
"Mingir ih..." ucap Cahaya saat Arman mulai memeluk ketika hendak tidur.
"Jangan lama-lama dong ngambeknya" ucap Arman dengan wajah sendu.
"Nggak usah peluk-peluk, bandel banget sih!" omel Cahaya.
"Kalau aku nggak meluk kamu terus aku meluk siapa?" tanya Arman.
"Peluk aja Shella sana!, bukanya dua malam kamu udah peluk dia, lanjutin sana! Nggak usah peluk-peluk aku lagi" ucap Cahaya, hatinya kembali memanas mengingat Arman menghabiskan dua malam bersama perempuan lain dalam satu kamar, meskipun itu kamar rumah sakit tetap saja hatinya mencelocos bila mengingat hal itu.
"Astagfirullahaladzim, Aya kenapa jauh sekali pikiran kamu.Demi Tuhan aku nggak sentuh dia sama sekali, aku juga kadang keluar bentar ngopi" ucap Arman.
"Habis ngopi balik lagi kan? Setelah itu siapa yang tau apa yang terjadi setelahnya.Semalaman berdua dengan perempuan bukan muhrim, dua malam malah" sewot Cahaya.
"Soal itu, aku sudah minta maaf berkali-kali sama kamu Aya. Aku harus bagaimana supaya kamu mau memaafkanku" ucap Arman mulai frustasi menghadapi istrinya.
"Ternyata begini amat bikin istri cemburu, dia kalau lagi marah serem banget lagi, mana aku nggak tahan bila jauh-jauh dari dia" batin Arman
"Tau! Mikir aja sendiri, aku mau tidur disofa. Awas jangan coba-coba mendekat!" Ancam Cahaya. Kemudian ia mengambil bantal dan selimut lalu berjalan kearah sofa, diliriknya suaminya yang wajahnya melow namun ia masih tetap pada pendirianya ingin memberi pelajaran pada suaminya dulu.
Tak butuh waktu lama Aya sudah dibuai mimpi, Arman sama sekali tidak bisa memejamkan mata, dilihatnya istrinya yang tengah tertidur pulas, selimutnya tersingkab karena Aya gerak kesana kemari paha Aya yang mulus terpampang jelas membuat jakun Arman naik turun, ia merasakan sesuastu yang sesak dibawah sana meronta-ronta pingin dibebaskan.
"Cantik sekali kamu kalau lagi tidur begini, kalau sudah bangun kaya singa terus saja mengaum" Arman berguman pelan sambil tersenyum memperhatikan istrinya.
"Mana kamu tidur posisinya gitu, Aya-aya kalau kamu lagi tidak marah pasti sudah aku terkam kamu, mati-matian aku menahan hasrat bila bersamamu" Arman kembali berguman.Kemudian ia berjalan turun dari ranjang dan mendekati istrinya.
"Apa aku curi cium saja ya, bibirnya menantang minta di sosor begitu, tapi kalau bagun bagaimana? Bisa perang dunia, tapi aku beneran nggak tahan pingin cium dia" batin Arman sembari terus memperhatikan bibir Cahaya yang menurutnya sangat mengoda.
"Ah...aku nggak tahan" guman Arman pelan lalu dia mulai ******* bibir istrinya dan ajaibnya Aya malah membalasnya meskipun dia sedang tertidur pulas.
__ADS_1
Karena takut ketauan, setalah puas mencium istrinya ia tidak mengulanginya lagi, ia kemudian mengangkat istrinya naik keranjang dan ia tidur disamping istrinya, namun Aya malah memeluknya dengan erat ia mengira Arman adalah guling.Semalam suntuk Arman benar-benar tidak bisa tidur karena Aya selalu bergerak-gerak membuat juniornya tidak aman.Menjelang pagi Arman melepaskan pelukanya.namun Aya masih memeluknya dengan erat, Arman tersenyum miring ia sudah mempersiapkan jawaban bila istrinya terbangun nanti.
Aya mengeliat bangun, tidurnya sangat lelap ia juga bermimpi berciuman dengan Arman,"Arg....untung cuma mimpi" batin Aya
"Tapi tunggu kenapa gulingnya keras begini" batin Aya.Perlahan-lahan ia membuka matanya betapa kagetnya dia saat ia tau bahwa ia kini sedang memeluk Arman, menyadari hal itu ia langsung melepas pelukanya.
"Kenapa aku bisa peluk dia gini, Aya bodoh banget sih kamu!" batin Cahaya.
"Kamu sudah bangun sayang,?" tanya Arman.
"Kamu!" ucap Aya kebingungan harus bilang apa pada Arman.
"Mas, jangan bilang semalam kamu yang mindahin aku tidur diranjang" ucap Cahaya sambil melotot kearah Arman.
"Tuh...kan, singanya bangun" batin Arman.
"Sayang, kamu main tuduh aja.Nggak mungkinlah aku pindahin kamu yang ada baru aku angkat kamu udah marah-marah" dusta Arman.
"Aku juga nggak tau, pas aku mau tidur tiba-tiba kamu tidur sambil jalan dan kamu langsung meluk-meluk aku" Arman kembali bedusta.
"Itu nggak mungkin, mana ada orang tidut bisa jalan" sanggah Aya.
"Ada itu buktinya kamu, dan asal kamu tau setelah kamu jalan keatas ranjang kamu tau apa yang kamu lakukan?" tanya Arman.
"Ya tidurlah, ngapain lagi dan rasanya juga mustahil banget kalau aku tidur sambil jalan," ucap Aya masih tidak terima dirinya dikatankan tidur sambil berjalan.
"Begitu kamu sampai diatas kamu langsung peluk aku dan..." Arman sengaja mengantung ucapanya.
"Dan apa?" cecar cahaya.
__ADS_1
"Kamu langsung menciumiku dengan ganas" Arman kembali berdusta.
"Itu tidak mungkin!, jangan ngarang kamu" ucap Aya.
"Kenapa nggak mungkin, aku yang mengalaminya, tau kamu kaya gini, kejadian semalam bakal aku rekam biar bisa dijadikan bukti" ucap Arman memperdaya Cahaya dalam hatinya ia tertawa melihat eskpresi Aya.
"Apa benar aku menciumnya?, dan aku juga mimpi berciuman dengan dia, Jadi itu bukan mimpi? Aku benar-benar berciuman denganya dan aku yang memulai duluan padahal aku masih marah padanya.Aya apa yang kamu lakukan bikin malu aja" batin Cahaya merututi dirinya sendiri
Arman melirik istrinya dilihatnya mukanya merah padam, mungkin saat ini ia sedang malu"ah...mengemaskan sekali dia" batin Arman
"Kamu nggak usah malu begitu, aku ini suamimu kamu bebas melakukanya padaku jangankan ciuman, lebihpun kita sering melakukanya, kalau kau ingin menciumku lagi aku tidak akan menolak kok, bibir ini tubuh ini milikmu" ucap Arman penuh percaya diri setelah berhasil memperdaya Aya.
"Apa kamu bilang? Jangan ngarep! Anggap aja kejadian semalam tidak pernah terjadi" ucap Cahaya menyembunyikan rasa malunya.
"Loh...menyenangnya suami itu pahalanya banyak lho sayang" rayu Arman
"Mas Arman ini beda sekali dengan mas Ridwan dia pandai banget merayu, ahh...membuatku melayang saja" batin Aya yang masih gensi memaafkan Arman
Ia tidak tau saja kalau saat ini Ridwan sudah menjelma menjadi laki-laki perayu ulung, setelah berpisah denganya ia berpetualang mencari cinta.
"Sayang....benaran kamu nggak mau mencium aku lagi,nanti nyesel loh" goda Arman.
"Nggak ada!" ucap Aya kemudian melempar bantal kearah Arman untuk menutupi rasa malunya.
"Ahhh...menyenangkan sekali mengoda istriku, tau begitu dari kemarin aku curi ciumanya.Bodoh banget aku" batin Arman
"Udah ah.....aku mau bangun,kamu kan juga harus kerja" ucap Aya hendak berajak dari ranjang untuk melanjutkan aktivitas paginya.Namun tangan kekar Arman menarik ia kedalam pelukanya.
"Jangan pergi dulu, sebentar saja aku sangat merindukanmu.Semalam kamu nyiksa aku kamu gerak-gerak terus membuat sesuatu dibawah sana kesakitan meminta dilepaskan, kamu benar- benar menyiksaku Aya" ucap Arman yang terus mengeratkan pelukanya dihirupnya aroma tubuh yang menjadi candunya yang selalu menenangkan jiwanya.
__ADS_1
Tbc...
Jangan lupa like coment dan favorite juga vote juga boleh, kalau berkenan kasih bunga, kopi juga boleh...hhehehhe ngarep.