NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Takut kehilangan


__ADS_3

"Maafin suami aku ya," ucap Cahaya pada Niko karena merasa tidak enak atas sikab Arman.


"Kamu nggak salah, ngapain kamu minta maaf?. Aku pulang dulu nanti suamimu tambah salah faham" pamit Niko


"Makasih ya ko," ucap Cahaya.


"Kamu masuklah dan temui suamimu!, sebelum tanduknya keluar lagi," ucap Niko. Kemudian ia meninggalkan toko kue Cahaya.


Cahaya masuk ke dalam toko dan langsung menemui Arman, dilihatnya Arman mengecek cctv. Matanya merah menahan amarah.


"Udah kangen-kangenanya sama Niko?" Sarkas Arman.


"Apa maksudmu mas," tanya Cahaya.


"Jangan pura-pura bodoh!, aku tau selama aku tidak ada dirumah dia selalu datang kesini menemuimu" ucap Arman dengan Nada marah.


"Iya Niko memang kesini dia beli kue, terus kebetulan toko lagi rame dan ngebantuin aku, ada yang salah" Tanya Cahaya.


"Ada yang salah katamu? Kamu selalu bersama laki-laki yang bukan suamimu itu bukan hal yang salah menurutmu?" omel Arman.


"Mas denger ya, aku nggak seharian atau semalaman bersama Niko, dia kesini sore hari pas toko rame, begitu toko udah nggak begitu rame dia juga pulang kok, lagian ini sini banyak orang lain juga.Justru aku berterima kasih pada dia, kalau nggak ada dia kemarin kami kewalah dua orang karyawanku ijin" ucap Cahaya.


"Bela aja terus dia!" ucap Arman.


"Aku cek cctv kamu pulang dari tempat Shella diantar Niko juga kebetulan sekali yah?" sindir Arman.


"Kalau tidak ada Niko, aku harus nunggu kamu sampai pagi begitu mas?" Cahaya mulai jengah dengan sikab Arman.


"Kamu kan bisa naik taxy online" ucap Arman.


"Terima kasih, atas saran kamu. Apa kamu tidak bisa membayangkan bagaimana diriku seorang perempuan pulang malam naik taxy sendirian, oh ya aku lupa mana kamu peduli soal itu?" ucap Cahaya lalu pergi meninggalkan Arman.


"Kenapa dia yang marah? Harusnya kan aku yang marah" guman Arman.


Arman segera mengirim pesan pada Shella kalau malam ini ia tidak bisa menemaninya.Shella terus merengek minta ditemeni. Sampai dirumah ponsel Arman terus diteror Shella.

__ADS_1


"Berisik banget Hpmu" ucap Cahaya.


"Dari Aya" ucap Arman.


Seketika raut muka Cahaya langsung berubah masam.


"Pergilah..." ucap Cahaya.


"Aku tidak akan pergi, kalau aku pergi Niko pasti akan menghubungimu dan aku tidak mau itu" ucap Arman.


"Tidak kusangka ternyata sepicik itu pemikiran kamu" ucap Cahaya.Lalu pergi meninggalkan Arman.


Dalam hati ia sudah bertekad tidak akan mempedulikan apapun yang akan dilakukan Arman.Malam ini Aya tidur dikamar Narayan dan Arman tidur sendiri. Pagi hari Cahaya menyiapkan segala keperluan Arman namun ia bersikab cuek terhadap Arman ia sengaja tidak sarapan dirumah untuk menghindari Arman. Biasanya jika Arman akan berangkat kerja Cahaya akan membawakan tas dan mengantarnya sampai ke gerbang tapi pagi ini Cahaya sengaja menghindari Arman.


"Kenapa dia aneh sekali" batin Arman yang sama sekali tidak peka


Sepanjang mengajar ia sama sekali tidak fokus, pikiranya selalu lari ke Cahaya. Shella terus merengek minta ditemani namun Arman mengabaikanya.Diabaikan Cahaya membuat ia kelimpungan.Pulang kerja ia langsung menuju toko namun sama seperti dirumah Cahaya bersikab cuek terhadap Cahaya.


"Aya kita harus bicara" ucap Arman.


Sesampainya dirumah Arman langsung mencekal tangan Cahaya untuk mengajak dia bicara.


"Kenapa kamu cuekin aku kaya gini" tanya Arman.


"Ada masalah? Aku sedang membiasakan diri tanpamu kembali seperti dulu, untuk itu beri aku waktu aku ingin kita bisa berpikir mau dibawa kemana pernikahan kita. Mulai besuk aku ada seminar UMKM diluar kota, Semoga setelah kembali dari seminar aku bisa ambil keputusan.


"Apa maksud kamu Aya? Keputusan? Keputusan apa?" Tanya Arman ia makin panik dan kebingungan.


Pagi- pagi Cahaya sudah meninggalkan rumah untuk mengikuti seminar diluar kota. ia berangkat mengunakan taxy online .Arman benar-benar dibuat kelimpungan.Sepulang dari kampus ia langsung ketoko kue.


"Rita..."panggil Arman.


"Ya, pak" ucap Arman.


"Kamu tau kenapa Mbak Aya, akhir-akhir ini berubah?" tanya Arman.

__ADS_1


"Mbak Aya berubah?, jadi Spiderman apa bagaimana pak?" goda Rita


"Aku serius Ta!" ucap Arman.


"Iya...iya, Bukanya yang berubah itu Bapak ya?" tanya Arman.


"Bapak bukan laki-laki setia, kasian mbak Aya padahal dia cantik baik kurang apa dia pak?" tanya Rita.


"Jangan sembarangan kamu! Aku tidak pernah menduakan Aya" ucap Arman tidak terima.


"Tidak menduakan bagaimana, demi perempuan lain Bapak sampai menabrak mbak Aya hingga terluka luar dan dalam" ucap Rita.


"Maksudmu?" Arman tidak mengerti ucapan Cahaya.


"Jadi Bapak nggak tau mbak Aya terluka? Anda bener-bener luar biasa, asal Bapak tau kemarin mbak Aya masih sakit dia tetap bekerja untuk menutupi hatinya yang terluka, kalau gitu jangan salahkan orang lain yang peduli sama istri Bapak, jika Bapak saja setidak peduli itu sama mbak Aya. Kemarin Pak Niko memaksa mbak Aya untuk beristirahat dan menyuruh saya mengobati luka memar akibat ketendang sama Bapak, kasian banget mbak Aya badan sekecil itu ditabrak Badan segede Bapak mana gendong gorila lagi " cerocos Rita mengebu.


"Jadi Aya kemarin terluka?" dengan begonya Arman masih bertanya.


"Iya luka lahir dan batin, Setelah Bapak menendang hingga jatuh dan mengendong perempuan lain lau menemaninya hingga dua malam, kalau saya jadi mbak Aya sudah saya potong sosis Bapak" ucap Rita jengkel pada Arman yang tidak peka.


"Tapi aku udah ijin pada Aya" kilah Arman.


"Ijin setelah sampai disana tanpa bertanya bagaimana kedaan istri Bapak, pulang dengan siapa, bagaimana perasaan istri Bapak, dan setelah pulang dengan begitu Pedenya minta ijin lagi" ucap Rita.


"Tapi dia mengijinkan kok" ucap Arman.


"Itu Artinya dia sudah tidak peduli lagi sama Bapak, bagaimana kalau posisi dibalik Mbak Aya menemani laki-laki lain sampai bermalam disana sampai dua malam" cecar Rita.


"Nggak bisa gitu dong, Aya kan perempuan lagian situasinya darurat Shella tidak ada yang menemani" ucap Arman.


"Ok, fix berarti Bapak tunggu aja gugatan cerai dari mbak Aya, saya aja muak dengan tingkah Bapak apalagi mbak Aya" ucap Rita.


"Satu lagi perlu Bapak ketahui si Sela atau siapalah itu, kata Pak Niko sengaja makan udang agar alerginya kumat. Dan Bapak dengan begitu bodohnya diperdaya sampai menyakiti istri sendiri.Tapi tenang aja pak, habis cerai dari Bapak mbak Aya udah banyak yang ngantri dari juragan Ayam sampai CEO bahkan ada pejabat juga, udah ah pak, Saya mau kerja lagi. Bisa darah tinggi saya kalau deket Bapak" ucap Rita " memanasi Arman


"Nyesel dulu pernah naksir dia, ternyata selain nggak peka peak juga dia" batin Rita

__ADS_1


__ADS_2