
Setelah dua minggu Sila dirawat akhirnya dia diijinkan pulang, Ridwan berusaha menerima takdirnya berumah tangga dengan Sila meskipun sudah tidak ada cinta dihatinya dan bukan kerana dikejar tanggung jawab pada anak yang dikandung Sila.Berbeda dengan Sila ia terus-terusan menyalahkan Ridwan atas kematian anaknya dan sekarang dia harus lumpuh gara-gara kecelakaan itu.Ridwan lebih sering menghindari cekcok dengan meninggalkan Sila bila sedang marah-marah, sedangkan bagi Ibunya Ridwan kini ia puas bisa mencaci menantunya karena cacat.Hinaan demi hinaan keluar dari mulut renta Ibunya Ridwan yang membuat Sila tak sanggup meneruskan pernikahannya.
"Mas, aku sudah tidak sanggup lagi hidup bersamamu.Ibumu selalu mencaciku aku mohon ceraikan aku sekarang juga, kita mulai hidup kita masing-masing toh diantara kita juga sudah tidak ada cinta dan satu-satunya yang menjadi alasan kita menikah yaitu anak, itupun juga sudah tidak ada, aku lihat kamu juga belum bisa move on dari mantan istri kamu" panjang lebar Sila mengemukakan alasanya ingin pisah.
"Apakah kita tidak bisa mencobanya lagi?, kita berusaha sedikit lagi untuk mempertahankan rumah tangga kita" ucap Ridwan berusaha mempertahankan rumah tangganya yang diujung tanduk.
Namun hanya gelengan yang didapat dari Sila sebagai jawaban atas keinginanya, Akhirnya siang itu juga Ridwan mentalak Sila.
"Karena kamu sudah menceraikanku maka kita tidak mungkin tinggal satu atap, pergilah dari rumahku oh ya satu lagi kedai mie ayam itu sudah menjadi milikku mulai besuk kamu dan Ibumu tidak lagi bisa jualan disana" ucap Sila.
"Sila!, setega itu kamu sama aku lantas aku dan Ibu mau makan apa kalau semua kamu sita, aku sama sekali tidak pegang uang" ujar Ridwan.
"Itu bukan urusanku mas, kamu bukan siapa-siapa lagi bagiku asal kamu tau, sekarang aku cacat begini juga gara-gara kamu, segara kemasi barang-barangmu!" ucap Sila
Ingin rasanya Ridwan menghajar Sila, namun ia kembali mengurungkan niatnya dia tak ingin lagi bermasalah dengan hukum, ia sudah legowo menerima nasibnya kini.
"Mungkin ini karma yang harus aku tanggung dari kesalahan dimasa laluku batin Ridwan sembari memasukkan baju-bajunya kedalam tas, ia harus keluar rumah untuk sementara dia akan kembali tinggal dengan Ibunya dikontrakan kecil milik Ibunya, dengan langkah gontai ia menapaki Rumah kontrakan Ibunya.
"Wan kok kamu bawa tas besar kamu mau kemana?" tanya Ibunya
"Aku mau tinggal disini bersama Ibu, aku dan Sila sudah berakir" ucap Ridwan.
__ADS_1
"Bagus!, sekarang kita pindah kerumah kita yang lama dan kita usir perempuan tak tau diri itu" Ibunya Ridwan tidak tau kalau rumah itu sudah menjadi milik Sila dan mereka kini menjadi gembel kembali.
"Maafkan aku bu, rumah itu sudah menjadi rumah Sila.Tanpa sepengetahuanku dia sudah membalik nama rumah itu atas namanya sendiri" ucap Ridwan pilu.
"Kurang ajar!, bener-bener wanita tidak tau diri, kamu tenang aja Ridwan sekarang kita fokus pada usaha mie ayam kita.Ibu akan berusaha mengambil sertifikat itu kembali bagaimanapun caranya" ucap Ibunya Ridwan.
"Terlambat bu, rumah itu sudah dijual oleh Sila hari ini atau besuk mungkin pemiliknya akan datang dan soal kedai mie ayam kita juga sudah menjadi milik Sila, kita sekarang sudah tidak punya apa-apa lagi"ucap Ridwan menjelaskan pada Ibunya.
"Kenapa kamu bodoh? Kenapa surat-surat itu kamu taruh semua disitu kenapa kamu nggak kasih Ibu untuk menyimpanya, hiks...hiks...hikss" ucap Ibunya Ridwan sambil menangis.
"Ridwan juga nggak tau kalau kejadianya akan seperti ini bu, mungkin ini karma kita pada Aya bu" ucap Ridwan
"Karma, karma, apa itu karma Ibu nggak percaya dengan hal semacam itu atau jangan-jangan Aya mantan istri kamu itu dukunin kita biar sial selamanya, bener-bener kurang ajar dia" Ibunya Ridwan terus memaki-maki Aya dan Sila dengan kata-kata kotor.
"Hei...perempuan nggak tau diri keluar kamu!" teriak Ibunya Ridwan.
"Apaan sih teriak-teriak dirumah orang ganggu aja!" ucap Sila sewot.
"Rumah kamu katamu? Ingat kamu kesini cuma modal perut bunting doang, ini rumahku dan Ridwan kami berjuang dari nol untuk membeli rumah ini seenak jidat kamu ambil rumah ini dasar perempuan gila, kembalikan serifikat rumah ini, hei perempuan cacat" maki Ibunya Ridwan.
"Hei perempuan tua, sudah tua bukanya tobat malah semakin menjadi, perempuan setua kamu harusnya dimasjid bukan teriak-teriak dirumah orang seperti orang gila kek begini, ingat Kuburan sudah memanggilmu" ucap Sila lantang mendengar ucapan Sila membuat Ibunya Ridwan meradang lalu dia mendorong kursi roda Sila hingga Sila tersungkur belum puas sampai disitu ia kembali mengahajar Sila yang tidak berdaya, Sila berteriak kencang hingga tetangga berdatangan.Warga kaget melihat kondisi Sila yang mengenaskan, Ibunya Ridwan langsung dibawa kerumah RT setempat untuk diamankan, sementara itu Sila dibawa kerumah sakit oleh warga, Setelah ia tersadar ia menghubungi kakaknya dan menceritakan keadaanya, kakaknya Sila sangat marah lalu ia melaporkan penganiayaan yang dialami adeknya ke kantor polisi, dalam dua kali dua puluh empat jam Ibunya Ridwan ditahan di kantor polisi untuk diproses lebih lanjut.
__ADS_1
Ridwan yang baru saja sampai dikota begitu shock mendengar berita penahanan Ibunya ia meminta tolong Budi untuk membantunya.
"Sory Wan, kali ini gue nggak bisa bantu elu tau sendiri gimana keadaan gue, nggak mungkin gue bebasin Ibu elu tanpa jaminan sedangkan elu tau sendiri gimana kondisi ekonomi gue" ucap Budi.
Mendengar jawaban Budi, satu-satunya orang yang bisa membantunya saat ini tidak bisa membantunya sama sekali, ia sangat kebingungan saat ini, ia sudah mencicipi dinginya lantai hotel prodeo ia tidak dapat membayangkan bagaimana Ibunya menjalani hari-harinya disana.
"Ibu maafkan anakmu yang tidak berguna ini, aku tidak bisa membantumu sama sekali" ucap Ridwan ketika menemui Ibunya di penjara.
"Wan, tolong Ibu wan, Ibu tidak mau disini wan. Ibu tidak betah wan kamu coba minta tolong sama Ilham diakan pejabat Wan, pasti bukan hal yang sulit bagi dia mengeluarkan Ibu dari sini, hiks..hiks..hiks" ucap Ibunya Ridwan memelas.
"Itu hal yang mustahil Bu, Ilham sangat membenci Ibu dulu Ibu sangat jahat pada Aya kakak yang ia sayangi, kalau aku ngomong Ibu dipenjara ke Ilham yang ada ia malah mengupayakan Ibu mendekam di sini lebih lama" ucap Ridwan.
"Kamu minta tolong Aya, dia wanita yang baik pasti mau menolong Ibu" ucap Ibunya Ridwan.
"Aya saat ini dikawal oleh dua orang bodyguard aku tidak mungkin bisa menemuinya, belum lagi suaminya kalau dia tau aku menemuinya dan menggangunya lagi maka aku akan menyusul Ibu kepenjara" ucap Ridwan.
"Sialan!, dasar perempuan nggak berguna tau begitu Ibu santet mati aja dia" ucap Ibunya Ridwan geram.
Tbc...
Hai guys....jangan lupa like,comment ,fav dan hadiah juga nggak papa , ih maksa hehhe
__ADS_1
Love you all