
Arman benar-benar kelimpungan saat ditinggal Cahaya, ia bertanya pada Rita dimana Cahaya mengikuti seminar. Rita menjawab tidak tau karena Aya tidak bilang dan undangan langsung ke Aya.Arman mencoba menghuhungi Cahaya namun berkali-kali pangilanya tidak diangkat, Ia juga banyak berkirim pesan Namun tak satupun pesan yang di balas sebagian pesanya malah belum di baca Karena saking banyaknya pesan yang ia kirim.
Dirumah ia memperlakukan Narayan dengan baik ia juga tidak siap jika harus kehilangan bocah itu, ia terlanjur menyayangi bocah itu.Sementara itu Shella terus menerornya meminta ditemani dengan sejuta Amarah Arman langsung menuju rumah sakit.
"Arman.....akhirnya kau datang juga, aku tau kau tidak akan tega membiarkanku disini sendirian, malam ini kamu tidur disini ya?" pinta Shella.
"Shella!, Aku tidak menyangka kamu sepicik itu?" ucap Arman.
"Apa maksud kamu Arman?" tanya Shella pura-pura bodoh.
"Aku tidak menyangka, ketulusanku kamu manfaatkan untuk menghacurkan rumah tanggaku, dan dengan bodohnya aku terjebak dalam permainan kamu" tuding Arman
"Apa maksud kamu, kamu jangan percaya begitu aja dengan Aya istri kamu, dia orang baru yang akan memecah belah persahabatan kita" ucap Shella mencoba memprovokasi Arman
"Sekarang aku tau kenapa kamu disini, dan aku akan membelikanmu udang lebih banyak lagi setelah itu aku akan menyiapkan acara tahlilan untukmu" Sarkas Arman
"Apa maksud kamu, kenapa kamu setega ini disaat aku sedang sakit?" ucap Shella bersikab seolah-olah dia adalah korban.
"Berhenti playing victim! Jangan pura- pura jadi korban padahal kamulah penjahatnya.Mulai saat ini persahabatan kita bubar, karena kini aku sudah tidak mengenal Shella, Shella yang dulu baik, penyanyang dan penyabar kini berganti dengan Shella yang angkuh dan suka menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuanya" ucap Arman lalu pergi meninggalkan Shella yang menangis kejer.Setelah kepergian Arman Shella keluar dari Rumah Sakit karena pada dasarnya ia sudah sembuh, hanya karena ingin mendapat perhatian Arman ia rela berlama-lama dirumah sakit.
Sepulang dari Rumah Sakit Arman mengunjungi Yulia, ia menceritakan kisahnya. Bukanya simpati Yulia malah memarahi Arman baginya putranya itu sudah keterlaluan.
"Arman, Mama kecewa sama kamu!, bisa-bisanya kamu tingalin istri kamu, malam-malam dipesta sendirian" Maki Mamanya Arman
"Saat itu Arman panik Ma, pikiran Arman Blank. Arman takut Shella nggak selamat selama ini dia sahabat yang paling dekat denganku" ucap Arman jujur.
__ADS_1
"Kamu boleh saja menolong siapapun tapi utamakan keluarga kamu dulu! Baru orang lain" ucap Yulia.
"Shella bukan orang lain Ma" ucap Arman membela diri.
"Lalu Aya orang lain begitu?, kamu apa nggak mikir kalau Aya pulang sendirian naik taxy ditengah jalan dicegat bagal bagaimana?" ucap Yulia.
"Bukan begitu Ma, maafkan aku ma.Aku nggak kepikiran sampai sejauh itu.Tindakan yang aku lakukan pada Shella itu spontan karena tidak tega melihat dia hampir sekarat, seandainya bukan Shella pun Arman akan melakukan hal yang sama" ucap Arman.
"Kenapa kamu minta maaf sama Mama?, yang kamu sakiti itu Aya bukan Mama" Sarkas Yulia
"Aya sedang pergi Ma, dia seminar keluar kota entah dimana dan kapan pulang Arman tidak tau. Dia tidak kasih tau Arman" ucap Arman. Terlihat gurat kesedihan di wajahnya ia benar-benar menyesal mengabaikan Cahaya.
"Bagus! kalau aku jadi Aya, aku nggak akan pulang, buat apa pulang? Punya suami nggak guna kaya kamu. Dengan terang-terangan kamu menyakiti dia, Apa kamu nggak mikir gimana sakit hatinya dia disaat kamu mengabaikanya dia kamu tendang kamu sama sekali tidak menoleh, kamu biarkan dia pulang sendirian setelah itu kamu menemani perempuan lain dirumah sakit, eh...esuknya kamu nginep lagi.Ibarat luka itu kamu siram dengan air garam, perih Man!" Sarkas Yulia.
"Arman mana ada perempuan yang rela suaminya bersama perempuan lain bahkan sampai dua malam, kalau Aya mengijinkan itu artinya dia nggak peduli lagi sama kamu. Artinya apa? Siap-siap saja kamu kehilangan dia" Ucap Yulia menakut-nakuto Arman.
"Mama jangan ngomong kaya gitu ma, Arman jadi takut" ucap Arman.
"Sudah ah, Mama mau ke kafe. Saran Mama renungkan kesalahanmu setelah itu kamu tau apa yang harus kamu lakukan" ucap Yulia sambil melenggang pergi meninggalkan Arman.
Setelah pertemuanya dengan Yulia Arman memutuskan untuk mencari keberadaan Cahaya, Namun usahanya belum membuahkan hasil.Sebenarnya Cahaya sudah kembali dua hari yang lalu tanpa sepengethuan Arman dia pulang kerumahnya yang dulu, Ia berusaha menangkan diri dahulu sebelum bertemu Arman ia tidak ingin gegabah dalam mengambil sikab.Ilham juga masih dinas diluar kota, praktis Aya hanya berdua dengan art.
Sepulang dari kampus Arman tanpa sengaja melihat sosok seperti Aya istrinya, kemudian ia menghampirinya.
"Aya...akhirnya kamu pulang juga" ucap Arman langsung memeluk perempuan itu.
__ADS_1
"Bugh" Bogem mentah menyasar dipipi Arman.
"Dasar laki-laki mesum!, istri orang main peluk aja" ucap seorang laki-laki tinggi besar.Arman kaget lalu melihat perempuan yang dipeluk rupanya bukan istrinya, rasa malu dan tidak enak langsung menyelinap dalam dada Arman.
"Maafkan saya, mas, mbak, saya salah orang saya kira dia istri saya. Dari belakang postur tubunya sama pakaianya juga sama seperti istri saya" ucap Arman benar-benar menyesal.
"Hallah alasan, dasar mesum! Pergi sana" ucap laki-laki tadi.
"Kamu juga!, mau-maunya dipeluk laki-laki lain" ucap laki-laki tadi pada istrinya.
"Habisnya laki-laki tadi udah ganteng, wangi, dan macho" ucap wanita tadi tanpa sadar.
"Apa kamu bilang?" ucap laki-laki tadi,sontak membuat perempuan itu tersadar bahwa dia sedang mengali kuburnya sendiri.
"Maaf pi, tadi itu aku kaya nggak sadar, pasti laki-laki itu mengunakan pelet, untung papi datang dan menyelamatkanku" ucap perempuan tadi tentu saja ia bohong untuk menutupi kesalahanya.
"Sialan!, dimana laki-laki tadi akan aku habisi dia" maki sang suami.
Sementara itu Arman mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang hatinya sedang tidak baik-baik saja, ia selalu melihat bayangan Cahaya dimana-mana. Entah karena merasa bersalah atau saking rindunya sama istrinya. kejadian tadi adalah hal yang paling parah ia lakukan, biasanya dia hanya menyapa orang yang dikira Cahaya kalau orang itu sudah menoleh pasti ia baru nggeh kalau itu bukan Aya.
"Gila...gue bener-bener gila, Aya kamu dimana.Aku bisa gila kalau terus-terusan begini" guman Arman.
Arman menghentikan mobilnya di sebuah minimarket ia membeli kinderjoy untuk Narayan. Dari kejahuan ia melihat Cahaya
"Gila....dimana-mana ada dia" batin Arman.Padahal kali ini yang dilihat bener-bener Cahaya tapi Arman malah kabur
__ADS_1