NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Tertampar kenyataan


__ADS_3

"Dasar perempuan tidak tau diuntung, Kamu itu harusnya bersyukur sudah untung Ridwan menikahi kamu yang hanya seorang gadis miskin sedangkan dia seorang pegawai BUMN yang gajinya fantastis.Dulu kamu hidup enak, setelah miskin kamu tinggalin begitu aja!" geram Siti.


"Maaf ya Bulek, kalau Bulek tidak tau apa-apa tentang saya dan Mas Ridwan sebaiknya Bulik diam saja" ucap Cahaya jengkel.


"Diam katamu! Setelah hartanya Ridwan kamu habisin terus dia hidup susah kamu menyuruhku Diam? Keterlaluan kamu Aya" ucap Siti.


"Dengar ya bulek! Aku tidak pernah mengunakan uang mas Ridwan seperpun untuk memperolah apa yang aku punya saat ini" ucap Aya.


"Kamu pikir aku buta, Dari mana kamu dapat uang untuk bangun rumah semewah ini, toko kue dan juga Rumah yang kini ditempati Ilham. Dasar serakah semua kamu nikmati sendiri" cecar Siti


Cahaya tersenyum mendengar tuduhan dari Siti.


"Asal Bulek tau, ini rumah yang aku tempati ini rumah suamiku Mas Arman yang ia beli sendiri sebelum menikah dengan aku, dan rumah yang ditempati ilham itu rumah patungan antara aku dan Ilham dan untuk toko roti itu 100% itu punyaku. modal yang aku kumpulin sendiri tentunya dibantu Ilham juga" ucap Cahaya mantab.


"Jangan membual kamu, emang siapa suami kamu? mana ada laki-laki yang mau sama janda seperti kamu kalau bukan gara-gara uang yang kamu rampas dari Ridwan" tuduh Siti.


"Suamiku seorang dosen ia juga punya beberapa usaha dan asal bulek tau dia sejak lahir sudah kaya" ucap Cahaya.


"Kamu pikir aku peracaya sama kamu?, satu lagi soal Ilham bocah kematin sore mana bisa cari uang sebanyak itu" ucap Siti.


"Terserah bulek, coba bulek tanya- tanya orang- orang sekitar rumah Ilham tanya Ilham itu siapa biar bulek tidak suudzon terus dan tidak ada gunanya saya meladeni bulek, saya harus ke toko, kalau tidak ada keperluan silahkan keluar dari rumah ini" usir Cahaya.

__ADS_1


"Berani sekali kamu mengusir saya!" geram Siti.


"Maaf Bulek, untuk menjaga kewarasan saya, Aya harap bulek segera pergi dari rumah saya. Pintu keluar disebelah sana" ucap Cahaya.


Dengan wajah ditekuk Siti terpaksa meninggalkan kediman Cahaya.Namun ia belum puas memaki Cahaya.Ia berjanji dalam hati untuk melabrak lagi lain kali.


"Apa maksud bulek siti ini? Datang-datang langsung nyerang kaya gini heran aku, nggak ponakanya, nggak Ibunya, nggak buleknya, semua sama aja suka bikin huru - hara bikin mood anjlok aja"batin Cahaya


Setelah kepergian Siti, Cahaya langsung ketoko kue disana ia bisa melupakan kekesalan hatinya karena kedatangan Siti.


Sementara itu Siti yang pensaran dengan sosok Ilham kini, Siti berkeliaran di sekitar rumah Ilham dan mencari tau segala sesuatu tentang Ilham. Fakta yang didapat sungguh diluar dugaan bocah ingusan yang ia remehkan kini menjelma menjadi seorang pejabat negara karirnya melejit pesat.


"Aku harus selidiki dari mana bocah ingusan itu bisa kuliah, bukankah orang tuanya itu miskin? Ini tidak bisa dibiarkan aku harus menuntut Aya pembagian harta yang ia dapat selama menikah dengan Ridwan, enak aja harta segitu banyak dinikmati sendiri sedangkan keponakanku yang malang itu kini menderita" guman Siti.


"Mau apalagi sih bulek Siti, dari pagi sampai sore begini nggak pergi-pergi" guman Cahaya mengintip dari balik tirai


Akhirnya ia merasa kasian juga lalu menyuruhnya masuk ke tokonya dan berbicara di kantor milik Cahaya.


"Hebat bener kamu Aya, punya kantor segala.Namun sayangnya semua ini membuat kamu lupa daratan, harusnya sebagai seorang Istri kamu menemani masa-masa terburuk suami kamu, bukan malah menikah lagi.Istri macam apa kamu yang mau enaknya saja disaat masih jaya ditemani, begitu terpuruk kamu tinggal. Ibarat kata habis manis sepah dibuang" ucap Siti.


"Sudah bicaranya bulek? Kalau sudah saya mau jelasin kalau saya tidak meninggalkan mas Ridwan justru mas Ridwanlah yang menghianati saya dengan berselingkuh dengan Sila lalu diam-diam menikahi Dita, apakah laki-laki seperti itu harus saya pertahankan?" tanya Cahaya. Suasana hening sesaat.

__ADS_1


"Kamu ini kalau suami tersesat itu diingatkan bukan ditinggalkan. Suami Istri itu harus menerima kekurangan satu sama lainya harus saling melengkapi. Bukan malah dibiarkan tersesat begitu" ucap Siti sok bijak.


"Maaf ya bulek, Aya masih terima dinafkahi tidak layak oleh Mas Ridwan bayangkan saja setiap hari Aya hanya dinafkahi dua puluh ribu rupiah, Aya harus mati-matian jualan keliling dengan mengendong Narayan untuk memenuhi kebutuhan, Sedangkan gaji Mas Ridwan itu lebih dari cukup tapi diberikan pada Ibunya, selingkuhanya dan Dita, Aya masih bertahan dengan itu semua tapi setelah Aya tau Aya dihianati Aya nggak bisa terus-terusan disakiti Mas Ridwan" ucap Cahaya sambil menangis teringat semua penderitaan yang ia alami selama menjadi Istri Ridwan.


"Makanya kamu itu harus belajar agama, banyak kok laki-laki yang punya istri lebih dari satu nyatanya mereka baik-baik saja" ucap Siti.


"Oh ya, lalu kenapa Bulek meminta cerai pada suami bulek pada saat Bulek tau suami bulek main gila dengan perempuan lain" ucapan Cahaya sukses membungkam mulut Siti.


"Aku ini lagi bahas kamu dan Ridwan tapi kamu kenapa malah bahas kemana-mana" sewot Siti tidak terima.


"Cape bicara sama kamu, kedatanganku kemari intinya aku ingin meminta bagian harta untuk Ridwan, capek juga lama-lama bicara sama kamu" ucap Siti.


"Warisan yang mana?" tiba-tiba Arman masuk ia sebenarnya sudah lama datang dan menunggu tapi lama kelamaan ia jengkel juga karena Siti terus memojokannya.


"Kamu Siapa? Kamu nggak berhak ikut campur urusanku dengan Cahaya" cecar Siti.


"Saya orang yang paling berhak ikut campur urusan yang menyangkut Cahaya, karena saya sekarang Suami Cahaya" ucap Arman tenang.


"Ini nggak ada sangkut pautnya sama kamu, jadi aku minta kamu jangan ikut campur" ucap Siti.


"Sudah saya katakan kalau saya akan selalu Ikut Campur masalah Aya, tolong katakan apa sebenarny mau anda dan setelah itu tolong tinggalkan tempat ini" ucap Arman.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, aku minta pembagian harta untuk ponakanku Ridwan karena selama menikah dengan Ridwan begitu banyak harta yang dikuasai oleh Aya" ucap Siti tanpa malu.


"Hmmm....lihat ini bukti kebrengsekan ponakan anda, Aya membantu kuliah Ridwan hingga menjadi seorang pegawai tapi apa yang ia dapat? Nafkah tidak layak, penghianatan disini bisa disimpulkan siapa yang harus menuntut harta" Ridwan mengungkap semua bukti perselingkuhan, pemberian nafkah yang tidak layak keterangan para saksi dipersidangan ia rekam dan ia putar kembali untuk diperlihatkan pada Siti.


__ADS_2