NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Menyelesaikan masalah dengan cara Ilham


__ADS_3

Ilham bergegas menuju kediaman ketua RT, untuk membersihkan nama baik kakaknya yang sudah dicoreng warga.Ia meminta ketua RT untuk mengumpulkan warga dirumah ketua RT. Malam harinya mereka datang berkumpul dirumah ketua RT setempat. Suasana hening ketika Ilham dan keluarga memasuki rumah ketua RT.


"Selamat siang Bapak/Ibu semuanya, kalian pasti sudah tau mengapa kalian saya minta untuk hadir dirumah saya, hal ini masih berkaitan dengan kasus yang menimpa Mba Aya dan Pak Arman kemarin" ucap Ketua RT membuka rapat terbuka.


"Huu....uuu" warga langsung menyoraki. Tatapan laser Ilham langsung menyapu pada warga yang bersorak. Seketika nyali mereka langsung ciut.Setelah basa basi sedikit ketua RT mempersilahkan Ilham untuk berbicara.


"Terima kasih atas waktunya yang diberikan pada saya, sebelum saya berbicara lebih lanjut saya ingin memperlihatkan rekaman cctv dirumah saya sebelum kejadian kalian menyeret kakak saya kemari" ucap Ilham kemudian ia membuka laptopnya dan menyalakan proyektor.Disana jelas terlihat semua kejadian mulai dari Cahaya panik mencari Narayan sampai dengan kejadian dimana Cahaya dan Arman digelandang.


"Ini kamar saya, ini kamar kakak saya, ini kamar tamu, ini kamar binar dan ini kamar bibi dari sini kalian bisa lihat siapa saja yang ada didalam rumah, dan dimana kak Arman tidur apa saja yang kami lakukan kalian bisa lihat" ucap Ilham


"Ada yang ingin ditanyakan? Kenapa pada diam. Baik kalau tidak ada yang bertanya aku yang akan bertanya pada kalian" ucap Ilham dengan sorot mata tajam.


"Ini apa? Ada yang bisa jelaskan ke saya?" tanya Ilham memperlihatkan adegan Cahaya dan Arman digelandang rame-rame ke tempat ketua RT tanpa mau mendengar pembelaan dari kedua belah pihak.


"Jawab! Kenapa diam? Dimana nyali kalian ayo berbicaralah yang lantang seperti waktu kalian menghakimi kakaku" tantang Ilham namun tak ada satupun warga yang bersuara.


"Ini adalah sebuah tindakan pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan pada orang lain, juga tindakan main hakim sendiri kalian bisa dikenakan pasal berlapis" ucap Ilham tanpa jeda.Semua ketakutan membayangkan masuk jeruji besi berjamaah satu persatu mereka mulai bersimpuh memohon ampun.


"Maafkan kami Ham, kami sungguh khilaf" ujar warga bersamaan.


"Kenapa kalian meminta maaf kepada saya? Kalian punya salah sama siapa?" bentak Ilham.


"Pak Arman, Aya kami minta maaf kami janji tidak akan mengulanginya lagi.Kami terkena hasutan mantan mertua kamu katanya kamu memang sejak lama berhubungan dengan pak Arman bahkan ketika masih mejadi Istri Ridwan" ucap salah satu Ibu-Ibu yang terprovokasi oleh Ibunya Ridwan.

__ADS_1


Rahang Ilham mengeras giginya gemeletuk, tanganya meremas kuat ia menahan emosi semenjak mendengar kesaksian warga yang ia dengar barusan.


"Sudahlah....kalian semua bangun kami sudah memafkan kalian." ucap Cahaya.


"Asal kalian tahu, aku mendekati Aya setelah ia bercerai dari Ridwan itupun aku tidak langsung mendekatinya.Aku mantab mendekatinya setelah juragan sukirman terus-terusan menganggu Aya" ucap Arman menjelaskan.


Satu persatu warga menyalami Arman dan Cahaya untuk memohon maaf.


"Satu lagi yang inginkan dari kalian, segera bikin klarifikasi di video yang sudah kalian sebar dimedia sosial, saya tunggu 1x24 jam etikad baik kalian, jika dalam waktu satu kali dua puluh empat jam kalian belum membuat klarifikasi atas video fitnahan yang kalian sebar maka jangan salahkan saya, Kalian pasti tau apa yang akan saya lakukan" Ancaman Ilham sukses membuat warga merinding.


"Di moment ini saya, juga ingin menyampaikan bahwa mulai besuk saya akan pindah mengikuti suami saya, bila ada salah saya selama bertetangga dengan kalian saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, baik kesalahan yang saya sengaja ataupun tidak dari hati saya yang paling dalam sekali lagi saya mohon maaf" Ucap Cahaya sambil menagis, walau bagaimana pun juga ia tinggal disini bukan waktu yang sebentar melewati suka dan duka bersama warga.


Warga ikut menangis haru atas kepergian Cahaya mengikuti suaminya.Suasana rapat menjadi penuh haru biru dengan perpisahan yang disampaikan oleh Cahaya.Mereka benar-benar menyesal telah memperlakukan Cahaya dengan tidak adil.


Setelah kepergian Cahaya warga langsung menepati janjinya untuk membuat Video klarifikasi guna membersihkan nama baik Cahaya.Ribuan komentar langsung membajiri postingan mereka.


"Masalah dengan warga sudah selesai tinggal masalah dengan cecunguk itu, rupanya dia memintaku untuk menyambangi rumahnya" guman Ilham.kemudian ia menghubungi seseorang dan janjian untuk ketemu dirumah mantan mertua Cahaya.


"Assalamualaikum...." ucap Ilham setelah memasuki rumah Ridwan.


"Wa..waaa..alaikum salam" ucap Ibunya Ridwan gemetar melihat Ilham datang bersama dua orang preman.


"Kamu tidak mempersilahkan tamumu untuk masuk? Atau kita bicara diluar saja?" tanya Ilham dengan nada dingin.

__ADS_1


"Maaa...ri masuk" ucap Ibunya Ilham tergagap.Dari dalam rumah Ridwan yang melihat kedatangan Ilham sontak kaget ia tidak mengetahui tindakan Ibunya


"Ilham ? Tumben kemari ada apa?" tanya Ridwan setenang mungkin. Walaupun ia sebenarnya sangat gugup dan takut menghadapi Ilham.Ia tau tidak mungkin Ilham sampai datang kerumahnya kalau tidak ada yang penting.


"Kamu tanya ada apa? Kamu sudah tanya Ibu kamu belum? Apa yang sudah ia lakukan" tanya Ilham dengan sorot mata mengintimidasi.


"Ma...amaksud kamu apa? Tanya Ridwan bingung sekaligus takut.


"Ibu Tini yang terhormat, anda bisa jelaskan apa yang sudah anda lakukan pada putra kesayanganmu ini! Atau aku atau kedua preman ini yang akan menjelaskan dengan cara kami" ucap Ilham penuh penekanan pada setiap kalimat yang ia lontarkan.


Sontak Ibunya Ridwan langsung bersimpuh "Maafkan aku Ilham, aku salah. Ampuni aku" ucap Ibunya Ridwan gemetar sambil menangis.


"Maaf kenapa? Kamu bisa jelaskan hemmm!" kata Ilham menatap Ibunya Ridwan dengan tatapan Nyalang.


"Maafkan aku sudah memfitnah Cahaya dan menyebarkan isu yang tidak benar, sungguh Ibu benar-benar menyesal hiks...hiks..hiks...jangan hukum aku Ilham, kasihani wanita renta dan miskin ini" ucap Ibunya Ridwan mengiba.


"Kalau bukan aku siapa yang akan menghukumu? Mbak Aya? Itu tidak akan pernah terjadi dia wanita yang lembut sehingga kelemahanya ini kalian manfaatkan untuk terus-terusan menyakitinya" ucap Ilham.


"Ibu....kenapa Ibu tega lakukan ini! Dan kenapa Ibu nggak bilang kalau Ibu sudah fitnah Aya?" tanya Ridwan.


"Dan kamu Ridwan jangan sok polos! Aku juga tau akal bulusmu untuk mendekati Binar, lihat siapa dirimu hingga berani mendekati Binar jika sekali lagi kamu masih mendekati Binar jangan salahkan aku" Ancam Ilham.


"Dan kamu, hukum dirimu sendiri dihadapanku atau aku yang akan menghukumu atau kedua preman ini yang akan menghukumu. Kalian tau jika aku sudah nekat kalian tidak bisa apa-apa" Ancam Ilham lagi sambil menunjuk Ibunya Ilham.Seketika Ibunya Ridwan mengambil sapu dari dapur dan memukul dirinya sendiri lalu membenturkan kepalanya sendiri hingga berdarah.

__ADS_1


"Jangan berhenti sebelum aku bilang berhenti" ucap Ilham. Ibunya Ridwan hanya bisa pasrah menjalani hukumanya sendiri.


__ADS_2