
" Gimana jagoan kemarin berhasil nggak ? " tanya Ilham pada Narayan keponakanya.
" Belhacil dong om " ucap Narayan
" Wah kamu memang keren " ucap Ilham.
" Kalian bicara apa sih kok seru banget " tanya Cahaya penasaran melihat anaknya dan Ilham bisik - bisik.
" Lahacia ,Ibu ndak boyeh tau " ucap Narayan.
" Narayan, Ibu mau ketoko kamu mau ikut atau dirumah aja sama Om Ilham ?" tanya Cahaya.
" Nalayan dilumah cama om iham aja " ucap Narayan .
" Ya udah , kalau begitu Ibu pergi dulu " pamit Cahaya pada Narayan putranya.
Sampai di toko Cahaya langsung disibukkan dengan banyaknya pelangan.
" Mbak Aya ...ada tamu didepan yang ingin ketemu mbak Aya " ucap Rita karyawan Cahaya.
" Suruh masuk aja " kata Cahaya.
Tak lama kemudian tampak seoarang wanita muda yang cantik dengan penampilan wah masuk ketoko kue Cahaya.
" Selamat siang mbak " ucap Cahaya Ramah
" Siang " ucap singkat perempuan itu.
" Kamu yang namanya Cahaya " tanya perempuan tadi tanpa basa - basi .
" To the point aja , mulai sekarang aku minta baik - baik jauhi Arman " ucap Perempuan tadi.
" Katakan sebuah alasan kenapa saya harus menjauhi Mas Arman " ucap Cahaya.
" Karena kamu tidak pantas bersama dengan Arman , liat diri kamu liat siapa kamu ! Kamu ini cuma cewek penjual kue atau lebih tepatnya janda penjual kue ,apakah pantas bila kamu dekat dengan seorang Arman yang nota bene scara pendidikan dan scara finacial sangat jomplang dengan dirimu " ucapan sadis gadis itu sungguh melukai Cahaya.
" Apa hak anda melarang saya berhungan dengan siapapun " tanya Cahaya.
" Aku tidak melarang kamu berhungan dengan siapapun asal jangan Arman " ucap Perempuan tadi.
" Kalau begitu , kenapa anda tidak menyuruh Mas Arman menjahui saya ?" tanya Cahaya.
" Berani kamu ya ? " ucap Perempuan tadi dengan nada emosi.
" Kalau anda sudah selesai bicara silahkan tinggalkan tempat ini , saya masih banyak pekerjaan " usir Cahaya.
__ADS_1
" Sombong sekali kamu , kamu belum tau siapa saya " ucap perempuan tadi dengan nada mengintimidasi.
" Ya...mana saya tau situ siapa ? Situ datang langsung ngreog begitu " ucap Cahaya.
" Kurang ajar kamu ya ! " ucap perempuan tadi hendak melayangkan sebuah tamparan dipipi Cahaya namun langsung ditepis oleh Cahaya.
" Jaga sopan santun anda , ini tempat saya " ucap Thalita sambil memplintir tangan perempuan tadi.
" Awas kamu ! " ucap perempuan tadi lalu meninggalkan toko kue Cahaya.
" Mbak siapa dia ?" tanya Rita karyawan Cahaya .
" Nggak tau , nggak kenalan tadi " ucap Cahaya .
" Mbak Aya bisa aja " ucap Rita .
" Udah sana ,kamu balik kerja lagi "ucap Cahaya
Seharian Cahaya menjadi badmood setelah kedatangan perempuan yang mengancamnya tadi .Menjelang sore ia ke kafe Yulia untuk mengantarkan pesanan kue.
" Siapa perempuan tadi ? Kenapa dia nyuruh aku buat jauhin Mas Arman .Apa dia pacar Mas Arman atau mungkin calon istri Mas Arman " batin Cahaya sepanjang perjalanan menuju kafe Yulia Cahaya terus tergiang - ngiang perkataan perempuan tadi .Ia jadi minder dengan statusnya saat ini bila disandingkan dengan Arman .
" Perempuan tadi memang benar aku memang tidak pantas bila bersama Mas Arman .Mulai saat ini aku harus jaga jarak dengan dia " guman Cahaya.
" Aya..." panggil Yulia.
" Aduh ... Ketauan padahal aku lagi nggak pingin ketemu keluarga Mas Arman .Aku nggak mau terlalu dekat lagi ,aku sadar siapa aku " batin Cahaya.
" Iya bu " Sahut Cahaya.
" Kenapa buru - buru dan nggak nemuin Ibu dulu " Tanya Yulia .Kemudian ia menarik tangan Yulia untuk masuk ke kafe lagi.sambil berbicara sepanjang jalan.
" Soalnya Narayan dirumah hanya sama Ilham takutnya rewel " Cahaya mencari alasan yang masuk akal.
" Narayan nggak bakal rewel dia lagi asik main sama Om dan Calon Papanya " ucap Yulia sambil tersenyum.
" Maksud Ibu ?" tanya Cahaya.
" Narayan lagi main sama Ilham dan Arman didalam ,masak kamu nggak tau " ucap Yulia. Cahaya hanya mengeleng lemah .
" Oh ya bu ,tadi saya lihat perempuan muda keluar dari ruangan Ibu " tanya Cahaya yang penasaran dengan perempuan tadi.
" Oh ...itu Shella temen Arman dari kecil " ucap Yulia.
" Sedeket apa mereka bu ?" tanya Cahaya penasaran
__ADS_1
" Ohh...deket banget ,selama ini Arman hanya punya teman perempuan Ya shella tadi " ucap Yulia .Ada perasaan tidak nyaman dihatinya .
" Ibu....uuu" teriak Narayan dari dalam .
" Kamu disini sayang" tanya Cahaya dan Narayan hanya menganguk .
" Om Ilham mana ?" tanya Cahaya.
" Ilham mendadak ada pangilan ada masalah dipelabuhan " ucap Arman dari belakang .
" Arman kamu antar Aya dan Narayan pulang " perintah Yulia.
" Nggak usah bu ,Saya bawa mobil sendiri " tolak Cahaya .
" Mobilmu biar nanti diambil Ilham ,buruan Narayan sudah mengantuk " ucap Arman.
Mau tidak mau ,Aya menuruti perintah Arman karena kasihan dengan Narayan yang sudah mengantuk.Sepanjang perjalanan Cahaya hanya diam sedangkan Narayan sudah tertidur lelap.
" Aya ... Kamu kenapa dari tadi kamu diam saja ?" tanya Arman.
" Tidak apa - apa , saya capek aja " ucap Cahaya
" Chiiittt " tiba - tiba mobil berhenti
" Katakan ada apa ? Aku nggak suka kamu acuhkan begini , Apa salah aku " tanya Arman.
" Mas Arman nggak salah , yang salah itu aku harusnya aku tau diri siapa saya dan siapa Mas Arman .Tapi tenang aja mas mulai sekarang aku akan menepatkan diriku sesuai porsiku " ucap Cahaya.
" Apa maksud kamu ? " Tanya Arman.
" Maksudku sudah jelas Mas , mulai saat ini sebaiknya kita nggak usah terlalu dekat " kata Cahaya .
" Tapi kenapa ? Apa aku menyingung perasaan kamu ? " tanya Arman.
" Sudah kubilang Mas Arman nggak salah apa - apa , tapi sebaiknya kita jaga jarak aja jangan terlalu dekat " ucap Cahaya.
" Tapi kenapa ? Aku harus tau alasan yang jelas kenapa kamu mendadak berubah begini .Aku nggak suka keadaan ini Aya ! " Arman setengah Emosi .
" Sebaiknya saya turun disini saja , kasian Narayan kalau Mas Arman emosi begini " ujar Cahaya.
" Tapi jelasin dulu kenapa kamu berubah ! " Arman masih kekeh menanyakan mengapa Cahaya mengabaikanya .
Sepanjang perjalanan mereka tidak berdebat lagi .Sampai dirumah Cahaya perempuan tersebut masih diam bahkan hanya sekedar basa - basi menyuruh Arman mampir tidak ia lakukan .Arman benar - benar frustasi dengan sikab Cahaya hari ini .Ia masih menunggu diluar rumah Cahaya dan Sialnya Ilham juga belum pulang ia benar - benar sendiri diluar rumah Cahaya.Ia berharap Cahaya menyuruh masuk namun sialnya Cahaya tak menampakkan batang hidungnya semenjak masuk kedalam rumah.
" Mas Arman maafkan aku , aku terpaksa lakukan ini demi kebaikan kita berdua " guman Cahaya dari balik pintu ia masih mengintip Arman dari tirai jendela .
__ADS_1