NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Aya Hilang


__ADS_3

Siang itu Cahaya memutuskan untuk pulang lebih cepat karena, kurang enak badan.Ia tidak sabar menunggu Arman datang menjemputnya akhirnya dengan meminjam motor matic Rita ia pulang kerumahnya. Di tengah jalan yang sepi Aya dicegat oleh tiga orang preman belum sempat Aya berteriak meminta tolong, salah satu dari mereka sudah membekab mulut Cahaya lalu memasukkan dalam sebuah mobil, dengan kecepatan penuh mobil itu meninggalkan jalanan sepi itu, motor Rita tergeletak begitu saja dipinggir jalan.Arman yang sedang mengajar tiba-tiba saja feelingnya tidak enak, beruntung hari ini tidak banyak mata kuliah yang diampunya.Dengan perasaan yang entah bagaimana ia sulit mengambarkan ia melajukan mobilnya langsung ke toko Cahaya. Di jalan ia melihat motor matic Rita tergelatak begitu saja.


"Ah...mana mungkin itu motor Rita, jam segini pasti sedang sibuk di toko,lagian motor kaya gitu kan banyak" batin Ridwan ketika melintas melihat motor matic Rita.Sesampainya di toko ia memperhatikan parkiran ia tak melihat motor matic Rita.Ia langsung mencari Rita walau bagaimanapun Rita karyawan kesayangan Cahaya, ia jadi khawatir juga dengan Rita.


"Rita.." Panggil Arman.


"Loh kok kamu ada disini?" Arman kaget saat Rita muncul


"Tadi manggil Rita, sekarang kok malah bingung gitu" ucap Rita.


"Kok motor kamu nggak ada?" tanya Arman.


"Itu...anu, itu...anu" Rita bingung harus jawab apa, ia takut kalau Arman marah jika tau Aya pulang naik motor seorang diri.


"Itu...anu, apa?" ucap Arman


"Motor saya tadi dipinjam mbak Aya pulang, katanya nggak enak badan" ucap Rita pada Akhirnya


"Apa!" ucap Arman kaget.Bagaimana mungkin Aya pulang seorang diri sedangkan, ditengah jalan tadi ia sempat melihat motor Rita yang dipinjam Aya tergeletak dipinggir jalan, segala pikiran buruk terus menghantui Arman.


"Hallo...,Pak kok malah bengong?" tanya Rita kebingungan.Sesaat kemudian Arman tersadar.


"Rita, Aya dalam bahaya, tadi aku lihat motor kamu tergeletak dipinggir jalan disana tak ada siapapun" ucap Arman pikiranya sudah kacau, ia langsung memarahi Rita habis-habisan.Kemudian ia menghubungi bodyguard Ilham untuk membantu mencari keberadaan Aya, beruntung Arman sempat menaruh GPS di tas Cahaya, sehingga sekarang ia bisa melacak keberadaan istrinya dengan mudah.Beberapa saat kemudian Ia langsung menuju dititik dimana Aya berada berdasarkan petunjuk dari GPS yang dipasang si tas Aya.Rupanya para Bodyguard Ilham sudah sampai duluan di titik lokasi dimana Aya berada.


"Lumayan ini kita sudah lama tidak olah raga" ucap Salah satu bodyguard Ilham.


"Yoi, tangan gue udah pegel-pegel pingin rontokin gigi orang"


"Kita atur strategi, kamu menyusup dari sebelah sana, biar aku pancing mereka keluar lalu kamu bawa Bu Aya ke mobil" ucap salah satu Bodyguard Ilham.


"Siiip beres, Misi dimulai" kata yang lain lagi.

__ADS_1


Para penculik Aya sedang berjaga, diluar ruangan dimana Aya disekab, tak lama kemudian terdengar suara keributan di balik pohon, salah seorang menengok kesana lalu


"Bugh..." penculik itu pingsan , karena penasaran temanya tidak balik-balik lalu mereka berdua menuju tempat dimana temanya tadi, saat itulah digunakan oleh salah satu bodyguard Ilham untuk membawa Aya, keluar.


"Berhenti!" ucap penculik itu ketika mengetahui Aya hendak dibawa kabur.Namun datang dua orang laki-laki bertubuh besar menghampiri para penculik itu.


"Bawa bu Aya pulang! Biar cecunguk ini jadi urusanku" ucap salah satu Body guard.Saat hendak membawa pulang Aya, Arman datang. Lalu Bodyguard itu menyerahkan Aya pada Arman.


"Pak Arman bawa Bu Aya pulang dulu, biar kami main-main sebentar dengan cecunguk ini" ucap Bodyguard Ilham


Dengan perasaan campur aduk Arman mambawa Cahaya pulang, Sesampainya dirumah Aya langsung tersadar.


"Kamu sudah bangun sayang?, mana- mana yang sakit sayang?" ucap Arman sambil berurai air mata lalu mengecup tangan Cahaya.


"Aku dimana mas?" tanya Aya.


"Kamu dirumah kita sayang, kamu sudah aman" Ucap Arman sambil memeluk Cahaya.Andai dia terlambat sedikit saja ia tidak akan tau apa yang terjadi pada istrinya.


"Mas, aku takut" ucap Aya sembari menangis.


"Hiks...hikss...hikss, maafkan aku mas" ucap Cahaya.


"Sudah jangan dipikirkan lagi, tadi Ilham menghubungi mas dua bodyguard itu nanti yang akan kawal kamu kemanapun kamu pergi dan kamu nggak boleh nolak lagi, tidak boleh alesan lagi" ucap Arman Cahaya hanya menganguk lemah, ia masoh shock dengan apa yang meninpanya barusan, ia terus bersyukur beruntung pertolongan datang diwaktu yang tepat.


Selama seminggu ini Arman melarang Aya keluar rumah, jika ingin sesuatu maka Aya cukup mengatakan pada Arman ataupun para Bodyguardnya, Yulia selama satu minggu juga tinggal dirumah Arman untuk menemani Aya.


Para penjahat sudah ditangkap dan diserahkan kepihak yang berwajib namun, mereka bungkam soal siapa yang menyuruh mereka.Mereka bilang kalau mereka tidak mengenal siapa dalang di balik drama penculikan Aya.


"Tidak salah lagi, ini pasti ulah si kuyang itu" ucap Arman.Dengan mudah Arman mengetahui kontrakan Budi, ia langsung menuju kesana untuk memberi pelajaran pada Ridwan, ia hanya curiga pada satu nama yaitu Ridwan.


"Ridwan...keluar kamu,jangan jadi pengecut hadapi aku" ucap Arman ketika memasuki Kontrakan Budi.

__ADS_1


"Maaf Mas, ada apa teriak-teriak mencari Ridwan" ucap Budi.


"Mana teman kamu yang brengsek itu?, biar aku hajar dia" ucap Arman Emosi.


"Memangnya apalagi yang dilakukan Ridwan hingga Mas Arman sebegitu marahnya" ucap Budi.


"Kamu tidak tau atau, pura-pura tidak tau kalau sikuyang itu baru saja menculim Cahaya dan menyekapnya" ujar Arman


"Apa? Itu nggak mungkin mas" kata Budi.


"Ada apa ini rame-rame?" kata Ridwan yang baru saja dari dalam kontrakan.


"Bugh..." Arman langsung menghadiahi jotos ke muka Ridwan.


"Sabar Mas,kita bicara baik-baik saya yakin ini salah paham" ucap Budi melerai.


"Biarkan saja Bud, aku juga kangen adu jotos dengan kunyuk ini, kunyuk yang sudah merebut istriku" Ucap Ridwan.


"Bugh..." Arman kembali melayangkan tinju keperut Ridwan.


"Wan kamu masuk!" titah Budi tak ingin suasana jadi makin panas.Mau tidak mau Ridwan masuk kedalam rumah karena ia menghargai Budi yang sudah banyak membantunya, padahal ia masih kesal dengan Arman karena tuduhanya yang tidak mendasar


"Kamu jangan coba-coba bantu dia" ucap Arman.


"Tenang Mas, kalau mas tidak bisa tenang ,saya bisa laporkan mas Arman atas tuduhan tindakan tidak menyenangkan, karir anda akan terancam" ancam Budi.


Mau tidak mau Arman duduk di teras kontrakan Budi.


"Mas Arman, bukanya saya membela Ridwan tapi saya pastikan Ridwan tidak terlibat dalam penculikan istri anda, dua puluh empat jam dia bersama saya, jadi saya tau apa saja yang ia lakukan" ucap Budi tenang


"Dia kan bisa menyuruh orang tanpa harus mengotori tanganya" ucap Arman masih kekeh pada pendirianya menuduh Ridwan adalah dalang dari penculikan istrinya.

__ADS_1


"Mas Arman, kalau anda punya bukti kalau Ridwan terlibat kasus ini maka, saya sendiri yang akan seret Ridwan ke kantor polisi, Saat ini saya adalah penjamin dia di kantor polisi jadi saya bertanggung jawab atas semua tindakanya jadi rasanya mustahil Ridwan melakukan tindakan yang anda tuduhkan" ucap Budi


jangan lupa like koment fav juga votenya yah


__ADS_2