan Arman barusan.


"Aku antar pulang sekarang! Mobil suamimu sudah nggak ada pasti dibawa kerumah sakit" ucap Niko


Cahaya hanya menganguk, ia tersenyum getir melihat kenyataan yang baru saja ia hadapi.


"Menangislah, keluarkan tangismu jangan kamu simpan sendirian" ucap Niko ketika mereka sudah dalam mobil.


Air mata Cahaya tumpah tanpa permisi membasahi pipinya.


"Maafkan aku Niko, aku jadi cengeng kaya gini" ucap Cahaya.


"Nggak apa-apa aku bisa mengerti" ucap Niko.


"Kamu ingin kemana dulu? Untuk sekedar melepas penatmu biar aku antar" ucap Niko


"Nggak perlu Ko, antar aku pulang saja" ucap Cahaya.

__ADS_1


__ADS_2