
Ridwan pulang kerumah dengan lesu. Harapan yang membumbung setinggi langit jatuh tehempas kedasar jurang kekecewaan .Ia langsung pulang kerumahnya Ibunya dan Dita sudah menunggunya.
" Wan...gimana ? Uangnya mana ? Ibu sudah nggak sabar menyumpal mulut tetangga yang julid itu" ucap Ibunya Ridwan.
" Mas kok diem aja ,jangan bilang kamu gagal " tebak Dita.
" Ya nggak mungkinlah .Lihat Penampilan Ridwan sudah macho begitu Cahaya pasti klepek- klepek dan tentunya uangnya pasti ditambahin " tebak Ibunya Ridwan dengan senyum yang terus mengembang dibibirnya sementara Ridwan masih membisu .
" Dari tadi pagi tangan Ibu sudah kedutan itu tandanya mau dapat duit Banyak mana uang ,mana ? " ucap Ibunya Ridwan .
" Ridwan gagal bu " ucap Ridwan singkat.
" Kok bisa ? Jangan bercanda ini nggak lucu sama sekali ,Ibu udah ngutang Emas ditempat juragan Elly hari ini dia bakal kesini nagih " ucap Ibunya Ridwan.
" Loh , uang empat juta kemarin memangnya sudah habis ? Lagian Ibu ngapain pakai ngutang Emas segala .Sudah tau juragan Elly kalau lagi nagih utang melebihi kejamnya debt collector " ucap Ilham dengan nada marah kini ia makin pusing uang lima juta dari Cahaya habis dihambur - hamburkan dalam dua hari .Sementara Ibunya sudah ngutang emas lagi .
" Ya ...uang cuma empat juta habislah dari kemarin ,mana uang sisanya ? Cepetan kasih Ibu sebelum juragan Elly kemari mencak - mencak " ucap Ibunya Ridwan sambil menegadahkan tangan .
" Ibu....aku sudah bilang kalau uang itu tidak ada. Cahaya tidak jadi kasih uang disana tadi ada Ilham aku malah diceramahi habis -habisan oleh Ilham , Serasa nggak punya muka aku dihadapan Ilham " ucap Ridwan.
" Jadi mas Serius kalau uang itu tidak dapat ? " tanya Dita memastikan.
" Ngapain aku bercanda " sewot Ilham.
" Aduh gimana ini mas Aku sudah belanja online COD hari ini datang total belanjaanya dua juta rupiah " ucap Dita panik.
" Kamu itu goblok apa gimana sih ,nggak ada uang malah belanja sampai dua juta rupiah , Batalin sekarang juga ! " bentak Ridwan
" Nggak bisa mas ,barang itu sudag Otw kesini jadi nggak bisa dibatalin .Aduh gimana ini " Dita semakin panik .
" Kalian ini bagaimana sih ? Apa - apa itu dipikir dulu baru bertindak kalau sudah begini siapa yang akan bayar ? " tanya Ilham geram .
" Kenapa kamu nyalahin kita Wan ,bukanya kamu sendiri yang bilang kalau pasti bisa bawa uang itu lalu kenapa sekarang nyalahin kita " Ibunya Ridwan Emosi seketika.
__ADS_1
Siang Harinya juragan Elly datang dan mencak - mencak kalung yang baru dipakai Ibunya Ridwan dirampas ia juga minta uang berikut bunganya Juragan Elly mengambil apa yang ada dirumah termasuk Magicom .Sedangkan Dita bisa selamat ia datang kerumah orang tuanya dan mengadaikan motor Bapaknya .Kini Ridwan hanya bisa meratapi nasib. Uang habis tak tersisa jangankan untuk modal usaha untuk makan sehari - hari hanya ngutang dan ngutang lagi.
Semantara Cahaya kini terus didesak oleh orang tuanya untuk memilih calon suami dari berbagai kandidat yang melamarnya .Tak ada satupun yang bisa menarik perhatian Cahaya mulai dari juragan pete ,juragan empang ,juragan tanah sampai pak Camat ia tolak .
Ilham selalu mengompori Arman dan Arman seperti cacing kepanasan setiap kali mendengar cerita Ilham soal banyaknya laki - laki yang mendekati kakaknya .Kini ia mulai berani mendekati Cahaya dan Ilham memberikan lampu hijau untuk mantan dosenya ini .
Arman kini rajin bertandang kekediaman Cahaya dengan alasan mengambil pesanan kue , mengantar titipan mamanya padahal kadang mamanya tidak menitipkan apa - apa namun ia bilang kalau itu titipan mamanya semua ia lakukan agar bisa bertemu Cahaya.
" Ham... Tolong buka pintunya ,liat siapa yang datang " ucap Cahaya yang masih didapur memasak.
" Aku lagi sibuk mbak " ucap Ilham berdusta karena ia tahu yang datang Arman .
"Ohh..ini yang kamu bilang sibuk ? Sibuk main Hp ? Punya adek satu , gini amat ! sudah tau mbak lagi sibuk bukanya bantuin malah bilang sibuk " omel cahaya sambil berlalu untuk membukakan pintu
" Ceklek " pintu dibuka
" Mas Arman ,Silahkan masuk" kini Cahaya memanggil Arman dengan sebutan mas bukan pak lagi begitupun dengan Ilham ia juga memanggil Arman dengan sebutan Kak .
" Ah... Jadi nggak enak nih , pagi - pagi numpang sarapan " ucap Arman
" Nggak apa - apa Kak , latihan sebelum nanti sarapan bertiga sama Narayan kini sarapan berempat dulu sama aku " ucap Ilham dan Cahaya langsung melirik Ilham lalu mendelikkan matanya .
" Jangan didengerin mas ,dia memang rada - rada " ucap Cahaya .
" Aku juga mau ,kalau suatu saat kita bisa sarapan bertiga " ucap Arman.
" Eaaa...Gasken....Boskuhhh ." goda Ilham
Dari sekian banyak laki - laki yang mendekati Cahaya Armanlah yang masuk kreteria jadi calon kakak Iparnya .Selama ini bila ada yang mendekati kakanya Ilham cenderung cuek kalau yang mendekati masih bisa Cahaya handle sendiri oleh Cahaya .kadang ia terlalu posesif terhadap Cahaya kalau cowok yang mendekati Cahaya terlalu ekstrem .
Hari ini ia sengaja merusak kran kamar mandi Cahaya agar Arman bisa lama - lama berduaan dengan Cahaya.
" Ham... Kran kamar mandi Mbak kamu apain tadi perasaan baik - baik aja setelah kamu numpang mandi kok jadi rusak gini " omel Cahaya pada adeknya .
__ADS_1
" Maaf mbak mungkin tadi aku muternya kekencengen jadinya rusak deh , Oh ya mbak habis ini aku mau kepelabuhan .Kak Arman minta tolong jangan pulang dulu benerin kran dikamar mandi mbak Aya " ucap Ilham .
Arman hanya melirik sekilas ia tau ini trik Ilham saja ,kemudian ia mengirim pesan pada Ilham melalui ponselnya.
" Thanks Bro " disertai emot tangan mengatup pertanda terima kasih .
" Apasih yang enggak buat calon abangku " balas Ilham.
" Kalian pada ngapain lihat Hp dua- duanya dan saling senyum ,Hiii...iii jangan bilang kalian Homo " ucap Cahaya .
" Najis gue dibilang Homo ,mbak Aya yang cantik adekmu ini masih normal ya ... Udah Ilham berangkat dulu kepelabuhan sekalian cari yany bening - bening dari pada dirumah dikira Homo " ucap Ilham .
" Cari yang bening dipelabuhan ,Aer kali yang bening " gerutu Cahaya.
Ilham berlalu dan mendekati Arman seraya berbisik .
" Selamat berjuang Bro " bisik Ilham dan Arman hanya menganguk
"Hii...ii lagi - lagi Ilham Mbak jadi ngeri liat kamu dan mas Arman udah dua- duanya jomblo dan sering senyum - senyum kalau ketemu kaya kode - kode gitu " ucap Cahaya.
" Buktiin Kak Arman kalau kak Arman bukan Homo " kata Ilham seraya melengang pergi .
Setelah Ilham pergi kini hanya ada Cahaya dan Arman karena Narayan masih bobok.
" Mas Arman nggak lagi pedekate sama Ilham kan ? Soalnya Aya liat akhir - akhit ini pak Arman sering banget kesini " ucap Cahaya dengan polosnya .
" Menurutmu ? " tanya Arman .
" Ya itu... Mas Arman naksir....Ilham " ucap Cahaya.
Tbc...
Hedeh..... Aya...aya dideketin cowok ganteng malah ngira ngedeketin Ilham ,enaknya diapain ini reader Cahayanya .
__ADS_1