
Aya dan Arman sudah kembali berbaikan keduanya mesra kembali, seolah tak pernah ada masalah.Shella juga sudah tidak menampakkan batang hidungnya sejak saat itu.
"Ma, nanti papa agak terlambat pulangnya Pak Nirwan ulang tahun dia ngajak ngopi di kafe bentar, enggak enak mau nolak" ucap Arman.
"Sama siapa aja ke kafenya?" tanga Aya
"ya sama dosen-dosen lain, laki-laki semua hanya bu Indah dosen perempuan yang bisa ikut" ucap Arman.
"Ya udah nggak apa-apa papa gabung disana jangan pulang malam-malam dan jangan genit-genit" sewot Aya, Ia sebenarnya tidak rela Arman pergi, tapi mau bagaimana lagi menolak ajakan teman seprofesi juga nggak enak, tiap hari mereka ketemu.
Sesuai dengan janjinya bersama teman-teman sejawatnya Arman sepulang mengajar langsung ke kafe, tanpa sengaja Shella juga ada dikafe yang sama dengan Arman.
"Itu bukanya si Arman, tumben bininya nggak ngintilin, aku kerjain dia aja" batin Shella.
Saat Acara hampir selesai mereka sepakat untuk pulang bareng, Arman ijin sebentar untuk ketoilet.Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Shella dia langsung berjalan kearah Arman dia sengaja kesrimpet dan "Brug..." tubuhnya jatuh menimpa Arman.Tanpa sepengetahuan Arman dia menempelkan lipstipnya di leher Arman pas ia terjatuh dan baju Arman, dia langsung memeluk Arman.
"Shella kamu nggak apa-apa?" tanya Arman tanpa curiga sedikitpun.
"It's ok, aku nggak apa-apa kok" ucap Shella lalu melepas pelukanya
"Lihat setelah ini apa yang akan terjadi" batin Shella
Setelah itu Arman dan teman-temanya langsung meninggalkan kafe itu, Malam hari ia baru sampai dirumah Aya sudah menunggunya di ruang tamu.
"Kok sampai malem banget pa?"tanya Aya.
"Iya, tadinya mau langsung pulang malah Pak Haris tiba-tiba datang kita ngobrol lagi sampai lupa waktu" ucap Arman jujur. Aya langsung membawa tas Arman mereka berdua beriringan menuju kamar, sesampainya dikamar Arman langsung memeluk Aya.
"Aku kangen sama kamu" ucap Arman sambil mendusel ke Aya.
__ADS_1
"Tunggu-tunggu, ini kenapa baju mas Arman bau parfum perempuan dan rasanya nggak mungkin ini parfum Bu indah, aku kenal betul bu Indah, coba aku tanya Mas Arman" batin Aya.
"Mas tadi dikafe beneran hanya bu Indah ceweknya Mas, dan setelah dari kafe langsung pulang" selidik Aya
"Ya bener dong, masak aku bohong sama kamu sayang" kata Arman.Mata Cahaya langsung melotot begitu melihat bekas lipstik di baju tepatnya didada Arman.
"Ini apa?" tanya Aya ia juga masih meneliti bagian lainya
"Dan ini apa?" ucap Aya matanya mengembun saat melihat bekas lipstik bukan hanya di baju Arman rupanya di leher arman juga ada bekas lipstiknya.Arman kaget bukan kepalang melihat noda lipstik di bajunya dan lehernya ia sama sekali tidak tau.
"Kenapa ada lipstik dileherku, gila ini pasti ulah Shella" ucap Arman
"Nggak usah pura-pura kaget gitu!, bisa-bisanya kamu main gila disaat istrimu sedang bunting" Aya berteriak ia sangat marah dadanya bergemuruh melihat apa yang ada didepan matanya.
"Ini...ini tidak seperti yang kamu kira sayang," ucap Arman mulai frustasi.
"Oh...ternyata lebih dari ini yang kamu lakukan mas, tega kamu mas!. Hiks...hiks..hiks" ucap Aya sambil menangis.
"Jangan bawa-bawa Tuhan untuk menutupi kebohongan kamu mas!" ucap Aya naik satu oktaf
"Aya, ok aku akan buang baju ini biar kamu nggak marah lagi" ucap Arman.
"Baju kamu bisa beli setokonya, tapi aku benar-benar jijik dengan kelakuanmu mas, hiks..hiks" ucap Aya disela-sela tangisnya
"Aya, tadi itu dia terjatuh dan dia reflek meluk aku dan aku juga nggak tau kenapa dia bisa menempelkan lipstik ini" ujar Arman.
"Gimana ceritanya kamu nggak sadar bahkan noda lipstik itu di dua tempat" Aya semakin meradang.
"Aya aku tekankan sekali lagi, aku nggak pernah selingkuh aku juga tidak mencintai Shella, kalau aku cinta Shella sudah lama aku kawini dia yang jelas-jelas ia masih gadis, tapi karena aku mencintaimu aku memilihmu" ucap Arman.
__ADS_1
"Apa kamu bilang mas?, kamu bilang jelas-jelas dia masih gadis, jadi kamu bandingkan aku dengan dia? Aku memang bukan gadis mas? Kamu tau sejak awal aku seorang janda beranak satu, aku nggak nyangka kamu bisa berucap seperti ini mas" ucap Aya sambil terus menangis ucapan Arman barusan benar-benar menyakiti hatinya, menjadi janda bukan keiginan dia tapi kenapa, Arman harus membandingkan dia dengan seorang gadis dan gadis itu adalah Shella wanita yang selama ini ingin menghancurkan rumah tangganya. Dengan langkah gontai ia menuju lemari pakaian dan mengambil koper disana lalu dia memasukan baju-bajunya.
"Aya jangan begini, aku tidak bermaksud merendahkanmu, sungguh! Maafkan jika kata-kataku menyingungmu" ucap Arman
Aya tidak mengubris semua ucapan Arman dia memasukkan semua bajunya kedalam koper dia sudah tidak lagi mempedulikan apapun yang dikatakan oleh Arman, hatinya terlanjur sakit dengan kata-kata Arman. Ia langsung menyeret kopernya keluar rumah hatinya benar-benar kalut saat ini, kehamilanya membuatnya sensitif ditambah ucapan Arman barusan membuat hatinya semakin tercabik-cabik.
"Aya!, berani kamu keluar kamar maka kau tidak boleh menginjakkan kakimu disini kembali" ucap Arman dengan nada emosi.
Aya tersentak kaget dengan kata-kata Arman, ia menoleh kebelakang.
"Terima kasih untuk malam ini, ini akan jadi kenangan burukku sepanjang masa" ucap Aya.Lalu ia melangkah pergi meinggalkan kediaman Arman.Di teras rumah ia berpapasan dengan Yulia yang kebetulan mampir kerumahnya, Yulia sangat kaget melihat kedaan menantunya yang sangat kacau, matanya sembab dan berjalan menyeret koper.
"Ada apa ini sayang? Kamu mau kemana? Tanya Yulia.Cahaya langsung memeluk Yulia, wanita paruh baya yang sudah ia anggap Ibunya sendiri.
"Ada apa nak? Duduk dulu ada apa kenapa kamu begini?" tanya Yulia
"Ma, maafkan Aya kalau selama ini Aya punya salah sama mama, selamanya mama akan aku anggap mamaku, hiks...hikss...hikss" Aya terisak dalam pelukan Yulia, perempuan paruh baya itu mengelus pungung menantunya dengan penuh kasih sayang.
"Kamu nggak punya salah apa-apa sama Mama, kamu kan memang anak Mama, kamu bukan hanya menantu Mama tapi Mama sudah anggap kamu putri kandung mama sendiri" ucap Yulia.
"Ma, Aya pamit dulu ya Ma, titip Narayan dulu ini sudah malam nggak mungkin Aya bawa dia, kasian dia sudah terlelap" ucap Aya
"Kamu mau kemana?, jangan bikin Mama takut" ucap Yulia perasan Yulia mulai tidak Enak.
"Pergi dari sini ma, Ini sudah bukan rumah Aya lagi, Mas Arman sudah mentalak Aya" ucap Aya sambil berlalu.
"Apa?" ucap Yulia kaget.
Tbc
__ADS_1
Jangan lupa vote, like, comment, favorite juga kopi ya biar nggak ngantuk heheh