NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Reog kecil


__ADS_3

"Jika anda masih menganggu keluarga saya lagi maka, saya tidak akan segan melaporkan anda ke pihak yang berwajib atas dasar perbuatan tidak menyenangkan" ucap Arman tegas, ia sangat faham watak seperti Siti kalau tidak ditindak tegas ia masih akan terus menganggunya.


"Sombong sekali, aku doakan usahamu bangkrut dan kalian segera bercerai" ucap Siti.


"Doa yang baik akan kembali pada yang mendoakan begitupun doa yang jelek akan kembali pada yang mendoakan, hati-hatilah bulek dalam bertutur kata" ucap Cahaya.


"Bocah ingusan sok tau dan sok bijak" ucap Siti lalu meninggalkan toko kue Cahaya dengan perasaan jengkel.


"Makasih ya Mas, kamu datang disaat yang tepat" ucap Cahaya.


"Tadi sebenarnya aku sudah lama datang, tapi lama-lama geram juga denger omongan buleknya Ridwan yang nggak masuk akal itu" ucap Ridwan.


"Kedepanya jika ada kejadian kaya gini langsung hubungi aku, atau perlu security untuk menjaga rumah kita biar kamu dan anak kita aman" ucap Arman.


"Nggak perlu mas, kaya nyonya besar aja dijagain security aja. Narayan panggil aku Mama aja aku udah dinyinyiri Bulek Siti" ucap Cahaya.


"Kamu kan memang nyonya, nyonya Arman" ucap Arman sambil tersenyum manis semanis gulali.


¤¤¤


Sementara itu dikediaman Dita, Dinda sedang mengamuk minta dibeliin Mie ayam tapi dimakan diwarung yang tempatanya lumayan jauh dari rumahnya.


"Pokokna Inda mau ie ayam, cekalang Huaaa.....aaa" Dinda menangis kencang.


"Dita....anakmu bisa diam nggak! Tiap hari bikin kepala mau pecah" ucap Bapaknya Cahaya.


"Ya maklumlah pak Namanya juga anak-anak" ucap Dita membela anaknya.


"Ini nih, sikab kamu yang seperti ini yang bikin anakmu jadi ngelunjak" ucap Ibunya Dita yang sudah tidak tahan dengan kelakuan Dinda setiap hari ada saja perabotan yang dirusak Dinda.

__ADS_1


"Ibu, Bapak, Dinda ini cucu kalian loh kenapa kalian jahat banget sama anak aku" ucap Dita


"Kami bukanya jahat Dita, menyayangi anak itu boleh-boleh saja. Tapi cara kamu mendidik Dinda yang salah sehingga dia menjadi manja dan susah diatur" ucap Bapaknya Dita.


Tanpa aba-aba Dinda mengambil air segayung lalu " Byurrr" air disiram ke muka bapaknya Cahaya dengan memanjat meja.


"Dindaaa!!" bentak Bapaknya Cahaya geram.


"Kakek jahat, Kakek nakal inda benci kakek" ucap Dinda sambil berteriak.


"Dita lihat kelakuan anakmu makin hari makin menjadi, lama-lama Ibu darah tinggi menghadapi anakmu" ucap Ibunya Dita.Ia mendekati Dinda lalu menjewer telinganya.


"Rasain kamu anak nakal" ucap Ibunya Dita.


"Ibu cakiiiit" teriak Dinda.


"Bugh...bugh...bugh..nenek jahat nenek halus dihukum, Bugh...bugh..." Dinda terus memukul neneknya.


"Dita....kamu bawa anakmu kekamar atau aku lempar dia kejalanan" bentak Bapaknya Cahaya. Dita langsung mengendong Dinda dan membawanya kekamar.


"Rasanya kita sudah tidak bisa mendidik Dinda lagi, Ibu nggak sangup belum ada sebulan dia disini semua perabotan Ibu sudah pecah semua.kalau marah semua dipukuli sampai pecah, belum lagi kalau main reog-reogan semua panci Ibu rusak di banting. Ibu stres pak" keluh Ibunya Dita.


"Kita lihat perkambangannya dalam seminggu dia tidak bisa berubah sedikit demi sedikit terpaksa, Dita kita suruh pilih mau tinggal dengan kita tanpa Dinda atau kita suruh tinggal sendiri, kalau setiap hari begini bapak bisa jantungan. Kemarin tetangga mencak-mencak Dinda memukuli anjing tetangga hingga hampir tewas" umpat Bapaknya Dita.


"Kalau Dita tinggal sama kita Dinda sama siapa? Ridwan sudah minggat nggak mungkin kita kasih dia" ucap Ibunya Dita.


"Kita kasih ke bapak kandungnya, Bapak dengar ia juga nggak punya keturunan biar dia yang didik Dinda. Aku rasa Dinda akan lebih baik dalam pengasuhanya" ucap Bapaknya Dinda.


"Ibu rasa itu bukan Ide yang buruk, semua kita lakukan demi kebaikan Dinda, Kalau sama kita sebenarnya bisa didik dia cuma masalahnya di Dita, ia nggak mau kalau anaknya kita tegur selalu aja dibela itu yang bikin Dinda manja dan liar" ucap Ibunya Cahaya.

__ADS_1


Seminggu sudah berlalu Dinda selalu saja bikin masalah, Bapak dan Ibunya sudah ultimatum Dita untuk memilih tinggal bersama orang tauanya atau bersama Dinda.Bener-bener pilihan yang sulit untuk Dita, jika ia tinggal sama Dinda ia tidak punya penghasilan sama sekali mau bekerja juga tidak ada yang terima dia karena adanya Dinda. Mau tinggal bersama orang tuanya ia tak mau pisah dengan Dinda.Bagai makan buah simalakama.


"Ibu...inda mau cate, Ibu inda mau cate" rengek Dinda.


"Ibu nggak punya uang nak, coba kamu minta sama kakek atau nenek tapi kamu jangan ngamuk ya, nanti yang ada kamu nggak bakal dikasih uang yang ada kamu malah di marahi kakek dan nenek" ucap Dita.


"tenapa halus minta kakek, inda ndak mau ,kakek jahat" ucap Dinda.


"Kalau Dinda nggak nakal kakek nggak akan jahat, sekarang Dinda baik-baikin kakek biar dikasih uang. Gimana ide Ibu bagus nggak?" ucap Dita.


"Ok Ibu, Dinda bakal minta cama kakek" ucap Dinda. kemudian gadis kecil itu mendekati kakeknya dengan lembut ia meminta uang pada kakeknya. Karena dinilai Dinda ada perubahan maka kakeknya mengajaknya makan sate sekeluarga didaerah dekat pasar.


"Nah Dinda harus begitu, kalau kamu sopan kakek suka" kata kakeknya Dinda. Sementara Dinda hanya diam saja sebenarnya dia pingin teriak-teriak tapi ia tahan ia baru akan melampiaskan semua setelah makan sate.


Setibanya di warung sate mereka langsung memesan empat porsi sate, mula-mula Dinda anteng sama sekali tidak bikin ulah, kakek dan neneknya sangat senang melihat perubahan cucunya.


"Tuh kan ...Bapak/Ibu Dinda bisa semanis ini, makanya kalian harus sabar" puji Dita.


"Ibu senang melihat perubahan Dinda" ucap Ibunya Dita.Baru mereka puji Dinda yang sudah menghabiskan satenya langsung ngereog dia manjat meja dan berjoget disana, lalu menyampar gelas dan piring bekas mereka makan tadi hingga jatuh dan pecah. Tidak hanya sampai disitu Dinda juga meludahi pembeli lain dia berperan sebagai reog yang sedang kesurupan lalu mengamuk semua barang-barang milik penjual sate dipecahkan.


"Dindaaa..aaaa!!, apa yang kamu lakukan anak berandalan" maki Ayahnya Dita.


"Bapak/Ibu harus ganti semua kerugian yang saya alami semua dagangan saya berantakan piring dan gelas pada pecah pelangan kabur semua, saya minta ganti rugi sebesar enam juta" ucap Pemilik warung.


"Apa kamu mau memeras kita?" tanya Dita emosi.


" Sehari saya terima pengasilan empat juta kotor, karena kelakuan anak Ibu pelanggan saya kabur dan kerusan barang-barang sudah dipisahkan anak Ibu sebanyak tiga juta semua sudah saya kalkulasi" ucap Penjual sate.


Sate ditempat ini lumayan Rame tidak pernah sepi, namun hari ini penjual sate ketiban sial karena kedatangan Dinda

__ADS_1


__ADS_2