NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Belum ada titik terang


__ADS_3

Aya sudah memesan taxy online, namun Yulia memaksanya agar diantar sopir Arman, Akhirnya Aya malam itu meninggalkan kediaman Arman dengan sejuta luka, selepas kepergian Aya, Yulia langsung bergegas masuk dan menemui Arman.


"Man...tok..tok...tok, buka pintunya" teriak Yulia dari luar kamar.


"Ceklek" pintu kamar dibuka nampak Arman dengan wajah frustasinya, keadaan Arman tidak jauh beda dengan Aya yang Yulia lihat barusan.


"Ada apa sih ma?, Arman cape lagi banyak pikiran" kata Arman.


"Mama mau bicara!" ucap Yulia


"Dari tadi Mama udah bicara terus, ngapain pake ijin segala" sewot Arman.


"Apa yang sebenarnya terjadi antara kamu dan Aya?, Mama lihat kalian berdua sama-sama dalam keadaan kacau" tanya Yulia yang sudah tidak sabar mendengar jawaban dari putranya. Arman mulai menceritakan Detail masalah apa yang terjadi diantara keduanya.


"Sekarang Mama tanya, Apa yang sudah kamu katakan pada Aya hingga dia nekat pergi?, nggak mungkin dia pergi kalau hanya masalah Shella" tanya Yulia.


"Tadi Arman cuma bilang, kalau Arman itu cinta sama dia, kalau nggak cinta ngapain Arman nunggu dia, sedangkan ada Shella yang jelas-jelas masih gadis" ucap Arman tanpa dosa


"Apa kamu bilang?, Arman! Mama nggak habis pikir sama kamu kalau kamu bisa ngomong kaya gitu sama Aya pantes saja dia marah, secara tidak langsung kamu bandingin status dia yang janda dengan Shella yang gadis, pasti di tersinggunglah, hadeh...Mama pusing!" ucap Yulia.


"Ma, Arman nggak bermaksud membandingkan dia dengan Shella, Arman cuma pingin dia ngerti aja kalau Arman itu nggak cinta sama Shella" ucap Arman.


"Arman, Arman, ucapan kamu barusan itu menyakiti Aya, jadi janda itu bukan keinginan dia, lagian yang ngejar-ngejar dia dari awal kan kamu, kok kamu malah kaya gitu sih" sungut Yulia.


"Arman salah ya Ma,Arman harus bagaimana?" tanya Arman kebingungan


"Tau ah, lap" ucap Yulia.


"Terus apa lagi yang kamu bilang kedia, Aya bilang kamu sudah talak dia" tanya Yulia

__ADS_1


"Sumpah Ma!, Arman nggak mentalak dia, Arman cuma bilang kalau dia berani keluar kamar jangan harap bisa kembali gitu aja" ucap Arman


"Itu sama aja talak satu Man, hadeh Mama nggak habis pikir sama kamu" ucap Yulia.


"Ma, Arman ngomong kaya gitu, maksud Arman agar dia tidak keluar kamar dan pergi malah meninggalkanku, Arman nggak tau kalau itu adalah Talak Ma" ucap Arman sangat frustasi. Yulia hanya diam seribu bahasa ia tidak tau lagi harus ngomong apa pada Arman.


"Ma, Sekarang Arman harus bagaimana Ma, Arman nggak mau kehilangan Aya Ma" ucap Arman putus asa


"Makanya kalau ngomong itu mikir dulu" kata Yulia, Ia sangat jengkel dengan putranya.


"Sebaiknya kamu selesaikan masalahmu dulu dengan Aya, biar Mama yang jaga Narayan.


Setelah mendengar perkataan dari Yulia Arman langsung bergegas menuju kekediaman Cahaya meskipun sudah malam ia tidak peduli.Sesampainya disana ia tidak diijinkan masuk oleh para penjaga karena tadi sebelum masuk rumah Aya sudah berpesan bila Arman datang tidak boleh masuk.Arman terus menunggu diluar gerbang rumah.Ia menghubungi Aya berkali-kali namun sama sekali tidak digubris oleh Aya, ia mengirim pesan intinya dia meminta maaf, sekian lama pesan hanya dibaca saja, setelah dua jam pesan dibalas oleh Aya, ia sangat senang dan antusia membaca pesan Aya.


"Maaf, kita bukan muhrim lagi sebaiknya bila anda bertamu disiang hari tolong pergi dari rumah saya, kami butuh istirahat" begitulah bunyi pesan Cahaya.Arman lemas seketika setelah membaca pesan dari Aya.Arman memutuskan untuk tidak pulang semalam suntuk ia menunggu di depan gerbang rumah Cahaya. Hingga pagi hari Aya tidak keluar rumah ia melihat cctv rumahnya terlihat Arman disana, ia sebenarnya kasian tapi hatinya masih sakit lalu ia menyuruh Artnya untuk memberikan segelas teh dan setelah itu ia menyuruh para penjaga untuk mengusir Arman.


"Shella, dimana Mama kamu?" tanya Yulia tanpa basa-basi


"Ada tante didalam, tante langsung aja kedalam" kata Shella


"Pasti Aya, udah kabur dan tante Yulia tau kalau akulah yang pantas buat Arman" batin Shella senang.


Setalah sampai didalam Yulia langsung cipika, cipiki dengan Mamanya Shella dia langsung mengutarakan maksud kedatanganya.


"Jeng Maksud kedatangku kesini ada yang ingin aku bicarakan denganmu soal anak-anak kita" ucap Yulia.


Shella sengaja menguping pembicaraan Mamanya dan Yulia.


"Anak-anak kita? Maksudnya aku dan Arman, oh my god" batin Shella kegirangan

__ADS_1


"Maksud jeng bagaimana? Saya kurang faham tentang maksud jeng dengan kata anak-anak kita" tanya Mamanya Shella.


"Ih...Mama gimana sih, kan udah jelas kalau itu Artinya tante Yulia melamar aku" batin Shella


Yulia menceritakan kisruh rumah tangga anaknya yang disebabkan oleh Shella, dia juga meminta kedua orang tua Shella untuk mengawasi Shella agar tidak menganggu rumah tangga Arman dan Cahaya lagi, Mamanya Shella sangat malu dengan kelakuan Shella berkali-kali ia meminta maaf pada sahabatnya ini, Yulia juga menceritakan tentang acara tasyakuran kehamilan Aya yang hampir dirusak oleh Shella.


"Atas nama Shella kami mohon maaf yang sebesar-besarnya jeng, kami janji dan kami pastikan bahwa Shella tidak akan menganggu rumah tangga Arman lagi" ucap Mamanya Shella sambil tertunduk malu atas perbuatan anaknya.


"Kalau begitu saya pamit dulu jeng, saya pegang janji jeng tapi, kalau nantinya Shella bikin ulah lagi, saya pastikan saya sendiri yang akan bertindak" ucap Yulia sambil berlalu meninggalkan kediaman Shella.


Setelah kepergian Yulia, Shella langsung disidang kedua orang tuanya.


"Shella, apa yang kamu lakukan! Kamu bikin malu saja" umpat Mamanya Shella.


"Ma, Arman itu milikku Ma, perempuan kampung itu nggak pantas buat Arman Ma, aku cuma bantu Arman agar jauh dari perempuan kampung itu" sanggah Shella.


"Plak...." satu tamparan mendarat di pipi mulus Shella.


"Mama kenapa tampar Shella, hiks..hiks..hik" Shella menangis.


"Mama tampar kamu agar kamu bangun dari mimpi kamu! Sadar Shella, Arman itu sudah beristri jaga batasan kamu, kamu ini perempuan baik-baik jangan jadi pelakor, Mama nggak rela anak Mama jadi seorang pelakor" umpat Mamanya Shella.


"Mama ini kenapa malah nyalahin aku, harusnya Mama dukung aku, anak Mama hik...hik..hiks, Mama sudah nggak sayang lagi sama Shella" Shella mulai ngedrama.


"Mama lakuin ini justru karena Mama sayang sama kamu, Mama nggak mau kamu semakin terjerumus semakin dalam, menuruti egomu" ucap Mamanya Shella.


Tbc...


Jangan lupa Like,comment, favorite, vote dan kopi juga boleh

__ADS_1


__ADS_2