NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Sidang RT


__ADS_3

"Saya berani bersumpah, kalau saya tidak hanya berduaan saja sama Mas Ridwan" ucap Cahaya.


"Jangan sumpah-sumpah segala sekarang mana buktinya? Rumah ini sepi hanya ada kalian berdua, udah ketangkap basah masih ngelak" ucap Ibu-Ibu yang lainya.


"Sudahlah Aya, segera masuk rumah! Nggak usah ladeni mereka. Sekarang aku harus segera ke kampus" ucap Arman tak ingin berlama-lama mendengar ocehan tetangga Cahaya.


"Mana bisa begitu Mas ganteng, sekarang kalian berdua ikut kami kerumah Pak RT, ini harus ditindak namanya perzinaan tidak boleh dibiarkan kampung kita bakal kena sial karena kalian berdua" teriak seorang Ibu-Ibu


"Saya nggak punya waktu meladeni kalian, ada pekerjaan yang sudah menunggu saya" ucap Arman hendak melangkah kemobilnya namun secepat kilat Ibu-ibu itu menghalanginya dan yang lainya mengambil kunci.


"Kamu nggak bisa pergi gitu aja, Kamu harus tanggung jawab sekarang kalian berdua ikut kami ke rumah Pak RT" ucap Yang lainya


"Iya bener, kalau ngelawan seret aja!" ucap yang lainya.


"Setuju" ucapa yang lainya. Kemudian entah dari mana Bapak-bapak dan Ibu-ibu banyak yang berdatangan Arman dan Cahaya kuwalahan mengahdapi mereka.


" Bagaimana ini mas, Ilham pulang kemungkinan besar nanti malam. Satu-satunya saksi kunci hanya Ilham" ucap Cahaya.


"Tenanga aja, ada Bibi yang bakal jadi saksi" ucap Arman menenangkan Cahaya. Walau sebenarnya ia tidak yakin Bibi bisa membantunya atau tidak.


"Mas Bibi masih dipasar, bagaimana ini " ucap Aya.


"Sudahlah kita ikut saja apa kata mereka, melawan pun percuma kita hanya berdua" ucap Arman.


Aya dan Arman akhirnya digelandang ke rumah ketua RT untuk disidang disana. Cahaya merasa sangat malu warga menatapnya dengan tatapan sinis seolah mengulitinya.


"Keliatanya aja Kalem....huhhh ternyata, bener kata pepatah diam-diam menghanyutkan" sindir warga pada Aya . Sementara Aya hanya bisa menangis memberi pembelaanpun rasanya percuma.


Sidang Warga dimulai dengan terdakwa Cahaya dan Arman.

__ADS_1


"Saudara Arman dan Mbak Aya, sekarang kami ingin mendengar penjelasan dari pihak anda terkait dengan masalah ini" ucap Ketua RT setelah mendengar kesaksian warga.


Arman dengan tenang dan santai menjelaskan persoalan yang sebenarnya terjadi sedetail-detailnya, tanpa ada yang ditutup-tutupi.mendengar penjelasan dari Arman warga masih tidak percaya.


"Huuu.... Udah ketauan masih aja ngelak" ucap warga.


"Sauadara Arman ada saksi dari keterangan anda?" tanya ketua RT setempat.


"Saat ini saksinya hanya art dirumah Aya, Ilham baru ada tugas negara kemungkinan nanti malam baru pulang dan Binar sudah pulang kampung subuh tadi" ucap Arman masih tenang. Kemudian Art Cahaya dihadirkan untuk jadi saksi.


"Yang dikatakan mbak Aya dan Pak Arman semua benar, semalam kita berlima dirumah mba Aya dan pagi-pagi sekali saya ke pasar saya ada buktinya tukang ojek yang antar saya kalau saya keluar dari rumah mbak Aya pagi-pagi" ucap Art Cahaya.


"Huuu...saksi nggak valid, bisa aja Artnya udah disuap begitu pun dengan tukang ojek" ucap para warga.


"Bagaimana Mas Ilham bisa dihadirkan sekarang?" tanya ketua RT.


"Seperti yang saya katakan Ilham kemungkinan pulang nanti malam itupun kalau nggak ada kasus urgent yang harus ia tangani" ucap Arman.


"Setujuu..." jawab mereka kompak.


"Saya memang mau menikahi Aya namun bukan dengan cara begini, Saya akan nikahi Cahaya setelah Ilham datang. Kalian tidak bisa memaksa kami ini namanya pelangaran hukum. Saya bisa pidanakan kalian kalau terbukti kami tidak bersalah" ucap Arman tenang.


"Widihhhh ngancem udah tau salah, bukti udah ada malah berani ngancem...hebat betul kau Pak dosen" ucap salah satu warga.


Ketua RT berpikir sejenak ia merenungkan perkataan Arman jika memang Arman tidak bersalah maka ia akan berhadapan dengan Ilham orang yang paling ditakuti dikampung ini, ia belum mau hidup susah berhadapan dengan orang yang berkuasa dan punya duit.


"Baiklah sidang kita tunda sampai mas Ilham datang memberi kesaksian" ucap Ketua RT.


"Huuu....uuu,ketua RT cemen! Sama Ilham saja takut, orang dia juga makananya nasi sama kita dia belum makan kemenyan ngapain kita takut" ucap seorang warga.

__ADS_1


"Maaf Bapak, ucapan anda sudah saya rekam nanti saya kasih ke Ilham, biar dia makan kemenyan dan jangan salahkan dia sehabis itu ngamuk ke anda. Tidak makan kemenyan saja, saya yakin nyali anda ciut bila dihadapkan langsung dengan Ilham" ancam Arman. Seketika membuat suasana sunyi rupanya mereka benar-benar ketakutan dengan ancaman Arman.


"Sekarang tolong bebaskan kami sampai Ilham datang" ucap Arman.


"Kalau masalah itu kami tidak bisa, Pak Arman sementara dirumah saya dulu sampai Pak Ilham pulang dan Mbak Aya boleh pulang namun tetap berada dirumah kami tidak mengijinkan anda keluar rumah untuk hari ini" ucap Ketua RT.


Arman memprotes kebijakan Ketua RT namun tetap tidak digubris karena ketua RT takut warganya marah makanya ia mengambil keputusan itu.


"Sidang sementara ditutup sampai mas Ilham pulang, kalian silahkan bubar kecuali Pak Arman masih kami tahan disini" ucap Ketua RT.


"Bulshit" batin Arman. Beberapa saat kemudian ia mengirim pesan kepada Ilham namun rupanya pesanya belum dibuka oleh Ilham.


Pada saat warga keluar dari rumah ketua RT bertepatan dengan kedatangan Ibunya Ridwan yang sengaja datang untuk mencari informasi soal Narayan.


"Ada apa bu, kok rame-rame?" tanya Ibunya Ridwan.


"Itu bu, Mbak Aya lagi disidang dirumah pak RT" ucap seorang Ibu-Ibu


"Memangnya kenapa si Aya disidang?" tanya Ibunya Ridwan jiwa keponya langsung meronta-ronta.


"Itu semalem calon suaminya nginep dirumah Mbak Aya, padahal Mas Ilham lagi nggak ada dirumah, malah anaknya juga nggak ada dirumah.Rumah mereka sepi hanya ada mereka berdua jadi pagi ini hingga siang mereka disidang" ucap Ibu-Ibu tadi.


"Syukurin...rasain kamu Aya kena Karma juga kamu, ini adalah berita bagus ...nggak sabar aku sebarkan dikampungku, rasain habis ini kamu nggak bakal punya muka dimanapun berada" batin Ibunya Ridwan.


"Aya itu memang begitu dari dulu, makanya Ridwan nggak tahan dan balas menghianati dia karena Aya dulu yang mulai." ucap Ibunya Ridwan mulai menyerang fitnahan ke Aya.


"Dulu aja Aya waktu masih jadi Istri anak saya, sering berduaan sama laki-laki itu. namanya Arman bukan?" pancing Ibunya Ridwan


"Iya namanya Arman bu, kok Ibu bisa tau?" tanya warga tadi.

__ADS_1


"Ya taulah....mereka itu sudah berpacaran lama bahkan sejak Aya masih jadi Istri anak saya, tampangnya aja lugu tapi kelakuanya huuhhh sungguh mencengangkan.Ibarat kata si Aya itu muka peri hati kunti. Serem nggak tuh " Ibunya Ridwan terus saja memfitnah Cahaya baginya ini adalah kesempatan emas untuk menjatuhkan Cahaya.


__ADS_2