NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Vonis penyakit Dinda


__ADS_3

Ridwan dan Dita bergegas kekediaman Cahaya untuk meminta bantuan pengobatan Dinda .


" Mau apalagi mereka kesini " batin Cahaya. Dari dalam rumah ia melihat Arman dan Dita datang


" Ting ...tung ...ting ...tung " bel dirumah Cahaya berbunyi .


" Assalamualaikum ....Mba Aya ...Mbak ..." ucap Dinda begitu memasuki rumah Cahaya


Sebenarnya Cahaya malas menumui dua orang dari masa lalunya itu.


" Waalaikum salam Dita ,Mas Ridwan silahkan masuk ..." ucap Cahaya .


Arman dan Dita berbasa - basi sebentar sebelum mengutarakan maksudnya .


" Mbak Aya... hiks ...hiks ., kedatangan kami kesini untuk meminta bantuan ke mbak Aya " ucap Dita sambil menangis .


" Kenapa kamu menangis begitu Dita? Tanya Cahaya .


" Dinda sakit keras mbak " ucap Dita padahal dokter belum mengatakan apapun tentang penyakit Dinda .


" Memangnya Dinda sakit apa ?" tanya Cahaya .


" Leukimia mbak " jawab Dita asal .


" Haaaaa ? Serius kamu hati - hati kalau bicara omongan seorang Ibu bisa jadi doa " ucap Cahaya.


" Serius mbak !" ucap Dita sengaja mengatakan itu agar Cahaya kasihan denganya dan mau memberikan bantuan .


" kamu mau minta bantuan apa ? " tanya Cahaya.


" Begini Aya ,Dinda membutuhkan perawatan yang biayanya lumayan mahal .Kata dokter itu bisa dicover sama BPJS " kata Ridwan .


" Terus masalahnya apa?, " tanya Cahaya .


" Masalahnya BPJSku sudah lama tidak aktive kalau mengakitifkan aku harus membayar sejumlah uang dahulu sebagai kompensasi tunggaanku selama tidak aku setori ,masalahnya aku tidak punya uang untuk menutup biaya tungakan itu "Ridwan menjelaskan permasalahan yang dihadapinya.


" Aku berharap belas kasihanmu pada Dinda , Aku mohon dengan sangat tolong kamu lunasi tungakan BPJSku tidak banyak hanya lima belas juta .Itu bukan uang yang banyak bagimu " ucap Ridwan.


" Mas Ridwan segitu pedulinya sama Dinda , dulu waktu Narayan sakit kamu dimana mas ?" tanya Cahaya ia kembali teringat masa- masa sulitnya dulu saat Narayan sakit dia berjuang seorang diri, padahal suaminya kala itu cukup mampu membiayainya bahkan ia juga punya BPJS yang hanya digunakan Dinda dan Anaknya dengan mengunakan namanya dan Narayan .


" Aya .... Kalau soal itu maafkan aku " ucap Ridwan.


" Semua sudah terlambat mas " ucap Cahaya lukanya kembali menganga mengingat kisah pilu masa lalunya

__ADS_1


" Mbak Aya .... Yang berlalu biarlah berlalu disini aku memohon belas kasihamu sebagai sesama seorang Ibu yang sedang berjuang untuk kesembuhan anaknya " ucap Dita sambil bersimpuh didepan Cahaya.


Cahaya menjadi Iba .Ia bisa merasakan posisi Dita saat ini .Ia juga pernah diposisi Dita .Anak sakit namun tak punya biaya untuk berobat .Jiwa keibuanya bangkit


" Bangun Dita " ucap Cahaya.


" Enggak mbak ! ,aku nggak akan bangun sebelum mbak Aya berjanji akan menolongku " ucap Dita


" Bangunlah ....jangan begini ,Ok aku bantu melunasi tungakan BPJS mas Ridwan " ucap Cahaya .Dita langsung bangun dan hendak memeluk Cahaya namun Cahaya menghindar .


" Terima kasih mbak Aya , aku tidak akan pernah melupakan jasamu seumur hidupku " ucap Dita.


" Jangan pikirkan itu , pergilah Dinda butuh penanganan segera " ucap Cahaya .Kemudian ia mentransfer sejumlah uang rekening Dita .


" Sudah masuk belum ?" tanya Cahaya


" Sudah mbak , kenapa sampai tujuh belas juta mbak ?" tanya Dita .


" Enggak apa - apa sisanya untuk keperluanmu disana " ucap Cahaya.


" Sekali lagi terima kasih mbak ,kalau begitu kami permisi " ucap Dita .kemudian Ridwan dan Dita meninggalkan kediaman Cahaya.


Dita langsung kerumah sakit, sementara Ridwan mengurus BPJS setelah itu Ridwan ke Rumah sakit.Sementara dirumah sakit dokter sedang melakukan serangkaian test untuk mengetahui penyakit Dinda .Beberapa saat kemudian hasil test telah keluar dokter memanggil Ridwan dan Dita keruanganya .


" Selamat siang dok ,bagaimana keadaan anak kami?, " tanya Ridwan pada dokter.


" Begini Bapak / Ibu berdasarkan pemeriksaan yang kami lakukan ternyata putri anda menderita penyakit Leukimia " kata dokter


" Juederr......rrrr" bagai disambar petir .Dita sangat kaget saat mendengar kabar dari dokter tentang penyakit Dinda.


Tadi dia bilang kepada Cahaya asal supaya Aya kasihan dan segera memberi uang ,tapi kini dokter tekah memvonis Dinda Leukimia.Mata Dita rasanya berkunang - kunang kepalanya pusing rasanya ingin pingsan namun,sebisa mungkin ia tahan .


" Apa itu Leukimia dok ?" tanya Dita yang tidak tau apa itu Leukimia dia hanya mendengar dari orang - orang bahwa penyakit itu sangat berbahaya .


" Leukimia adalah kanker jaringan pembentuk darah yang menghambat kemampuan tubuh melawan infeksi , penyakit ini disebabkan oleh kelainan sel darah putih dalam tubuh secara tidak terkendali ..Akibatnya pengidap Leukimia cenderung mengalami defisiensi sel darah merah.Alhasil,pengidap Leukimia sering terserang anemia yang diikuti dengan gejala lain berupa tubuh lesu,letih,wajah pucat dan kerap mengalami sesak napas.Selain itu,kanker darah juga dikaitkan dengan sering mengalami mimisan " papar sang dokter panjang lebar menjelaskan tentang penyakit yang diderita Dinda.


" Apakah itu berbahaya dok ?" tanya Dita lagi.


" Iya ... Namanya kanker itu kerjanya sangat cepat apalagi kanker ganas " ucap dokter lagi .Dita langsung menagis terisak air matanya yang sedari tadi ia tahan tumpah juga .


" Apakah itu masih bisa diobati " Tanya Ridwan.


" Semua penyakit didunia ini pasti ada obatnya ,Tuhan menciptakan penyakit pasti dia juga menciptakan penangkalnya ,apalagi sekarang ini teknologi semakin maju " ucap dokter

__ADS_1


" Lakukan yang terbaik untuk putri kami dok " kata Ridwan.


" Secepatnya kita harus melakukan pencakokan tulang sumsum , biasanya dari keluarga yang kemungkinan mempunyai kecocokan " ucap dokter


" Brughhh..." Dita pingsan mendengar penuturan dokter.


Ridwan segera membawa dokter keruang perawatan agar Dita segera memperoleh penanganan.Setelah beberapa saat lamanya Dita akhirnya siuman.


" Dita akhirnya kamu siuman juga " ucap Mertua Dita .


" Dinda bu , hiks...hiks..hikss " Dita kembali menangis


" Ibu sudah tau soal penyakit Dinda dari Ridwan ,sebaiknya kamu siapkan dirimu untuk tranfusi sumsum tulang belakang kamu " ucap Mertua Dita.


" Dita nggak mau bu ! ,Dita takut operasi " ucap Dita


" Terus nasib Dinda bagaimana ?" tanya Mertua Dita .


" Ibu saja yang sudah tua yang melakukan operasi ,kalau aku kan masih muda masa depanku masih panjang ,aku tidak mau dioperasi " ucap Dita.


" Enak saja kamu nyuruh Ibu operasi ,Ibu sudah tua bagaimana kalau operasi gagal dan Ibu mati kamu mau tanggung jawab ! " bentak mertua Cahaya.


" Kalau begitu Mas Ridwan saja " ucap Dita seenaknya melempar keoarang lain


" Aku apalagi ,kalau aku yang dioperasi siapa yang akan cari duit ?" ucap Ridwan mencari alasan.


" Duit tidak ada masalah mas ,kan semua sudah ditanggung BPJS , jadi mas nggak usah pikirin duit dan setelah dari rumah sakit biar aku yang kerja " ujar Dita memberi solusi yang menurutnya paling pas dan menguntungkan dirinya.


" Enggak...enggak ...aku nggak mau ,enak saja kamu nyuruh aku sementara kamu sendiri yang Ibunya tidak mau " ucap Ridwan.


" Terus dinda bagaimana mas ?" ucap Dita kembali terisak .


" Ibu punya Ide , kita suruh aja Narayan yang didonor sungsum tulang belakang .dia kan sepupuan sama Dinda pasti cocok " ucap Mertua Dita.


" Ibu bener juga ,tapi masalahnya apa mbak Aya mengijinkan ? " tanya Dita .


" Biar Ridwan yang merayunya bagaimanapun caranya Dinda harus sembuh " ucap Mertua Dinda dan dengan begonya Ridwan menyetujui ide konyol ibunya .


Tbc....


Gimana guys .... Yang tekanan darahnya rendah sudah naik belum melihat kelakuan keluarga Ridwan ?


Jangan lupa Like ,comment dan fav ya ...biar otor semangat

__ADS_1


__ADS_2