NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Meminta maaf


__ADS_3

Hari-hari yang dilalui oleh Ibunya terasa berat, ia benar-benar frustasi hingga akhirnya dia depresi dan sering berhalu sinasi.Keadaannya makin hari makin memprihatinkan, kini dia resmi berstatus tidak waras seperti pasien lainya. Ridwan kini memulai hidup baru ia pergi meninggalkan kampung yang selama ini ia tinggali dia juga sudah tidak bekerja dengan Budi, dengan ransel dipungungnya di berjalan menyusuri kampungya menuju terminal. Ia belum tau tujuanya hendak kemana.Saat perjalanan dalam bis ia kecopeten lengkap sudah penderitaanya bahkan baju-baju lusuh yang ia bawa dari rumah juga di bawa lari oleh jambret, Nasib sedang menguji Ridwan dalam keputus asaan kakinya melangkah kesebuah masjid.Di sana ia khusuk berdoa dan meminta ampun pada yang maha kuasa atas segala dosanya.


"Ya Allah, Ya Rahman, ampuni segala dosa hamba Ya Allah, hamba adalah seorang pendosa begitu banyak dosa yang hamba lakukan, yang hamba sengaja lakukan terutama pada mantan istri pertama dan anak hamba ya Allah"


Seorang laki-laki paruh baya memperhatikan Ridwan sejak tadi mendekati Ridwan dan menyapanya.


"Anak muda, kamu tidak salah mengadukan masalahmu pada Yang Maha Kuasa, bersabarlah sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar" kata Laki-laki tua tadi.


"Terima kasih Pak atau kek saya harus manggil apa?" kata Ridwan dengan mata sembab


"Panggil aja aku Aki Ali seperti yang lainya" ucap Laki-laki tua tadi. Lalu Ridwan menceritakan kisah hidupnya pada Aki Ali tanpa ada yang ditutup-tutupi.


"Semua orang pernah punya salah dan dosa jadi kamu jangan putus asa, bertaubatlah dengan sungguh-sungguh mintalah ampun pada yang maha kuasa dan kamu juga harus meminta maaf pada orang-orang yang kamu sakiti, Semoga Allah mengampuni segala dosamu" ujar Aki Ali.


"Iya Aki, terima kasih. Kalau diijinkan bolehkan saya tidur malam ini di teras masjid ini saya tidak tau lagi kemana harus pergi" pinta Ridwan pada Aki Ali.


"Sebelah masjid ini ada gudang kamu bisa tinggali tempat itu untuk sementara waktu, kamu bersihkan gudang itu lalu kamu tinggali, sementara waktu selama kamu belum mendapat pekerjaan kamu bisa menjadi marbot masjid ini" tutur Aki Ali.


"Terima kasih banyak Aki" ucap Ridwan.

__ADS_1


Kemudian laki-laki tua itu memberikan sebungkus nasi dan sebotol air mineral


"Makanlah ini, Aki tau kamu pasti belum makan" ucap Aki Ali


"Nggak usah Aki, saya nggak mau merepotkan Aki lagi, diberi tumpangan tempat tidur saja saya sudah berterima kasih" ucap Ridwan tidak enak pada Aki Ali.


"Jangan menolak rejeki, nggak baik! Oh ya ini ada buku yang mungkin bisa kamu baca kalau ada waktu longgar, ya udah Kalau begitu aki permisi dulu" ucap Aki Ali


Sepeninggal Aki Ali, Ridwan langsung membersihkan tempat ini, setalah semua bersih ia membersihkan diri terlebih dahulu kemudian ia membuka sebungkus nasi yang diberikan oleh Aki Ali, Nasi rames dengan telur ceplok.Sambil memakan nasi pemberian Aki Ali, Ridwan menangis mengingat semua dosa-dosa yang ia lakukan


Ia sangat bersyukur setidaknya ada tempat untuk ia berteduh saat ini.Menjadi marbot jadi ajang pembelajaran dia untuk lebih menghargai hidup ia juga belajar agama lebih mendalam di tempat ini.Saat pagi hari ketika ia sedang mengepel lantai ia melihat Aki Ali sedang berbincang-bincang di warung dekat masjid dengan seorang laki-laki yang wajahnya tidak asing bagi Ridwan.Lalu keduanya ke masjid untuk beribadah


"Siapa laki-laki itu, kenapa aku merasa tidak asing dengan laki-laki yang bersama Aki Ali? Ah sudahlah mungkin aku salah liat orang dimuka bumi ini katanya kan ada tujuh kembaranya dimuka bumi" batin Ridwan.


"Bugh..." sebuah bogem mentah dihadiahkan oleh Syakir untuk Ridwan.


"Syakir!, Istigfar kamu ini kenapa? Kesambet atau bagaimana? Datang-datang bukanya salam malah nonjok orang" Maki Aki Ali.


"Dia pantas mendapat lebih dari ini Aki, Aki tau siapa laki-laki ini? Dia adalah penyebab hancurnya rumah tanggaku dengan Sila, dia selingkuhan Sila" ucap Syakir sambil menunjuk kearah Ridwan.Ucapan Syakir sontak membuat Aki Ali dan Ridwan sama-sama kaget, Ridwan kaget karena tidak menyangka akan bertemu dengan mantan suami Sila disini sedangkan, Aki Ali tidak menyangka kalau Ridwan adalah selingkuhan Sila, memang Ridwan sudah menceritakan semua kisah kelamnya termasuk perselingkuhanya dengan seorang wanita namun, ia tidak menyangka kalau selingkuhan Ridwan adalah Sila istri keponakanya, dunia rasanya begitu sempit.

__ADS_1


"Maafkan aku Syarif, aku mengaku salah aku mohon ampun padamu aku rela kamu hukum aku sekarang atas semua dosa dan khilaf yang aku lakukan padamu" ucap Ridwan tulus ia sampai bersujud di kaki Syarif.


"Bangun Nak Ridwan, tidak sepantasnya kamu bersujud dengan sesama manusia" ucap Aki Ali.


"Khilaf katamu? Khilaf itu hanya dilakukan sekali tapi kamu selama aku berlayar kamu selalu berhubungan dengan mantan istriku, aku dengar di sekarang hamil anak kamu, apakah itu yang kamu maksud khilaf" nada bicara Syari naik satu oktaf.


"Syarif, dia sudah bercerai dengan sila. Semua hartanya di ambil Sila, Ibunya juga depresi, Aki rasa itu sudah cukup jadi hukuman buat dia jangan kamu tambah lagi kasian dia, dia hanya manusia biasa" ucap Aki Ali


Tanpa sepatah katapun Syarif meninggalkanku dan Aki Ali di masjid itu.Ridwan tidak putus asa keesokan harinya setelah mendapatkan alamat rumah Syarif dari Aki Ali, ia mendatangi rumah Syarif untuk kembali meminta maaf pada Syarif.


"Assalamualaikum..." sapa Ridwan ketika memasuki teras rumah Syarif.Tak terdengar jawaban dari dalam rumah ia tau Syarif ada dirumah karena tadi ia sempat melihat syarif dari luar, hingga empat puluh lima menit lamanya pintu tak kunjung dibuka oleh pemilik rumah, namun Ridwan tidak putus asa dia dengan sabar menunggu diluar, ini bukanlah apa-apa bila dibandingkan dengan kesalahanya pada laki-laki ini.Karena jengkel Ridwan tidak kunjung pergi Syarif akhirnya keluar dari rumahnya.


"Ceklek" pintu dibuka nampak Syarif keluar dari dalam rumah dengan muka masam


"Mau apa lagi kamu? Laki-laki pecundang" ucap Syarif begitu keluar rumahnya.


"Syarif, kedatanganku kesini dari dalam hatiku yang paling dalam aku ingin memohon maaf darimu, kamu pantas marah, bahkan benci padaku, pukul aku atau hajar aku sepuasmu asalkan kamu mau memaafkanku" ucap Ridwan tulus.


"Cuih....tadinya aku pikir aku ingin mengahabisimu dengan tanganku sendiri, tapi setelah aku pikir-pikir tanganku terlalu bersih untuk aku kotori dengan tubuhmu yang penuh dengan dosa" Ucap Syarif sinis sambil meludah.

__ADS_1


Kembali Ridwan berlutut dikaki Syarif untuk memohon ampun


"Pergi dari rumahku, aku tidak akan membiarkanmu terus berada di rumahku, itu hanya mengotori rumahku saja dengan dosa zinamu, lebih baik aku kedatangan seekor a****g dari pada aku kedatangan manusia sepertimu" usir Syarif. Ridwan hanya bisa pasrah tapi ia sudah bertekat untuk datang kembali agar Syarif mau memaafkanya.


__ADS_2