NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Membebaskan Ridwan


__ADS_3

Setelah berpamitan dengan Yulia dan Cahaya Arman langsung ke kantor polisi untuk membuat laporan berbekal cctv dari rumahnya dan toko kue Cahaya, ia tak ingin masalah ini terus berlarut-larut dan Ridwan bentindak lebih gila lagi, kini ada calon anak yang harus ia jaga keselamatanya.Dengan kecepatan sedang laki-laki tampan ini mengemudikan laju mobilnya.


Sementara itu Ridwan sangat gelisah ia semalaman tidak bisa tidur hanya memikirkan Cahaya yang sudah disakitinya, ingin rasanya ke rumah sakit tempat dimana Aya dirawat namun, tak satupun orang memberitahu keberadaan Cahaya, mau menyambangi kediaman Arman untuk memastikan keadaan Cahaya rasanya juga nggak mungkin, karena yang ada bukanya ketemu Aya malah ia dibuat babak belur oleh satpam di rumah Arman.


"Wan, aku perhatikan dari kemarin kamu mondar-mandir nggak jelas gitu, ngapain kamu? Kaya ada masalah gitu?" tanya Budi


"Aya Bud," kata Ridwan


"Sudah aku tebak, kamu kaya orang stres kek gini pasti nggak jauh-jauh dari masalah mantan istri kamu, memangnya ada apa lagi? Pasti kamu bikin ulah" ucap Budi to the point


"Aku nggak sengaja memukulnya hingga pingsan" ucap Ridwan dengan nada penuh penyesalan.


"Gila kamu! Dia itu perempuan dimana otak kamu, dulu pas kamu lagi sama dia meskipun kamu tukang selingkuh dan nggak pernah memperhatikan dia tapi kamu nggak kasar gini, tapi sekarang apa yang kamu lakukan Wan?, bener- bener nggak habis pikir aku," omel Budi


"Sungguh gue nggak sengaja Bud, sumpah!" ucap Ridwan


"Nggak sengaja bagaimana? Dia sampai pingsan gitu," sewot Budi.


"Sebenarnya yang mau gue pukul itu si brengsek Arman itu tapi, malah kena Aya" ucap Ridwan jujur


"Apa? Loe cari masalah lagi? " tanya Budi nggak habis pikir sama sahabatnya ini.


"Gue kesel banget sama dia, berani- beraniny dia cium Aya diruangan Aya" ucap Ridwan kesal.Mendengar ucapanya Ridwan Budi menepuk jidatnya sendiri.


"Wan, kayanya otak elu emang konslet!, Ya wajarlah si Arman cium Aya, si Aya itukan istrinya lebih dari ciuman juga sah-sah saja" ucap Budi


"Kok elu, malah belain dia Bud?" ucap Ridwan tidak terima.


"Pusing gue ngomong sama orang yang otaknya konslet nggak bakal nyambung yang ada malah gue kestrum ikut gila kaya elu" ucap Budi jengkel.Baru beberapa saat Budi mingkem dari luar kontrakan ada suara orang mengetuk pintu.

__ADS_1


"Tok...tok...tok, permisi" ucap seseorang


"Ya bentar!" ucap Budi


"Ceklek" pintu dibuka.Alangkah terkejudnya Budi melihat siapa yang datang.


"Polisi, Mampus deh loe Wan!. Ini pasti mau nangkep Ridwan" batin Budi


"Selamat sore!, kami dari pihak kepolisian apakah benar saudara Ridwan tinggal disini?" tanya polisi


"I..iiya pak" jawab Budi gugup


Dari arah dalam rumah Ridwan menuju ruang tamu untuk melihat siapa yang datang, sama seperti Budi ia sangat kaget saat melihat siapa yang datang.


"Glek" susah payah Ridwan menelan ludah, terbayang sudah jeruji besi dan dinginya lantai penjara yang pernah ia cicipi dulu.


"Apakah anda yang bernama saudara Ridwan?" tanya Polisi.


"Sekarang Saudara ikut kami kekantor untuk dimintai keterangan atas laporan saudara Arman tentang penyerangan anda kerumahnya, beberapa hari yang lalu dan juga kasus tindakan tidak menyenangkan di toko Istri saudara Arman" ucap polisi lugas.


Ridwan terdiam, melarikan diripun rasanya percuma.ia hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi pada dirinya kedepanya.Sesaat kemudian polisi mengelandang Ridwan ke kantor polisi, kini hanya Budi yang tersisa dirumah itu.Ia segera menghubungi Ibunya Ridwan untuk memberitahu kasus yang dialami sahabatnya.


"Apa? Ditahan? Memangnya apa yang telah dilakukan anakku?" ucap Ibunya Ridwan ketika dihubungi Budi melalui ponselnya.


"Iya bu, Ridwan ditahan.Ceritanya panjang nanti saja kalau Ibu sudah sampai disini, sekarang lebih baik Ibu kesini segera kalau bisa bawa uang yang banyak untuk jaminan Ridwan" kata Budi


"Ibu nggak ada uang, ini ada paling lima jutaan" kata Ibunya Ridwan.


"Ibu jual apa saja yang dipunya, dari pada Ridwan mendekam dipenjara, sebelum adeknya Cahaya yang pejabat itu pulang segera bebaskan Ridwan. Jika Ibu terlambat sedikit saja, saya tidak yakin kita bisa membebaskan Ridwan atau tidak" kata Budi menyarankan pada Ibunya Ridwan.

__ADS_1


"Baiklah Bud, Ibu akan jual mobil dan motor Ridwan" kata Ibunya Ridwan


"Uang bisa dicari bu, kebebasan Ridwan lebih penting" kata Ridwan.


Setelah mendapat kabar dari Budi, Ibunya Ridwan langsung menjual mobil dan motor Ridwan serta beberapa perhiasan yang ia punya.Baru kemudian ia langsung kekota untuk menemui Budi dan menyelesaikan masalah Ridwan.Ia sangat geram dan demdam pada Cahaya, menurutnya ini semua salah Cahaya.


"Jadi begitu ceritanya bu," kata Budi menceritakan kronologi kenapa Ridwan ditangkap polisi.


"Sudahlah Bud, semua sudah terjadi sekarang kita bebaskan Ridwan dulu.Baru kita pikirkan langkah selanjutnya" ucap Ibunya Ridwan


"Langkah selanjutnya, sebaiknya jangan ganggu keluarga Aya lagi.Karena kalau sekali lagi kita main-main dengan mereka saya tidak yakin bisa membebaskan Ridwan" Kata Budi


"Iya Bud" kata Ibunya Ridwan


"Enak aja!, dia yang mulai menabuh genderang perang aku suruh diam saja, kalau tidak bisa main kasar aku bisa main halus dan hasilnya tentunya akan lebih menyakitkan, untuk saat ini aku Iya in aja, karena kalau tidak Budi pasti tidak akan membantuku. Bisa repot urusanya nanti" batin Ibunya Ridwan


"Sekarang sebaiknya kita langsung kekantor polisi untuk memberikan jaminan pada Ridwan" Ajak Budi pada Ibunya Ridwan, lalu keduanya melangkah menuju kantor polisi guna membebaskan Ridwan.Setelah melewati beberapa prosedur akhirnya Ridwan dibebaskan dengan jaminan, namun ia masih menjadi tahanan kota ia punya kewajiban untuk melapor pada pihak berwajib secara berkala.


"Ah...akhirnya aku bebas juga, Aya...tunggu aku" ucap Ridwan setelah dari kantor polisi


"Plak..." sebuah pukulan mendarat dikepala Ridwan


"Bu, kok aku di pukul sih" ucap Ridwan


"Biar otak loe nggak geser lagi" ucap Budi ikut emosi mendengar ucapan Ridwan, setengah mati ia cari cara agar Ridwan bebas ini malah mau cari perkara lagi.


"Nak, karena Ridwan nggak bisa ikut Ibu pulang kampung karena di jadi tahanan kota, Ibu nitip dia ya?, kalau otaknya geser lagi kamu pukul aja biar bener dikit" sindir Ibunya Ridwan.


"Beres Bu, kunyuk ini biar jadi urusan saya.Ibu yang tenang, pulang kampung kumpulin duit lagi yang banyak, semoga anak Ibu yang konslet ini nggak bikin ulah lagi" sarkas Budi.

__ADS_1


Setelah dari kantor polisi Ibunya Langsung pulang kampung, sumpah serapah langsung keluar dari mulutnya ketika sudah tidak ada didekat Budi.Berkali-kali ia mengutuk Cahaya dan keluarganya.


"Sampai dirumah aku harus periksa, sepertinya tekanan darah tinggiku naik, semua gara-gara Aya" guman Ibunya Ridwan


__ADS_2