NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Narayan hilang lagi


__ADS_3

Binar kembali dari membeli eskrim sebelum ia membeli eskrim dia ketoilet terlebih dahulu karena perutnya mulas, ditoilet dia agak lama dan setelah itu baru membeli eskrim.


"Narayan....tante da...,Narayan...Narayan dimana kamu nak, jangan bikin tante takut" Binar memangil-manggil Narayan.Ia berlari kesana-kemari mencari keberadaan Narayan.Ia juga sudah tanya pada semua orang yang ditemuinya di taman, tak ada satupun yang tau Narayan dimana.


"Gimana ini, kalau Narayan beneran ilang bagaimana ini, aku harus ngomong apa sama mbak Aya." Binar semakin panik.


"Bu, tolong dilihat sekali lagi foto ini barang kali Ibu melihat ponakan saya ini tadi ia duduk disini" ucap Binar semakin cemas.


"Mbak tadi memang ada anak kecil segini tapi wajahnya saya juga nggak ingat persis seperti apa, tadi saya liahat disitu lalu di bawa Ibu-ibu sosialita pergi pakai mobil mewah" ucap pengunjung yang memberitahukan bahwa ia sempat melihat sosok seperti Narayan.


Ditengah keputusasaanya ponselnya berdering, rupanya Cahaya yang menghubunginya. hingga beberapa kali pangilan ia tak berani mengakatnya karena takut kakaknya akan menanyakan keberadaan anaknya.


Hingga kesekian kalinya akhirnya Binar mengangkat pangilan dari Cahaya.


"Iya kak, ada apa?" tanya Binar agak takut.


"Kalian dimana kenapa belum pulang udah jam segini" tanya Cahaya.


"Sebentar lagi kita pulang kak ini lagi nunggu Narayan ditoilet" dusta Binar.


"Ya sudah, setelah itu segera pulang! Mbak tadi khawatir kamu lama sekali mengangkatnya" ucap Cahaya.


"Itu....itu tadi hpnya dalam tas aku silent jadi nggak dengar" Binar kembali berbohong


"Ya sudah, hati-hati dijalan segera pulang!" ucap Cahaya tanpa curiga sedikitpun.


"Maafkan aku mbak, aku terpaksa bohong" batin Binar


Hingga malam Binar belum juga menemukan Narayan.


"Bagaimana ini, apa aku minta tolong sama mas Ilham saja tapi aku pasti di maki-maki mas Ilham atau minta tolong sama mas Ridwan, Ah Iya aku minta tolong sama Mas Ridwan saja dari pada aku kena omel mas Ilham serem banget" guman Binar.


Akhirnya Binar kerumah Ridwan dan meminta pertolongan laki-laki itu untuk mencari Narayan.Dengan senang hati Ridwan membantu mencari Narayan, berarti ini kesempatan emas untuk dekat dengan Binar.Ibunya Ridwan juga tidak memberi tau kalau Narayan dibawa oleh Yulia tujuanya agar Ridwan bisa berduaan dengan Binar.Dengan mengunakan motor matic Cahaya yang dibawa jalan-jalan bersama Narayan sebelum Narayan hilang Ridwan mengemudi motor tersebut dan Binar membonceng dari belakang. Hp Binar sengaja dimatikan agar Cahaya tidak menghubunginya ia takut dimarahi kakaknya.

__ADS_1


Cahaya yang Panik karena Narayan dan Binar belum pulang ia langsung menhubungi Ilham untuk mencari keberadaan Binar dan Narayan.Dengan mengendarai sepeda motor Ilham dengan gagahnya membelah jalanan kota menyisir setiap tempat untuk mencari keberadaan adek dan ponakanya.


"Kemana lagi itu bocah! Bikin khawatir saja, mana malam-malam begini belum pulang" Ilham terus berguman sepanjang jalan.


"Wait...wait itu seperti motor mbak Aya dan yang memboceng itu Binar, ya benar dia benar lalu dimana Narayan dan siapa laki-laki itu " Ilham membatin lalu ia mengikuti motor itu dan menyalipnya lalu menghadangnya didepan motor itu.


"Berhenti!" ucap Ilham.


Seketika motor yang ditumpangi Ridwan dan Binar berhenti, jantung Ridwan serasa mau lepas dari tempatnya melihat Ilham mencegatnya dijalan.Ia serasa berhadapan dengan malaikat maut sekarang. Lulutnya lemas seketika.


"Bugh...." tanpa babibu Ilham langsung memukul Ridwan.Saat hendak melayangkan kembali bogem mentahnya Binar mengahalanginya.


"Jangan kak!" ucap Binar.


"BINARRR !!! Apa yang kamu lakukan bersama cecunguk ini? Dimana Narayan hah?" bentak Ilham dengan sorot mata nyalang.


"Maafkan aku Mas, Narayan hilang" ucap Binar


"Plak..." satu tamparan mendarat dipipi Binar.


"Sudah tau, Narayn hilang kenapa nggak kasih atau aku atau mbak Aya tapi malah pacaran sama sampah ini" maki Ilham.


"Aku takut bilang sama mbak Aya dan mas Ilham, lalu aku minta tolong pada Mas Ridwan untuk mencarinya" ucap Binar jujur.


"Kamu takut bilang pada kami, tapi kamu malah meminta pertolongan pada cecunguk ini! Otak kamu dimana Binar?" emosi Ilham makin menjadi.


"Maafkan aku kak, maafkan aku" ucap Binar Mengiba.


"Ham...sudahlah sekarang lebih baik kita cari sama- sama Narayan" ucap Ridwan pada akhirnya.


"Aku nggak butuh bantuanmu, pulang sana ke kandangmu" bentak Ilham.


"Kamu juga pulang sekarang! , biar udin yang kawal kamu" ucap Ilham seraya menyuruh preman sewaanya untuk mengawal Binar sampai rumah.

__ADS_1


"Lalu aku pulang bagaimana?" tanya Ridwan bingung, ia juga tidak membawa kendaraan sendiri dan sepeser uangpun ia tidak membawa.


"Terserah kamu mau tidur dijalan, mau merangkak sampai rumah itu bukan urusanku" ucap Ilham.


"Kalau tidak mau memberiku tumpangan tolong kasih aku uang agar aku bisa pulang" ucap Ridwan memelas, rasanya ia sudah tidak sangup berjalan jarak rumahnya terlalu jauh.


"Cuih...bahkan ongkos pulang saja kamu masih ngemis sama aku tapi kamu berani mendekati Binar, jangan kau kira aku tidak tau apa isi otakmu" ucap Ilham sambil meludah


Namun ia juga tidak tega melihat Ridwan pulang jalan kaki.lalu ia melempar uang lima puluh ribu tepat dimuka Ridwan dan berlalu meninggalkan Ridwan.


Sementara itu dikediaman Yulia Narayan masih tertidur pulas, sehabis dari taman Yulia langsung membawanya kerumahnya dan Narayan langsung tertidur pulas dan kebetulan Rumah Yulia sedang ada arisan Ibu-Ibu sosialita jadi ia lupa mengabari Cahaya kalau ia membawa Narayan pulang kerumahnya.


"Ahhh...Akhirnya selesai juga acara Arisanya" guman Yulia sambil merentangkan tanganya untuk merilexkan badanya setelah seharian beraktivitas.


Tak lama kemudian terdengar suara deru mobil Arman memasuki rumahnya.


"Malam Ma, udah pada pulang temen-temen mama kok sudah sepi?" tanya Arman.


"Baru aja selesai...rasanya mama cape banget" ucap Yulia.


"Mama langsung istirahat aja" ucap Arman menasehati mamanya.tak lama setelah itu ponselnya berdering rupanya Cahaya yang memanggilnya.


"Siapa Man?" tanya Yulia.


"Aya...sebentar ya Ma, aku angkat teleponnya" ucap Arman lalu mengangkat pangilan dari pujaan hatinya.Seketika air muka Arman berubah panik setelah mendengar kabar dari Cahaya.


"Ada apa Man? Kenapa panik begitu?" tanya Yulia.


"Ma...aku harus pergi Aya lagi butuh aku" ucapnya lalu buru-buru mengecup punggung tangan mamanya.


"Iya tapi kamu, mau kemana malam-malam begini dan wajahmu kenapa panik begitu" tanya Yulia keheranan.


"Aku harus pergi Ma, sekarang juga Narayan dan Binar hilang Aya sangat panik dari tadi menangis terus" ucap Arman.

__ADS_1


"Man...jangan pergi! Narayan ada disini" ucap Yulia.


__ADS_2