
Kehidupan keluarga Ridwan berubah 180 °setelah Ridwan ditetapkan sebangai tersangka dan terbukti secara Sah merencanakan kecelakaan yang dialami oleh Ilham pihak pengadilan memutuskan hukuman dua tahun penjara dan denda delapan puluh juta rupiah.
Kini Dita dan Mertuanya memulai kehidupan baru dengan keuangan seadanya mereka benar benar kembali ketitik awal
Dua Tahun kemudian.
Cahaya benar - benar sudah melupakan kisah kelamnya bersama Ridwan.Usahanya semakin maju.Narayan kini sudah bersekolah Paud dan Ilham kini sudah bekerja sebagi Hanggar Bea dan Cukai .Ilham benar- benar protektif terhadap Cahaya Ia belum akan menikah sebelum Cahaya menemukan laki - laki yang pantas mendampinginya.Ia juga masih tinggal bersama Cahaya dan Narayan.
"Mbak Aya kenapa kelihatan lesu begitu?" tanya Ilham.
"Mbak bingung Ham, Bapak terus mendesakku untuk menikah.Dia bilang aku sudah lama menjanda dan Narayan butuh sosok Ayah" Curhat Cahaya pada adeknya.
"Memang, mbak sudah ada Calon?" tanya Ilham .Cahaya hanya mengeleng.
" Bapak Bilang banyak yang melamar mbak, cuma Bapak paling srek sama juragan Sukirman" kata Cahaya.
"Sukirman juragan pete itu mbak" tanya Ilham memastikan.
"Memangnya, dikampung kita ada berapa banyak Sukirman?" tanya Cahaya.
" Iya juga sih , Denger - denger ia makin kaya mbak tanahnya dimana-mana dia juga mengirimkan pete keberbagai pulau " ucap Ilham.
"Makanya Itu Bapak mendesakku terus ,Bapak trauma menikahkanku dengan orang miskin takut aku dimanfaatkan lagi seperti dulu" ucap Cahaya.
"Mbak sendiri bagaimana?" tanya Ilham.
"Aku .... Sebenarnya masih nyaman sendiri Ham" kata Cahaya.
"Mbak butuh pendamping, aku kan nggak selamanya ada buat mbak Aya" ucap Ilham.
"Kamu Nikah dulu nggak apa- apa Ham, mbak bisa jaga diri" ucap Cahaya.
" Aku belum akan menikah, kalau mbak Aya belum menemukan laki-laki yang pas sebagai pendamping Mbak Aya " ucap Ilham mantab.
" Assalamualaikum...." ucap seseoarang dari luar .
"Mbak sepertinya ada tamu" ucap Ilham. Mereka berdua kedepan melihat siapa yang datang
Dilihatnya Sosok laki- laki matang, turun dari mobil fortuner. Penampilanya nyentrik atasan baju Warna kuning dan bawahan celana bahan warna hijau dilehernya mengantung sebuah kalaung rantai emas yang sangat besar kelima jari pria itu melingkar akik besar, Sebuah kacamata hitam bertengger diatas kepalanya.Dengan sepatu bootnya laki - laki ini melangkah percaya diri memasuki rumah Cahaya.
"Bwaahahahahha ...." Ilham tertawa melihat penampilan pria yang akan memasuki rumah Cahaya .Seketika Cahaya langsung membekap mulut Ilham agar tertawanya tidak terdengar sampai diluar.
__ADS_1
"Apakah benar ini Rumah Dek Cahaya?" tanya Priya tadi.
"Iya ...benar" Kata Cahaya.
"Saya juragan Sukirman, Calon suami Adek " ucap laki-laki tadi.
Dalam hati Cahaya geli melihat penampilan laki - laki didepanya ini.Ilham langsung merangkul Cahaya posesif .
"Saya Arman pacar Cahaya" ucap Ilham mengulurkan tangan.Sontak Cahaya kaget dengan apa yang dilakukan adeknya .
"Kamu jangan berani - berani mendekati Cahaya Calon istri saya ,kamu belum tau siapa saya" ucap laki - laki tadi mencoba mengancam Cahaya.
"Sudahlah ...kedatangan Bapak kesini sebenarnya mau apa?" tanya Cahaya .
"Ya ...mau ketemu Calon Istri akulah, Masak mau nyuci" ucap Sukirman percaya diri.
"Sekarang sudah ketemu terus mau apa?" tanya Ilham.
"Kita jalan - jalan yuk pakai mobil abang, lihatlah mobil abang yang keren itu" kata Sukirman penuh percaya diri.
"Mau Jalan - jalan kemana?" tanya Ilham lagi.
"Kita kepasar malam" ucap laki-laki ini mantab .
Seharian Sukirman tidak mau pergi dari Rumah Cahaya .Ilham dan Cahaya kehabisan Cara untuk mengusir laki - laki ini.Narayan Rewel karena ia takut melihat Sukirman .
"Hallo Pak, tolong suruh ondel - ondel ini pergi dari Rumah mbak Aya .Seharian Narayan Rewel karena takut denganya" Ucap Ilham melalui sambungan ponselnya.
"Maksudmu Haji Juragan Sukirman kesitu, Syukurlah Bapak senang sekali akhirnya dia kesitu juga" ucap Bapaknya Ilham malah mengucap syukur dengan kedatangan Sukirman.
"Bapak ini bagaimana sih, Kasian Narayan nangis terus dari tadi katanya takut melihat ondel-ondel" ucap Ilham kesal.
"Nanti lama - lama ia juga terbiasa" ucap Bapaknya Ilham diseberang sana dengan santainya.
" Klik " Sambungan telepone dimatikan. Ilham merasa percuma menghuhungi Bapaknya
Ilham langsung masuk kamar menggunakan seragam lengkap niatnya mau kepelabuhan sebentar ada informasi yang mengatakan bahwa ada penemuan Narkoba di pelabuhan. Setelah keluar kamar ia ingin mengusir Sukirman secara paksa ia mendekati Sukirman. Tanpa disangka Sukirman malah mengigil ketakutan.
" Ini orang kenapa sepertinya ketakutan begini ,belum juga aku mengusirnya?" batin Ilham.
"Ampun pak....ampun..., jangan tangkap saya" ucap Sukirman sambil bersimbuh didepan Ilham.
__ADS_1
Ilham masih mengeryit kebingungan dengan sikab aneh Sukirman . Namun ia juga tidak punya waktu banyak ada pekerjaan yang harus ia tangani segera .
"Ampun...Pak polisi jangan tangkap saya " ucap Sukirman .
"Rupanya ondel - ondel ini mengira aku polisi" batin Ilham
"Cepat ... Keluar dari rumah ini atau aku bawa kamu ke kantor" ancam Ilham .Sukirman gemetaran ia langsung keluar dari kediaman Cahaya .
Dari dalam rumah Ilham masih mengati laki - laki tersebut dilihatnya kaki laki - laki itu melangkah dengan gemetaran tak lama kemudian ia melihat celana laki - laki itu basah rupanya saking takutnya pada Ilham Sukirman kencing dicelana.
" Bhaahahhahaha...." Ilham terpingkal - pingkal melihat tingkah Sukirman
"Dia sudah pergi Ham...kamu apain dia kok mau pergi?" tanya Cahaya .
"Aku nggak ngapa- ngapain dia .Aku baru berniat mengusirnya dia malah lari duluan ia mengira aku polisi bhahaha...hahha" Ilham kembali tertawa.
"Kok bisa?" tanya Cahaya keheranan.
"Nggak tau mungkin dia mengira sragamku ini sragam polisi ,sekalian aja aku kerjain aku bilang kalau nggak mau pergi akan kubawa kekantor .Bisa bayangin nggak? aku kekantor bawa ondel - ondel kaya gitu " ucap Ilham kembali tertawa.
Setelah kejadian itu Haji Sukirman masih mengunjungi Cayaha bila Ilham sedang tidak ada dirumah .Hal itu tentu saja membuat ia risih .
"Hallo bu , tolong bujuk Bapak supaya melarang Haji Sukirman kemari. Aya itu risih Bu," Curhat Cahaya pada Ibunya melalui sambungan ponselnya.
"Ibu juga ndak suka sama laki - laki itu, setiap hari dia ngasih hadiah - hadiah barang mahal. Ia juga merayu Ibu agar merestuinya.Jujur Ibu neg sama dia apalagi kalau ngomong dia habis makan pete nggak sikat gigi Ibu rasanya mau muntah" ucap Ibunya Cahaya diseberang sana bukannya memberi solusi malah curhat kelakuan Sukirman dikampungya.
"Mulai sekarang aku akan tinggal di ruko saja ngeri juga kalau ondel - ondel itu kesini Ilham lagi nggak ada" batin Cahaya.
Sementara itu Ridwan kini telah bebas.Dia memulai hidup baru dengan mencari pekerjaan kesana kemari namun tak ada satupun yang bersedi menerima dia karena statusnya mantan Napi.
Ia berniat membuka usaha namun tidak punya modal sama sekali .Setiap hari hanya pertengkaran demi pertengkaran menawarnai kehidupan rumah tangganya bersama Dita.
"Wan ... Ibu dengar mantan Istri kamu sekarang makin sukses. Kenapa kamu nggak pinjam modal aja ke dia, Ibu yakin dia masih mau meminjami modal sama kamu sampai sekarang dia juga belum menikah kembali. Ibu rasa dia belum bisa melupakanmu makanya gunakan kesempatan ini untuk meminta modal ke dia" bujuk Ibunya Ridwan.
"Ya kalau Cahaya mau kasih pinjam kalau enggak kita yang malu Bu" ucap Ridwan .
"Ngapain malu, percaya deh dia itu masih cinta sama kamu. buruan minta modal yang banyak sama dia" bujuk Ibunya Ridwan .
Tbc....
Haiiii gaes otor sengaja hadirkan Sukirman biar nggak tegang terus..
__ADS_1
sebelum masuk ke konflik selanjutnya ..
Happy reading ....