
Ridwan terpaksa menelan kekecewaanya karena tidak dapat bertemu Aya pujaan hatinya.Ia segera pulang ke kampung halamanya entah mengapa sepulang dari toko kue Cahaya ia selalu terbayang-bayang wajah cantik Cahaya.
"Aya....taukah kamu, saat ini aku sangat merindukanmu. Aku berjanji akan membebaskanmu dari laki-laki itu, aku akan merebutmu kembali" guman Ridwan.
"I love you Aya" Ia terus berguman.
Mobil terus melaju membelah kebisingan kota menuju kampung dimana ia sekarang tinggal, sampai di rumah ia langsung disambut hangat oleh Ibunya.Perempuan paruh baya ini sudah tidak sabar mendengar kabar dari anaknya soal, makanan yang ia kirimkan untuk Aya.
"Wan, bagaimana? makanan itu sudah di terima dan dimakan oleh Aya apa belum?" tanya Ibunya Ridwan sudah tidak sabar.
"Sudah bu," dusta Ridwan
"Aya sendirikan yang menerimanya kan ?dan kamu sudah pastikan dia memakanya didepanmu?" tanya Ibunya lagi
"Iya, sudah" kembali Ridwan berdusta ia tidak ingin Ibunya kecewa dan marah-marah.
"Maafkan aku Bu, terpaksa aku berbohong" batin Ridwan.
Seulas senyum langsung terbit dari bibir rentanya " Bagus sebentar lagi rencanaku akan berhasil,Yes" Ibunya Ridwan langsung bersorak dalam hati.
"Ibu kok kelihatanya seneng banget?" tanya Ridwan.
"Ya seneng dong, itu Artinya dia memaafkan Ibu" dusta Ibunya Ridwan.
"Jadi Ibu sudah nggak benci lagi sama Aya?" tanya Ridwan dengan mata berbinar.
"Enak aja nggak benci, sampai matipun aku tetap membenci perempuan itu, perempuan pembawa sial gara-gara dia hidupku jadi miskin begini" batin Ibunya Ridwan
"Enggaklah Wan, Ibu malah senang kau kembali padanya itu Artinya Ibu bisa dekat dengan cucu Ibu" Ibunya Ridwan memang pandai memoles kata-kata manis.
"Syukurlah bu, Ridwan senang Ibu berubah. Sampai sekarang Ridwan juga masih cinta sama Aya bahkan, sekarang cinta Ridwan lebih besar dari pada cinta Ridwan pada Aya dulu bahkan lebih besar dari cintaku pada siapapun" ucap Ridwan
"Berarti kamu sekarang lebih cinta Aya dari pada Ibumu ini. Aku orang yang membuat kamu ada didunia ini, aku yang bertaruh nyawa untuk membuatmu melihat dunia ini" sungut Ibunya Ridwan tidak terima dengan ucapan putranya barusan.
"Bukan begitu bu, Ibu tetap nomor satu" ucap Ridwan.
__ADS_1
"Tapi entah mengapa, kenyataanya sekarang aku lebih mencintai Aya melebihi siapapun termasuk Ibu dan bahkan diriku sendiri" batin Ridwan.
"Oh...Ibu kira kamu udah nggak sayang lagi sama Ibu, hanya gara-gara Aya" ucap Ibunya pada Akhirnya.
"Ibu tetep nomor satu dong" ucap Ridwan.
Setelah kembali dari kota, Ridwan bener -benar tidak bisa konsentrasi bekerja pikiranya selalu berkelana mengembara jauh ke sana , wajah dan senyuman Aya, selalu berada dipelupuk mata. Warung mie Ayam Ridwan makin jaya, pengunjungnya selalu berjubel tidak sampai malam warung sudah tutup karena sudah habis padahal ia sudah menambah berlipat-lipat daganganya.
"Wan, apa kamu tidak ingin ke kota untuk ketemu anak dan istrimu" ucap Ibunya Ridwan. Dia sengaja menyebut istrimu agar Ridwan semakin tertantang.
"Emangnya Ridwan boleh kekota lagi bu, Padahal warung lagi rame, biasanya kalau aku tinggal Ibu ngomel-ngomel" ucap Ridwan terlalu jujur.
"Wan, Ibu ingin lihat kamu bahagia.Ibu lihat kebahagiaanmu ada pada Aya, kejarlah dia rebut dia kembali, rebut apa yang seharusnya menjadi milikmu yang kini sedang bersama orang lain" ucap Ibunya Ridwan.
"Jadi Ibu, benar-benar merestuiku bersama Aya lagi?" tanya Ridwan memastikan apa yang ia barusan dengar.
"Iya nak, kejarlah kebahagiaanmu Ibu merestuimu" ujar Ibunya Ridwan.
"Kalau Ridwan dikota beberapa hari Ibu tidak akan marah bukan?" tanya Ridwan kembali memastikan.
"Terima kasih Ibu, Aku makin sayang sama Ibu" ucap Ridwan sambil memeluk Ibunya. Lalu ia bersiap-siap hendak kekota untuk meluluhkan hati Aya yang sudah menjadi milik orang lain, kini ia bertekad untuk merebutnya kembali.
Sepanjang perjalanan menuju kota ia sangat senang sekali, hatinya berbunga-bunga ia juga sesekali bersenandung kecil, senyum tak pernah lepas dari bibirnya. Dengan kecepatan penuh ia melajukan mobilnya sudah tidak sabar rasanya untuk bertemu dengan Aya sang pujaan hati. Tujuan pertamanya adalah ke toko kue Cahaya ia juga sudah membeli berbagai macam oleh-oleh untuk Cahaya.
"Pagi Rita," sapa Ridwan ke kita bertemu Rita.
"Pagi, Mas Ridwan mau beli kue apa mau ketemu Mbak Aya, kalau ketemu mbak Aya maaf dia nggak ke toko hari ini" ucap Rita to the point.
"Emang dia mau kemana?" tanya Ridwan.
"Kepo banget jadi mantan" sindir Rita.
"Aku mohon kasih tau kemana dia, ada hal penting yang ingin aku sampaikan" ujar Ridwan.
"Bisa lewat saya saja pesanya, nanti kalau mbak Aya sudah kembali saya sampaikan" ujar Rita.
__ADS_1
"Ini nggak bisa disampaikan pada orang lain Tha, ini harus langsung ke orangnya" ucap Ridwan.
"Ya terserah, Tunggu seminggu lagi dia lagi di Bali bulan madu sama suaminya" ucap Rita jujur.
"Kamu tau, bali kemana tujuannya" tanya Ridwan lagi.
"Bali itu ya B.A.L.I, masih nanya kemana tujuanya?" sewot Rita.
"Tapi bali kan luas Tha, masak aku ubek-ubek seluruh bali untuk menemukan dia, paling enggak kasih tau dimana ia menginap?" ucap Ridwan masih kekeh pingin tau dimana Aya saat ini.
"Maaf ya mas, namanya bulan madu itu privasi jadi nggak ada yang tau dimana, kalau nggak ada yang mau dibicarakan lagi saya permisi maaf toko lagi rame, jadi saya mohon pengertianya" ucap Rita meninggalkan Ridwan begitu saja.
Ada rasa sesak dalam dada, Ridwan mengetahui mantan istrinya berbulan madu ke Bali, ia tidak rela Aya bersama dengan orang lain hatinya begitu sakit bagai dihantam godam besar, tapi ia juga masih mengunakan logikanya tidak mungkin juga ia menyusul kebali sedangkan ia tidak tau Aya persisnya dimana, satu-satunya jalan ia harus menunggu Aya kembali dan ia harus menelan kekecewaan lagi pulang kampung. Sampai dirumah ia langsung dicecar pertanyaan oleh Ibunya
Seminggu sudah berlalu kini ia kembali ke kota untuk menemui Aya, ia nekat kerumah Aya. Namun rupanya kini rumah Aya sudah ada security penjaga disana sehingga ia tidak bisa leluasa masuk, terpaksa ia harus menunggu dari kejahuan di toko kue Cahaya dari pagi.Penantianya tidak sia-sia siang hari ia melihat mobil Aya masuk kepelaran toko kue miliknya, kesepatan itu tidak sia-siakan oleh Ridwan ia langsung berlari menemui Cahaya.
"Aya! "Panggil Ridwan Cahaya langsung menoleh kesumber suara.
"Aya, aku sudah lama nunggu kamu" kata Ridwan.
"Ada kepentingan apa? Nunggu saya," tanya Cahaya.
"Aku kangen kamu, Aya" ucap Ridwan.
"What?, aku nggak salah dengar mas?" tanya Cahaya.
"Aku serius, aku akan membebaskan kamu dari laki-laki brengsek itu, aku tau kamu tidak mencintainya dan kamu tersiksa dengan pernikahan kamu" ujar Ridwan.
"Kamu mabok mas?, ngelantur begitu" ucap Cahaya.Ia langsung meninggalkan Ridwan begitu saja, percuma saja bicara dengan Ridwan baginya hanya buang-buang waktu, saat ia baru berbalik badan Ridwan langsung memeluknya.
Tbc...
Jangan lupa like,comment dan favorite ygy.
Love you all
__ADS_1