
"Bud, laki-laki sialan tadi emangnya sudah pulang? Kok kamu masuk ke kontrakan" tanya Ridwan pada Budi sahabatnya.
"Sudah, barusan ia pulang. Aku heran, setauku Aya itu orangnya baik dan nggak neko-neko ko ada ya? Orang yang nyulik bahkan menyekab dia" ujar Budi.
"Si lakinya aja nggak becus jagain Aya, aku jadi tambah semangat untuk merebut dia kembali" ucap Ridwan tambah ngelantur
"Kamu jangan ngaco!, kamu kira dulu kamu becus jagain Aya?" ucap Budi sewot.
"Ya, setidaknya dia selama menikah denganku belum pernah ada drama penculikan" ucap Ridwan pongah
"Ya, dulu semasa jadi istrimu Aya itu buluk dan buat apa nyulik Aya, toh kalaupun waktu bersamamu dia diculik kamu nggak akan peduli karena kamu sibuk dengan selingkuhan kamu, mungkin kamu malah bersyukur kalau Aya diculik" sindir Budi.
"Jangan gitu Bud, itu masalalu yang tidak pantas dikenang dan aku udah tobat sekarang, di hati ini hanya ada Aya saat ini" ucap Ridwan sambil mengelus dadanya.
"Saat ini, kalau esuk entah!" sarkas Budi.
Sesampainya dirumah Arman terus merenung memikirkan siapa yang tega menculik dan menyekab Aya, padahal ia merasa nggak punya musuh sama sekali, dari keterangan Budi mustahil bila pelakunya adalah Ridwan.Arman berkonsultasi dengan Yulia mengenai masalah yang ia hadapi saat ini.
"Man, sebaiknya kita mengadakan tasyukuran saja untuk mengantisipasi kejadian serupa" ucap Yulia
"Arman nggak ngerti Ma, apa hubungannya syukuran dengan penculikan Aya" ucap Arman keheranan
"Ya jelas ada dong Man, Orang yang menculik Aya itu pasti tujuanya ingin memisahkan kalian.Kalau cuma minta tebusan dia akan meminta Ilham yang uangnya lebih banyak dan orang yang nyulik Aya itu kelihatanya orang berada, buktinya para preman itu tidak ada yang mengaku disuruh siapa, dia pasti bukan orang sembarangan buktinya dia bisa menekan penjahat itu untuk tidak membocorkan identitasnya" ujar Yulia
"Mama benar juga, Arman malah nggak kepikiran sampai kesitu" ucap Arman
__ADS_1
"Man, dengan kita mengadakan tasyakuran kehamilan Aya, semua orang akan tau bahwa kalian tidak dapat dipisahkan, orang akan berpikir lagi untuk menganggu hubungan kalian karena sudah ada anak diantara kalian" saran Yulia pada Arman. Arman hanya menganguk tanda setuju.
Sementara itu dikediaman Shella, gadis cantik ini tampak begitu kesal, seharian dia hanya marah-marah tidak jelas semua obyek benda yang ada disekitarnya jadi sasaran kemarahanya.
"Prang..." semua alat kecantikan Shella berhamburan dilantai berserakan kemana-mana.
"Dasar preman bodoh!, hanya menyikirkan perempuan hamil saja nggak pecus, percuma aku bayar mahal mereka kalau hasilnya seperti ini" Shella terus meracau.
"Aya! perempuan kampungan kamu nggak layak jadi istri Arman, kamu hanya perempuan bodoh dan miskin, kamu nggak sebanding dengan Arman, harusnya aku yang jadi istri Arman, sejak kecil aku yang selalu bersamanya lalu kenapa sekarang kamu rampas Arman, Aku tidak terima Aya, lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu" Shella terus meracau tidak jelas.
Hari tasyakuran kehamilan Aya digelar dengan sangat meriah tamu undangan bergantian mengucapkan selamat pada Aya dan Arman, raut kebahagiaan terpancar dari pasangan muda ini.Hal ini bertolak belakang dengan perasaan Shella saat ini dadanya bergemuruh menahan amarah melihat Arman sesekali mengelus perut rata Aya dengan lembut.Shella mendekati Aya dan Arman
Kemudian ia memeluk Aya dan membisikkan sesuatu
"Apa yang loe punya saat ini tidak akan bertahan lama, kau hanyalah pecundang" bisik Shella ditelinga Aya pada.
Shella sangat geram namun, sekuat tenaga ia menahanya kemudian ia berpindah ke Arman untuk mengucapkan selamat dan memeluk Arman sangat erat dan lama, hal ini mengundang perhatian seluruh keluarga dan tamu undangan.
"Shella!, kamu apa-apain sih, lepasin" ucap Arman sambil berusaha melepas pelukan Shella, Aya melirik tajam kearah perempuan yang kini sedang memeluk erat suaminya.
"Aku nggak akan lepasin kamu Man, aku cinta sama kamu sejak dulu tapi mengapa kamu lebih memilih perempuan kampung itu dibanding aku, apa kurangnya aku Man,hiks...hikss...hiks, dia hanya pelakor dalam hubungan kita Man" Shella mulai membuat drama.
"Jaga bicaramu! Aku nggak suka kau berkata seperti itu pada istriku" ucap Arman seraya mendorong tubuh Shella namun, bukan shella namanya kalau tidak bikin ulah.Selepas dia di dorong oleh Arman dua malah mengeratkan pelukanya kembali, melihat hal itu Aya meradang ia mendekati Arman, nyali Arman menjadi ciut setelah mata Aya menatapnya dengan horor, kemudian Arman mendorong lagi Shella saat hendak kembali memeluk Arman Aya sudah memeluk Arman terlebih dahulu.Shella tidak kehilangan akal dia langsung menuju ke MC dan meminjam microponenya
"Perhatian semua, hari ini ada perempuan yang tengah berbahagia diatas penderitaanku dia orangnya
__ADS_1
wanita pelakor yang sudah merebut Arman dariku" ucap Shella sambil menunjuk Aya.Melihat hal tersebut Yulia langsung mendekati Shella dan menyeretnya keluar.
"Pergilah Shella! Jangan permalukan dirimu dengan cara seperti ini.
"Lepaskan tante! Aku mau kasih pelajaran pada perempuan tak tau diri itu" ucap Shella memberontak.
"Shella hentikan obsesimu memiliki Arman, dia sudah beristri sadarlah, masih banyak laki-laki diluar sana yang single" ucap Yulia kesal. Kemudian Yulia meminta dua bodyguard Aya untuk mengusir Shella.
"Kalian jangan kasar sama aku, kalian nggak tau siapa aku. Kalau kalian berani kasar tamat riwayat kelian" Ancam Shella pada dua bodyguard Aya namun, bukanya takut salah satu dari mereka langsung mencekal pergelangan tangan Aya dan membawanya keluar.
"Nona manis, saya ingatkan jangan pernah sekali-kali nona berurusan dengan Bu Aya.Kalau nona masih ngeyel terpaksa saya lakukan kekerasan" ucap Salah satu bodyguard.
"Cuih...,Aya cuma gadis kampung belagak pakai bodyguard, dibayar berapa kalian aku sanggup bayar kalian dua kali lipat dari yang Aya bayarkan pada kalian" ucap Shella sambil meludah ketika sudah berada diluar rumah.
"Sombong sekali kamu nona, jangan main-main dengan kami atau nona akan menyesal seumur hidup, jika nona masih menganggu Bu Aya tubuhmu yang sexy ini akan aku umpankan pada preman pasar bagaimana menarik bukan tawaran dariku?" kata salah satu bodyguard.
"Dasar sinting!" maki Shella
Yulia kembali kedalam untuk melanjutkan acara yang sempat tertunda karena ulah Shella
"Para hadirin sekalian atas nama keluarga saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas insiden yang barusan terjadi.Saya harap kalian semua melanjutkan pesta ini sampai selesai terima kasih" ucap Yulia.
Sepanjang acara Aya berusaha tersenyum menyembunyikan rasa jengkel dihatinya. Saat Arman hendak memeluknya Aya menepisnya dengan halus.
"Nggak usah peluk-peluk, aku jijik ditubuhmu masih ada bekas perempuan gila itu" bisik Aya ditelinga Arman hal ini membuat nyali Arman menciut.
__ADS_1
Hai sayang-sayangnya author jangan lupa, like comment dan fav juga yah vote juga boleh kalau tidak keberatan
Love you all