
"Sayang, nanti kita ke mall ya beli perlengkapan baby" kata Arman pada istrinya.
"Mas, kata orang kalau belum tujuh bulan itu pamali, beli baju untuk bayi"sahut Cahaya.
"Itu hanya mitos sayang, kamu nggak usah percaya hal semacam itu.Kita berdoa saja semoga anak kita baik-baik saja sampai nanti lahiran kamunya juga sehat selalu" ucap Arman.
"Aamiin" kata Cahaya.Siang harinya sesuai janji Arman pada Cahaya ia menjemput istrinya untuk berbelanja kebutuhan bayi.Pasangan muda ini begitu kompak dan mesra membuat siapa saja pasti iri melihatnya, begitupun dengan sesosok perempuan yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik mereka.
"Sialan lagi-lagi aku harus melihat kemesraan mereka, kalau ini bukan tempat umum pasti aku udah jambak kamu Aya, tunggu-tunggu itu si Arman kenapa nggak ngintilin Aya sepertinya dia nggak sadar kalau sudah terpisah dengan Aya, hmmmm aku punya ide agar bisa membuat mereka bertengkar" batin Shella.
Shella kemudian membeli baju yang sama bahkan ia juga mengenakan hijab seperti Aya, ia ingin berpenampilan seperti Aya agar Arman mengira dirinya Aya.Sementara itu Arman baru tersadar kalau dirinya terpisah dengan Aya.
"Aduh...dimana dia? Aku kok bisa kehilangan jejak Aya," batin Arman sambil clingak-clinguk mencari Aya.
"Itu dia orangnya," batin Arman lalu mendekati Shella yang ia kira Aya karena Shella sengaja membelakanginya. Begitu dekat dengan Shella ia langsung memeluk dari belakang.
"Sayang, aku cari kemana-mana ternyata kamu disini" ucap Arman seraya memeluk dari belakang.
"Ah...ini melebihi ekspektasiku, aku kira dia hanya mengandengku ternyata dia malah memelukku, ya Arman memelukku aku tak ingin dia melepaskanya" batin Shella kegirangan mendapat perlakuan sedemian dari Arman.
Sementara itu Aya juga sedang mencari Arman ia baru tersadar terpisah dengan suaminya, tapi alangkah kagetnya ketika ia melihat Arman memeluk seorang wanita didepan mata kepalanya sendiri.
"Mas Arman, tega kamu mas!" ucap Aya sambil berurai air mata, tanpa sadar kantong belajaanya jatuh dari tangannya.
Mendengar suara Aya dari arah belakang Arman sontak menoleh ia sangat kaget mendapati Aya dibelakangnya tengah menangis.
"Lalu siapa yang aku peluk" batin Arman.
"Aya, ini bukan seperti apa yang kamu pikirkan, aku mengira dia kamu lihatlah pakaian dan jilbabnya sama" ucap Arman jujur apa adanya.
__ADS_1
"Tega kamu mas! disaat aku hamil begini kamu memeluk perempuan lain di depanku" ucap Aya. Shella langsung balik badan dan memanasi keadaan.
"Arman sayang kok dilepas sih, biarin aja dia tau, dengan begini kita tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi dan aku tidak harus memakai pakaian yang sama dengan dia seperti katamu" ucap Shella memanas-manasi Aya.
"Tutup mulutmu Shella" ucap Arman.
"Kalian lanjutkan saja mesra-mesraanya" ucap Aya dan langsung bakik badan meninggalkan tempat itu. Dengan langkah tergesa ia meninggalkan mall itu karena tidak hati-hati dan tidak memperhatikan jalan ia menubruk seseorang.
"Bruk....., maafkan saya, saya nggak sengaja" ucap Aya.
"Mbak nggak apa-apa?" tanya laki-laki itu dan ia hendak membantu Cahaya bangun karena sempat terjatuh.
"Niko"
"Aya"
Keduanya kaget saat keduanya bertemu, karena sejak pertengakaran dengan Arman beberapa bulan lalu mereka tidak pernah bertemu lagi.
"Aku sendirian aja kok, ini juga mau pulang" dusta Aya, ia tak ingin Niko tau kalau dia habis bertengkar.
"Kalau begitu, biar aku antar" kata Niko
"Nggak usah Ko, aku bisa naik taxy online. Aku tidak ingin mas Arman salah faham" kata Aya.
"Ya sudah kalau begitu, aku pesankan taxy online dan aku temani kamu nunggu taxy online, nggak boleh nolak!" kata Niko tegas. Aya hanya mengangguk pasrah dengan apa yang dilakukan Niko, setelah taxy online yang dipesan datang ia langsung pulang sesampainya dirumah ingin rasanya menangis namun dia tidak mau membuat Narayan sedih, terpaksa ia tahan sendiri rasa kesakitanya. Tak lama kemudian Arman datang.
"Kamu sudah sampai rumah sayang, maafkan aku" ucap Arman namun Aya tak mengubris perkataan Arman ia fokus bermain dengan Narayan, Arman langsung bergabung bermain dengan Narayan, bocah itu lebih suka bermain dengan Arman di banding dengan Ibunya.Setelah beberapa saat bermain dan Narayan kelelahan Arman mengendong Narayan ke kamarnya dan menemaninya tidur sebentar lalu, balik lagi kekamarnya untuk menyelesaikan masalahnya dengan Aya.
"Sayang, kamu harus percaya saya aku, demi Tuhan aku kira dia itu kamu, aku nyari kamu kemana-mana kamu tidak ada dan Shella memakai pakaian sama persis kaya kamu postur tubuh kalian juga mirip, aku nggak tau kalau dia Shella, begitu menemukan kamu aku langsung peluk" ucap Arman menjelaskan panjang lebar namun Aya masih diam.
__ADS_1
"Lagian dia apalagi maksudnya kalau bukan untuk membuat kita bertengkar, buat apa dia pakai baju sama seperti kamu dan kamu tau sendiri sehari-hari dia pakai pakaian sexy lalu kenapa tiba-tiba pakai hijab, aneh nggak sih" lanjut Arman.
"Nggak aneh, karena Shella bilang itu yang suruh kamu!," sewot Aya.
"Ya, nggak mungkin dong sayang.Logikanya ya, aku lagi di mall sama istriku terus aku sama perempuan lain aku peluk lagi, kalau aku selingkuh pasti nggak ditempat yang sama dengan istriku dong" kata Arman. Aya mulai percaya dengan kata-kata Arman.
"Sudah dong ngambeknya, serius aku hanya cinta sama kamu" ucap Arman
"Gombal" kata Aya lagi
"Aku harus bagaimana agar kamu nggak marah lagi" ucap Arman sambil mendekati Aya bermaksud memeluk Aya, namun Aya langsung menepisnya
"Hush...hush...,jangan deket-deket aku jijik tubuhmu masih bau pelakor itu" ucap Aya yang tidak mau disentuh Arman.
"Baik aku akan mandi dan sabunan tujuh kali, lalu aku akan buang semua baju dan semua yang aku pakai hari ini" ucap Arman dan benar saja ia langsung bergegas mandi sampai setengah jam lamanya, sehabis dari kamar mandi ia hanya memakai handuk sebatas pinggang.
"Ahhh...dia bener-bener mandi sabunan tujuh kali, wanginya sampai menguar begini, aku suka wangi ini kenapa aku ingin memeluk dia, enggak Aya! Kamu kan masih marah" batin Aya yang masih perang dengan egonya
Arman langsung meraih bajunya yang tadi ia pakai ke mall ia ingin langsung membuangnya, saat hendak keluar dari kamar dia langsung dicegah oleh Aya.
"Berhenti!, kamu mau pamer atau bagaimana keluar kamar hanya pakai handuk begitu" omel Aya, hatinya tidak rela melihat tubuh Arman dinikmati oleh perempuan lain meskipun hanya seoarang art yang sudah tua, Arman ternsenyum itu Artinya Aya sudah tidak marah lagi.
"Kalau begitu tolong kamu buang baju ini" kata Arman.
"Aku nggak sudi menyentuh barang-barang yang sudah disentuh perempuan itu lagi" ucap Aya
Tbc...
Jangan lupa, like ,coomment, fav dan hadiahnya ya, hehehheheh
__ADS_1
Lope...lope...buat kalian