
Yulia menghubungi polisi untuk menghalau segala kericuhan yang terjadi di pagi ini.Tak lama setelah itu polisi datang dan membereskan segala kekacauan yang terjadi.Ketua RT sangat berterima kasih pada Yulia, ia tidak tau bakal seperti apa kampungnya termasuk keluarganya yang jadi sandera Sukirman.
"Ibu Yulia, Saya ucapkan beribu terima kasih atas pertolongan Ibu dan keluarga, Saya sekarang yakin kalau warga hanya salah paham saja pada Pak Arman dan mbak Aya" ucap ketua RT merasa tidak enak dan berutang budi pada Arman keluarganya.
"Semua sudah terjadi Pak RT. Saran saya lain kali kalau memutuskan sesuatu jangan gegabah" ucap Yulia.
"Iya...bu, sekarang saya tidak ingin memaksa mbak Aya untuk menikah lagi" ucap ketua RT.
"Untuk masalah pernikahan saya serahkan pada Arman dan Aya mereka yang akan menjalaninya, bagaimana Man, Aya pernikahanya lanjut tidak?" tanya Yulia.
"Saya terserah Mas Arman saja Ma" ucap Aya.
"Lanjut aja Ma, sekarang atau nanti sama saja aku akan menikahi Cahaya meskipun tanpa kejadian ini" ujar Arman mantab.
"Baiklah kalian tunggu disini mama cari penghulu lagi, yang tadi sudah pergi begitu mendengar keributan diluar dia langsung kabur" ucap Yulia.
Beberapa saat kemudian penghulunyang baru datang untuk menikahkan Cahaya dan Arman.
"Saudara Arman Wijayanto bin Wijayanto" kata penghulu. Sambil menjabat tangan Arman.
"Ya...Saya Arman Wijayanto bin Wijanto" ucap Arman lantang.
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Cahaya binti Suherman dengan mas kawin Seperangkat alat sholat dan logam mulia seberat 500 gram dibayar tunai" ucap Penghulu
"Saya terima nikah dan kawinya Cahaya binti Suherman dengan mas kawin tersebut diatas dibayar tunai" ucap Arman dalam sekali tarikan nafas.
"Bagaimana saksi?" tanya penghulu.
"Sah" jawab mereka kompak
"Alhamdulillah"
kemudian penghulu memimpin doa untuk pasangan pengantin ini.
__ADS_1
"Sekarang pasangkan cincin pada Istri anda dan begitu juga sebaliknya" ucap penghulu .kemudian Arman dan Cahaya saling memasangkan cincin.
"Cium...cium...cium" ucap para saksi.
"Mas Arman boleh cium kening Istrinya sekarang , cium yang lainya nanti ya setelah dikamar" goda penghulu yang membuat pipi Cahaya merona.Arman lalu perlahan dan pasti mencium kening Cahaya sambil merapalkan sebuah doa.
"Hole....Nalayan cekalang puna Papa,nanti malam bica tidul bertiga kan Pa, Ibu?" tanya Narayan dengan polosnya.Cahaya tersenyum lalu mengangguk.
"Narayan boboknya sama nenek dan kakek saja" ucap Ibunya Cahaya.
"Ndak...ndak mau Nalayan mau bobok sama Papa" ucap Narayan sambil melipat tanganya.
"Atau sama Oma bagaimana seru kan kalau bobok sama Oma" ucap Yulia mencoba membujuk Narayan. Namun reaksi Narayan tetap sama ia tidak mau tidur dengan siapapun selain sama Arman dan Cahaya.
Malam harinya semua keluarga Cahaya menginap di rumah Cahaya. Termasuk Yulia mereka membicarakan tentang rencana kedepanya. Termasuk mendaftarkan pernikahan mereka ke KUA dan mengadakan syukuran atau pesta.
"Ma...Aya nggak mau ada pesta-pesta segala, Aya malu ma....Dulu waktu masih gadis dan menikah pertama kali aja juga nggak ada pesta sama sekali" kenang Cahaya.
"Justru itu, Mama pingin kamu jadi Ratu sehari ini adalah moment yang tidak akan kamu lupakan sepanjang hidupmu, Mama ingin mengundang semua teman Mama, bagaimana Bapak/Ibu" tanya Yulia pada kedua orang tua Cahaya
"Iya Ibu besan memang beda!" ucap Bapaknya Cahaya terharu dengan sikab Yulia.
Menjelang malam mereka kembali ke kamar masing-masing termasuk Cahaya, Arman dan Narayan
"Mas, maafin aku yah....dimalam pertama kita ini kita harus bertiga" ucap Aya merasa tidak enak pada Arman.
"Dari awal aku dah tau, kalau menikahi kamu itu dapat bonus anak ganteng ini" ucap Arman.
"Papa...Nalayan bobo ditengah ya, Papa janji janan temana-mana kalau nanti Nalayan banun Papa ndak boyeh puwang" ucap Narayan.
"Iya Papa Janji papa nggak akan kemana-mana mulai sekarang kita akan bersama-sama terus Papa janji" ucap Arman seraya mengangkat kedua jarinya.
Bebepa saat kemudian Narayan tertidur pulas, Arman langsung pindah posisi disebalah Cahaya. Kemudian ia mengelus pucuk Rambut Cahaya lalu menciumnya dan terus bergerak kearah Bibir Ramun Cahaya lalu ********** dan Cahaya membalasnya Ciuman mereka makin lama makin panas.
__ADS_1
"Papa...." ucap Narayan langsung mendorong tubuh Arman.Cahaya dan Arman langsung kaget melihat Narayan spontan mendorong Arman ditengah-tengah ciuman mereka.
"Tenapa Papa nakal? Papa tindih Ibu dan mengigit bibirnya? Ayah nakal! Ndak boyeh begitu"Omel Narayan. Seketika Cahaya dan Arman kebingungan bagaimana menjelaskan pada Narayan yang memergoki mereka sedang berciuman.
"Maafkan Papa, tadi papa nggak sengaja" ucap Arman.
"Ibu kalau Ayah Nakal lagi, Ibu halus telepone om Ilham. Nanti Nalayan bakal aduin papa ke Om Ilham" ucap Narayan masih marah.
"Papa tidul di sofa aja, nanti kalau Nalayan bobok papa nakal lagi kasian Ibu" ucap Narayan sambil bersedekap
Cahaya hanya tersenyum kikuk melihat tingkah polos anakya, sementara Arman langsung pindah sofa. Harapan malam pertama dengan Aya kandas sudah.
Sementara dikediaman Ridwan, Ibunya sedang marah-marah uang belanja sudah habis utang numpuk dimana-mana.
"Wan....kamu kenapa lama sekali gajian sih?" protes Ibunya.
"Kan ini masih tanggal sepuluh bu, gajian masih lama.Ibu ngirit dikit dong emangnya kemarin uang lima ratus ribu dari binar sudah habis?" tanya Ridwan.
"Uang segitu ya, sudah habis dari kemarin-kemarin secara utang Ibu udah banyak duluan" sewot Ibunya Ridwan.
"Dulu Ibu bilang kalau Aya boros uang dua puluh ribu buat sehari, Ibu aku jatah gaji full satu bulan baru tanggal sepuluh sudah habis" ujar Ridwan.
"Kamu ini gimana sih, kamu tau nggak dua puluh ribu buat beli gas aja nggak cukup! Kamu mau suruh Ibu seperti Aya, dia kan perempuan bego" ucap Ibunya Ridwan.
"Berarti selama ini aku udah terlalu kejam sama Aya" ucap Ridwan baru menyadari kesalahanya.
"Hallah ngapain kamu masih mikirin perempuan pembawa sial itu, Ibu benci!" ucap Ibunya Ridwan.
"Cari kerja sambilan sana ngojek di pangkalan juga nggak apa-apa dari pada kamu bengong habis kerja" ucap Ibunya.
"Bu, Ridwan kan cape Ridwan juga butuh istirahat" kata Ridwan.
Tbc...
__ADS_1
Like ,comment dan favorite yah