NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Tuyul beraksi


__ADS_3

Acara ulang tahun Narayan kembali dirayakan dipanti .Ilham sudah menyiapkan berbagai hadiah yang akan dibagikan pada anak panti dan teman-teman sekolah Narayan, sedangkan Arman menyiapkan amplop untuk anak-anak yatim dan Yulia menyiapkan katering untuk acara ulang tahun cucu tersayangnya.Ilham tidak bisa hadir karena kesibukanya sedangkan Arman akan datang tapi kemungkina telat karena pekerjaanya.


Satu persatu teman-teman TK Narayan memasuki panti.Ada salah satu anak TK yang mencuri perhatian Cahaya siapa lagi kalau bukan Dinda


"Itu bukanya si biang kerok dan Dita, Narayan bilang ibunya ganti kenapa sama Dita, semoga saja ia tidak bikin kekacuan disini" batin Cahaya


"Wah, Narayan ulang tahunya dirayain lagi. Senang dong tentunya" ucap Dita basa-basi.


"Iya Dit, kondisi Narayan kan sekarang sama dulu berbeda. Dulu untuk makan aja susah beda dengan Dinda yang setiap tahun ulang tahunya didarayain sama bapaknya Narayan" sindir Cahaya.


Dita hanya terdiam tidak bisa berkata apa-apa.


" Ibu! Dita mau kue itu" ucap Dinda.


"Jangan sayang itu punya Narayan" ucap Dita.


"Mau itu...hua...aaa" Dinda mengeluarkan senjata andalanya.


"Tuh kan ,aku bilang apa biang kerok itu pasti bikin ulah" batin Cahaya sambil.mendelik sebal kearah Dinda.


"Bude jahat! Bude pelit" teriak Dinda.


"Ada apa ini?" tanya Yulia.


"Nyonya anak saya mau kue itu" ucap Dita sambil menujuk kue ulang tahun Narayan.


"Kamu makan yang lain saja ya, nanti kamu dan teman-teman yang lainya akan dikasih setelah cucuku tiup lilin dan memberikan kue pertamanya pada Mamanya" ujar Yulia.


"Nggak mau aku mau kue itu sekalang" ucap Dinda sambil terus merengek seperti biasa Dita kewalahan menenangkan anaknya.


"Mbak boleh nggak Dinda potong kuenya dulu" tanya Dita.


"Apa maksud kamu! Kamu mau bikin cucuku menangis?"hardik Yulia.


"Dita, ini bukan pesta yang ngadain Mas Ridwan dan mantan mertua kamu jadi, kamu nggak bisa seenaknya merusak acara.Anak itu tidak harus selalu dituruti kemauanya tapi dibujuk bagaimana caranya agar tau dia porsinya" ungkap Cahaya.

__ADS_1


Dinda mulai mengeluarkan senjata andalanya menagis sejadi-jadinya.


"Dita kamu bawa anakmu keluar tenangkan dia, acara akan dimulai" ucap Cahaya yang sudah jengah dengan sikab Dinda.Kemudian Dita membawa Dinda keluar untuk ditenangkan.Sementara didalam pesta akan segera dimulai Narayan sedang make a wish sebelum tiup lilin


"Tiup lilinya, tiup lilin, tiup lilinya sekarang juga sekarang juga, sekaramg juga " ucap anak-anak serempak.Belum sempat Narayan meniup lilin tiba-tiba Dinda sudah meniup lilin duluan.


"Dinda apa yang kamu lakukan?" ucap Cahaya tidak percaya dengan apa yang dilakukan Dinda.


"Halah cumaa tiup lilin aja jangan dimasalahin mbak" ujar Dita. Membuat Cahaya mendelik sebal. Belum sempat Cahaya menyalakan lilin itu kembali Dinda sudah mengacak-acak kue itu dengan kedua tanganya.Sontak membuat Narayan menangis karena pestanya kacau.


"Huaa....aaa...aa, inda natal" tangis Narayan pecah.


"Dita keluar kamu beserta anakmu dari pesta cucuku sekarang!" Usir Yulia yang sudah geram karena pesta cucunya berantakan.


"Mardi bawa kekuar dua orang ini!" teriak Yulia yang sudah tidak tahan dengan kelakuan Dinda.


Kemudian Dita dan anaknya dipaksa keluar dari pesta itu.Dari kejauhan Arman datang melihat Dita dan Dinda keluar dari pesta padahal acara belum usai menurut jadwal. Dilihatnya wajah dan baju Dinda penuh dengan kue.


"Hei...kamu!, pasti kamu sudah bikin kekacauan dipesta anak saya" ucap Arman sambil menunjuk wajah Dita. sementara Dita hanya bisa tertunduk lesu dan membisu.


Dari pintu luar Sisca datang tergopoh-gopoh ia baru saja pulang kerja dan langsung menuju kesini ia melihat kondisi Dinda yang sudah berantakan, sudah bisa dipastikan anak itu pasti bikin ulah.


"Dita menyesal saya mempercayakan Dinda sama kamu kalau kejadianya akan seperti ini, mulai sekarang jangan pernah temui Dinda lagi demi kebaikan Dinda atau kami tidak akan sudi merawatnya lagi jika kamu masih bandel menemuinya setelah ini." ancam Sisca.


"Maafkan aku mbak" ucap Dita.


"Dinda sekarang kamu ikut Ibu pulang!" ucap Sisca.


"Ndak mau, inda maunya sama Ibu Dita inda ndak mau cama ibu isca kalena galak" ucap Dinda.


"Dita segera pergi dan tinggalkan Dinda sebelum kesabaranku habis" Sisca semakin murka, lalu Dita meninggalkan Dinda yang masih menangis dan meratapi kepergianya.


"Kamu mau ikut Ibu?, atau disini dan dijadikan makanan anjing oleh nyonya kaya itu?" tanya Sisca pada Dinda.Bocah kecil itu hanya mengeleng lalu mengikuti langkah Sisca untuk pulang dan meninggalkan panti.


Setelah kepergian Dita dan Dinda Narayan masih menangis karena kuenya sudah tidak berbentuk lagi.Melihat Papanya datang Narayan langsung berhambur memeluk Arman.

__ADS_1


"Jagoan Papa kenapa nangis?" tanya Arman


"Kuenya lusak, Nalayan belum cempat tiup lilin, Huaaaa....aaaaa" Narayan menangis.


"Kan ada Papa disini, kemarin juga sudah tiup lilin. Sekarang bagaimana kamu bagi-bagi hadiah aja keteman-teman sekolah kamu dan semua anak-anak yang ada disini?, Pasti nanti akan lebih seru dari pada tiup lilin" ucap Arman menghibur Narayan yang sedang sedih karena pestanya hancur.


"Iya pa, Nalayan mau.Tapi Papa bantu ya" ucap Narayan.


"Iya...pasti Papa bantu" ucap Arman.


"Oma juga bisa bantu" celetuk Yulia.


"Hole.....,makacih Pa," ucap Narayan.


"Sama-sama sayang" ucap Arman.


"Makasih Mas, kamu memang bisa diandalkan" bisik Cahaya. Ia sangat senang Narayan bisa ceria lagi.


"Ini tidak gratis ya, nanti malam aku minta imbalan yang setimpal" ucap Arman sambil tersenyum smirik.Cahaya hanya tersenyum namum pipinya Langsung merona.


Pesta tetap berlanjut sampai usai, anak-anak semua gembira dengan pesta Narayan.Saling bergantian mereka mengucapkan selamat ulang tahun pada Narayan


▪︎▪︎▪︎


Sementara di kediaman Heru, Sisca sedang memikirkan cara untuk memberi pelajaran pada Dinda namun, ia belum tau apa yang harus ia lakukan untuk membuat Dinda jera.Selang satu hari setelahnya Sisca dan Heru secara khusus mendatangi rumah Cahaya untuk meminta maaf atas apa yang sudah Dinda lakukan kemarin.


"Mas, rumah orang tua Narayan bagus banget ya, gimana nanti kalau pemilik rumahnya galak dan menuntut ganti rugi" berbagai pikiran buruk bersliweran dikepala Sisca begitu akan masuk gerbang rumah Cahaya.


"Sudahlah, ini memang salah Dinda. Kita sudah terlanjur sampai disini, kita hadapi sama-sama apapun yang terjadi"ujar Heru meyakinkan Sisca untuk tetap meminta maaf pada Keluarga Naraya.


Sesampainya didalam mereka langsung disambut oleh Cahaya dan Arman mereka menyambut ramah Heru dan Sisca.


"Kedatangan kami kemari kami ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang sudah dilakukan Dinda kemarin dipesta anak Bapak dan Ibu" ucap Heru.


"Anda berdua tidak perlu merasa bersalah, Dinda memang begitu sejak dahulu susah diatur untuk itu, tolong didik dia agar menjadi anak yang lebih baik lagi, karena aku yakin ditangan kalian Dinda akan menjadi lebih baik" ujar Cahaya.

__ADS_1


"Memangnya Bapak dan Ibu sudah mengenal Dinda sebelumnya?" tanya Sisca yang penasaran .kemudian Cahaya menceritakan sekelumit kisahnya dan Dita dimasa lalu


__ADS_2