NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Sanksi sosial


__ADS_3

Setelah kepergian Ilham, Ibunya Ridwan menangis sejadi-jadinya ia tidak terima dengan nasib yang menimpanya kini.Sementara Ridwan hanya diam saja tanpa bisa berbuat apa-apa.


"Aku tidak terima dengan semua ini, satu-satunya orang yang patut disalahkan adalah Dita." ucap Ibunya Ridwan mengebu.


Setelah itu ia mandi dan lansung mebersihkan luka-lukanya, lalu ia kewarung untuk membeli obat merah dan plaster.


"Bu Tini, kenapa itu badanya kok banyak luka-luka kaya gitu?" tanya pemilik warung.


"Dasar tetangga julid mau tau aja urusan orang" batin Ibunya Ridwan


"Ini tadi kepleset lalu jatuh, jadinya seperti ini deh" dusta Ibunya Ridwan.


"Masa jatuh lukanya ampe kaya gitu, kaya habis digebukin gitu" ucap Pemilik warung yang masih kepo dengan luka Ibunya Ridwan.


"Serah mau ngomong apa, saya juga tidak memaksa situ untuk percaya pada saya"ucap ketus Ibunya Ridwan.


"Jangan-jangan Ibu mau bunuh diri tapi gagal xiixixixixi" kata pengujung lain diwarung itu.


"Jaga mulut sampahmu! Ini namanya pencemaran nama baik" ucap Ibunya Ridwan.


"Eits....mau cosplay Mas Ilham bu, nggak cocok hehehehe. Beda jauh bu kalau Mas Ilham itu punya power, baru natap aja yang ditatap udah copot dulu jantungnya. lah ibu, kalau lihat ibu nggak julid dulu kayanya ada yang kurang soalnya Ibu itu Ratu julid .Hahahahha" ucap Yang lainya sambil tertawa mengejek dengan muka ditekuk Ibunya Ridwan meninggalkan warung itu.


Setelah sampai dirumah dan membersihkan diri Ibunya Ridwan langsung kerumah Dita untuk melabraknya lagi.


"Dita....Dita...keluar kalau perempuan ******!" teriak Ibunya Ridwan begitu sampai dikediaman Dita.

__ADS_1


"Ada apa lagi sih bu, belum puas Ibu mencampakkan kami dan membuang kami begitu saja" sinis Dita.


"Hei denger ya perempuan nggak tau diri, penipu gara-gara kamu, aku terpisah dari cucuku hanya untuk menyayangi anak haramu itu" maki Ibunya Ridwan.


"Hei...Ibu Tini yang terhormat, dari awal Ibu sudah membenci mbak Aya dan anaknya jangan bawa-bawa saya dalam masalah ini, salah Ibu sendiri membeda-bedakan cucu" umpat Dita.


"Dasar perempuan nggak tau diuntung. gara-gara kamu, aku jadi hidup miskin dan penuh tekanan" ucap Ibunya Ridwan mendekati dan kemudian menjambak rambut Dita, Dita yang tidak terima langsung membalas menjambak dan mencakar mantan Ibu mertuanya.Aksi jambak-jambakan dan cakar-cakaran tak terhindarkan.


"Sudah-sudah Ibu ini bikin malu saja, sudah pada tua nggak malu, ribut sambil jambak- jambakan , Dan kamu Dita sama orang tua bukanya menghormati malah diajak gelud" ucap Ridwan yang tiba-tiba datang dan melerai perkelahian Ibunya dan mantan Istrinya.Ridwan sajak tadi curiga dengan gelagat Ibunya lalu diam-diam mengikutinya.


"Ibu, pulang sekarang!" ucap Ridwan menarik lengan Ibunya tak ingin menjadi tontonan warga.


"Awas saja Dita ini belum selesai!" teriak Ibunya Ridwan sambil berjalan mengikuti Ridwan.Tanganya terus saja diapit oleh Ridwan takut bikin ulah lagi.kemudian mereka meninggalkan kediaman Dita.


"Ooo....ternyata, Dinda ini anak hasil hubungan gelap to, pantas saja kelakuan anaknya nakal begitu rupanya dia anak haram" ucap tetangga dita.


"Pantesan aja pulang kerumah, ternyata sudah dicerai dari suaminya. Dapat suami juga hasil ngerampok suami Iparnya sekarang kena karma, Sukurin" ucap Warga.


Mereka juga menulisi rumah Orang tua Dita dengan tulisan rumah pelakor kami tidak sudi berbelanja dirumah pelakor dan penipu.


Setelah kejadian tersebut warung ditempat Ayahnya Dita menjadi sepi. Tak ada satu pun warga yang mau berbelanja di warung sembako Ayahnya Dita.Tak hanya sampai disitu warga juga melempari rumah orang tua Dita dengan kerikil.Dita dan keluarga benar-benar dikucilkan dari masyarakat.


Selama satu minggu Dita dan keluarganya jarang keluar rumah, begitu mereka keluar langsung dicaci dan dimaki warga.Di dalam rumah Dita membuka sosmednya dimana ia menyimpan kenangan masa-masa manis selama menjadi menantu kesayangan keluarga Ridwan.Kini semua berbanding terbalik dulu semua orang menyayanginya dan menjadikan ia nomor satu karena kehadiran Dinda kini bak seongok sampah uang tidak berguna.Ia membuka kenangan lama mendadak postingan pada saat Dinda ulang tahun kini banjir komentar negatif dari warganet, ribuan hujatan dilayangkan. Dita bener-bener frustasi dan menutup kolom komentar agar tidak banyak hujatan yang masuk ke accountnya.


Sanksi sosial yang diterima Dita sungguh tak pernah ia bayangkan sebelumnya.Kini Ibunya sakit-sakitan karena memikirkan tekanan dari tetangga dan gosib miring tentang Dita dan anaknya.Nasi sudah menjadi bubur andai mereka tau bakal kejadian seperti ini mereka tidak akan pernah menerima pinangan Aswan.

__ADS_1


Pagi hari Dinda sangat rewel, sepanjang hari ia menangis karena kangen dengan Ridwan dan Ibunya. Gadis kecil ini tidak tau apa yang terjadi antara Ibunya dan neneknya.Ia kangen dimanja-manja neneknya.


"Dinda kamu makan dulu ya nak, sejak kemarin sore kamu belum makan, nanti kamu sakit kalau tidak mau makan" ucap Dita membujuk anaknya.


"Inda ndak au akan, bial aja lapal. Inda cuma au nenek huaaaa.....a....a....aaa....aaa" Dinda kembali menangis histeris.Kedua orang tua Dita membantu menenangkan sang cucu hasilnya sama Dinda kekeh pingin ketemu Ridwan dan Ibunya.


"Bagaimana ini, Ibu/Bapak Dinda nggak mau makan dari kematin sore dia juga nggak berhenti nangisnya" ucap Dita bingung.


"Ibu juga pusing harus bagaimana, kalau kita kesana yang ada kita semakin dipermalukan oleh mantan mertua kamu" ucap Ibunya Dita.


"Tapi kita juga nggak ada cara lain bu, Dinda terus-terusan nangis dan tidak mau makan hik...hikss...hiks" ucap Dita sambil menangis.


"Kita sudah berusaha bujuk anakmu tapi lihatlah hasilnya, anakmu itu dulu terlalu dimanja jadi maunya harus dituruti.Sekarang kita yang repot kalau kaya begini" ujar Ibunya Dita.


"Prang...prang..." Dinda memecahkan perabotan rumah.


"Dinda apa yang kamu lakukan!" ucap Ibunya Dita.


"Maafkan dia Bu, dia masih anak-anak" ucap Dita.


"Ini nih, salah kalian anak kalian didik manja. Lihatlah sekarang hasilnya" maki Ibunya Dita.


"Huaa...nenek nakal! Pukul dia Ibu, malahi dia Ibu huaaa..." Dinda semakin menjadi.


"Terserah mau kamu apain anak kamu, Ibu pusing. lama-lama Ibu bisa darah tinggi, masalah yang kemarin saja belum selesai sekarang tambah lagi." ucap Ibunya Dita sambil memijat kepalanya.

__ADS_1


" Ya Tuhan.... Kenapa engkau hukum kami seperti ini, hiks...hiks..hiks"Ibunya Dita terus meratapi nasib.


"Ibu...Aku harus kerumah mas Ridwan sekarang" ucap Dita tiba-tiba karena tidak tahan melihat Dinda terus-terusan menangis dan tidak mau makan.


__ADS_2