
Seminggu setelah pesta tasyakuran kehamilan Aya, Arman tidak mengijinkan lagi Aya untuk ketoko. Laki-laki ini semakin posesif saja begitupun dengan Yulia, hari ini Aya merasa sangat bosan dirumah ia meminta ijin pada Arman untuk menengok rumah yang dulu ia tinggali bersama Ilham, dengan segala bujuk rayu akhirnya Aya diijinkan untuk pulang kerumah lamanya ditemani dua bodyguardnya, Arman juga menyuruh Rita untuk libur satu hari guna menemiani Aya dirumah lamanya agar istrinya itu tidak bosan dan keluyuran lagi, ia tak ingin kejadian serupa terjadi kembali pada istri dan calon anaknya.
"Pagi mbak Aya yang Cantik" sapa Rita ketika sampai dirumah Aya yang lama
"Kok kamu disini Tha?" tanya Aya heran pasalnya ia tidak memberitau Rita kalau hari ini ia berkunjung ke rumah lama.
"Yang pertama karena Rita kangen sama Mbak Aya, yang kedua karena disuruh Pak Arman untuk menemani mbak Aya disini" kata Rita
"Oh..ya udah, syukurlah kalau begitu aku jadi ada temen disini" ucap Aya.
"Kan sini juga banyak temen, ada bibik ada dua algojo juga hihihi...." kata Rita sambil tertawa.
"Kamu ada- ada aja" ucap Aya.
"BTW, selamat atas kehamilan keduanya ya mbak, ternyata pak Arman tokcer juga" goda Rita .
"Kamu ngomong apaan sih Tha, gaje banget" sewot Cahaya.
"Tin..tin..tin" terdengar suara klakson dari luar rumah. Tak lama kemudian penjaga rumah masuk dan memberitau bahwa ada tamu untuk Aya.
"Pagi Bu, diluar ada tamu yang penampilanya kaya badut mau ketemu Ibu, dia bilang namanya Sukirman" kata penjaga.
"Pffffttttt" Rita langsung tertawa namun ditahanya.
"Suruh pergi saja, bilang aku nggak ada" kata Cahaya.
"Jangan mbak, orang hamil itu harus senang wong ada badut gratis kok malah diusir, lumayan buat hiburan. Dia nggak bakal macam-macam kalau macam-macam pasti di kek sama dia"
ucap Rita sambil melirik Bodyguard Aya.
Tak lama kemudian Sukirman masuk, dengan sejuta gayanya, baju kuning celana hijau di tambah rantai maksudnya agar terkesan garang namum malah terlihat seperti badut ancol dan kacamata hitam melengkapi penampilanya kali ini.
"Assalamualaikum dek Aya, abang datang" ucap Sukirman dengan begitu percaya diri memasuki rumah Aya, tak henti-hentinya Rita menahan tawa.
__ADS_1
"Rita, awas kalau kamu kabur" bisik Aya pada Rita.
"Abang datang kok diem aja? Ada tamu itu harusnya di sambut apalagi tamunya abang yang fenomenal ini" ucap Sukirman penuh percaya diri.
"Kalau tamunya Juragan Sukirman Rita jadi mendadak mules, pfffftttt" ucap Rita sambil menahan tawa.
"Aku kesini bukan untuk bertemu kamu, singkirkan segala pikiranmu untuk mencintaiku" ucap Sukirman percaya diri
"Kamu nggak nanyain kabarku dek Aya?" tanya Sukirman.
"Sayangnya enggak tuh" jawab Aya malas.
"Padahal jauh-jauh dari kampung aku kesini, aku udah berkorban banyak hanya demi bisa bertemu kamu, aku korbankan waktuku harusnya hari ini aku menyetorkan pete-peteku tapi demi kamu aku rela kemari" ucap Sukirman.
"Kan Aya nggak nyuruh, salah siapa coba?" tanya Aya.
"Dek Aya jangan begitulah, aku kesini itu karena aku peduli sama kamu dan calon anakku, siapa lagi coba yang mau sama janda selain aku" ucap Sukirman dia belum tau kalau saat ini Aya sudah menikah bahkan berbadan dua.
"Pffffttt" spontan Rita dan Aya ketawa bareng.
"Sini nggak ada minum" ucap Aya
"Masa rumah segede gini nggak ada air minum, susu, teh tau soda gembira begitu" ucap Sukirman
"Kamu pikir ini warung?" ucap Rita.
"Kalau nggak ada ya belilah" ucapnya
"Warung disini tutup semua takut sama kamu" ucap Aya yang mulai jengah
"Kita duduk dulu sebentar, kamu duduk disini ada hal yang ingin aku bicarakan sama kamu" ucap Sukirman seoalah dia tuan rumah.
"Mau apa dia Tha?" bisik Aya ditelinga Rita.
__ADS_1
"Mana saya tau mbak" ucap Rita berbisik.
"Aya setelah melewati proses yang panjang, melalui meditasi, semedi juga termasuk sholat istikaroh aku memutuskan untuk melamarmu, bagaimanapun kamu adalah seorang janda yang harus dilindungi dan dijaga aku rela menjadi ayah dari anak Yatim, kata orang-orang memelihara anak Yatim adalah ibadah yang paling mulia, maka dari itu ijinkan aku untuk meminangmu sekaligus menjadi ayah dari anakmu yang Yatim itu" ucap Sukirman.
"Anak saya bukan anak Yatim, bapaknya masih ada dan segar bugar" jawab Aya.
"Kan sama saja dengan anak yatim karena dari kecil ia tidak diurusi oleh bapaknya itu sama saja dia anak Yatim" ucap Sukirman ngaco.Mendengar ucapan Sukirman Rita terpingkal-pingkal
"Mbak Aya, benarkan ada pertunjukan gratis" ucap Rita.
"Pertunjukan gratis pala loe peyang" ucap Aya sambil mendelik sebal
"Akan menjadi ladang pahala bagi saya bila menafkahi janda terlantar dan anak yang disia-siakan oleh bapaknya" ucap Sukirman seolah dia orang bijak.
"Juragan Sukirman kok nggak punya pendirian banget sih?, katanya kemarin sukanya sama Binar kok sekarang sama Mbak Aya" pancing Rita.
"Aya dan Binar itukan saudara jadi harus saling mengalah, Binar berbaik hati mengalah untuk kakaknya dia masih gadis masih banyak pria yang mau menikahinya.Kalau aku prinsipku hidup hanya sekali akan aku gunakan sebaik-sebaiknya untuk beribadah contohnya ya seperti ini menikahi janda dan anak terlantar" ucap Sukirman.
"Sudah mgelanturnya?" tanya Aya mulai bosan menghadapi Sukirman
"Keluargamu menutupi keberadaanmu berkali-kali aku kesini tapi tidak bertemu dengan kamu dengan begitu teganya mereka bilang bahwa kau sudah memiliki pendamping hidup, itu adalah hal yang mustahil karena aku tau sebenarnya kamu masih menungguku, aku akan segera mewujudkan impian kita menuju pelaminan dan bahagia selamanya, aku ingin nantinya kamu punya anak sepuluh dariku biar menjadi kesebelasan jadi nanti kalau ada pertunjukan sepak bola bisa jadi satu tim" ucap Sukirman lagi nglantur.
Diam-diam tanpa sepengetahuan Sukirman, Aya mengirim pesan kepada suaminya agar menjemputnya di kediaman rumah lamanya.
Tak lama setelah Aya mengirim pesan terdengar deru mobil dari Arah depan rumah, dua bodyguard Aya langsung hormat pada Arman, melihat pemandangan didepanya Sukirman langsung ciut dan tak bisa berkata-kata lagi.Begitu Arman datang Aya langsung mencium pungung tangan Arman dan Arman langsung menghujaninya dengan ciuman di kepala, kening, pipi lalu memeluknya.
"So sweet!" ucap Rita.
"Kamu siapa?" Tanya Sukirman.
"Saya yang harusnya tanya sama kamu? Kamu siapa?" ketus Arman.
Melihat lirikan maut dari Arman kedua bodyguard Arman mendekat lalu meregangkan kedua tanganya seolah mereka sedang pemanasan, Sukirman semakin ciut ia lalu kabur. Kejadian itu langsung membuat Rita terpingkal-pingkal.
__ADS_1
"Ketawa aja terus sampai gigi kamu kering" ucap Aya sebal