
Dita akhirnya sampai juga direstoran sebuah hotel bintang lima, seumur-umur Dita baru melihat tempat seperti ini.Tak henti-hentinya mulutnya berdecak kagum akan kemewahan hotel ini.Sebuah bangunan megah nan mewah dilengkapi dengan restouran,
"Kita sudah sampai jangan bengong terus Mr.kim sudah menunggumu" ucap Reynaldi membuyarkan lamunan Dita.
"Tak..tak...tak" dengan anggunya Dita berjalan kearah meja yang sudah di booking klienya.
"Atas nama Mr.kim?" tanya Dita pada pria asing didepanya.
"Valencia ya,....waw cantik sekali" puji Mr.kim
"Terima kasih" ucap Dita sopan
Lalu keduanya bercakap-cakap, Dita langsung akrab dengan Mr.kim.Tanpa sepengetahuan Dita, minuman yang akan dimimum Dita sudah dicampurkan sesuatu oleh pelayan atas permintaan Reynaldi.
"Silahkan diminum Valen" ucap Mr.Kim menawarkan orange jus kepada Dita.
"Glek..." Dita langsung meminum minuman itu tanpa rasa curiga.Keduanya kembali terlibat perbincangan yang seru.Dita kembali meminum orange jus sampai tandas, sesaat kemudian ia merasa kegerahan semakin lama semakin panas, kemudian ia melihat Mr.Kim seperti Ridwan. Dita tak dapat melawan gejolak yang ada didalam dirinya dengan dipapah Mr.kim Dita dibawa masuk kedalam hotel.Di kamar ini ia merasa tengah bersama Ridwan kesadaranya semakin lama semakin tipis, ia menjadi liar lalu memuaskan nafsunya yang memang sudah lama tidak terlampiaskan. Malam itu Dita habiskan bersama Mr.Kim laki-laki yang baru ia kenal, namun ia tak menyadari sama sekali dalam benaknya ia tengah bermain bersama Ridwan mantan suaminya.
Setelah selesai pagi-pagi sekali sebelum pergi Mr.kim meninggalkan segepok uang untuk Dita disertai tulisan "Terima kasih untuk malam ini". Begitu bangun Dita merasakan sekujur tubuhnya sakit semua, kepalanya masih pening ia menyibak selimutnya didapatinya dirinya tanpa mengunakan sehelai benangpun.
"Aku dimana ini? Kenapa aku bisa ada disini?" guman Dita.Perlahan-lahan ia mengingat kejadian semalam dimana ia sedang makan malam bersama laki-laki asing lalu setelah itu ia melihat seperti wajah Ridwan lalu keduanya menghabiskan malam bersama.
"Ia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri" kemudian memunguti pakaianya satu persatu dan memakainya kembali.Ia melihat segepok uang diatas nakas dan sebuah tulisan yang diyakininya dari laki-laki asing yang menemaninya semalam.
"Jadi semalam aku benar-benar menghabiskan malam bersama laki-laki asing itu hik..hik..hik" guman Dita sambil terisak.
__ADS_1
Dita kemudian merapikan kamar hotel takut dimarahi karena tempatnya acak-acakan akibat pertempuranya semalam dengan pria asing yang baru dikenalnya semalam.
Ia membuka ponselnya ada sebuah pesan dari Reynaldi yang isinya laki-laki itu sudah menunggunya dibawah.Kemudian ia bergegas kebawah untuk menemui Reynaldi.Sepanjang perjalanan pulang Dita menceritakan semua kejadian yang dialaminya pada Reynaldi.Dalam hati Reynaldi menertawakan kebodohan Dita.
"Oh ya Dita, tadi kamu bilang dapat uang mana uangnya" pinta Reynaldi.
"Kenapa kamu minta?" tanya Dita polos.
"Dita kamu taukan kalau selama ini kamu melakukan perawatan biayanya sangat mahal. Empat juta buat nyicil utang satu juta buat kamu" ucap Reynaldi dengan begitu entengnya.
"Jadi selama ini kamu ngasih perawatan itu nggak gratis?" tanya Dita lagi-lagi ia terlihat sangat bodoh.
"Dita didunia ini tidak ada yang gratis, oh ya mulai malam ini kamu akan menginap disalah satu rumahku bersama meisa dan yang lainya, jangan coba-coba kabur utangmu sangat banyak" ucap Reynaldi membuat mata Dita terbelalak.
"Meisa aku mau tanya sama kamu? Apakah kamu disini kamu bekerja juga untuk menemani makan malam laki-laki?" tanya Dita.
"Tentu saja Valen, bahkan bukan hanya makan malam tapi juga tidur bersama itulah pekerjaan kita memangnya Reynaldi tidak memberitaumu?" tanya Meisa.
Dita hanya mengeleng lemah."Berarti kita bekerja sebagai psk begitu?" tanya Dita polos.
"Iya...dan Reynaldi itu mucikarinya" jawab Meisa.
"Apa?" Dita sangat terkejut mengetahui kenyataan kalau Reynaldi itu seorang mucikari, bisa ia pastikan ia akan terus dijual kepada laki-laki hidung belang diluar sana.
"Aku sudah ditipu mentah-mentah oleh Reynaldi, hiks...hikss...hiks, aku memang seoarang pelakor, tapi aku tidak suka menjajakan tubuhku seperti ini" ucap Dita sambil meratapi nasibnya.
__ADS_1
"Terima nasib aja Dita, kita juga tidak bisa kabur dari tempat ini karena diluar penjaan sangat ketat, dulu aku juga begitu diiming-imingi pekerjaan oleh Reynaldi lalu sama seperti kamu ia menjualku hingga sekarang" ucap Meisa.
"Aku nggak bisa begini Meisa, aku harus bisa keluar dari tempat ini, bagaimanapun caranya" ucap Dita.
"Itu adalah hal yang sangat mustahil Valen...., lihatlah diluar sana para bodyguard berjaga bergantian. Kamu tidak mungkin bisa melewatinya.Asal kamu tau, besuk kamu diminta untuk melayani Reynaldi dan tentu saja kamu tidak dibayar, satu hal yang harus kamu ketahui Reynaldi mempunyai kelainan dia suka bermain kasar semakin pasanganya kesakitan semakin puas dia" ucapan Meisa membuat Dita merinding membayangkan hal buruk yang akan dilaluinya esuk hari.
"Aku harus bagaimana Meisa?" tanya Dita
"Selain pasrah tidak ada hal lain yang bisa kamu lakukan" ucap Meisa.
"Aku tidak mau terus disini Meisa, hiks...hiks...hiks" Dita terus saja menangis meratapi Nasibnya.
Hari telah berganti kini giliran Dita melayani Reynaldi seperti yang dikatakan Meisa Reynaldi orangnya sangat kasar.
"Sini sayang!" ucap Reynaldi lalu ia mendekati Dita yang gemetar ia langsung tertawa dan menjambak rambut Dita.
"Lepaskan...Rey aku mohon," pinta Dita memelas, namun bukanya melepaskan Reynaldi membuka ikatan sabuk yang ia kenakan lalu
"Tar...tar...tar" Reynaldi memcambuk Dita kemudian mengikat tangan dan kaki Dita dengan dasi kesisi ranjang Dita berteriak lalu Reynaldi menyumpal mulut Dita dengan kain dan mengeksekusi Dita. Nasib Dita sungguh malang namun tidak ada yang mampu menolongnya.
Setelah puas bermain dengan Dita Reynaldi meninggalka Dita begitu saja.
Hari berganti hari.Reynaldi terus saja menjajakan Dita pada laki-laki hidung belang.Dita berpikir keras bagaimana caranya ia bisa keluar dari tempat ini namun semua usaha telah ia lakukan sia-sia dan selalu ketahuan oleh bodyguard Reynaldi.Ditengah keputusasaan Dita mencoba merayu Body guard Reynaldi siapa tau dengan cara ini ia bisa kelaur dari tempat terkutuk ini.Bodyguard Reynaldi tidak bisa menolak pesona Seorang Dita. Sebelum kekamar dengan salah seorang body guard Dita memberikan kopi pada para bodyguard yang berjaga diluar ajaibnya mereka tidak curiga sama sekali pada Dita.
"Sayang diminum dulu minuman penambah staminanya nanti kalau kamu nggak minum, kamu akan kewalahan mengahdapiku. tanpa curiga bodyguard tersebut meminum minuman yang diberikan Dita hingga tandas.
__ADS_1