NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Usaha baru Ridwan


__ADS_3

Kian hari Ridwan kian rajin bekerja, disela-sela pekerjaanya ia sering membantu tukang mie Ayam langananya.Pelan dan pasti kini Ridwan mulai bisa membuat mie Ayam sendiri.Ia jadi kepikiran saat libur tidak ada pekerjaan dari Budi ia berjualan Mie Ayam.


Ridwan memulai usaha barunya dengan berjualan mie Ayam dekat rumahnya,diam-diam ibunya pergi kedukun untuk membantu Ridwan dengan mengunakan penglaris.Tak Ayal Mie Ayam Ridwan laris manis, kini ia hanua mengambil job dari Budi seminggu sekali pas Akhir pekan karena akhir pekan uangnya lumayan.


"Ridwan tidak boleh tau kalau selama ini aku yang bantu dia cari penglaris, dia nggak bakal setuju kalau aku pergi kedukun" batin Ibunya Ridwan


"Dia memang hebat, dalam dua bulan usaha Ridwan berkembang pesat" guman Ibunya Ridwan pelan


"Siapa yang hebat bu?" tanya Ridwan tiba-tiba.


"Eh..itu, anu" Ibunya Ridwan gelagapan.


"Itu anu, apa?" tanya Ridwan


"Maksudnya kamu yang hebat!" ucap Ibunya Ridwan tiba-tiba.


"Bu, akhir pekan ini mie Ayam tutup dulu sementara aku mau ke kota cari job sampingan sama Budi kalau, akhir pekan lumayan hasilnya" ucap Ridwan.


"Kan sayang Wan, kalau harus tutup kalau akhir pekan pasti disini juga ramai" ucap Ibunya Ridwan.


"Aku sebenarnya mau kekota agar ketemu Aya dan Narayan kalau aku bilang sama Ibu pasti dia mencak-mencak" batin Ridwan


"Nggak usah ke kota aja, biar Budi cari orang lain buat gantiin kamu" ucap Ibunya Ridwan.


"Nggak bisa begitu bu, Ridwan sudah terlanjur janji sama Budi.Nggak enak" ucapnya.


"Terserah kamu saja, tapi jangan lama-lama kasian pelanganmu, nanti pada kabur semua kalau kamu kelamaan dikota" ujar Ibunya Ridwan.


Setelah sampai dikota dan menyelesaikan pekerjaanya Ridwan tidak langsung pulang, ia mampir ke toko buah untuk membeli durian montong kesukaan Cahaya.Dulu semasa hidup bersamanya Cahaya sangat suka Durian namun ia tak pernah membelikanya dengan alasan harganya mahal, tapi kini ia akan memperbaiki hubunganya dengan Aya lewat makanan dulu siapa tau, Aya tersentuh dan mau kembali padanya. Rencananya ia tidak ada mampir ke Rumah Aya karena ia tak sanggup melihat kemesraan Arman dan Cahaya.Setelah membeli durian dan beberapa makanan kesukaan Cahaya Arman mampir ke toko kue Cahaya.


"Rita, Nyonya boss kamu ada?" tanya Ridwan setelah sampai ke toko kue Cahaya.


"Ada, mau beli kue atau mau ke ketemu mbak Aya" tanya Rita to the point


"Mau ketemu Aya" ucap Ridwan.


"Bentar, aku panggilkan" ucap Rita kemudian ia berlalu dari hadapan Ridwan.


"Mbak Aya, diluar ada yang cari" kata Rita


"Siapa?" tanya Aya


"Mantan yang gamon, alias gagal move on" kata Rita lagi.

__ADS_1


"Kamu ada-ada aja" ucap Cahaya lalu kedepan untuk menemui Ridwan.


"Silahkan masuk Mas" ucap Aya Ramah


"Makasih Aya!" ucap Ridwan dibuat semanis mungkin.


"Aya, ini aku belikan Durian kesukaan kamu, ini Durian montong rasanya istimewa" ucap Ridwan.


"Makasih Mas," ucap Aya.


"Eh...Mas Ridwan bawa duren, Rita kasih tau ya, Mbak Aya sekarang udah nggak suka durian soalnya takut hipertensi" ucap Rita asal.


"Mana mungkin, bertaun-taun aku hidup dengan dia jadi aku tau mana yang Aya suka dan tidak"ucap Ridwan percaya diri.


"Itu kan dulu mas, orang kan bisa berubah seiring berjalanya waktu. Sekarang mbak Aya itu sukanya western food, Yah....menyesuaikan lidah" Ucap Rita makin ngaco.


"Mas, kayanya ada sesuatu yang harus saya kerjakan. Kalau sudah selesai Mas bisa pulang" usir Cahaya halus, ia tak ingin terlalu lama bersama Ridwan dan juga tidak mau melihat Rita dan Ridwan beradu mulut.


"Ok..baiklah kalau begitu, aku pamit dulu jangan lupa durianya dimakan" ucap Ridwan.


"Iya makasih" ucap Cahaya


Setelah mengucapkan itu Cahaya kembali kedapur untuk membuat kue lagi disusul Rita.


"Ta, ini durianya buat kamu aja" ucap Cahaya.


"Kamu ini ta, jaman sekarang masih aja percaya kek gituan" ucap Cahaya.


"Iya, itu bisa saja terjadi mbak. Pepatah bilang cinta ditolak dukun bertindak eaa" ucap Rita. Lalu Rita mengambil durian itu dan melangkahinya tiga kali.


"Ngapain kamu Rita?" tanya Cahaya heran dengan tingkah absurd Rita.


"Eh...Mbak Aya, Rita kasih tau ya, kata orang-orang kalau diguna-guna lewat makanan biar nggak kena harus dilompati dulu" kata Rita sok tau


"Katanya kamu nggak mau durian itu? Ngapain kamu lompati segala?" tanta Cahaya


"Rita emang beneran nggak mau kok, Ogah amat punya suami macam Mas Ridwan. Ganteng sih, ganteng tapi kere dan tukang selingkuh hiiihhh ogah!" ucap Rita.


"Lah terus ngapain kamu lompatin kek gitu kalau kamu nggak mau?" tanya Cahaya.


"Mau aku kasih mbok nah, tukang bersih-bersih toko ini" kata Rita.


"Mbok!" panggil Rita

__ADS_1


"Ya, mbak Rita" kata mbok Nah


"Ini Rita kasih durian buat mbok" kata Rita.


"Nanti kalau mbok kepincut sama mas Ridwan bagaimana?" kelakar mbok nah


"Nggak papa mbok, biar kere tapi, dia gini" ucap Rita sambil mengepalkan tanganya lalu diangkat.


"Dasar bocah somplak" ucap Mbok nah.


Sementara itu Ibunya Ridwan kini bekerja membantu jualan di sebuah toko dipasar, ini ia lakukan jika akhir pekan masalahnya diakhir pekan Ridwan tidak berjualan.


"Bu, itu ada sales roti datang tolong diterima dulu, saya mau ketoilet sebentar" kata pemilik toko.


"Iya, Neng" kata Ibunya Ridwan.


Ibunya Ridwan langsung bergegas menemui sales Roti.


"Wah rotinya kelihatanya masih fresh semua ya mas" tanya Ibunya Ridwan


"Iya bu, pemiliknya sangat menjaga kualitas.Kalau riject sedikit saja suruh dikembalikan dari sana juga sudah disortir" ucap Sales itu.


"Wah pabriknya besar ya mas?" tanya Ibunya Ridwan.


"Belum punya pabrik sih bu, cuma outletnya dimana-mana. Mau bikin pabrik tapi suaminya yang punya usaha roti ini tidak mengijinkan, takut istrinya kelelahan" ujar sales itu.


"Wah sayang sekali suaminya sama istrinya ya mas" ucap Ibunya Ridwan.


"Banget bu, orangnya baik, cantik wah pokoknya wanita idaman deh bu, suaminya juga ganteng anaknya juga ganteng dan pintar mereka benar-benar keluarga idaman bu" ujar sales itu lagi.


"Wah kelihatanya yang punya usaha ini keluarga bahagia, ya?" kata Ibunya Ridwan.


"Iya mereka kelurga yang bahagia, hubungan menantu mertua juga sangat harmonis, menantu sangat sayang pada mertua dan mertua juga sangat sayang pada menantunya, Mereka bener-bener keluarga idaman" ujar sales itu lagi.


"Memangnya mereka orang mana mas?" tanya Ibunya Ridwan.


"Kalau Pak Arman asli orang sana bu, kalau Bu Aya saya kurang faham bu" kata sales itu lagi.


"Siapa, siapa namanya? Arman sama Aya?" tanya Ibunya Ridwan memastikan apa yang baru saja ia dengar.


"Iya yang laki-laki namanya Pak Arman dan istrinya Ibu Cahaya" ucap Sales itu.


"Sialan...rupanya roti-roti ini dari mantan menantu sialan itu, bisa-bisanya dia hidup enak berkecukupan dan bahagia sedangkan Ridwan kerja serabutan kaya begini, aku nggak terima liat saja Aya kalau aku akan buat hidup kamu hancur seperti kamu menghancurkanku" batin Ibunya Ridwan

__ADS_1


Tbc...


Jangan lupa like ,comment dan favoritenya ya


__ADS_2