
Mata Cahaya membeliak melihat tespect dimana disitu hanya ada Arman dan Shella, air matanya tumpah tak tertahankan, Arman yang menyadari kedatangan istrinya langsung gugup dan panik. Ia tau istrinya pasti akan salah paham dengan apa yang ia lihat.Ia melangkah mendekati Istrinya lalu meraih tangan Cahaya numun, Cahaya langsung menepisnya.
"Nggak usah pegang-pegang!, aku jijik ternyata kelakuan kamu sangat menjijikan hik...hik..hik" Cahaya meluapkan emosinya sambil terus terisak.
"Sayang ini bukan seperti apa yang kamu pikirkan" kata Arman mencoba menjelaskan.
"Nggak perlu jelasin apa-apa lagi semuanya sudah jelas" ucap Cahaya mengebu, dadanya bergemuruh menahan sesak yang menghimpit dadanya.
"Aya, ini nggak seperti apa yang kamu lihat, Kamu mungkin tidak akan percaya lagi sama aku setelah, semua yang aku lakukan sama kamu, ini memang testpectku tapi" belum sempat Shella meneruskan ucapanya Cahaya sudah keluar dari ruangan Arman, ia tidak kuat lagi mendengar apa yang ingin disampaikan oleh Shella, ini adalah berita buruk sepanjang hidupnya, dulu Ridwan selingkuh tapi tidak sampai hamil begini, tapi kini apa yang dilihatnya benar-benar menyesakkan dadanya. Ia langsung kekamar dan menangis sepuasnya disana, Arman langsung mengejarnya.
"Kamu jahat Mas, kamu jahat!, hiks..hik..hikk kenapa kamu lakukan ini disaat aku mengandung darah dagingmu, hik..hik..hik" Cahaya terus saja menangis.
"Tok...tok...tok, sayang dengarkan aku dulu, buka pintunya! Kita harus bicara sayang" ucap Arman sambil terus mengetuk pintu kamar mereka
"Nggak ada lagi yang harus kita bicarakan mas, semua sudah jelas!, kamu tenang aja, aku akan rawat anak ini dengan sepenuh jiwaku, tapi maaf aku nggak bisa berbagi suami" ucap Cahaya dari balik pintu. Badanya bersandar dibalik pintu dan perlahan-lahan tubuhnya merosot kebawah.
"Aya jangan bicara seperti itu, hatiku sakit Aya. Tolong bukakan pintunya" ucap Arman dari balik pintu.
"Pergilah Mas, jadilah laki-laki yang bertanggung jawab!" ucap Cahaya.
"Makanya kamu dengerin aku dulu, kita bicara dulu tolong buka sayang!" kata Arman memelas.Ia menunggu hingga dua jam lamanya diluar kamar tak ada lagi suara dari dalam, kemudian ia kembali mengetuk pintu kamar tak ada jawaban. Arman sangat panik ia segera mrngambil kunci serep dan membuka kamar, betapa terkejudnya dia saat membuka pintu istrinya sudah tergeletak taksadarkan diri.
"Sayang bangun!, jangan bercanda kaya gini sayang!" ucap Arman ia mengendong Cahaya dan membaringkan di kamar lalu menghubungi dokter untuk memeriksa keadaan Cahaya.Sedangkan Shella sudah berpamitan sejak Cahaya masuk kamar, ia merasa sangat bersalah.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian dokter datang,lalu memeriksa keadaan Cahaya lalu berbicara pada Arman.
"Kondisi Ibu Aya sangat lemah, tekanan darahnya sangat rendah, dia sepertinya sedang tertekan, saya mohon tolong jaga kondisi Ibu Aya, hal ini kalau dibiarkan akan membayakan Ibu Aya dan janinya, sebisa mungkin buat Ibu hamil itu bahagia jangan buat dia stres" ucap dokter.
"Iya dok, tapi kenapa istri saya belum siuman" kata Arman ia sangat sedih melihat kondisi Aya seperti ini.
"Oh ya, ini Bu Aya kondisinya drop sebaiknya dibawa kerumah sakit saja biar dirawat secara intensif" ucap dokter.Arman mengangguk pertanda setuju.Setelah dokter pulang Aya langsung dibawa kerumah sakit.Sampai disana setelah mendapat perawatan ia langsung sadar.
"Dimana aku?" tanya Aya, ketika bangun ia sudah ada di dalam sebuah kamar VVIP sebuah Rumah sakit elit.
"Kamu di Rumah sakit sayang, tadi kamu pingsan" kata Arman.Mendengar suara Arman ia jadi teringat kejadian dirumahnya mendadak ia meraskan sedih, marah, emosi campur jadi satu.
"Pergi!" usir Cahaya yang tidak ingin melihat Arman lagi.
"Maling mana ada yang ngaku, penjara penuh! Udah ada bukti bisa-bisanya kamu ngelak" ucap Aya.
"Sayang! Kamu harus percaya padaku" ucap Arman.
"Pergi!" usir Cahaya lagi.Bersamaan dengan itu Ilham datang.
"Mbak Aya, kenapa bisa sampai masuk rumah sakit" tanya Ilham yang baru saja berkunjung kekediaman Cahaya, namun pembantunya mengatakan kalau Cahaya masuk Rumah sakit.
"Ham....tolong mbak, usir laki-laki ini. Mbak nggak ingin lihat mukanya" ucap Cahaya.
__ADS_1
"Ada apa sebenarnya ini?" tanya Ilham.
"Mbak akan cerita tapi tolong usir dia dulu, mbak semakin stres bila melihat dia" kata Cahaya.
"Maaf Kak Arman, dengan tidak mengurangi rasa hormat saya mohon tinggalkan mbak Aya, sebentar" ucap Ilham.Dengan langkah gontai Arman keluar dari kamar Aya, kemudian Ilham menanyai apa yang sebenarnya terjadi pada kakaknya, Aya mulai menceritakan apa yang barusan ia lihat dirumahnya, Rahang Ilham mengeras, tanganya mengepal erat sampai buku-buku tanganya memutih, giginya gemeletuk menahan amarah. Sebisa mungkin ia menenangkan kakaknya setelah kakaknya mulai tenang ia keluar dari kamar Aya dan menghubungi Arman untuk ketemu di suatu tempat. Setelah sampai ditempat yang dijanjikan tanpa babibu Ilham langsung menghadiahi bogem mentah.
"Bugh..." satu pukulan mengenai wajah Arman.
"Ham, kenapa kamu pukul kakak?" tanya Arman yang tidak siap menerima pukulan Ilham.
"Pukulan saja sebenarya tidak cukup untuk laki-laki pecundang sepertimu, selama ini aku salah menilaimu, aku kira kau lebih baik dari Si brengsek Ridwan ternyata kalian sama saja" ucap Ilham meluapkan emosinya.
"Ham tolong dengarkan penjelasanku dulu, setelah itu terserah apa yang akan kamu lakukan pada kakak" ucap Arman.Wajah Ilham masih masam ingin sekali dia menghajar lagi kakak iparnya itu tapi ia mencoba mendengar dari pihak Arman.
"Ham, kamu tau kan kalau kakak sangat mencintai Aya, jadi kakak nggak mungkin melakukan hal sehina itu" ucap Arman mulai menjelaskan permasalahnya pada Ilham.
"Langsung intinya saja, aku tidak suka basa basi. Dan satu lagi, hal yang paling aku benci di dunia ini adalah air mata mbak Aya" ucap Ilham mulai melemah, ia sangat menyayangi kakaknya sejak kecil kakaknya berjuang menhidupi dia dan adek-adeknya dia sudah bertekat akan menjaga kakaknya selamanya.
"Ham....Shella itu sedang ada musibah dia di******a oleh empat orang laki-laki biadap, dia curhat padaku sebagai sahabatnya, dia tidak berani bercerita pada kedua orang tuanya. Bagaimanapun ini adalah aibnya pada saat dia sedang butuh dukungan moril Ham dan Aya salah faham" ucap Arman, kini Ilham mulai mengerti duduk perkara yang sebenarnya.
"Inilah yang tidak aku suka dari kamu kak!, kamu itu terlalu lembek jadi cowok. Sahabatan dengan siapa saja boleh tapi, tolong libatkan istrimu agar dia tidak salah faham, dan kamu juga harus kasih tau temanmu itu dimana posisinya karena bagaimanapun juga Kak Arman sudah punya tanggung jawab sendiri" ucap Ilham
Tbc
__ADS_1
Hai sayang-sayangnya author, jangan lupa like,comment ,fav dan makasih buat kalian yang udah kasih bunga, kopi dan hadiah lainya lope-lope sekebon buat kalian