
Sepulang dari kerja dipasar Ibunya Ridwan langsung kedukun tempat ia mencari penglaris.Tujuannya cuma satu yaitu mengacaukan rumah tangga cahaya.Ia ingin Cahaya kembali jatuh cinta dengan Ridwan dan diceraikan oleh Arman.
"Satu tepukan dua lalat mati, aku akan membuat kamu diceraikan suamimu dan kamu akan mengejar-ngejar Ridwan.Dari situ aku akan kuras hartamu melalui Ridwan" batin Ibunya Ridwan.
Ia benar-benar sudah mantab menguna-guna Cahaya. Pikiranya sudah dibutakan oleh nafsu dunia dan keserakahanya.
"Ini foto mantan menantu saya mbah, dan ini anak saya" ucap Ibunya Ridwan menyerahkan foto Ridwan dan Cahaya pada dukun untuk diguna-guna.
"Saya pingin mbah buat anak menantu saya kembali tergila-gila sama anak saya"ucapnya kembali.
"Saya peringatkan pada Ibu, segala tindakan Ibu itu nantinya ada konsekuensinya. Saya hanya sebagai pengantar untuk segala konsekuensinya Ibu yang harus tanggung sendiri" ucap dukun itu.
"Saya sanggup menangung semua resiko tindakan saya mbah, yang penting buat menantu saya semakin tergila-gila dengan anak saya" ujar Ibunya Ridwan.
"Itu masalah gampang, ada beberapa syarat yang harus Ibu penuhi untuk menjalankan misi ini. Selama empat puluh hari Ibu harus makan tanpa garam sama sekali, Ibu dilarang mengumpat selama kurun waktu itu, sama siapapun dan Anak Ibu harus mandi kembang tujuh rupa sebelum menemui wanita yang Ibu maksud, campurkan bubuk ini pada makanan wanita yang Ibu maksud dan pastikan wanita itu memakanya sampai habis" ucap Dukun itu.
"Akan aku usahakan mbah, semua syarat yang mbah ajukan" ucap Ibunya Ridwan.
"Bagus!, sekarang kamu boleh pulang ingat selama empat puluh hari kamu harus menjalankan amanahku tadi tidak boleh sampai lupa" ucap Dukun tadi.
"Iya mbah terima kasih, kalau begitu saya permisi" ucap Ibunya Ridwan.
"Kamu belum mengasih upeti padaku, ini agak susah kamu kasih mahar lima ratus ribu" ucap dukun tadi
"Tapi saya baru bawa uang tiga ratus ribu mbah, sisanya besuk saya kemari mbah " kata Ibunya Ridwan. Dukun itu lalu mengangguk.
Sepulang dari rumah Dukun Ibunya sudah bertekat untuk menjalankan misinya tanpa sepengetahuan Ridwan.Selama empat puluh hari Tini benar-benar tidak makan garam dan berusaha meredam emosinya ia mati-matian agar tidak adu mulut dengan tetangga maupun orang lain, Ridwan sangat senang melihat perubahan ini.
__ADS_1
"Aku sekarang senang lihat perubahan Ibu, Sekarang Ibu tidak pernah ribut sama tetangga lagi, ramah sama pembeli membuat warung mie ayam kita tambah ramai Bu, Ridwan makin sayang sama Ibu" ucap Ridwan sambil memeluk Ibunya
"Semua yang Ibu lakukan demi kamu Wan" ucap Ibunya Ridwan.
"Mati-matian Ibu menahan emosi dan Ibu hampir menyerah setiap hari makan makanan hambar, namun ibu tidak menyesal asal tujuan Ibu tercapai" batin Ibunya Ridwan
"Bruk.." seorang anak kecil membawa mie ayam panas menubruk Ibunya Ridwan
"Sia..." hampir saja Ibunya Ridwan mengumpat pada anak kecil itu namun ia ingat bahwa ia tidak boleh marah-marah.
"Sia...pa nama kamu nak" ucap Ibunya Ridwan.Mukanya memerah sebisa mungkin ia menahan amarah padahal rasanya sudah ingin meledak amarahnya.
"Ibu!, Ibu tidak apa-apa?" tanya Ridwan pada Ibunya ia sangat kawatir dengan keadaan Ibunya, pasti kakinya saat ini sedang merasakan panas luar biasa akibat ketumpahan mie panas.Ibunya Ridwan tersenyum kearah Ridwan dan berkata " Ibu baik-baik saja, wan" ucap Ibunya.
Ridwan mendekati Ibunya lalu mengobatinya. Anak kecil itu juga mendekat dan meminta maaf. Ridwan mengira Ibunya akan memaki anak kecil itu seperti biasanya namun ia seperti melihat Ibunya menjadi orang lain dengan sabar Ibunya berkata "Ibu tidak apa-apa nak, kamu lanjut makan mie ayamnya"
"Wan, kotak ini untuk Aya ya, pastikan dia memakanya Ibu sudah cape-cape memasak untuk dia.Ibu harap ia mau memaafkan Ibu, syukur-syukur dia mau balik sama kamu" ucap Ibunya Ridwan.
"Ibu Ridwan mau juga, makanan seperti punya Aya untuk bekal dijalan" kata Ridwan.
"Ini khusus untuk Aya, kamu kan sekarang banyak uang, kamu jajan aja bisanya kalau ke kota juga nggak pernah bawa bekal" kata Ibunya Ridwan.
"Tapi Ridwan lagi kepingin makanan kaya punya Aya bu" kata Ridwan.
"Kalau begitu Ibu masakin lagi untukmu tunggu sebentar" ucap Ibunya Ridwan.Tak lama kemudian Ibunya Ridwan berkutat didapur untuk memasak dan akhirnya makanan untuk Ridwan sudah jadi, Ridwan dengan semangat empat lima kini menemui Cahaya tidak perlu kucing-kucingan lagi dengan Ibunya.Dia sangat senang sekali sepanjang perjalanan ia terus tersenyum membayangkan bila suatu hari nanti Aya akan kembali bersamanya.
Ditengah perjalanan ia sangat lapar ia memutuskan untuk beristirahat dan makan bekal yang ia bawa dari rumah.
__ADS_1
"Punyaku yang mana ya? Tadi Ibu sudah memberitahuku supaya tidak keliru tapi aku tidak memperhatikan ucapanya, aku buka saja semua barang kali ada perbedaan" guman Ridwan kemudian ia membuka kedua kotak bekal itu tapi isinya sama tidak ada perbedaan sama sekali. Lalu ia mengambil salah satu kotak itu dan memakanya dengan lahab setelah itu ia memeruskan perjalanan.Tanpa ia tau bahwa ia sudah memakan makanan yang sudah diguna-guna yang sebenarnya makanan itu untuk Cahaya.
"Rita, Nyonya boss ada?" tanya Ridwan.
"Ada, didalam tuh sama suaminya" ucap Rita.
"Kalau begitu aku titip makanan saja ya, bilang ini dari Ibuku sebagai ucapan permintaan maaf pada Aya, makasih sebelumnya kalau begitu aku permisi" ucap Ridwan.Kemudian ia berlalu dari tempat itu.
"Rita! Tadi kayanya ada tamu siapa yang datang?" tanya Arman.
"Itu Pak, mantan mbak Aya yang gamon" ucap Rita.
"Ngapain dia kesini?" tanya Arman
"Ngasih makanan Pak, katanya dari Ibunya sebagai permintaan maaf begitu" ucap Rita.
"Apaan itu ta?" tanya Cahaya dari dalam melihat Rita membawa kotak.
"Itu kamu dapat kiriman dari mantan mertua kamu" ucap Arman dengan nada tidak suka, Aya langsung menyadari perubahan air muka Arman.
"Rita, itu buat kamu aja sama yang lainya aku masih kenyang " ucap Cahaya.
"Nanti nyesel kalau nggak makan makanan dari mantan" sindir Arman
"Apaan sih kamu mas, udah deh cemburunya. Udah aku kasih Rita juga makananya masih manyun gitu" ucap Cahaya
"Waduh...Rita menyingkir dulu mbak Aya, sambil makan makanan ini sama temen-temen yan lain" ujar Rita kemudian ia berlalu dari hadapan Cahaya dan Arman
__ADS_1