
"Sudahlah bu, biarkan mereka bahagia dengan kehidupan mereka yang baru" ucap Ridwan.
"Mana bisa begitu, gara-gara Cahaya hidup kita jadi begini. Hidup melarat mau makan aja susah dulu waktu kamu masih kerja kantoran hidup kita layak, perempuan itu memang membawa sial" umpat Ibunya Ridwan.
"Sebaiknya Ibu istirahat saja, jangan marah-marah terus nanti darah tinggi Ibu kumat. Ridwan lagi nggak ada duit buat berobat" ucap Ridwan.
"Wan...Ibu dengar janda ujung pengkolan sana, lagi nyari calon suami coba kamu deketi dia, Duitnya nggak bakal habis tujuh turunan" ucap Ibunya Ridwan.
"Emangnya Ibu nggak denger gosib kalau janda itu mandul? Buat apa nikah kalau tidak punya anak?" tanya Ridwan.
"Ya...kamu kan udah ada anak, ngapain lagi mikirin anak yang harus kamu pikirkan itu bagaimana cara merebut hak asuh Narayan kalau kamu nikah sama itu janda, setidaknya kamu punya harta untuk melawan Ilham" ucap Ibunya Ridwan.
"Nggak ahh...bu, Ridwan nggak selera sama tuh janda" ucap Ridwan.
"Atau kamu deketi aja si Binar adeknya Aya, biar kata dia nggak secantik Aya tapi otaknya encer dia calon dokter. Masa depannya cerah" ucap Ibunya Ridwan.
"Iya juga ya bu, malah Ridwan denger si Binar belum lulus aja sudah jadi Asdos, selain itu ia juga jualan kosmetik online yang jadi model si Aya. Masih kuliah aja sudah bisa beli mobil sendiri" ujar Ridwan.
"Ibu dukung kalau kamu sama Binar" ucap Ibunya Ridwan.
Sementara itu ditoko kue Cahaya.Ilham mampir ke toko kue Cahaya. Ia sengaja kesana untuk bertemu Rita.
"Eh...Pak Ilham, mau cari kue, cari mbak Aya, atau mau cari Narayan?" tanya Rita.
"Cari kamu" ucap Ilham singkat.
Seketika keringat dingin membasahi tubuh rita, badanya gemetar mendengar ucapan Ilham.
"Hmmm....pak Ilham, saya salah apa pak? Saya nggak nyolong saya juga kerja ontime, terus nggak julid kalau ada pelangan saya juga ramah" ucap Rita gemetar ia meremas ujung jarinya untuk menetralisir kegugupanya.
"Saya mau kasih kamu bonus" ucap Ilham.
"Jangan pak! saya masih ingin bekerja pak, saya memang suka sama pak Arman tapi saya tidak pernah mengodanya pak. Sumpah!" ucap Rita sambil mengangkat dua jarinya.
"Terserah kamu mau suka sama siapapun itu hak kamu, aku heran sama kamu begitu liat aku seperi lihat hantu kenapa?" tanya Ilham.
"Hmmm...itu..itu, Pak Ilham ganteng tapi saya takut sama pak Ilham" ucap Rita jujur.
"Dasar cewek aneh! Ini buat kamu" ucap Ilham memberikan sebuah amplop pada Rita.
"Ampun pak jangan pecat saya" ucap Rita sambil bersimpuh.
__ADS_1
"Kamu ini kenapa sih Rita! Dikasih duit malah ketakutan gitu, denger ya! aku nggak mecat kamu, justru aku kasih bonus kamu karena kamu udah usir cecunguk Ridwan itu" ucap Ilham akhirnya.
"Kok bapak tau?" ucap Rita polos
"Makanya pinteran dikit, itu lihat cctv!" ucap Ilham segera pergi meninggalkan Rita.
Selepas kepergian Ilham Rita membuka amplop yang diberikan oleh Ilham.
"Hahh....duit beneran, ini sih namanya rejeki nomplok aduh....aku udah berpikir macam-macam aja" ucap Rita kegirangan menerima amplop uang dari Ilham.
"Rita....kamu emangnya ngapain, dapat bonus dari pak kulkas itu" ucap Karyawan yang lainya
"Itu gara-gara kemarin mantanya mba Aya kemari mau ngasih hadiah itu, terus nggak jadi eh...aku malah dikasih bonus apa nggak rejeki nomplok tuh" ucap Rita.
"Tau gitu kemarin kita ikut maki-maki mantan lakinya mbak Aya" ucap temanya Rita.
"Ada apa ini Rame-rame" tanya Cahaya yang baru saja datang.
"Itu mbak.....si Rita habis dapat bonus" kata pelayan lainya.
"Bonus apaan?" tanya Cahaya Kepo.
Rita langsung membekap mulut temanya.
"Ya sudah kalian lanjut kerja lagi" ucap Cahaya.
"Ini kaya topinya Ilham, Sita.... apakah tadi Ilham kemari?" tanya Cahaya pada salah satu pelayanya.
"Iya mbak....tadi kesini sebentar ketemu Rita, ngasih bonus terus pergi lagi" ucap Sita karyawan toko Cahaya.
"Ngasih bonus? Dalam rangka apa?" tanya Cahaya heran.
"Jadi gini kemarin itu Pak Ridwan kesini mau kasih hadiah ulang tahun sama Mas Narayan, terus Rita bilang Mas Narayan nggak perlu hadiah murahan dari Pak Ridwan gitu, terus pak Ilham lihat cctv dan dikasihlah bonus buat Rita" ucap Sinta.
"Jadi tadi Rita bohong soal dapet bonus sabun colek," ucap Cahaya.
"Ya iyalah mbak" ucap Sinta senang karena Rita pasti akan dimarahi Cahaya.
Cahaya kemudian memanggil Rita untuk diintrogasi.
"Rita, sekarang aku tanya sama kamu jawab yang jujur, kalau kamu bohong aku pecat kamu" ancam Cahaya.Sebenarnya hanya gertakan saja ia tidak mau Rita membohonginya.
__ADS_1
"Serem banget ancamanya mbak" ucap Rita.
" Sekarang ceritakan kenapa kamu dikasih bonus sama Ilham?" tanya Cahaya tanpa basa-basi.
"Itu..itu..itu..anu" ucap Rita bingung namun akhirnya dia jujur juga karena takut kehilangan pekerjaan.Ia menceritakan secara detail bagaimana Ridwan datang bawa hadiah dan pulang dengan kekecewaan, lalu Ilham memberinya bonus
"Lain kali kamu jangan begitu, kita harus menghargai niat baik orang lain siapapun orang itu " Nasehat cahaya.
"Iya mbak" ucap Rita
"Lalu hadiah itu dimana?" tanya Cahaya.
"Sudah dibuang sama Pak Ridwan ketempat sampah, mungkin tadi pagi sampahnya sudah diambil sama tukang sampah" ucap Rita.
"Ingat ya Rita! Kita tidak boleh julid, ngata-ngatain orang, merendahkan orang, dan membuat mental orang lain down itu namanya JAHAT, sekalipun orang itu jahat kalau dia mau berbuat baik kita harus menghargainya. Tuhan saja maha pengampun apalagi kita hanya manusia biasa yang banyak salah dan khilafnya" Nasehat Cahaya.
"Ya udah, kamu balik kerja lagi" ucap Cahaya.
"Iya mbak..." kata Rita.
"Syukurin dimarahin, salah sendiri dapat bonus nggak bagi-bagi" ucap salah satu teman Rita. Yang langsung nyukurin Rita ditegur Cahaya.
"Dasar Cepu!" ucap Rita sambil menatap tajam kearah Sinta.
Menjelang sore Cahaya pulang kerumahnya. Rasa capek hilang seketika melihat tawa Narayan sang buah hati.Ilham juga sudah pulang dari kantor, namun Cahaya enggan menanyakan soal Bonus yang Ilham berikan pada Rita karyawan tokonya.Ia tidak mau Ribut dengan sang adek.
"Mbak Aya... Tadi Binar telepone katanya besuk mau kesini" ucap Ilham pada Cahaya.
"Tumben-tumbenan bocah itu main kesini biasanya selalu sibuk dengan kegiatan kampus atau jualan kosmetik" ucap Cahaya.
"Kayanya dia tadi kesel baget pas telepone " Ucap Ilham.
"Hallah paling kesini mau minta mbak jadi model dia" ucap Cahaya.
"Kayanya enggak deh mbak" ucap Ilham.
Tbc...
Haii...guys...
Kembali lagi dikisah receh ini jangan lupa like,comment dan favorite yah...oh ya otor ucapin makasih yang udah kirim hadiah lope sekebon deh buat kalian.otor doain kalian sehat
__ADS_1
.