
"Shella, kamu tidak ingin melaporkan masalah ini pada yang berwajib?" tanya Cahaya.
"Enggak Aya, itu sama saja mempermalukan diriku sendiri, hiks...hik..hiks" ucap Shella
"Kalau kamu tidak mau melaporkan pada yang berwajib, setidaknya mintalah pertanggung jawaban pada mereka" kata Arman.
"Tiga orang itu sudah berkeluarga, dan yang satu orang sudah tunangan dan hampir menikah, jadi rasanya mustahil meminta pertanggung jawaban mereka" kata Shella sambil terisak.
"Tapi mereka akan seenaknya kalau tidak dikasih efek jera, kasian korban lain setelah kamu, kalau kasus ini didiamkan" kata Cahaya.
"Biarlah Tuhan yang menghukum mereka, aku percaya itu. Buktinya aku selalu jahat padamu dan kini Tuhan menghukumku" kata Shella sembari menangis.
"Shella, yang berlalu biarlah berlalu jadikan itu sebagai pembelajaran dalam hidupmu" kata Aya terus menyemangati Shella. Hingga sore hari Aya dan Arman memutuskan untuk pulang.
Pov Shella
__ADS_1
Namaku Shella Mariyana, Aku terlahir dari keluarga yang berada, Kata orang-orang hidupku sempurna karena kata mereka aku cantik, sexy, pintar dan berasal dari keluarga terpandang namun, kehidupan percintaanku sangat bertolak belakang. Aku mencintai sahabatku sejak kecil. Namanya Arman dia laki-laki yang gagah dan tampan dia selalu ada untukku begitupun dengan diriku selalu ada untuk dirinya, Aku tidak pernah bisa mencintai laki-laki lain karena bagiku nggak ada laki-laki sesempurna Arman, kita sekolah bareng dari SD hingga Perguruan Tinggi membuat cintaku tumbuh subur dalam hatiku namun, semua hilang kebahagiaanku ketika kedatangan seorang wanita yang memporak-porandakan hati Arman, dia seorang janda beranak satu dan berasal dari keluarga miskin, nggak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan diriku, aku tidak terima dengan semua ini, Aku yang lebih dahulu mengenal Arman dia hanya milikku dari dulu hingga selamanya.Berbagai cara telah aku lakukan agar Arman bisa berpisah dengan perempuan itu namun, nyatanya dia malah menikahi janda miskin itu, aku tidak berputus asa, aku kembali merecoki rumah tangga mereka bukan sekali dua kali hal itu aku lakukan namun semua berakir sia-sia, Tante Yulia yang dulu sangat menyayangiku kini berbalik menyerangku, Papa dan Mamaku malah menghukumku, hingga suatu ketika aku kabur dari rumah dan ikut hangout bersama teman-teman sekantorku, aku tak menyangka bila acara itu membuat masa depanku hancur, Leon laki-laki yamg sejak dahulu mengincarku dengan teganya mencekoki aku dengan obat tidur hingga saat aku terbangun sudah ada empat laki-laki dikamarku, aku nggak tau apa yang terjadi tapi yang pasti aku menemukan keadaanku yang mengenaskan ditambah seluruh tubuhku remuk semua terutama dibagian inti tubuhku.Aku tidak tau harus kemana mengadu? Aku nggak mungkin cerita sama Mama dan Papa karena kondisi Mama yang sakit-sakitan aku tidak mau menambah beban beliau, sebulan setelah itu aku muntah-muntah setiap pagi, teman kantorku bilang aku seperti orang hamil.Deg...hamil, aku takut hal itu benar-benar terjadi padaku aku sangat frustasi, akhirnya aku nekat membeli empat testpec dengan berbeda merk dan naasnya semua positif, kemudian aku nekat menemui Arman sahabatku untuk berkeluh kesah namun, lagi-lagi terjadi kesalah fahaman dirumah tangga Arman. Aku benar-benar merasa bersalah padanya.
Semenjak saat itu aku tidak pernah menemuinya, otakku berpifikir keras hingga aku depresi dan hendak bunuh diri, beruntung Arman dan Aya datang dan mencegahku, Aya dia adalah perempuan berhati bidadari setelah kesekian kali aku menyakitinya, dia malah datang untuk memberikan aku semangat dan memotivasiku agar tetap bersabar menjalani ujian dukungan moril dari dia sangat luar biasa, Aku sekarang mengerti mengapa Arman begitu mencintai Aya yang notabene seorang janda anak satu dan miskin itu semua karena ketulusan hatinya.
Setelah kedatangan Arman dan Aya memberi dukungan moril kepadaku aku berusaha tegar menjalani hidup, aku masuk kerja seperti biasa, disana aku bertemu kembali dengan para laki-laki biadap itu, aku pura-pura tidak mengenal mereka, Leon sepertinya sangat kikuk saat bertatap muka denganku.
"Maafkan aku Shella" ucapnya
"Emang kamu punya salah?" sarkasku pada manusia tidak punya hati ini, hal yang membuat aku semakin membencinnya, saat aku tanya kenapa dia tega melakukan hal keji itu padaku, dia bilang katanya ingin memberiku pelajaran karena aku terlalu sombong. Aku akui aku memang selalu ketus dan semena-mana sama dia dan kawan-kawannya namun aku tidak menyangka kalau mereka akan melakukan hal keji itu padaku.
"Terus maksud loe apa ngomong kek gini sama gue?" tanyaku. Dia diam seribu bahasa aku langsung meninggalkanya, muak aku melihat mukanya.
Hari ini pekerjaan kantorku sangat menyita waktu, hingga jam makan siang aku masih belum bisa beranjak dari meja kerjaku, rasa lapar dalam perutku tidak aku hiraukan. Mendadak perutku mual dan sakit tak tertahankan aku langsung ke kamar mandi dan memuntahkan seluruh isi perutku, namun kepalaku tambah pusing dan tiba-tiba semua jadi gelap aku jatuh tak sadarkan diri. Begitu aku bangun aku sudah dibrankar sebuah rumah sakit, Orang pertama yang aku lihat adalah Aya, Ya wanita berhati bidadari ini rupanya menungguiku, ah aku bersukur punya teman sebaik dia.
"Aya kenapa aku bisa ada disini?" tanyaku padanya setelah aku sadar
__ADS_1
"Kamu jangan gerak dulu, kamu pingsan cukup lama. Kemarin temanmu mengabari Mas Arman bahwa kamu pingsan dikantor dan dibawa kesini" ucap wanita cantik yang kini berbadan dua ini
"Aku ingat terakir kali aku pusing tak tertahankan dan jatuh di kamar mandi, setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi, oh ya bagaimana keadaan janinku?" tanyaku pada Aya.
"Shella, kamu harus percaya bahwa Tuhan tidak akan memberi cobaan pada umatnya melebihi kapasitas umatnya" ucapnya bijak
"Apa maksud kamu Aya?, Janinku bagaimana?" aku bertanya kembali
"Kamu yang sabar ya, dia sudah tidak ada karena kemarin dokter menguret kandungan kamu karena janinnya tidak berkembang dan itu kata dokter membahayakan kamu" ucap Aya, aku managis tergugu aku nggak tau perasaan apa yang ada dalam hatiku, sejujurnya aku tidak menginginkan janin itu tapi setelah dia tidak ada kenapa aku merasa kehilangan?
"Hik...hikss..hik ,Aya maafkan aku ini karmaku atas dosa-dosaku padamu" aku kembali meminta maaf pada Aya atas semua salahku
"Ssstttt...udah cukup, aku sudah memaafkanmu. Mungkin ini yang terbaik buat kamu, kamu ambil aja hikmahnya" ucapnya dan aku hanya bisa menganguk lemah.aku berusaha iklas dengan semua takdir yang menghampiriku
Jangan lupa like, comment dan fav ya
__ADS_1