NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Berubah jadi Ultraman


__ADS_3

Dita kini sudah masuk ruang operasi bersama Dinda.Mertua Dita dan Ridwan menunggu diluar.Mertua Dita hilir mudik,kesana kemari ia sangat gelisah menunggu Dinda operasi.


"Bu, duduk dulu!" ucap Ridwan melihat Ibunya dari tadi tidak tenang ia tau, Ibunya pasti memikirkan Dinda didalam ruang operasi sedang berjuang untuk kesembuhanya.


" Ibu khawatir Wan, Dinda.....hiks..his...hiks cucu nenek yang malang" Ibunya Ridwan terus saja menangis.


"Sudahlah bu, mau Ibu jalan kesana kemari, sampai jalanya licin kalau prosesnya belum selesai dokter juga belum akan keluar, jadi lebih baik disini duduk,diam lebih bagus lagi Ibu berdoa untuk kesembuhan Dinda" ucap Ridwan menasehati.


" Ibu itu khawatir, anak sekecil itu harus berjuang diatas meja operasi hik..hiks...hiks" Ibunya Ridwan terus menangis.


Beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruang operasi.


" Bagaimana keadaan cucu saya dok?," tanya Ibunya Ridwan yang sudah tidak sabar menunggu kabar Dinda.


"Apakah operasi Dinda sukses dok?" tanya Ridwan.


Ridwan dan Ibunya sendiri sibuk menayakan kondisi Dinda, tak ada satupun dari mereka yang menanyakan keadaan Dita.


"Bapak,Ibu .... Operasi Dinda berjalan dengan lancar, kita tinggal menunggu Dinda siuman.Tapi Ibu Dita saat ini kondisinya kritis" ucap dokter memberi keterangan pada Ridwan dan Ibunya.


" Terima kasih dok, atas bantuanya" ucap Ridwan dan Ibunya kompak.


" Sama-sama itu sudah menjadi tugas saya, kalau begitu saya permisi dulu" ucap dokter.Kemudian dokter meninggalkan Ridwan dan Ibunya.


" Syukurlah bu, Dinda selamat" ucap Ridwan.


" Ibu sangat bersyukur dan senang sekali Dinda selamat" ucap Ibunya Ridwan tak ada yang peduli dengan kondisi Dita.


"Setelah ini kita temui Dinda" ucap Ibunya Ridwan. Ridwan menganguk setuju.


Seminggu sudah berlalu hari ini Dinda diijinkan pulang, dan Dita juga sudah sadar namun harus rawat inap untuk menstabilkan kondisinya.Selama dirumah sakit Dita hanya ditemani oleh keluarga Dita.Sementara itu Ridwan beralasan mencari uang dan Ibunya beralasan menjaga Dinda dirumah.


Dita benar-benar tidak kerasan dirumah sakit ia rindu dengan Ridwan dan Dinda, Ia tetap memaksa pulang meskipun kondisinya belum pulih sepenuhnya.Orang tua Dita menyarankan agar Dita sementara tinggal dirumah orang tuanya agar ada yang merawatnya selama proses penyembuhan namun Dita ngotot tetap mau tinggal bersama Ridwan dan Ibunya.


" Ibu sudah pulang?" tanya Dinda sewaktu melihat Dinda pulang bersama kakek dan neneknya kini Dinda masih lemah ia berjalan dengan kursi roda.


"Iya ...Ibu kangen sama kamu" ucap Dita.

__ADS_1


"Sudah kangen-kangenanya nanti saja sekarang biarkan Ibumu istirahat dulu" ucap Ibunya Dita pada Dinda.


"Iya nek, nek boleh Dinda yang dolong Ibu" tanya Dinda pada Ibunya Dita.


"Jangan kamu masih kecil, nanti nggak kuat" ucap nenek Dinda.


" Huaaaaa....aaaa,nenek jahat huaaaaa" tangis Dinda melengking.


"Ada apa ini kenapa cucu saya menagis?" tanya Ibunya Ridwan.


"Dia mau dorong Ibunya tapi saya larang kasian dia masih kecil nanti malah jatuh bersama" ucap Ibunya Dita.


"Biarkan saja dia yang dorong kursi Ibunya, gitu aja kok dipermasalahkan sampai anaknya nangis kejer kaya gini" ucap Ibunya Ridwan.


"Nenek aku mau dolong Ibu" ucap Dinda.


"Iya nggak apa-apa, dorong aja" ucap Ibuya Ridwan, dengan semangat empat lima Dinda mendorong Ibunya.


" Brukk...." kursi roda menabrak kursi dan Dita jatuh.


" Aduh..., tolong!" ucap Dita.


"Kok cucu saya dimarahin? kasian kan dia, sama cucu sendiri galaknya kaya gitu" Ibunya Ridwan tak kalah sengit membela Dinda.


Sejak kejadian hari itu Ibunya Dita memutuskan untuk tinggal dirumah Ridwan agar bisa merawat Dita.Pertengkaran demi pertengkaran mewarnai hari-hari mereka.Ridwan selalu pulang larut malam untuk menghindari cek-cok dengan Ibunya sendiri dan mertuanya.Semenjak dari rumah sakit Dita semakin manja dan Ridwan semakin muak.


Diam-diam Ridwan menjalin hubungan lagi dengan Sila mantan kekasihnya.Ia selalu pulang malam dengan Alasan lembur nyatanya ia hanya menghabiskan waktu dengan Sila.


" Mas kamu kok lembur terus sih mas, kalau kamu lembur harusnya duitmu banyak dong.Lah ini lembur terus duit nggak ada, terus kamu ngapain aja diluaran sana?"cecar Dita.


" Dita kamu jangan cerewet jadi perempuan, aku bukan orang kantoran kaya dulu lagi.Walaupun aku lembur sampai pengkor uangnya juga cuman dikit" ucap Ridwan.


"Udah tau gitu, ngapain kamu lembur?" sewot Dita.


" Kalau aku nggak lembur kalian mau makan apa?" ucap Ridwan meninggi


" Kamu itu harusnya sadar, dulu waktu aku masih sama Aya uang dua puluh ribu itu cukup untuk kebutuhan sehari-hari, Lah kamu dikasih uang lima puluh ribu masih ngomel dasar perempuan nggak tau terima kasih" umpat Ridwan.

__ADS_1


"Mas kamu itu gimana sih, asal kamu tau jajannya Dinda aja dua puluh ribu perhari, belum harga minyak, beras, gula semua pada naik" ucap Dita tak kalah sengit


"Terserah..." ucap Ridwan.


"Ini ni yang bikin aku malas pulang, suami datang bukanya disambut dengan kata-kata manis malah ditodong macam-macam" ucap Ridwan lagi.Kemudian ia pergi meninggalkan Dita yang masih marah-marah.


Sementara itu Cahaya,Narayan dan Arman sedang jalan-jalan ditaman kota.Ketiganya nampak seperti sebuah keluarga yang harmonis.Disaat Narayan sedang bermain tiba-tiba ia berlari menghampiri Cahaya dan Arman.


" Kenapa lari-lari nak, kita nggak kemana - mana kenapa panik begitu" tanya Cahaya melihat putranya seperti orang sedang ketakutan.


"Ibu,Om ....ayo kita puwang!"ucap Narayan sambil menarik-narik tangan Cahaya dan Arman.


"Iya jagoan, kita akan segera pulang tapi Om Arman boleh nanya kenapa tiba-tiba Narayan pingin ngajak pulang?"tanya Arman dengan lembut.


Narayan hanya mengeleng lalu mengeratkan pelukanya pada Arman namun sudut matanya terus melirik kesuatu arah.Arman mengikuti arah pandang Narayan.


"Ohh....Om tau apa yang bikin kamu takut" ucap Arman.


"Emangnya apa yang bikin dia takut mas?" tanya Cahaya penasaran.


"lihatlah kearah samping kanan!" ucap Ridwan dan Cahaya mengikuti perintah Arman.


"Ya Tuhan....dia lagi!, et...tunguuuu tungu dia sama siapa itu?" tanya Cahaya kepo.


" Kamu cemburu?" tanya Arman dengan nada tidak suka.


"Idih...enggak banget deh" ucap Cahaya.


"Ayo Om, Ibu ....kita pergi" ucap Narayan.


"Iya sayang kita segera pergi dari sini, kasian Ibumu kepanasan" sindir Arman.


"Apaan sih Mas, jangan mulai deh!" ucap Cahaya.


"Sayang sebenarnya kamu nggak perlu takut lihat Ayah kamu dia nggak bakal deketin kamu lagi, Om jamin itu" ucap Arman.


"Emangnya tenapa nggak belani deketin nalayan, Apakah nanti kalau Ayah nakal Om Alman akan belubah jadi ultlamen lalu menyelamatkan kita" ucap Narayan polos.

__ADS_1


"Om Arman nanti akan berubah jadi Hulk kalau Ayah kamu deketin kita" ucap Cahaya. Dengan polosnya Narayan percaya dengan ucapan Ibunya kini ia tidak takut lagi karena merasa ada super hero yang akan menyelamatkanya.


__ADS_2