
"Diem kamu!" bentak Arman.
"Asal kamu tau,Aku udah tau apa yang kamu lakukan pada Cahaya." lanjut Arman memarahi Shella.
"Perempuan itu ngadu? Dan kamu lebih percaya dia dibanding aku sahabatmu sejak kecil" ucap Shella seolah dia wanita yang paling tersakiti disini.
"Asal mama tau, sebelum Aya menggalkan tempat pesta .Perempuan ini sudah mengolok- olok Aya kemudian menumpahkan minuman ke Baju Cahaya lalu kembali mengolok - oloknya bersama teman - temanya .kemudian Aya nggak tahan lalu pergi dari pesta itu ,ditengah jalan ia dicegat tiga preman dan hampir dilecehkan " ungkap Arman sambil menunjuk wajah Shella ,ia bicara dengan nada tinggi. Kekecewaan pada sahabatnya ini sudah diambang batas.
"Itu...uuu tidak benar Arman, itu fitnah." ucap Shella membela diri.
"Semula aku juga nggak percaya kamu bisa melakukan semua ini, Aya juga nggak cerita apapun soal ini.Tapi kamu harus tau adeknya Aya si Ilham itu hecker pro. liat bukti ini" Arman memperlihatkan ponselnya yang berisi rekaman cctv yang sudah diretas Ilham.
Disana jelas sekali kalau Shella dan gengnya sudah membully Cahaya ketika Arman meninggalkannya.Seketika wajah Shella menjadi pucat pasi. Kini ia tidak dapat mengelak lagi.
"Kalau saja Ilham telat sedikit saja nyawa kami mungkin sudah melayang,apa kamu mau tanggung jawab ?" tanya Arman
"Shella... Kenapa kamu lakukan ini, Tante nyaris tidak percaya kalau kamu bisa melakukan semua ini andai Tante tidak melihat bukti ini" ucap Yulia penuh kekecewaan. Ia sudah menganggap Shella seperti anak kandungnya sendiri namun, ia tidak menyangka Shella mampu melakukan semua ini.
"Maafkan aku, Aku khilaf Man,Tante," ucap Shella sambil menangis tersedu - sedu.Entah acting atau tidak Shella benar - benar manangis .
Yulia dan Arman membisu .Mereka terlalu kecewa dengan tindakan Shella.Shella yang selama ini Yulia kenal gadis yang baik,pintar dan periang berubah sedrastis ini.
"Lebih baik kamu pulang Tante lagi pingin sendiri" ucap Yulia yang terlanjur kecewa dengan Shella.
"Sekali lagi maafkan aku Tante, Arman. Baiklah aku permisi dulu" ucap Shella lalu mencium punggung tangan Yulia. Dan meninggalkan rumah itu.
__ADS_1
"Man ... Lain kali kamu hati - hati untung Ilham datang tepat waktu ,kalau tidak Mama tidak bisa membayangkan kejadian selanjutnya" ucap Yulia kemudian memeluk putranya .
" Iya ma " ucap Arman .
Setelah kejadian yang menimpanya dan Cahaya kini Arman Rajin mengikuti Olah raga beladiri. Kadang ia juga meminta Ilham untuk mengajarinya .Setelah kejadian yang dialami Cahaya Ilham dan Arman lebih protektive terhadap Cahaya.
Sementara itu dikediaman Ridwan sedang dilanda masalah Akhir - Akhir ini Dinda sering mimisan , badanya juga sering panas .Ridwan sudah sering membawanya ke Bidan dan puskesmas terdekat sembuh sebentar lalu kambuh lagi.
"Bapak / Ibu saya sarankan membawa Dinda ke puskesmas saja disana peralatan lebih lengkap agar apabila ada penyakit yang serius segera bisa ditangani" ucap Bidan yang memeriksa kondisi Dinda .
"Memangnya disini saja tidak bisa Bu Bidan , kan periksa dimana saja sama aja sama - sama diperiksa .Dulu Bu Bidan kan juga sekolahnya mahal masak nggak bisa mengobati cucu saya " ucap Mertua Dita yang kebetulan dia juga ikut memeriksakan kondisi cucu kesayanganya .
"Bukan begitu bu, Masalahnya ditempat praktek saya ini peralatanya seadanya jadi tidak bisa mendeteksi kalau ada penyakit yang serius" ucap Bidan tersebut.
"Sudahlah bu, Benar apa kata Bu Bidan takutnya Dinda punya penyakit yang serius. Akhir - akhir ini Dinda sering banget mimisan dan badanya panas" ucap Dita menasehati mertuanya agar tidak terlalu banyak protes .
"Ya sudah kalau begitu Bu, Kami permisi.Terima kasih" ucap Dita pada Bidan yang memeriksa Dinda .
Keduanya meninggalkan tempat Bidan praktek dan menuju rumah mereka. Sepanjang perjalanan Dita hanya diam saja. Sebagai seorang Ibu hatinya sangat terluka melihat kondisi Dinda putri semata wayangnya.
"Mas Ridwan kata Bidan,Dinda harus dibawa kepuskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut" ucap Dita.
"Kenapa harus ke Puskesmas segala. Kita lagi nggak punya uang sekarang Dit " kata Ridwan.
"Mas kata Bu Bidan kita bisa pakai BPJS" ucap Dita.
__ADS_1
"Masalahnya BPJSku sudah lama tidak diisi kalau mengaktivekan kembali harus membayar tagihan sebelumnya terlebih dahulu meskipun bukan 100 % , dan sekarang aku lagi nggak pegang uang sama sekali" ucap Ridwan.
" Minta aja surat keterangan tidak mampu, biar kita dapat keringanan Mas" Dita memberikan sebuah Ide.
"Aku malu Dit, kalau minta surat keterangan tidak mampu" ungkap Ridwan.
"Ibu juga tidak setuju, bikin malu saja minta surat keterangan miskin" ucap Mertua Dita yang masih mengedepankan gengsinya.
"Terus kita harus bagaimana? Aku tidak mau Dinda kenapa - napa, Ibu keadaan kita sudah tidak sama dengan keadaan kita yang dulu jadi Dita mohon dengan sangat bu, Singkirkan gensi kita demi kesehatan Dinda" ucap Dita sambil terisak .
Hening ketiganya larut dalam pikiran masing - masing .Terdengar tangisan Dinda ternyata Dinda mimisan lagi .Mau tidak mau mereka membawa Dinda kepuskesmas terdekat ,masalah biaya mereka pikirkan belakangan.
Sampai dipuskesmas dilakukan serangkaian pemeriksaan dokter jaga menyarankan untuk membawa Dinda kerumah sakit yang lebih besar agar bisa dicek dilaboratorium .Ridwan kelimpungan cari pinjaman kesana - kemari .Akhirnya Dinda dibawa ke Rumah sakit Umum disana Dinda mendapat rujukan ke Rumah sakit yang lebih besar.
" Wan.... Sebaiknya kamu cari pinjaman kerumah Cahaya ,Kita sudah tidak ada Jalan lain .Ibu dengar tokonya semakin maju karyawannya banyak, ia juga buka cabang dimana - mana ,Ilham juga punya jabatan mentereng belum lagi calon suaminya Cahaya Ibu degar juga bukan orang sembarangan.Kamu buruan minta tolong dia aja ,buat cerita sedramatis mungkin" ucap Ibunya.Ternyata selama ini dia masih berusaha mencari tau kehidupan Cahaya.Sedikit saja berita tentang Cahayanya pasti sampai ketelinga Ibunya Ridwan.
"Bu, Ridwan malu sama Ilham.Ia akan menceramahi Ridwan habis - habisan bukannya uang yang kita dapat malah malu yang kita dapat " ucap Ridwan.
"Kamu pinter dikit kenapa Wan ? Kamu cari celah dong .Pas Ilham tidak ada dirumah baru kamu temuain Cahaya,gitu aja kok nggak ngerti" sewot Ibunya Ridwan .
"Iya mas, nanti Dita temani kesana tapi kita tunggu si Ilham tidak ada dirumah dulu.Soal Ilham dirumah atau tidak kita tunggu kabar dari Ibu .Ibu itu kalau menyangkut mbak Aya antenenya tinggi alias full sinyal jadi nggak mungkin salah info" ucap Dita .
Setelah pembicaraan itu , Mertua Dita memata - matai keluarga Cahaya terutama Ilham bahkan sekarang dia tau jadwal Ilham .
"Wan ..... Ibu sudah selidiki hari ini Ilham pulang sampai larut malam ,buruan kamu kesana minta bantuan Cahaya sebelum si tengil itu pulang .Ingat harus berhasil kasian Dinda kalau tidak cepat ditangani " ucap Ibunya Ridwan memberi perintah pada Ridwan.
__ADS_1