
" Ma...mau apa kamu Mas ?" tanya Cahaya saat Arman mendekatinya ,Cahaya perlahan mundur dan terus mundur hingga akhirnya mentok didinding namun Arman terus mendekatinya dan mengunci pergerakanya dengan menempelkan kedua tanganya didinding belakang Cahaya .
" Kamu mau tanya aku mau apa ? " tanya Arman dengan sorot mata sulit diartikan .Kemudian ia merengkuh tengkuk Cahaya dan menempelkan bibirnya dibibir Cahaya lalu ********** .Cahaya tentu saja gelagapan ia tak menyangka Arman akan melakukan ini padanya .Namun hal bodoh yang ia lakukan adalah menikmatinya Sesaat lamanya mereka terbuai dalam pusaran ciuman mereka .Kemudian Cahaya tersadar dan mendorong Arman.
" Kamu apaan sih mas ?" ucap Cahaya dengan wajah merona .ia merutuki kebodohanya sendiri yang larut dalam ciuman Arman.
" Ini adalah pembuktian bahwa aku masih normal ,lain kali jangan bilang kalau aku menyukai adekmu .Ingat aku masih normal ! " ucap Arman Seraya meninggalkan Cahaya yang masih membeku ditempatnya .Arman ke kamar Cahaya untuk membetulkan kran dikamar mandi Cahaya.
" Ah.... Apa yang barusan aku lakukan , apakah dia marah ?" batin Arman sembari membetulkan kran yang sengaja dirusak Ilham .Jantungnya seolah tidak mau berhenti mereog setelah kajadian tadi .
Sementara Cahaya masih membeku ditempatnya .ia meraba bibirnya .
" Apa yang aku lakukan , kenapa aku pasrah ketika ia menciumku dan aku malah menikmatinya dia pasti berangapan aku wanita gampangan , Cahaya kamu bodoh...bodoh..bodoh kenapa kamu bodoh banget sih mudah banget terpedaya .Ingat kamu jangan Ge er dia mencium kamu karena tidak suka dibilang Homo " Cahaya terus merutuki kebodohanya.
Sesaat kemudian Arman keluar dari kamar Cahaya .keduanya nampak canggung . Hening tak ada percakapan diantara keduanya .mereka sibuk dengan perasaan masing - masing Hingga tiba - tiba Narayan Nangis ia baru bangun dan mencari Ibunya .
" Ibu....huwaaaa...." tangisan Narayan sukses membuyarkan lamunan keduanya.
" Anak Ibu yang ganteng udah bangun ?" tanya Cahaya
" Au andi ...cama om Alman " ucap Narayan .
" Kamu mau mandi sama om Arman ? let' s go boy " ucap Arman langsung mengendong Narayan .
Lagi - lagi Cahaya bingung harus bersikab bagaimana kemudian ia menyiapakan peralatan Mandi Narayan dan baju ganti .Ia hanya bisa mengintip dari luar melihat Narayan dan Arman saling bercanda .Hatinya menghangat ia belum pernah melihat Narayan dimandikan laki - laki lain selain Ilham dan Bapaknya .Tak lama kemudian Arman dan Narayan keluar dari kamar mandi .
" Mas bajumu basah , aku ambilkan bajunya Ilham dulu .Sepertinya ukuran baju kalian sama " ucap Cahaya kemudian ia beranjak menuju kamar Ilham .
" Ibu.... " teriak Narayan.
" Ya sayang ,ada apa ?" tanya Cahaya sambil menoleh melihat Narayan.
" Cini ..." ucap Narayan sambil melambaikan tangan .
__ADS_1
" Bentar sayang Ibu ,ambilkan baju Om Arman dulu " ucap Cahaya .
" Mauna cekalang " ucap Narayan .
" Baiklah..." ucap Cahaya kemudian ia berbalik dan mendekati Narayan kemudian Narayan mengandeng tangan Ibunya dan menyatukanya dengan tangan Arman .
" Ibu ...Nalayan mau puna papa Om Alman " ucap Narayan tiba - tiba membuat kedua orang dewasa itu sama - sama kaget .
" Narayan tidak boleh begitu ? Nanti pacarnya Om Arman marah " ucap Cahaya .
" Aku tidak punya pacar dan aku mau jadi papanya Narayan " ucap Arman .
" Hole....aku puna papa " ucap Narayan kegirangan .
" Apa maksud laki - laki ini ? Apa itu artinya dia suka padaku apa itu artinya dia nembak aku " batin Cahaya .
" Ayo jagoan papa .kita jalan - jalan biarkan Ibumu bengong sendiri sampai sukses " ucap Arman.
" Kalau kalian pergi aku sama siapa ?" pertanyaan bodoh keluar dari mulut Cahaya.
" Buruan ganti baju ,kita ke Taman safari " ucap Arman .
" Aku diajak ?" ucap Cahaya seraya menunjuk pada diri sendiri .
" Enggak ! ...ya iyalah , nanti kalau aku lagi nyetir siapa yang jagain Narayan " ucap Arman .
Setelah bersiap - siap ,kini ketiganya seperti keluarga Bahagia yang sedang berlibur .Arman mengenakan Baju Ilham membuat otot - otot lenganya yang kekar tercetak sempurna .Baju itu press body ditubuh Arman karena badan Arman lebih besar dari pada tubuh Ilham .
Sepanjang perjalanan menuju Taman Safari Narayan terus berceloteh bocah berusia empat tahun itu sangat bahagia sekali .Seumur - umur baru bisa merasakan keluarga yang lengkap seperti sekarang ini .Meskipun hubungan Aya dan Arman masih abu - abu tapi bocah itu sangat antusias.
" Wah... Bener - bener keluarga yang harmonis , Papanya ganteng mamanya cantik anaknya apalagi sungguh mengemaskan " ucap salah seorang pengunjung .
" Andai Ibu tau ,kami bukan keluarga " batin Cahaya.
__ADS_1
Rupanya ada sepasang mata yang tak lepas mengamati gerak - gerik mereka dia adalah Dita mantan madu Cahaya . Rupanya perempuan tambun ini juga sedang berlibur dengan ibu - ibu se RT kampung Dita .disana tampak juga mantan mertua Cahaya mengikuti acara itu.
" Dita .... Bukanya itu mantan Ipar sekaligus mantan madumu , wah cantik sekali dia dan siapa itu yang bersamanya ganteng sekali " ucap tetangga Dita .
" Sialan dari tadi aku pura - pura tidak melihat ,malah dikasih lihat dasar tetangga julid .Mbak Aya ini pakai pelet apasih kenapa semua laki - laki tergila - gila padanya " batin Dita ia tidak suka melihat kebahagiaan Aya.
" Bu Tini ...liat mantan mantu Ibu dia sudah punya pasangan ,keliatanya juga bukan orang sembarangan dari pakaian yang dia kenakan sudah kelihatan sekali " ucap Tetangga mertua Dita yang melihat Aya ,Narayan dan Arman.
" Hallah paling itu juga laki orang , liat aja paling bentar lagi juga dilabrak orang .Logikanya mana ada laki - laki lajang yang mau dengan janda anak satu kaya nggak ada perawan aja " ucap Mantan mertua Cahaya.
Pada saat tidak sengaja berpapasan dengan Cahaya ,Dita dan mertuanya kompak pura - pura tidak kenal .
" Ibu , Dita ? Kalian disini juga ? Kalian apa kabar ?" tanya Cahaya Ramah.
" Dita ,Bu Tini kalian disapa kok diem aja ? " tanya salah seorang Ibu - ibu tetangga mereka
" Kita nggak kenal dengan pelakor " ucap Mertua Dita
" Apa maksud Ibu ?" tanya Arman meradang
" Ya ....tau sendirilah disini siapa pelakornya ?" sindir mertua Cahaya pada Cahaya.
" Ya jelaslah bu ,semua orang disini tau siapa pelakornya .Ini menantu Ibu ini pelakornya yang sudah merebut mantan suami Cahaya tapi saya berterima kasih sama dia berkat dia saya bisa dekat dengan Cahaya " ucapan Arman membungkam telak mulut Dita yang ingin ikut membuly Cahaya.
" Heh... Kamu laki - laki tidak tau diri .Pulang sana anak dan Istrimu nunggu dirumah kamu malah disini pacaran .Dan kamu Aya , sebutan apa yang pantas untuk perempuan yang pacaran dengan suami orang " tuduh Mantan mertua Cahaya.
" Jaga ucapan Ibu ! Saya bukan perempuan seperti yang Ibu tuduhkan " ucap Cahaya geram.
" Siapa yang dicari Istrinya ? , Ibu pikir saya seperti Ridwan putra Ibu yang doyan selingkuh .Saya masih lajang jadi saya bebas jalan dengan siapapun dan Aya juga wanita bebas dia tidak punya ikatan dengan siapapun jadi dia bebas mau bersama siapapun , Saya bisa laporkan Ibu atas pencemaran nama baik " Ancam Arman.
Seketika Dita dan mertuanya pucat pasi mendengar Ancaman Arman.
" Huuu...uu ,makanya bu , kalau ngomong dipikir dulu jangan asal ceplas - ceplos kena batunya kan sekarang " ucap Ibu - ibu yang lain .
__ADS_1