NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Shella terpuruk


__ADS_3

"Sayang, kamu kok diem aja sih?" tanya Arman ia tau istrinya masih marah, dilihatnya istrinya dari dekat rupanya ia sudah tertidur dengan lelap.


"Percuma dong aku, ngoceh panjang lebar.Ternyata yang diajak bicara sudah dialam mimpi, nasib-nasib ada aja halangan kalau mau bicara dengan istri" guman Arman lirih.


"Dia sudah terlelap, aku peluk aja dia nanti kalau sadar dia marah-marah tinggal cari alasan aja" batin Arman lalu dia mendekat dan tidur sambil memeluk istrinya.Nyaman dan damai itulah yang ia rasakan, malam ini dia benar-benar bisa tidur lelapeskipun drama rumah tangganyanya belum usai.


Pagi menyapa meninggalkan kelamnya malam, Aya terbangun terlebih dahulu ia sangat kaget saat ada tangan besar melingkar dipinggangnya, ia segera menepis tangan itu, rasanya sangat jijik melihat tangan itu, tangan yang sama digunakan untuk menyentuh wanita lain.Mendadak moodnya memburuk pagi itu.


"Hmmm...kamu sudah bangun sayang?," tanya Arman yang menyadari pergerakan Cahaya.


"Mau bangun, mau enggak itu bukan urusanmu, urus saja gundik barumu!" sewot Cahaya.


"Hmmm...rupanya dia masih salah faham, rugi dong semalam ngoceh ngalor ngidul nggak jelas" batin Arman.


Aya langsung bergegas ke kamar mandi, mengetahui istrinya ke kamar mandi ia segera mengunci pintu kamar agar dia bisa bicara dengan Istrinya, ia benar-benar tidak tahan diacuhkan oleh Aya.


"Ceklek" pintu kamar mandi di buka, Aya keluar dengan muka masam. Arman pura-pura cuek kemudian langsung ke kamar mandi.


"Menyebalkan banget!, kini ia malah nyuekin aku.Ok kamu jual aku beli" guman Aya jengkel dicuekin oleh suaminya.


Tak lama kemudian Arman keluar dari kamar mandi hanya mengunakan handuk sepinggang, dan langsung mencari baju ganti karena Aya tidak menyiapkanya.Arman juga tidak menanyakan dimana bajunya.Aya semakin jengkel diacuhkan Arman.


"Harusnya aku seneng dia kaya gini, tapi kenapa aku jengkel banget jadinya, huhhh mrnyebalkan" batin Cahaya


Cahaya bergegas keluar kamar namun, naas pintu kamarnya tertutup rapat, ia mencari kunci kesana-kemari namun ia tidak menemukanya, mau tidak mau di harus bertanya pada suaminya.


"Dimana kunci kamar ini? Aku mau keluar, engap lama-lama dikamar dengan penghianat" sungut Aya.


"Mau kunci kamar?, duduk dulu dengarkan penjelasanku, setelah itu kamu baru boleh keluar kamar" kata Arman dingin, sebenarnya ia juga tidak tega bersikab dingin pada istrinya namun ia tidak punya pilihan lain.

__ADS_1


"Enak sekali kamu jadi laki-laki mas!, sudah selingkuh sok-sokan ngatur" sungut Cahaya.


"Makanya dengarkan dulu penjelasanku jangan dipotong, duduk!" perintah Arman mengintimidasi. Aya jengkel langsung duduk dan diam.Arman mulai menceritakan masalah yang sebenarnya terjadi.Aya mulai paham dan menganguk-angguk.


"Kamu nggak bohong kan?" tanya Aya


"Buat apa aku bohong? Berkali-kali aku bersumpah, kamu pikir sumpah itu main-main" ucap Arman.


"Baiklah kali ini aku akan mencoba percaya padamu, tapi awas saja jika Mas bohong, maka aku tidak akan segan untuk meninggalkanmu" ucap Aya.


"Kamu bisa pegang ucapanku, dan aku tidak akan menemui Shella di belakangku begitupun Shella dia sudah janji tidak akan menemuiku lagi" ucap Arman.


Pagi itu Aya dan Arman sudah berbaikan, Narayan sangat senang akhirnya kedua orang tuanya berbaikan, di ruang makan ia tos dengan omanya.


"Yes,belhacil Oma!" bisik Narayan pada Yulia.


"Makasih sayang ini berkat, cucu Oma yang ganteng ini" bisik Yulia.


"Lahacia ini pa, Nalayan cudah belhacil menjalankan misi" ucap Narayan bangga.


Arman langsung mengerti kemana arah pembicaraan Narayan, Aya langsung melirik putra kesayanganya.


"Kamu kerja sama, dengan Papa?" tanya Aya.


"Enggak" jawab Narayan dan Arman kompak.


"Pantes aja, semalam Narayan nggak mau Mama tidur disana" ucap Aya pura-pura marah.


"Ini murni papa nggak tau, ide brillian putraku yang ganteng ini, aku aja keget pas lihat Mama masuk kamar kita, aku ngoceh ngalor ngidul, eh Mama sudah terbang kealam mimpi" ucap Arman.Keempatnya kemudian tertawa bersama, hari ini Aya hendak mengecek toko Arman dengan setia mengantarnya sekaligus mengantar sekolah Narayan dulu.

__ADS_1


"Pah, kalau dipikir-pikir kasian juga ya Shella" ucap Aya.


"Mama jangan mulai bahas Shella deh, kita baru aja baikan loh Ma.Papa capek kalau didiemin Mama" ucap Arman mulai nethink


"Pah, Sebenarnya kalau inget kelakuan Shella, Mama rasanya jengkel juga tapi, kalau sebagai sesama wanita Mama rasanya miris banget denger cerita Shella, masa depanya sudah pasti hancur. Mau disembunyikan bagaimanapun suatu saat pasti akan ketahuan karena, lama kelamaan perutnya akan membesar" ucap Aya prihatin dengan kondisi Shella.


"Sudahlah Ma, Papa nggak mau terlibat lagi dengan Shella. Papa nggak sanggup dengan drama-drama rumah tangga kita, Papa itu maunya rumah tangga yang adem ayem, penuh dengan keharmonisan, bukan penuh drama-drama yang cukup menguras emosi" runtuk Arman.


"Tapi Pa, tak ada salahnya kita kasih dukungan moril pada Shella, tapi dimanapun ada Papa disitu harus ada Mama, nggak boleh jalan sendiri" ucap Aya.


"Maksud Mama bagaimana?, emangnya Mama mau ketemu Shella lagi setelah banyak drama dan konflik yang ia ciptakan dalam rumah tangga kita" tanya Arman ragu.


"Pah, setiap orang punya kesempatan untuk bertaubat. Apalagi Shella dulu sahabat Papa, Mama iklas berikan dukungan moril buat dia.Sekarang kita samperin dimana dia, Mama takut dia berbuat yang aneh-aneh karena putus asa" ucap Cahaya tulus.


Setelah perbincangan waktu itu, Aya dan Arman menemui Shella untuk memberikan dukungan moril pada Shella, dan benar saja ketika sampai di appartement Shella perempuan itu hendak bunuh diri, untung saja Arman dan Aya tidak terlambat datang, sedikit saja mereka terlambat nyawa Shella sudah melayang, pada saat Aya dan Arman datang Shella sudah siap-siap terjun dari balkon.


"Shella kamu jangan kaya gini, masalah nggak akan selesai kalau kamu bunuh diri, kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu pada Yang Maha kuasa" ucap Aya sambil memeluk Shella.


"Aya, maafin aku! Mungkin ini karma karena selama ini aku jahat sama kamu, Maafin aku Aya!" ucap Shella disela isak tangisnya.


"Aku sudah memaafkanmu Shella, kamu harus menata hidupmu kembali, ada nyawa dalam perut kamu yang tidak berdosa sedang tumbuh disana" ucap Aya sambil membelai punggung Shella.


"Aya, kenapa kamu baik banget padahal, selama ini aku udah jahat sama kamu, hiks...hikss..hikss" ucap Shella semakin terisak.


"Shella, yang berlalu biarlah berlalu. Sekarang kita mulai lagi lembaran baru dalam hidup kita agar menjadi pribadi yang lebih baik" ucap Aya.


"Sekarang apa rencanamu?" tanya Arman pada sahabatnya namun Shella hanya mengeleng lemah ia tidak tau apa yang harus dilakukan sekarang, hidupnya benar-benar hancur


Tbc...

__ADS_1


Jangan lupa like,comment dan fav yan man teman


__ADS_2