
" Mbak ....sekarang Ilham mau tanya ,mantan suamimu yang suka playing victim itu tadi pada waktu kesini nengokin Narayan nggak ?" tanya Ilham .Cahaya hanya mengeleng.
" Mbak dari sini mbak bisa simpulkan laki-laki macam apa dia ?" sungut Ilham .
" Mungkin dia lagi kebingungan aja ,jadi nggak fokus " jawab Cahaya.
" Itu bukan Alasan mbak ,sesibuk - sibuknya orang tua pasti ia akan selalu ingat pada anaknya .terus ngapain dia kesini ?" tanya Ilham pura - pura nggak tau .
" Mau pinjam uang " jawab Cahaya singkat.
" Berapa ?" tanya Ilham
" Lima puluh juta " jawab Cahaya
" Udah mbak kasih ?" tanya Ilham lagi.
" Udah baru lima juta sisanya mau diambil besuk ,karena mbak hanya pegang lima juta saja " ucap Cahaya.
" Hufft....hmmmm "Ilham tarik nafas mencoba mengelola emosinya.
" Mbak uang itu bukan hanya punya mbak Aya ,itu ada modal aku dan Bapak jadi kalau ada apa - apa diskusiin dulu jangan gegabah " ucap Ilham sengaja ngomong seperti itu agar ia merasa bersalah sudah mengambil keputusan Sebenarnya Ilham tidak pernah mempermasalahkan modal yang ia dan Bapaknya berikan pada Cahaya .Namun kalau menyangkut Ridwan Ilham benar - benar tidak rela.
" Maafkan aku Ham ,aku hanya prihatin saja atas nasib yang menimpanya. " ucap Cahaya pada akhirnya .
" Mbak laki - laki itu tidak pernah sekalipun menyanyangi anakmu bahkan sebelum dia lahir dia sudah menolak kehadiranya .Saat dia sudah lahirpun dia lebih menyayangi ponakanya dibanding anakmu .Jadi buat apa kamu peduli dengan orang yang sudah menelantarkan anakmu mbak " ucap Ilham .
Cahaya langsung berubah sendu mengingat sikab Ridwan dan keluarganya yang selalu membela Dinda
Flashback on
" Brughh " Narayan terjatuh didorong Dinda lalu dinda menindih Narayan dan mengigit pundak Narayan
" Dinda apa yang kamu lakukan ? Hentikan ! " teriak Cahaya melihat Narayan terus menangis ditindih dan digigit pundaknya oleh Dinda.
" Bialin .... lasain kamu ,makanya janan natal " ucap Dinda masih mendindih Narayan lalu menjambak Rambut Narayan.
Cahaya memisahkan Dinda dan Narayan lalu memeluk Narayan
" Dinda kamu nakal sekali ,kanapa kamu dorong terus kamu gigit Narayan ? Tanya Cahaya .
" Dia natal ambil mobilku itu mobil kesayangku hadiah dari pakde " ucap Dinda .
" Narayan kan cuma pinjam kenapa kamu dorong dan kamu gigit " tanya Cahaya .
" Dia nggak pantas main mobil - mobilan mahal " ucap Dinda
" Kamu itu yang nggak pantas main mobil - mobilan kamu itu perempuan ! mainanya boneka " sungut Cahaya kesal mendengar mobil itu pemberian Ridwan seumur - umur anaknya tidak pernah dibelikan mobil -mobilan padahal dia tau Narayan suka main mobil - mobilan .
" Ada apa ini kok ribut - ribut " tanya Ibu mertua Cahaya
" Dinda mendorong ,menindih dan mengigit Narayan " ucap Cahaya.
__ADS_1
" Hallah cuma kaya gitu aja , namanya juga anak kecil dimaafkanlah " ujar mertua Cahaya.
" Mbak Aya ini lebay banget cuma masalah kaya gitu dibesar - besarkan " ucap Dita .
" Aya ... Sudahlah mengalah saja Dinda masih kecil " ucap Ridwan .
" Mas , bisa - bisanya kamu belikan Dinda mobil - mobilan sebagus ini sedangkan anakmu sama sekali tidak pernah kamu belikan .Kamu nggak adil mas " ucap Cahaya.
Mendengar Mobil - mobilan itu pemberian Ayahnya tiba - tiba Narayan langsung mendorong Dinda hingga jatuh .
" Brugh....hwaaaaa....aaa" Dinda menangis
" Kamu nakal sekali Narayan " ucap Dinda sambil menjewer telinga Narayan.
" Kenapa kamu jewer Narayan ?" Cahaya tidak terima anaknya dijewer Dita .
" Kamu masih Nanya ,matamu buta dia sudah mendorong Dinda cucuku. Dasar Anak nakal " ucap Mertua Cahaya .
" Narayan juga cucu Ibu , kenapa Ibu pilih kasih tadi pas dia mendorong ,menindih dan mengigit Dinda kalian bilang cuma kaya gitu sekarang Narayan cuma dorong aja kalian semarah ini " ucap Cahaya tidak terima .
" Hwaaaa.a.a.aa.. " Narayan menangis lebih kencang rupanya Ridwan menjewernya juga .
" Makanya jangan Nakal ! " ucap Ridwan .
" Mas kamu gila ya ? Ini anak kamu sendiri kamu perlakukan seperti itu " ucap Cahaya geram .
" Biar tidak Nakal ,jangan dimanja " ucap Ridwan .
Flash back off.
Sementara itu dirumah Ridwan .Ibunya Ridwan baru saja pulang berbelanja dan Ridwan juga baru pulang dari salon dan toko baju.
" Mas Ridwan ,Ibu lihat itu di TV bukanya itu si Ilham adeknya mbak Aya dia masuk TV " ucap Dita heboh
" Pasti dia bikin ulah sampai masuk TV , dia ngerampok apa bagaimana ?" tanya Ibunya Ridwan yang selalu berburuk sangka pada keluarga Cahaya.
" Anak itu rekam jejaknya baik ,itu nggak mungkin terlibat masalah seperti itu " ucap Ridwan.
" Liat Dia bisa menggagalkan penyelundupan Narkoba dipelabuhan ,waw keren sekali anak itu " ucap Dita heboh.
" Dia memang cerdik dari dulu " ucap Ridwan.
" Hallah cuma gitu aja nggak penting ! " ucao Ibunya Ridwan tidak suka .
" Tapi itu berarti dia uangnya banyak dong ,wahh.... Dia kan sayang bangat sama Aya ,kamu bisa porotin dia lewat Aya " ucap Ibunya Ridwan.
" Ia dia sangat sayang banget sama Aya ,apapun akan ia lakukan untuk Aya " ucap Ridwan .
" Tepat sasaran , satu tepuk dua lalat mati " ucap Ibunya Ridwan sambil tersenyum menyeringai .
Keesokan harinya Ridwan sudah tidak sabar untuk bertemu Cahaya .Dalam benaknya sebentar lagi ia akan menjadi orang kaya kembali.
__ADS_1
" Udah cepetan kamu temui Cahaya ,kalau perlu kamu minta tambah uang " ucap Ibunya Ridwan
" Ibu tenang saja , aku pulang bawa uang empat puluh lima juta dulu ,Ibu jangan buru - buru .Semua milik Cahaya sebentar lagi jadi milik kita " ucap Ridwan penuh percaya diri.
Setelah itu Ridwan langsung meluncur kerumah Cahaya menggunakan motor matic sewaan .
" Ting...tung " terdengar suara bel berbunyi dirumah Cahaya.
" Biar aku yang buka mbak ! " ucap Ilham .
" Ceklek " pintu dibuka
" Silahkan masuk mantan kakak Iparku , apa kabar anda ?" ucap Ilham.
" Aya ada ?" tanya Ridwan .
" Ada dia sudah menunggu diruang tamu " ucap Ilham.
Ridwan dengan percaya diri langsung menuju ruang tamu dan benar saja Aya sudah menunggu disana.
" Silahkan duduk mas " ucap Cahaya.
" Aya kemarin jadi kan ?" tanya Ridwan .
" Yang kemarin ya jadilah mas ,kan uangnya sudah mas terima " ucap Cahaya.
" Maksudku sisanya " ucap Ridwan pelan namun masih bisa didengar Ilham.
" Sisa apa ya ?" tanya Ilham pura - pura tidak tau .
" Begini Ham... Kemarin Aya sudah sepakat untuk memberikanku pinjaman uang " ucap Ridwan
" Bukanya sudah ?" tanya Ilham
" Itu masih kurang Ham " kata Ridwan.
" Kurang berapa memangnya ?" tanya Ilham lagi
" Empat puluh lima juta " ucap Ridwan .
" Empat puluh lima juta ? " Ilham pura - pura terkejut.
" Mas Ridwan yang terhormat , apa jaminan anda meminjam uang sebanyak itu pada kami " tanya Ilham.
" Ham... Kita ini kan masih keluarga ,Aku ini ayahnya Narayan kenapa kamu menanyakan jaminan segala ?" tanya Ridwan.
" Siapa bilang kita keluarga ? Nggak ada keluarga yang merencanakan kecelakaan keluraganya dan soal Narayan sepertinya dia tidak mengenal kamu karena apa ? Karena saking sayangnya kamu sama dia sehingga dia tidak mengenalmu " Sarkas Ilham.
" Ham... Yang berlalu biarlah berlalu " ucap Ridwan enteng
" Maka dari itu ,yang berlalu biarlah berlalu .Makanya aku tidak ingin terjebak masalah yang sama .Kamu cukup pintarkan mengartikan ucapanku " ucap Ilham .Ridwan langsung pias seketika.
__ADS_1