
"Ibu...boyeh ndak nanti kalau nalayan ulang tahun dilayakan dan mengundang teman-teman nalayan kelumah" tanya Narayan pada Ibunya.
Seketika air mata Cahaya luruh. Narayan belum pernah merayakan ulang tahun seperti anak-anak sebanyanya.Dahulu hidupnya bisa dibilang serba kekurangan, jangankan untuk ulang tahun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja ia harus banting tulang, jualan kue keliling sambil mengendong Narayan.
"Kok Ibu nanis?, ndak boyeh ya? Kalau ndak boyeh ndak apa-apa kok asal Ibu jangan nanis, Nalayan nggak suka" ucap Narayan.
Cahaya langsung memeluk putra semata wayangnya dengan penuh kasih sayang.
"Boleh kok sayang kamu boleh merayakan ulang tahun, Ibu akan membuatkan pesta untukmu" ucap Cahaya.
"Hole...Nalayan ulang tahuna mau dilayain" bocah itu jingkrak - jingkrak karena ini adalah pertama kalinya ulang tahunya akan dirayakan.
"Ibu...Om alman cama oma Yulia diundang juga ya" pinta Narayan dengan pupy eyesnya. Yang membuat Cahaya semakin gemas dengan anaknya.
"Tentu boleh dong sayang, apapun yang kamu minta Ibu akan kabulkan sebagai hadiah ulang tahun kamu" ucap Cahaya.
"Kamu mau kado apa dari Ibu?" tanya Cahaya.
"Benelan Ibu mau kabulin pelmintaan nalayan" Narayan memastikan perkataan Ibunya.
"Ya beneran dong sayang, masak Ibu bohong" ucap Cahaya meyakinkan sang putra.
"Nalayan mau puna papa sepelti teman-teman Nalayan tapi papanya bukan Ayah Nalayan tatut, Nalayan maunya Om Alman yang jadi papanya Nalayan" ucap Narayan.
"Kalau memang jodoh Om Arman pasti jadi Ayahnya Narayan, jadi Narayan sabar dulu yah!" ucap Cahaya.
"Mbak Aya nunggu apa sih? Tinggal gas aja repot amat" ucap Ilham yang tiba-tiba nimbrung.
"Entahlah Ham, mbak belum yakin kegagalan mbak yang kemarin membuat mbak takut melangkah kejenjang selanjutnya" ucap Cahaya sendu.
"Tidak semua laki-laki itu sama dengan si brengsek itu, Apa mbak nggak kasian sama Narayan dia butuh figur Ayah" ucap Ilham.
"Iya...bawel nanti mbak pikirin lagi" ucap Cahaya meninggalkan Ilham.Ia tidak mau lama-lama dekat dengan Ilham. Takut Ilham mendesaknya untuk segera menikah.
Hari yang ditunggu Narayan telah tiba hari ini ulang tahunnya dirayakan sangat meriah, sesuai permintaan Narayan semua teman-teman sekolahnya diundang, Ilham mengundang anak yatim. Pesta berlangsung sangat meriah Narayan sangat bahagia ini adalah moment pertama kali ia merayakan ulang tahun.
Happy birthday to you
__ADS_1
Happy birthday to you
Happy birthday, Happy birthday to you
Lagu Happy birthday dinyanyikan oleh Narayan dan teman-temanya dipandu oleh Mc. Tema yang diusung oleh Narayan super hero, semua yang datang memakai costum super hero.Ilham memakai Costum Naruto sedangkan Arman dan Narayan kompak dengan costum super hero kebanggaan Narayan yaitu Ultramen.
Potong kuenya, potong kuenya
Potong kuenya sekarang juga
Sekarang juga, sekarang juga.
Ananda Narayan kue pertama mau dikasih siapa? Tanya Mc.
"Kalau dikacih dua olang boyeh ndak?" tanya Narayan.
"Boleh dong, ini kan pesta kamu" ucap Mc.
"Nalayan mau Ibu dan Om Alman yang telima kue peltama" ucap Narayan.
"Arman dan Cahaya bergandengan mendekati Narayan kemudian keduanya mendapat suapan dari Narayan bergantian.Mulai dari Cahaya kemudian Arman.
"Kue celanjutnya untuk supel heloku Om Naluto" ucap Narayan.Ilham mendekat dan memeluk ponakanya. Ia sangat terharu dengan acara ulang tahun Narayan ini adalah moment pertama buat ponakan tersayangnya.
"Selamat ulang Tahun jagoan Om Naruto, jangan lupa bahagia selalu" ucap Ilham setelah menerima suapan kue dari Narayan.Matanya basah menahan haru yang menyeruak didada.
"Om Naluto ndak boyeh nanis" ucap Narayan sambil memeluk Om kesayanganya.
Rita yang sejak tadi sudah Live di medsosnya sudah baper sendiri melihat kedekatan Narayan dan Ilham
Sementara itu Ridwan dirumah iseng-iseng membuka medsos ia melihat livenya Rita. Laki- laki ini menangis haru melihat perayaan ulang tahun anaknya yang dirayakan semeriah ini.Sebagai seorang Ayah ia merasa sangat tidak berguna ia belum pernah sekalipun merayakan ulang tahun Narayan putranya.
Ridwan juga memakai kostum super hero supermen meskipun ia tidak hadir dan hanya melihat dari livenya Rita.Dengan mengenakan taplak meja ia sampirkan dileher dan diikat ujung-ujungnya.
"Selamat ulang tahun nak, maafkan Ayah sudah menjadi ayah yang buruk untuk kamu" ucap Ridwan disela tangisnya melihat live Rita.
"Itu Narayan wan, cucu nenek" ucap Ibunya Ridwan melihat live Rita di ponsel Ridwan.
__ADS_1
"Dia ganteng sekali" ucap Ibunya Ridwan.
"Rasanya Ibu ingin kesana" ucap Ibunya Ridwan.
"Jangan bu, cukup disini saja kita lihat dari ponsel Ridwan dari pada kita kena masalah sama Ilham" ucap Ridwan menasehati Ibunya.
"Siapa perempuan paruh baya itu?, kenapa ia begitu dekat dengan Narayan.Harusnya Ibu yang disana dan disuapi Narayan bukan perempuan yang dipanggil Narayan Oma.Dia sama sekali tidak punya hak dia bukan omanya Narayan. Itu posisiku, kenapa diberani sekali mengantikan posisiku" ucap Ibunya Ridwan geram.
"Dia Ibunya Arman calon suami Cahaya" ucap Ridwan singkat.
"Cuma calon kan bisa batal, dia nggak ada hubungan darah dengan cucuku dia nggak punya hak sama sekali" ucap Ibunya Ridwan.
"Sudahlah bu, kita terima kenyataan aja Narayan nggak kenal kita karena kita nggak pernah dekat dengan dia" ucap Ridwan menasehati.
"Mana bisa begitu, harusnya Cahaya sebagai seorang Ibu mendidik anaknya dengan baik, bagaimanapun juga Ibu ini neneknya dia harus dekat dengan Ibu bukan orang lain, dan kamu Bapaknya dia juga harus dekat dengan kamu bukan dengan orang asing yang tidak ada hubungan darah sama sekali.Dasar perempuan bodoh nggak bisa mendidik anak!" umpat Ibunya Ridwan.
Ridwan tidak bisa berkutik kalau Ibunya sudah mengeluarkan jurus ngomelnya.
"Andai kamu tidak terikat perjanjian terkutuk itu, Ibu udah labrak perempuan berpenampilan sosialita itu dan juga laki-laki yang dianggap ayah oleh Narayan, dan Ibu juga akan maki - maki Cahaya sampai nggak punya muka" ucap Ibunya Ridwan.
"Aku sumpahin hidup kalian tidak bahagia karena sudah merampas Narayan dariku, ohh...Narayan cucu nenek.Nenek kangen sama kamu tapi om kamu yang jahat itu menghalagi nenek" ucap Ibunya Ridwan masih tidak terima.
Pagi harinya Ridwan ke pasar beli mobil-mobilan dan dibungkus dia berencana menitipkan hadiah ulang tahun Narayan pada Rita assisten Cahaya.
"Selamat siang Rita" ucap Ridwan setelah sampai ditoko kue Cahaya. Ia memang sengaja datang kesana setelah Cahaya meninggalkan tokonya baru saja.
"Mas Ridwan mau ngapain kesini hush..hush, sana nanti ketahuan mas Ilham keeeekk" ucap Rita sambil mengayunkan telapak tanganya horisontal dileher.
"Aku nggak akan lama Rita, aku cuma mau nitip ini buat Narayan" ucap Ridwan.
"Apa itu? Paling mobil-mobilan seharga dua puluh lima ribu, Narayan nggak level main mobil-mobilan kaya gitu" ucap Rita.
"Tolong kasihkan saja pada Narayan jangan banyak bicara"ucap Ridwan jengkel.
"Asal mas Ridwan tau ya, sebelum ulang tahun saja mainan Narayan sudah memenuhi gudang.Pak Ilham memberikan mainan mahal-mahal begitupun dengan pak Arman, belum lagi pengemar mbak Aya wuiihhh... Kalau ngasih hadiah nggak kaleng-kaleng, yang paling kere aja kemarin preman pasar yang naksir mbak aya ngasih mobil-mobilan remot seharga seratus lima puluh ribu, dan Mas Ridwan juga harus tau juragan Sukirman ngasih mobil-mobilan trek segede gaban, kalau buat meli motor butut mas Ridwan kayanya masih sisa" ejek Rita.
Ridwan meradang lalu membuang mobil mainan ke tempat sampah.dan meninggalkan Rita yang masih curhat soal pengemar-pengemar Cahaya.
__ADS_1
" Yah..dibuang padahal aku belum selesai ceritanya.tapi tempatanya memang pas sih ditempat sampah wkwkkw" Rita masih ngedumel sendiri.