NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Denda


__ADS_3

Mertua Cahaya geram .mendengar Dita dan Ridwan menerima surat penggilan dari yang berwajib atas laporan Cahaya.Ia sudah tidak sabar untuk melabrak dan menekan Cahaya seperti biasa.


"Aya ... keluar kamu!" teriak mertua Cahaya.


"Apaan sih bu ,teriak - teriak" ucap Cahaya sambil keluar menemui mertuanya.


"Heh...perempuan dungu, ngapain kamu laporan Ridwan dan Dita .Salah mereka apa coba?" teriak mertua Cahaya.


"Ibu ...tolong bila berbicara pelankan volumenya sedikit, Narayan masih bobok " pinta Cahaya.


"Nggak bisa! Ibu sudah habis kesabaran menghadapi menantu dungu kaya kamu " maki mertua Cahaya.


"Kalau Ibu, tidak bisa memelankan suara Ibu lebih baik Ibu pulang sekarang " ucap Cahaya jengkel.


"Berani ya, kamu usir saya. Aku ini mertua kamu yang harus kamu hormati!" ucap Mertua Cahaya makin meninggi.


"Ada apa ini?" ucap Ayahnya Cahaya dari dalam rumah.


"Kasih tau anak kamu yang dungu itu, cabut tuntutan pada anakku dan Dita" ucap Pak Hadi Ayah Cahaya.


"Memangnya kenapa sampai Cahaya melaporkan anak Ibu?" tanya Hadi pura - pura tidak tau.


"Tanya pada anak kamu sendiri" ucap Mertua Cahaya sewot.


"Loh kan saya tanya Ibu, kenapa malah suruh tanya anak saya?" ucap Suherman


"Sudahlah pak, nggak usah diladeni" ucap Cahaya.


"Kamu masuk kamar saja, temani anakmu biar bapak yang hadapi mertuamu" bisik Suherman. Setelah itu Cahaya melengang pergi kekamarnya.


"Eh ...urusan kita belum selesai, kenapa malah kabur?" ucap Mertua Cahaya.


"Maaf Ibu, Cahaya harus kekamarnya cucu saya terbangun mendengar teriakan Ibu. Jadi Cahaya harus menidurkan anaknya lagi" Sarkas Suherman


"Bilangin anak kamu!, Cabut tuntutan segera" ucap Mertua Cahaya.


"Kalau Aya tidak mau bagaimana? sedangkan Ibu sendiri tidak cerita kenapa anak saya menuntut anak Ibu" pancing Suherman


"Anakmu itu melaporkan anak saya karena kawin lagi, apa nggak gila anak kamu itu?" hardik Mertua Cahaya.

__ADS_1


"Justru anak saya menjaga kewarasanya dengan melaporkan anak Ibu dan selingkuhanya" sindir Suherman


"Anak sama Bapak sama - sama dungu" maki mertua Cahaya.


Cahaya yang mendengar ucapan mertuanya langsung keluar kamar ia tidak terima bapaknya dikatai dungu.


"Ibu boleh menghina saya sepuasnya, tapi saya tidak terima jika Ibu menghina Bapak saya.Saya pastikan Mas Ridwan dan Dita akan saya tuntut dengan hukuman yang setimpal. Sekarang lebih baik Ibu PERGI !!" usir Cahaya.


"Kamu itu harus banyak belajar agama. Liat diluar sana banyak laki- laki yang beristri lebih dari satu" ucap Mertua Cahaya masih belum beranjak dari tempatnya.


"Maaf Ibu, Untuk masalah itu saya tidak bisa .Saya juga tau laki- laki boleh beristri lebih dari satu dengan satu syarat ia harus adil dan itu tidak ada dalam diri mas Ridwan .Dulu dia punya istri satu saja dia tidak pernah bisa adil buat saya. Bagaimana lebih dari satu?" Sarkas Cahaya.


"Aku pastikan Ridwan setelah ini akan menceraikanmu" ancam Mertua Cahaya.


"Saya tunggu itu Ibu" tantang Cahaya.


Dengan bersungut - sungut Ibu mertua Cahaya keluar dari rumah Cahaya.


"Sialan ... perempuan dungu itu sekarang tidak bisa ditekan ,bagaimana ini nasib Ridwan dan Dita" guman Mertua Cahaya.


Beberapa hari setelahnya Ridwan dan Dita berunding bahwa mereka akan berdamai dengan Cahaya.


"Ok ... aku mau damai asalkan kalian mau membayar denda atas perselingkuhan kalian. Masing masing tujuh puluh juta rupiah" ucap Cahaya.


"Kamu jangan gila Mbak Aya, dari mana kami dapat uang segitu" tanya Dita


"Terserah kalian dapat dari mana aku nggak mau tau" ucap Cahaya.


"Aya ... kamu jangan bercanda dong, uang segitu banyak itu mau kamu apain, toh sekarang kamu juga sudah kaya" ucap Ridwan.


"Aku nggak sedang bercanda. Uang itu untuk apa?, ya terserah aku mau kau apain. Selama tujuh taun aku menikah dengan kamu. kamu tidak pernah menafkahi dengan layak dan bahkan uang yang kamu dapat itu ada keringatku didalamnya. Jangan pura- pura amnesia aku yang membantu kuliah kamu.Tapi balasanmu sungguh menyakitkan" ucap Cahaya.


"Ridwan, Dita kita nggak punya banyak waktu melayani kalian.Sekarang tinggal kalian jawab setuju atau tidak. Kalian tidak ada pilihan kalau setuju, maka kita cabut kalau tidak setuju kita lanjutkan kasus ini. Sebagian uang ini akan Aya gunakan untuk proses perceraian kamu dan Aya" ucap Suherman tegas.


Dita dan Ridwan tidak bisa berkata apa- apa lagi selain pasrah menerima denda dari Cahaya.


"Dasar perempuan Matre ,bisa bisanya dia minta denda segitu banyak dari kalian" ucap Ibunya Ridwan


"Sudahlah Bu, Ibu mau aku dipenjara?" tanya Ridwan.

__ADS_1


"Ya ,Enggaklah ...tapi Ibu masih kesel sama Cahaya" ucap Ibunya Ridwan.


"Mas ,Bayarin dendaku ya?" ucap Dita manja.


"Terus dendaku yang bayar siapa?" tanya Ridwan .


"Kamu kan bisa jual perhiasan kamu" ucap Ridwan lagi.


"Kan sayang mas, aku jadi nggak punya perhiasan lagi .Kalaupun aku jual semua juga belum bisa nutup denda dari mbak Aya" ucap Dita


"Ya udah, nggak usah jual perhiasan kamu" ucap Ridwan mengantung. Seketika wajah Dita sumringah dikira Ridwan mau membayarkan dendanya.


"Tapi kamu masuk penjara" lanjut Ridwan .Dita yang mukanya secerah Awan langsung berubah mendung nan hitam.


Ditengah kasak kusuk Ridwan dan Dita ,keduanya mendapat pesan dari Cahaya bahwa batas waktu yang diberikan Cahaya tidak ada toleransi.


"Bener - bener mbak Aya, tidak mengijinkan aku bernafas barang sesaat saja" umpat Dita.


"Kenapa Dit" tanya mertuanya.


"Ini bu, Mbak Aya bilang dia tidak mentoleransi waktu pembayaran denda.Artinya kita harus segera membayar denda" sungut Dita.


"Bener - bener ya anak itu, Ridwan segera ceraikan Aya dan minta harta gono - gini" ucap Ibu Ridwan tanpa Dosa.


"Gono - gini apa lagi sih bu?" ucap Ridwan semakin frustasi .


"Kamu ini bego apa bagaimana? didalam pernikahan itu harta yang didapat itu harta bersama, gitu aja nggak ngerti .Kamu minta mobil Cahaya dan motor yang dipakai Ilham itu pasti yang beliin Cahaya kamu minta sekalian" ucap Ibu Ridwan sok tau.


"Motor Ilham rusak parah bu" kaat Ridwan.


"Ya udah, minta aja mobil atau motor cahaya, Ibu liat disana juga ada motor matic dan perabotan Cahaya itu lengkap kamu bisa memintanya lalu kasih ke Ibu " ucap Ibunya Ridwan tanpa beban


"Iya ...nanti akan Ridwan urus" ucap Ridwan .


"Mas sekalian minta tasnya mbak Aya, aku liat diinternet harganya puluhan juta" ucap Dita ikut -ikutan mertuanya.


"Jangan lupa gelang yang dipakai Cahaya itu jatah Ibu" ucap Ibunya Ridwan lagi.


Tbc...

__ADS_1


Mimpi apa Aya..dapat mertua kaya gini


__ADS_2