
"Mbak ....sejak tadi aku perhatikan, mbak Aya kok melamun terus? Apa yang sedang mbak pikirkan?" tanya Ilham.
" Sejak kedatangan keluarga benalu yang meminta donor sungsum Narayan, mbak jadi kepikiran terus. Sejak semalam mbak itu gelisah Ham" ucap Cahaya.
"Mbak nggak usah khawatir, Selama masih ada aku tidak akan ada yang bisa sentuh Narayan" ucap Ilham meyakinkan kakaknya.
" Oh ya Mbak, tadi katanya nanti setelah pulang sekolah Narayan minta ditemani ke Taman Safari, Nanti biar kak Arman yang menemani Mbak Aya dan Narayan."kata Ilham.
" Memangnya kamu mau kemana? Tumben nggak nemeni Narayan?" tanya Cahaya.
" Sekarang sudah ada yang menemanimu dan Narayan, Aku juga butuh privasi" ucap Ilham sambil tersenyum.
" Iya, nanti pulang sekolah kita langsung jemput Narayan, mungkin kami sampai malam, Biasanya Narayan ngajak jalan- jalan dulu" ucap Cahaya.
" Narayan atau calon papanya yang ngajak jalan-jalan dulu?," goda Ilham.
" Kamu ini apaan sih?" sungut Cahaya tersipu malu.
Sementara dikediaman Ridwan laki-laki ini tengah bersiap untuk menjemput Narayan dari sekolahnya dan membawanya ke Rumah Sakit.
Ridwan sudah menyusun rencana yang sangat matang, Ia harus tiba disekolah Narayan sebelum bel kepulangan berbunyi agar tidak kedahuluan dengan Cahaya.
Sesaat kemudian motor yang dikendarai Ilham sudah sampai disekolah Narayan.Ridwan langsung menemui guru Narayan.
" Selamat siang bu, Saya Ayahnya Narayan kedatangan saya kesini untuk menjemput anak saya" ucap Ridwan.Guru Narayan memperhatikan penampilan Ridwan dari ujung kaki sampai ujung kepala.
" Kenapa? Ibu tidak percaya kalau saya Ayahnya Narayan, hanya karena penampilan saya yang seperti ini?," tanya Ridwan.
" Mohon maaf pak, keselamatan anak-anak disekolah ini menjadi tanggung jawab kami. Kami tidak bisa menyerahkan anak didik kami kesembarang orang.Disini peraturanya yang boleh menjemput anak didik kami hanya orang tua,keluarga dan orang yang ditunjuk oleh keluarga untuk menjemput putra -putri mereka.Maaf kami tidak percaya kalau Bapak ini orang tua dari peserta didik kami yang bernama Narayan.Selain penampilan anda yang tidak meyakinkan wajah anda sama sekali tidak mirip dengan Narayan" ucap Guru tersebut.
"Hanya karena saya miskin, jadi saya nggak pantas jadi Ayah dari anak saya begitu maksud Ibu?, Asal Ibu tau dulu saya juga ganteng dan berdasi hanya nasib tidak lagi berpihak pada saya makanya sekarang saya seperti ini" ucap Ridwan malah curhat pada guru Narayan.
"Mohon maaf pak, disini memang aturanya begitu.Kalau sudah tidak ada yang dibicarakan bapak bisa meninggalkan tempat ini" ucap Guru Narayan.
"Sial....bisa-bisanya aku gagal" batin Ridwan saat ia hendak keluar dari ruang guru,Narayan masuk keruang guru.
__ADS_1
" Narayan...." panggil Ridwan.
" Narayan kenapa kamu kemari, masuk kekelas lagi!" ucap guru pada Narayan.
" Nalayan cali bu gulu, soalnya dikelas ndak ada gulu sebagai ketua Nalayan cali bu gulu" ucap Narayan.
" Lebih baik kamu kembalilah, nanti Ibu guru nyusul" ucap Guru Narayan.
" Narayan..." panggil Ridwan lagi.
" Iya ...Ayah" jawab Narayan.
" Kamu kenal dengan dia?" tanya Guru Narayan.
" Dia ayah nalayan" ucap Narayan.
" Tuh...kan, saya nggak bohong" ucap Ridwan.
Setelah berbincang-bincang sebentar dan menanda tangani penjemputan akhirnya Narayan diijinkan dibawa Ridwan.Beberapa saat kemudian mobil Cahaya dan Arman tiba disekolah Narayan tepat setelah anak-anak pulang sekolah.
" Mas, perasaan anak-anak sudah keluar semua dari tadi kita nunggu disini kok Narayan belum keluar-keluar juga" ucap Cahaya.
" Ibu Aya,Pak Arman !" sapa guru Narayan.
" Oh ...Bu Rania kebeteluan sekali kami mau jemput Narayan,dimana dia?" tanya Arman.
" Bukanya, Narayan sudah pulang sepuluh menit sebelum bel berbunyi" kata Ibu guru sukses membuat Cahaya panik.
" Ibu jangan bercanda, ini kami lagi jemput dia" ucap Cahaya.
" Saya serius bu, tadi Narayan dijemput Ayahnya. Semula saya tidak percaya kalau itu Ayahnya, tapi Narayan sendiri bilang kalau itu Ayahnya jadi kami ijinkan dibawa dia katanya ada kepentingan keluarga begitu." ucap Guru Narayan.
" Brughhh.." Cahaya jatuh pingsan mendengar penuturan dari guru Narayan.
" Aya...bangun ya" ucap Arman sembari menepuk pipi Cahaya.
__ADS_1
" Bu, tolong Cahaya.Saya harus menghubungi seseorang. Narayan sedang dalam Bahaya" ucap Arman.
" Maksudnya bagaimana pak?" tanya guru Narayan masih bingung.
" Nanti saya jelaskan, tolong Cahaya dulu!
Arman langsung menghubungi Ilham, Ia mengabari bahwa Ridwan telah menculik Narayan.
" Kak Arman fokus pada mbak Aya! Biar cecunguk itu jadi urusanku.Bilang pada mbak Aya jangan panik Tas Narayan sudah dipasang GPS jadi dengan mudah,aku menemukan Narayan" ucap Ilham .kemudian ia mematikan sambungan teleponenya.
Sejatinya saat ini Ilham sedang panik karena tadi pagi ia kelupaan memasang GPS pada tas Narayan. Laki - laki muda ini sengaja berbohong pada Arman agar nanti ketika Cahaya siuman tidak panik, ia tau persis kakaknya itu orang yang suka berpikir pendek.Lebih baik berbohong untuk mencegah masalah baru yang akan ditimbulkan oleh Cahaya.Ilham dan langsung kerumah sakit ia,namun disana ia tidak menemukan Ridwan dan Narayan disana Ia mengancam Dita dan mertuanya bahwa dia tidak akan mengampuni keluarga mereka jika tejadi sesuatu pada Narayan.Ilham keluar dari rumah sakit namun ia meninggalkan dua bodyguard dirumah sakit untuk memantau pergerakan Ridwan.
Begitu Ilham keluar dari Rumah sakit Dita langsung menghubungi Ridwan.ia hanya berbalas pesan pada Ridwan ia takut ketahuan oleh bodyguard Ilham.
"Mas, kamu sampai dimana?" tanya Dita melalui pesan singkat di aplikasi pesan.
"Sabar dulu Dit, Ini Narayan ngajak makan dulu" tulis Ridwan.
" Mas sebaiknya kamu jangan kesini dulu,Ilham baru saja dari sini dan mencak-mencak ia mencarimu dan Narayan.Ia juga menaruh bodyguard disini untuk memantau kita" balas Dita.
" Aku harus kemana, kalau pulang kerumah dengan mudah Ilham akan menemukanku" Ridwan kembali mengirim pesan.
"Sementara kamu cari kost dulu,begitu situasi aman bawa Narayan kesini langsung eksekusi" Dita kembali mengirim pesan.
Dua hari kemudian...
"Ham ini sudah dua hari, Narayan belum ada kabar bagaimana ini hiks...hiks...hiks" Cahaya terus menangis.
" Mbak tenang dulu, ini aku lagi usaha" ucap Ilham.
"Bagaimana kalau..." belum sempat Cahaya meneruskan kata-katanya ia bibinya sudah ditutup dengan jari telunjuk Ilham.
"Sttttttt...Sebagai Ibu yang baik jangan bicara yang aneh- aneh tapi doakan saja Narayan segera ketemu dalam keadaan tak kurang suatu apapun" ucap Ilham.
Cahaya hanya menganguk pasrah, selama dua hari ini ia tidak mau makan sama sekali, ia tak memperhatikan lagi kondisinya yang dilakukanya hanya menangis dan menangis .Sehari setelah Narayan dibawa oleh Ridwan ia nekat mau mencari seorang diri beruntung bodyguard Ilham sigab
__ADS_1
Tbc...
Segini dulu ya gaes otor mau kumpulan pkk dulu siapa tau nanti ketemu mertuanya Dita ,otor mau nanya ngekost dimana Ridwan.