NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Kabar bahagia ditengah huru hara


__ADS_3

"Aya, bangun sayang! Jangan begini" Arman shock melihat Aya yang pingsan, sementara itu Ridwan tanganya gementar ia menatap tanganya sendiri, ya, tangan itu yang melukai Aya wanita yang sangat dicintainya.Bertaun-tahun hidup bersama Aya tak pernah sekalipun ia main fisik pada istrinya tapi kini dengan tanganya sendiri ia melukai Aya.


Saat hendak mendekat, meraih Cahaya "Berhenti brengsek!, sekali kau melangkah akan kupatahkan batang lehermu" ancam Arman.Namun ia tak mengindahkan ucapan Arman ia terus saja mendekati Aya.


"Bugh...bugh...bugh" dari belakang Rita langsung memukul Ridwan dengan gagang sapu.


"Pergi nggak!, kalau nggak pisau ini akan kutancapkan diotakmu yang nggak guna itu" Ancam Rita sambil mengacungkan sebuah pisau entah dari mana ia mendapatkanya.Dengan gemetaran Rita mendekat dan menakut-nakuti Ridwan, sebenarnya dia sendiri juga ngeri melihat peringai Ridwan. Sekuat tenaga ia sembunyikan rasa itu dan seolah-olah ia ingin mengintimidasi Ridwan padahal dirinya sendiri sedang ketakutan setengah mati.


"Jangan main-main kamu dengan benda itu Rita" ucap Ridwan yang bergidik melihat pisau tajam yang diarahkan kepadanya dengan perlahan ia mundur.


"Pak, Bawa mbak Aya ke Rumah sakit! cecunguk ini biar jadi urusan saya" ucap Rita.Secepat kilat Arman mengendong Aya dan membawanya kedalam mobil untuk dibawa kerumah sakit.


Sementara itu temanya Rita yang mendengar keributan diatas langsung berlari keluar mencari bantuan dan mengajak warga naik keatas keruangan Aya.


"Kamu lagi!, kamu kan yang beberapa waktu lalu bikin keributan" teriak seorang warga.Ridwan langsung ketakutan melihat warga berdatangan mengerubunginya.


"Ampun bang, saya khilaf bang" ucap Ridwan tak ingin mati konyol karena amukan warga.


"Bawa ke kantor polisi saja pak!" ucap Rita.


"Kita tidak bisa bikin laporan, yang harus bikin laporan harus Pak Arman sendiri, kita hanya sebagai saksi sedangkan pelapor harus pihak korban" kata salah seorang warga.


"Tapi dia kalau tidak diberi pelajaran dia akan bikin onar lagi" ucap salah seorang dari mereka.


"Kita beri pelajaran sebentar saja, semua orang bebas menghukum dia maximal 1x. Jangan sampai dia mati nanti malah kita yang kena masalah" ucap salah seoarang warga.Lalu satu persatu mereka menghukum Ridwan, ada yang menendang, memukul ada yang cuma menjewer bahkan ada yang meludahi Ridwan, Ridwan benar-benar tak berdaya saat ini.


Sementara itu Arman yang membawa Istrinya kerumah sakit, sepanjang perjalanan ia terus berdoa, mulutnya terus komat - kamit, hatinya benar-benar kalut perjalanan terasa sangat lama ia sudah tidak sabar ingin segara sampai kerumah sakit, tanpa terasa air matanya mengalir deras tanpa permisi.

__ADS_1


"Suster tolong istri saya!" begitu sampai di rumah sakit Cahaya langsung dibawa ke UGD, sepanjang menunggu istrinya ditangani di dalam ia mondar-mandir seperti setlika, dalam hati ia terus berdoa semoga istrinya tidak kenapa-napa.


"Ceklek " pintu dibuka nampak dokter keluar dari ruangan dimana Cahaya di rawat.Arman langsung menghampiri dokter dan memberondong pertanyaan.


"Dok bagaimana keadaan istri saya?, dia baik-baik saja kan dok, tidak ada yang serius kan dok, apa dia sudah sadar sekarang?" Arman langsung mencecar dokter


"Satu-satu jawabnya pak, Saya tau Bapak khawatir dengan istrinya" ucap dokter sambil tersenyum


" Maafkan saya dok, saya panik banget soalnya. Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Arman pada akhirnya.


"Istri Bapak dan janinya baik-baik saja, dia hanya shock saja dan ada sedikit memar nanti juga bisa dibawa pulang" ucap dokter


"Apa dok? Janin? Jadi istri saya hamil dok?" ucap Arman seolah tak percaya dengan apa yang dikatakan dokter


"Jadi Bapak belum tau kalau istrinya hamil? Ini anak yang pertama ya , kalau begitu selamat ya" ucap sang dokter


"Boleh pak, silahkan setelah kondisinya membaik saya sarankan untuk ke dokter obgyn untuk memantau kondisi janin pasien" ucap sang dokter itu sebelum meninggalkan Arman.


"Sekali lagi terima kasih dok" ucap Arman. Kemudian ia segera masuk menemui Aya.


"Sayang....kamu sudah bangun, jangan banyak gerak dulu" ucap Arman ketika sudah ada didalam ruangan bersama istrinya.


"Memangnya kenapa mas? Aku kenapa kok nggak boleh gerak dulu ada yang serius" tanya Cahaya panik.


"Nggak apa-apa sayang, kamu dan calon anak kita baik-baik saja" ucap Arman sambil mengelus perut rata Cahaya.


"Ca...lon anak kita mas? Maksud kamu aku hamil?" tanya Cahaya ingin memastikan apa yang ia dengar barusan.

__ADS_1


"Iya sayang, didalam sini ada Arman junior tolong kamu jaga dia yah, kamu nggak boleh cape, kalau mau apa-apa harus bilang sama aku" ucap Arman mulai protektive.


"Alhamdulillah....aku senang banget mas, aku malah nggak tau kalau aku hamil mas" ucap Cahaya sambil mengelus perut ratanya.


"Aku harus memberitahu Mama pasti ia seneng banget denger kabar ini" ucap Arman. Sembari terus mengecup tangan istrinya


"Narayan pasti juga seneng banget denger kabar ini, dia yang paling antusias ingin punya adek" ucapnya lagi.


Karena terlalu antusias dengan kabar kehamilan Cahaya Arman sampai melupakan soal Ridwan, hari itu juga Aya diperbolehkan pulang, Arman benar-benar memperlakukan Aya bak putri raja.


"Mas, aku ini hanya hamil nggak lumpuh masa harus pake kursi roda sih mas" protes Aya dengan sikab Arman yang berlebihan.


"Kamu nurut aja demi kebaikan kamu dan adek bayi" ujar Arman kekeh untuk menyediakan kursi roda untuk istrinya, dengan alasan ia tak ingin istrinya kecapean.


"Mas, aku itu hamil sudah dua kali.Dulu aku hamil sambil bekerja Narayan baik-baik aja, jadi aku harap kamu nggak usah lebay deh mas" ucap Aya yang tidak nyaman dengan sikab berlebihanya suaminya.


Tak lama kemudian datang. Seorang perempuan paruh baya yang masih cantik dengan penampilan yang elegan memasuki rumah Aya dan Arman siapa lagi kalau bukan Yulia, begitu datang ia langsung memeluk menantu kesayanganya.


"Selamat ya sayang, kamu mau kasih mama cucu lagi, mama sangat senang mendengarnya. Kamu harus makan makanan yang sehat nggak boleh terlalu capek" ujar Yulia sambil memeluk menantu kesayanganya.Cahaya sangat terharu meskipun ini bukan kehamilan yang pertama namun semua orang sangat antusias menyambut calon anaknya, ia dulu ingat semasa mengandung Narayan tak ada yang peduli dengan kandunganya bahkan Ridwan malah menyalahkannya atas kehamilanya.kini semua telah berlalu keadaan berbanding terbalik semua orang sangat senang mendengar kabar bahagia ini.


"Gimana ceritanya sampai masuk rumah sakit segala?" tanya Yulia, seketika Arman baru mengingat bahwa ia harus menyelesaikan masalahnya dengan Ridwan.


Tbc...


jangan lupa like,comment dan masukin si fav kalian yahhh


Lovee u all

__ADS_1


__ADS_2