NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Mama Yulia


__ADS_3

Arman benar-benar tidak fokus dalam bekerja, pikiranya melayang jauh bayang-bayang perpisahan dengan Aya membuat ia frustasi, selesai mengajar dia menghubungi Shella untuk bertemu agar masalahnya segera selesai, dia mengajak seorang teman agar Shella tidak memanfaatkan situasi ini untuk memperkeruh suasana, mendengar Arman mengajaknya bertemu dia sudah menyiapkan rencana, dia mengajak seorang teman untuk memfoto dirinya dengan Arman tanpa sepengetahuan Arman. Shella kaget saat bertemu Arman di kafe dia tidak sendirian.


"Kok kamu ngajak teman?" tanya Shella kaget.


"Kenapa? Keget? Gue udah antisipasi segala sesuatunya" ucap Arman dingin.


"Mau minum apa?" tanya Shella basa basi.


"Nggak perlu, gue nggak akan lama kok, gue cuma mau kasih tau sama elu kalau elu bikin ulah lagi sama gue, pastikan gue akan bertindak tegas sama elu! Dan satu hal lagi gue nggak bakal main-main dengan ucapan gue, elo tau siapa gue bukan?" ucap Arman tegas


Shella sangat tau persis bila Arman sedang marah dia bisa bertindak diluar batas, ia tidak peduli apapun resikonya.


"Ok, maafin gue tapi sebagai tanda permintaan maaf gue, bolehkah gue peluk elu?" tanya Shella


"No!, tidak ada peluk-peluk" ucap Arman tegas.


Shella berusaha cari cara lain agar bisa menjebak Arman, ia pura-pura kesandung lagi namun Arman kini lebih waspada saat Shella pura-pura terjatuh ia langsung menghindar dan Shella ditolong temanya Arman.


Setelah mengancam Shella Arman memutuskan untuk pulang, bermain bersama Narayan setelah itu ia akan menemui Cahaya lagi. Sementara itu Shella sepulang dari kafe ia langsung mengedit foto lalu mengirimkanya pada Cahaya.


"Akhinya dia kembali ke rumah sebenarnya" bunyi pesan yang dikirim Shella pada Cahaya beserta fotonya saat jatuh ditolong temanya Arman namun sudah diedit dengan foto Arman.

__ADS_1


"Rupanya kamu belum puas menyakiti aku mas, hiks...hiks....hiks" Cahaya menangis.Tak lama setelah itu penjaga melaporkan bahwa Arman datang kembali , Aya langsung menginstruksikan agar mengusir Arman, Aya ingin tetap waras agar janinnya selalu sehat, bertemu dengan Arman membuat moodnya memburuk, Arman menolak ketika di suruh pulang oleh penjaga rumah Aya, namun lama kelamaan mereka memaksa Arman untuk pulang, Arman melawan namun tenaganya tidak sebanding dengan kedua penjaga itu, Arman pulang dalam keadaan babak belur, Yulia menangis pilu meratapi nasib putra kesayanganya. Pagi harinya ia berinisiatif menemui Aya. Saat Yulia datang Aya tidak bisa menolaknya bagaimanapun Yulia sudah dianggap orang tua sendiri oleh Aya.


"Mama mau minum apa?" tanya Cahaya.


"Teh anget saja" kata Yulia. Kemudian Cahaya meminta Artnya untuk membuatkan teh anget untuk Yulia.


"Aya bagaimana keadaan cucu Mama di dalam sini? Apakah dia rewel?" tanya Yulia khawatir sambil mengelus perut Aya yang mulai membuncit.


"Dia kalem ma, mungkin dia lagi tau kondisi Ibunya" kata Cahaya.


"Aya, bukanya Mama mau ikut campur masalah keluarga kalian, cuma Mama sebagai orang tua sangat sedih melihat keadaan ini, Arman belakangan ini sangat kacau kemarin malam pulang dalam keadaan babak belur, karena pingin ketemu kamu, hiks...hikss...hiks" ucap Yulia sambil menangis. Aya sangat kaget ia sama sekali tidak tau kalau Arman sampai babak belur, ada rasa khawatir dalam dirinya namun secepatnya ia tepis rasa itu.


"Nak, sebagai orang tua Mama cuma mau ngasih tau kamu, disini Mama tidak membela siapapu diantara kalian, sebaiknya kalau ada masalah itu selesaikan jangan menghindar nak" ucap Yulia dengan nada sedih.


"Ma, Aya sebenarnya juga merasa bersalah dengan kabur kayak gini Ma, tapi nasi sudah menjadi bubur Mas Arman sudah menjatuhkan talak 1 pada Aya" ucap Aya tak kalah sedih.


"Nak, talak 1 itu masih bisa rujuk lagi nak, dengan Arman meminta maaf, kamu harus percaya Mama kalau Arman itu begitu mencintai kamu, cuma dia memang kurang tegas sama Shella dan kalau bicara itu suka nggak dipikir dulu, terlepas dari itu semua dia sangat terpukul dengan kejadian ini" ucap Yulia kembali ia meneteskan air mata.


"Semula Aya, juga berpikir seperti itu ma, tapi baru kemarin ada masalah sama Aya dia udah kembali main gila dengan Shella, Mama pasti tidak percaya, Aya punya buktinya Ma" ucap Aya sambil memperlihatkan handphone dimana disana ada foto editan yang dikirim oleh Shella.


"Dari mana kami dapat foto ini?," tanya Yulia

__ADS_1


"Dapat dari mana itu nggak penting Ma, tapi ini adalah bukti kongkrit, kemarin setelah Aya pikir-pikir mungkin Shella sengaja menghacurkan rumah tangga Aya, tapi setelah lihat foto ini Aya berubah pikiran berarti memang mas Arman selingkuh Ma, hiks..hiks..hiks" kata Aya sambil terisak.


"Coba kamu kirim ini ke handphone Mama" kata Yulia. Aya langsung mengirim foto itu ke handphone Yulia, kemudian ia langsung mengirim pesan ke Arman dan memaki putra kesayanganya, Arman sangat marah mendapati foto hasil editan dirinya, ia langsung bertindak ia datang ke kafe dan meminta rekaman cctv dan mengajak temanya yang diajak ketemuan sama Shella. Setelah masalah dengan Aya selesai ia berjanji dalam hati untuk memberi pelajaran pada Shella


"Mama nggak usah marah sebegitunya sama Mas Arman, mungkin jodoh Aya cuma sampai disini" kata Aya seteleha mendengar Yulia menghubungi putranya dan memaki habis-habisan.


"Aya Arman bilang dia mau kesini, untuk klarifikasi, tolong beri kesempatan dia! Kalau memang dia terbukti salah maka Mama sendiri yang akan hukum dia, setidaknya tolong beri kesempatan dia kali ini saja" ucap Yulia sambil memohon dia mengatupkan kedua tanganya.Sebenarnya Cahaya enggan bertemu dengan Arman namun melihat Yulia memohon ia jadi tidak tega.


"Baiklah Ma, Aya akan beri dia kesempatan untuk menjelaskan meskipun Aya sudah nggak yakin, kegagalan rumah tangga Aya yang pertama salah satunya juga karena penghianatan membuat Aya semakin waspada" ucap Aya kembali menangis.


Ketika sore hari Arman datang kerumahnya bersama temanya, Cahaya sudah memberi intruksi pada para penjaganya agar membiarkan Arman masuk dalam rumahnya.


"Assalamualaikum..." terdengar suara Arman mengucapkan salam sebelum memasuki rumah Cahaya.


"Waalaikum salam" jawab Cahaya tanpa menatap Arman, tak ada salim tangan apalagi mencium punggung tangan Arman seperti yang selama ini ia lakukan.Hingga sesaat lamanya suasana rumah Cahaya hening namun kemudian Arman mulai angkat bicara.


Tbc...


Jangan lupa, like, comment ,favorite , vote dan hadiahnya ya sayang-sayangkuh


"

__ADS_1


__ADS_2