NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Keluarga benalu


__ADS_3

Seperti biasa Ibunya Ridwan mencari cela untuk masuk kerumah Cahaya tanpa sepengetahuan Ilham .Setelah memastikan Ilham sudah tidak ada dirumah Ibunya Ridwan menyuruh putra kesayanganya Ridwan segera kerumah Cahaya.


" Ting ...tung...ting...tung " bel Rumah Cahaya berbunyi .


" Ceklek " pintu dibuka .


" Ngapain lagi benalu itu kemari ,feelingku kenapa nggak enak begini ?" batin Cahaya.


" Mau apa lagi mas ?, uang kemarin sudah habis ?" tanya Cahaya tanpa basa - basi .


" Kamu kenapa jadi suudzon gitu Aya , aku kesini ada kepentingan lain " ucap Ridwan.


" Paling juga nggak jauh- jauh soal uang " ucap Cahaya tanpa tedeng aling - aling ia sudah bosan dengan kelakuan Ridwan dan keluarga .Kemarin ketika memberi bantuan tujuh belas juta Cahaya sudah dimarahi Ilham kini ia tidak mau lagi dimarahi Ilham.


" Enggak ,aku nggak minta uang .Aku cuma mau ketemu Narayan " ucap Ridwan .


" Aku nggak salah dengar mas ?,kamu cari Narayan. Ribuan kali kamu kesini baru kali ini mencari Narayan .Tapi sayangnya Narayan sudah lupa tuh siapa kamu " sindir Cahaya.


" Aya ..... Dinda sakit keras dia divonis Leukimia " ucap Ridwan .


" Aku sudah tau ! Bukanya kemarin itu Dita sudah bilang dan aku belum pikun mas ,kenapa diulang - ulang ?,"sewot Cahaya.


" Kemarin Dita ngarang ,tidak taunya Dinda divonis sakit Leukimia beneran " ucap Ridwan .


" Makanya kalau ngomong itu hati-hati kena batunya kan sekarang , Sudahlah...nggak usah bertele - tele katakan apa maksud mas Ridwan kemari .Aku nggak percaya kalau kesini cuma buat ketemu Narayan " ucap Cahaya .


" Beneran aku pingin ketemu Narayan ,karena hanya Narayan yang bisa sembuhin Dinda " ucap Ridwan.


" Hahahaha..... kamu nggak usah ngaco kalau bicara ,mana mungkin Narayan bisa sembuhin Dita , Eh...bisa ding ,tunggu dua puluh tahun lagi " ucap Cahaya masih tertawa.


" Aya ...aku serius , aku membutuhkan Narayan untuk mendonorkan sungsum tulang belakangnya untuk Dinda ,hanya dengan cara itu Dinda bisa selamat " ucap Ridwan.


" Juederrrr..." bagai disambar petir disiang bolong saat Cahaya mendengar ucapan Ridwan .Tawanya berubah menjadi tatapan nyalang kearah Ridwan.

__ADS_1


" Kamu masih waras kan mas ?" tanya Cahaya dengan nada tinggi


" Iya ...aku masih waras Aya makanya aku mengusahakan kesembuhan Dita " ucap Ridwan.


" Dengan mengorbankan Narayan darah dagingmu sendiri ,demi menyelamatkan ponakanmu tercinta itu ,dimana otak kamu mas " ucap Cahaya sambil berteriak emosinya memuncak .Tak pernah terpikirkan olehnya mempunyai suami macam Ridwan yang tega mengorbankan anaknya sendiri demi seorang ponakan.


" Please Aya , tolong Dinda kamu seorang Ibu pasti tidak akan tega melihat penderitaan Dinda saat ini " ucap Ridwan menirukan ucapan Dita yang membuat Aya luluh.Namun bukanya luluh malah Cahaya semakin meradang.


" Aku seorang Ibu ,aku tidak akan pernah mengorbankan keselamatan anakku demi orang lain Camkan itu !!" ucap Cahaya.


" Cahaya tolong pakai hati kamu " ucap Ridwan .


" Kamu tolong pakai otak kamu yang ketingalan di got ! Dan segera tinggalkan Rumahku untuk mencari otakmu yang ketingalan di got PERGI !!!" usir Cahaya.


" Aku tidak akan pergi sebelum kamu ijinkan aku membawa Narayan" ucap Ridwan kekeh.


Cahaya memencet tombol darurat dirumahnya .Tak lama kemudian dua orang bodyguard yang disewa Ilham datang dan menyeret Ridwan keluar Rumah .Ridwan berusaha berontak namun dia tidak bisa berbuat banyak secara postur Body Ridwan kalah jauh dari Bodyguard yang disewa Ilham apalagi soal ketrampilan beladiri.Sekali tempeleng Ridwan langsung terkapar.


" Mbak Aya .... Dengan segala kerendahan hati aku ingin mengetuk pintu hatimu sebagai seorang Ibu " ucap Dita sambil bersimpuh seperti biasanya berharap ia mendapat simpati dari Cahaya seperti sebelum -sebelumnya .


" Bangun Dita " ucap Cahaya.


" Yes ..." batin Dita bersorak kegirangan .


"Mbak Aya ....aku akan tetap bersimpuh sampai mbak Aya mau menolongku " ucap Dita mengunakan cara yang sama seperti sebelum - sebelumnya.


" Dita ...kamu Budeg apa bagaimana ? Bagun ! Jangan bersimpuh " bentak Cahaya.


" Apakah itu Artinya mbak Aya ,mengijinkanku membawa Narayan " ucap Dita percaya diri.


" Jangan mimpi kamu ,langkahi dulu mayatku baru kamu bisa bawa Narayan " ucap Cahaya.


" Mbak tidakkah terketuk hatimu sedikit saja sebagai seorang Ibu untuk membantu Dinda " ucap Dita sambil menangis.

__ADS_1


" Sekarang aku tanya sama kamu ,kenapa harus Narayan kenapa bukan kamu saja sebagai Ibunya? tanya Cahaya sukses membuat Dita gelagapan.


" Itu...itu karena , sungsumku nggak cocok " ucap Dita berdusta .


" Terus kalau Narayan pasti cocok begitu ? Kamu kira aku bodoh ,setelah suamimu yang pecundang itu kemari Ilham langsung menyelidiki semua tentangmu dan keluarga benalumu ,dari semua anggota keluargamu tidak ada yang mau donor tulang sumsum untuk Dinda.Lantas kalian mau korbankan anakku begitu?," ucap Cahaya air matanya kini tumpah dadanya serasa sesak menghadapi manusia- manusia picik seperti keluarga mantan suaminya


"Dimana nurani kamu menyuruh seorang Ibu? Mana ada seorang Ibu yang mau menyerahkan nyawa anaknya demi menolong anak orang lain " lanjut Cahaya .Dita bungkam seribu bahasa ia lupa bahwa Ilham bukan orang sembarangan informasi seperti itu bukan hal yang susah untuk ia dapatkan.


" Mbak Narayan kan masih kecil, jadi " belum sempat Dita meneruskan ucapanya sudah dipotong oleh Cahaya .


" Jadi apa ? Mau kalian korbankan begitu , aku peringatkan kamu mulai saat ini jangan pernah injakkan kakimu dan kelurga benalumu kerumahku.Sekarang kamu mau pergi dari rumahku sendiri atau aku pakai cara yang sama untuk mengusirmu dengan caraku mengusir suamimu yang nggak tau diri itu " sarkas Cahaya. Dita langsung keluar dari rumah Cahaya .Ia tak ingin mengalami hal sama dengan apa yang dialami oleh Ridwan.


Dengan langkah gontai ia keluar dari rumah Cahaya .Menangispun rasanya percuma.Sesampainya dirumah sakit ia langsung berunding bertiga dengan Ridwan dan mertuanya.


" Dita gagal membujuk mbak Aya bu ,mas Ridwan hiks...hiks...hiks...bagaimana ini nasib Dinda " Dita terus terisak.


" Dita .....aku rasa nggak ada jalan lain .Dinda harus segera mendapat pertolongan siapkan dirimu untuk mendonorkan sumsum kamu demi Dinda " ucap Ridwan.


" Enggak mas...aku nggak maun,gimana nanti kalau operasinya gagal dan aku mati ,kamu pasti kawin lagi " ucap Dita .


" Dita...Dita kamu ini disaat kaya gini bisa - bisanya kamu mikir kaya gitu " ucap Ridwan yang tidak mengerti jalan pikiran Dita.


" Hmmmm....sepertinya Ibu punya Ide " ucap Ibunya Ridwan.


" Kita culik saja Narayan pas pulang sekolah , orang tidak akan curiga karena kamu Ayahnya.Pastikan kamu jemputnya sebelum jam pulang sekolah supaya tidak keduluan sama Cahaya ,Ilham dan tunangan Cahaya itu " ucap Ibunya Ridwan memberi sebuah Ide gila.


" Aku nggak setuju bu , ini penculikan aku bisa masuk penjara lagi " ucap Ridwan.


" Kamu mau tanggung jawab kalau Dinda kenapa-napa ? nggak akan ada yang nuntut kamu sebagai penculik karena kamu ayahnya jangan bodoh kamu!" ucap Ibunya Cahaya memprovokasi.


Tbc....


Gimana ini readers ....kalian kasih tau ke Ilham ya kalau ponakannya yang imut dan mengemaskan itu mau diculik Ayahnya sendiri

__ADS_1


__ADS_2