
Sidang berikutnya berlangsung alot karena pihak Ridwan mengajukan pembagian harta gono -gini.
"Yang mulia, sebelum menikah dengan saya penggugat tidak memiliki apapun. Sekarang penggugat mempunyai sejumlah harta yang didapat selama menikah dengan saya maka dari itu saya menuntut pembagian harta gono-gini" ucap Ridwan tanpa rasa malu sama sekali.
"Keberatan yang Mulia, klien kami selama menikah dengan tergugat tidak pernah dinafkahi dengan layak. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan sendiri penggugat harus banting tulang sendiri" ucap Pengacara Cahaya.
"Yang Mulia. Istri saya hanya lulusan SMA dan nilainya pas-pasan, kerja yang dihasilkanya jangankan untuk membeli barang barang mewah seperti yang dia punya saat ini.untuk makan dia sendiri saja tentunya tidak cukup.Berbeda dengan saya yang jelas - jelas pendapatan saya banyak .Sudah tentu barang - barang itu dibeli dengan uang saya" ucap Ridwan memutar balikkan fakta.
"Keberatan yang mulia. Teorinya memang tergugat berpenghasilan banyak namun Faktanya Istrinya hidup tidak layak" ucap Pengacara Cahaya.
"Saudara tergugat bisa jelaskan berapa nafkah yang anda kasih kepada penggugat selama menjadi istri anda" ucap Hakim ketua.
"Baik yang Mulia. Semua gaji yang saya dapat dipegang semua oleh istri saya dan saya hanya pegang untuk membeli bensin saja. Yang Mulia bisa lihat penampilan Istri saya, apa mungkin Istri saya yang cantik dan glowing begini saya kasih nafkah tidak layak. Dirumah Istri saya ada sebuah Mobil Inova dan sebuah sepeda motor Ninja semua dia beli dengan uang saya" ucap bohong Ridwan .
"Keberatan yang mulia. Untuk mobil itu bukan kepunyaan saudari penggugat melainkan itu mobil punya orang tua penggugat dan juga sepeda motor itu punya adek penggugat, kami bisa tunjukkan kepemilikan mobil tersebut" ucap Pengacara.
"Yang mulia. Penggugat dan orang tauanya bukan orang berada jadi sangat mustahil membeli barang - barang terseebut .Pekerjaan orang tua penggugat hanya serabutan bisa anda bayangkan berapa pendapatannya. Sudah bisa dipastikan itu mobil dan sepeda motor dibeli dengan uang saya" ucap Ridwan tidak tau malu.
"Jaga mulutmu, nafkah dua puluh ribu saja ngaku bisa beliin mobil" ucap Ilham terpancing Emosi.
"Tenang - tenang dok....dok....dok, Saudara selain yang saya suruh angkat bicara diam dulu nanti ada kalanya saksi boleh bicara. kalau masih nekat silahkan tinggalkan ruang sidang" ancam Hakim ketua.
"Baik yang mulia" ucap Ilham seraya mengepalkan tangganya ingin rasanya melayangkan bogem mentah ke muka Ridwan yang sudah mengarang cerita.
"Yang mulia. Klien kami punya bukti pembelian barang - barang tersebut dan itu tidak ada hubunganya dengan harta Saudara Ridwan .Kondisi ekonomi Orang tua klien kami dipastikan mampu membeli barang - barang tersebut. Kami akan menyerahkan bukti - tersebut segera" ucap pengacara Cahaya.
__ADS_1
"Sidang ditunda sampai minggu depan dengan agenda kesaksian para saksi dan pengumpulan bukti - bukti, Sidang ditutup dok..dok..dok" Hakim sudah mengetuk palu pertanda sidang hari ini selasai.
Ridwan menghampiri pengacara Cahaya dan Ilham seraya tersenyum mengejek
"Silahkan ...pak pengacara, bila anda ingin mempermalukan diri anda sendiri" ucap Ridwan .
"Jangan terlalu percaya diri kita lihat saja minggu depan siapa yang bakal malu" ucap Pengacara Cahaya lalu mengandeng Ilham unguk diajak pergi. Agar tidak terpancing emosi dengan ucapan Ridwan.
Sampai dimobil Ilham ngomel - ngomel tidak jelas.
"untung mbak Aya tadi tidak datang, laki - laki tidak tau diri itu benar - benar tidak waras" ucap Ilham.
"Tenang saja mas, minggu depan kita bungkam mulut songong laki- laki pecundang itu" ucap Pengacara Cahaya santai.
Saksi dari Ridwan kelimpungan setiap dicecar pertanyaan oleh pengacara Cahaya.Ia sangat gugup dan jawabnya sering gonta ganti dan ambigu. Sedangkan saksi yang dihadirkan dari pihak Cahaya mengatakan semua dengan lancar karena mereka melihat keseharian Cahaya.
Pihak pengacara juga menunjukan bukti uang yang diperoleh keluarga Cahaya untuk membeli mobil dan motor. Hakim melihat bukti transferan dari pihak pengelola tol ke rekening Bapaknya Cahaya sebagai kompensasi dampak kompensasi pembangunan tol.
Tetangga Ridwan yang pernah mempekerjakan Cahaya untuk cuci setrika baju juga angkat bicara.Pengacara juga menunjukan bukti pemalsuan Data pada saat kelahiran Dinda.
"Dari bukti - bukti yang ada dan keterangan saksi - saksi maka disini tidak ada harta gono - gini yang bisa tergugat tuntut pada saudari pengugat. Semua yang dimiliki penggugat murni hasil usaha sendiri dari saudara penggugat dan untuk mobil dan motor terbukti secara sah itu milik keluarga penggugat jadi tidak ada hubungannya dengan saudara tergugat" ucap Hakim ketua .Kemudian Hakim ketua memutuskan untuk mengabulkan permohonan dari penggugat. Kedua pasangan resmi berpisah secara agama dan negara. Hak asuh anak jatuh pada penggugat sementara penggugat tidak menuntut harta gono-gini sama sekali.
Setelah dari sidang Ibunya Ridwan terus mengomel sepanjang jalan .Ia masih tidak terima dengan keputusan sidang karena tidak mendapatkan apapun.
"Ridwan ...kamu kok bisa kecolongan gini sih, masa kamu nggak tau kalau mertuamu dapat kompensasi tol sebanyak itu" sungut Ibunya Ridwan.
__ADS_1
"Ya .... Mana saya tau Bu, saya juga jarang menyambangi Aya apalagi mertuaku .Waktuku habis dimonopoli Ibu dan Dita" ucap Ridwan.
"Mantan mertua mas, bukan mertua lagi " protes Dita.
Iya apalah terserah" ucap Ridwan
"Kalau kamu tau, kamu kan bisa memanfaatkan mantan istrimu yang bodoh itu, kamu bisa minta harta mertuamu sampai habis setelah itu kamu baru tinggalkan Aya" ucap Ibunya Ridwan.
"Apaan sih bu , yang ada mana Cahaya mau setelah dia tau aku menikah lagi" ucap Ridwan
"Kalaupun Cahaya minta cerai harusnya kamu sembunyikan surat nikah kalian dengan begitu ia akan kelimpungan dan kita bisa minta tebusan ke mereka kalau menginginkan surat nikah itu" ucap Ibunya Ridwan.
"Iya lumayan mas, kita bisa minta uang yang banyak .Gantian biar nyahok mereka" Dita ikut mengompori.
"Kalian ini bicara apa sih, nggak jelas banget. Aku ini sudah resmi berpisah dari Aya ngapain kalian masih menghayal mau nahan surat nikah. Heran sama jalan pikiran kalian kejadiannya sudah lewat baru terpikirkan " sewot Ridwan.
"Itukan seandainya, kita tau mantan mertua kamu itu nggak kere lagi" sungut Ibunya Ridwan.
"Nggak usah seandainya. Sekarang kita hadapi kenyataan aku sudah di SP 2 oleh kantor karena ide Ibu menukar identitas Aya dengan Dita .Jadi aku harap setelah ini Ibu jangan kasih ide aneh - aneh lagi" ucap Ridwan.
"Ini pasti ulah Aya" geram Ibunya Ridwan.
"Siapa lagi bu kalau bukan dia" ucap Dita sambil bersedekap.
"Kalian bisa diam nggak sih ,kepalaku rasanya mau meledak. Asal kalian tau mulai besuk aku tidak dapat fasilitas mobil dari kantor. Jadi aku harap kalian jangan punya ide aneh - aneh lagi" ucap Ridwan kesal
__ADS_1