NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Hancur


__ADS_3

"Waw...amazing!" teriak Rita yang melihat siaran live keributan keluarga Ridwan.


"Heboh banget sih kamu Ta, liat apa sih?" tanya Cahaya yang penasaran karena sejak tadi Rita heboh sendiri.


"Ini loh mbak, lagi liat live streaming sinetron Azab cuma pemainya antagonis semua, Masalahnya pemeran Protagonisnya sudah mengundurkan diri xiixixiixxii" ucap Rita sambil cekikikan.


"Kamu ini ngomong apa sih? Nggak jelas banget" ucap Cahaya.


Rita terus saja melihat siaran langsung pertengkaran Dita dan mertuanya.Volume suaranya sengaja ia keraskan agar Cahaya mendengar, Cahaya bukan tipe orang yang kepo jadi susah Rita mengajaknya lihat siaran langsung ini.


"Rita !, aku kok kaya kenal dengan suara-suara ini siapa mereka?" ucap Cahaya sambil mengeryit.


"Siapa lagi mbak pemain sinetron Azab di kampung Durian, mbak pasti kenal kan mbak juga mantan Artis disana meskipun mbak peranya jadi wanita yang teraniaya, kumenangiisss" ejek Rita.


"Nggak jelas banget sih kamu Ta" ucap Cahaya sewot. Ia sudah tidak ingin denger berita apapun dari keluarga mantan suaminya.


"Si Dita udah ditalak sama mantan suami mbak Aya" ucap Rita.


"Kok bisa?" tanya Cahaya penasaran


"Katanya udah nggak mau kepoin keluarga mantan, cie..cie..,penasaran ya?" goda Rita.


"Rita!" ucap Cahaya sebal.


Sementara itu dikediaman Ridwan, Dita baru saja meninggalkan rumah mertuanya dengan menangis sepanjang jalan.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang wan?" ucap Ibunya Ridwan putus asa. Mau menemui cucunya kandungnya ia tidak punya cukup nyali menghadapi Ilham. Kalau rasa malu sudah ia abaikan sejak lama.


"Kita harus menata hidup kita kembali bu, lupakan semua tentang Dinda" ucap Ridwan. Ibunya hanya menganguk mendengar ucapan Ridwan.


"Bu, aku keluar sebentar cari angin.Kepalaku rasanya mau meledak" Pamit Ridwan pada Ibunya.Ibunya hanya membalas dengan angukan.


Ridwan meninggalkan rumah ia hendak menemui Sila, agar segala penat dikepalanya hilang.

__ADS_1


"Harusnya sejak dulu kamu menceraikan perempuan tidak tau untung itu" ucap Sila setelah mendengar curhatan Ridwan.


"Aku menikahinya hanya karena permintaan Ibu, sekarang tidak ada alasan lagi aku mempertahankanya" ucap Ridwan.


Dari kejahuan nampak sepasang mata nyalang menatap Ridwan dan Sila.


"Byurrr..." Sila disiran orange jus oleh Dita.


"Rupanya kalian masih berhubungan sampai sekarang, dasar perempuan gatal. Apa sudah tidak ada laki-laki lajang hingga kau menghancurkan rumah tangga orang" Dita memaki Sila setelah menyiram mukanya dengan segelas orange jus.


"Tutup mulutmu Dita!, kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi jadi aku harap jangan lagi kau mencampuri urusanku" maki Ridwan.


"Jadi gara-gara ****** ini, mas menceraikanku" teriak Dita sambil menuding Sila.Ia sudah tidak peduli lagi semua orang melihat keributan ini.


"Plak...." Sila menampar Dita


"PERGILAH WANITA PENIPU" ucap Sila meninggikan suaranya.


"Huu.....dasar perempuan nggak bener!" teriak orang - orang yang menyaksikan keributan itu.


"Kurang ajar kamu Sila! Kalian semua dengar, kalian masih ingat dengan wajah dua cecunguk ini. Mereka yang dulu pernah viral karena perselingkuhanya dengan istri pertamanya kini sudah cerai kemudian dia merayuku dan menikahiku lalu sekarang kembali berselingkuh dengan wanita ini" secepat kilat Dita membalikan keadaan.


"Iya bener laki-laki dan perempuan ini dulu pernah viral, huuu...uuu dasar pasangan mesum.Huuu....uuu" mereka berbalik memaki Sila dan Ridwan.


"Rasakan kalin berdua" batin Dita.


"Sialan! Kita malah yang jadi bulan-bulanan mereka" umpat Sila.


"Kalin denger perempuan ini sudah bukan istriku lagi, jadi disini tidak ada yang selingkuh kami orang-orang bebas" ucap Ridwan membela diri.


"Maling mana ada yang mengaku" Dita terus memprovokasi.


Warga yang ada ditaman itu marah dan melempari Sila dan Ridwan dengan apa saja yang deket dengan mereka.Ada yang melempari sandal, sepatu, batu bahkan kotoran.Sila dan Ridwan benar-benar jadi bulan-bulanan masa.Sementara Dita tersenyum puas dan penuh kemenangan.

__ADS_1


"Jangan pernah main-main dengan Dita kalau tidak mau kena akibatnya" bisik Dita pada Ridwan dan Sila.


Tak lama kemudian datang kamtibmas kemudian membawa Sila dan Ridwan kekantor untuk diintrograsi.Sila menghubungi kakaknya untuk dibebaskan. Bebera saat kemudian setelah kakaknya Sila datang mereka bisa keluar dari tempat itu.


"Hari ini aku bener-bener sial" umpat Ridwan.


"Semua gara-gara mantan istri sialan kamu itu" ucap Sila


"Sila, untuk sementara waktu kita nggak usah ketemu ditempat umum dulu, situasinya belum aman" ucap Ridwan.


"Aku setuju mas" ucap Sila.


Ridwan kembali ke rumah dalam keadaan makin kacau, Ibunya bertambah khawatir dengan keadaan Ridwan.


"Wan ada apa denganmu? Keliahatanya kamu tambah kacau begitu apa yang terjadi?" tanya Ibunya.


"Perempuan sialan itu bikin ulah lagi" ucap Ridwan lalu dia menceritakan kejadian yang baru saja dia alami pada Ibunya.


"Kurang ajar! Dita bener-bener keterlaluan" ucap Ibunya Ridwan.Rasa bencinya pada Dita semakin tambah besar. Ia berjanji dalam hati akan memberi pelajaran pada Dita.


Dua hari setelah kejadian tersebut Dita datang lagi ketempat Ridwan bersama kedua orang tuanya dan Dinda. Mereka tidak terima Dita dicampakan begitu saja .Orang tua Dita selalu menyokong kehidupan Ridwan dan keluarga mereka selalu ada disaat-saat keluarga Ridwan susah tapi kini putri mereka dicampakan begitu saja.


"Kami tidak terima putri kami, kalian lakukan seperti ini. Kedatangan kami kemari untuk mengambil barang-barang yang kami belikan untuk Dita" ucap Ayahnya Dita yang kini sudah membawa mobil siap mengangkut barang-barang dirumah Ridwan.


"Enak saja, kalian mau ambil anggap saja ini balas budi kalian karena Dita dan Dinda menumpang hidup disini" umpat Ibunya Ridwan.


"Numpang katamu? Dita tinggal dirumah suaminya dibilang numpang. Pantas saja Aya minta cerai karena nggak kuat sama kelakuan kalian.pokoknya kami nggak mau tau kami akan ambil pa yang menjadi hak kami." ucap Bapaknya Dita. Kemudian ia masuk kedalam rumah dibantu dua orang preman pasar mengangkuti barang-barang, mulai dari tv, kulkas, meja makan, kursi ruang tamu semua diambil dan Ridwan beserta Ibunya tak bisa apa-apa selain pasrah.Mobil melaju meninggalkan rumah Ridwan menyisakan tangis Ibunya Ridwan.


"Ya Tuhan....Dosa apa yang aku lakukan hingga engkau hukum kami seperti ini, hiks..hiks...hiks" Ibunya Ridwan terus saja menangis


Tbc....


Like,comment dan fav ygy

__ADS_1


__ADS_2