NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Talak


__ADS_3

"Ibu bangun! Jangan begini bu," Ridwan menepuk-nepuk pipi Ibunya namun Ibunya juga tak kunjung sadar.Ridwan mengambil minyak angin lalu dioleskanya dibawah hidung Ibunya. Tak lama kemudian Ibunya tersadar.


"Wan...hiks...hiks..hik..,kenapa nasib kita begini, orang yang kita bela mati-matian ternyata orang lain yang nggak ada hubungan darah sama sekali dengan kita. Dosa apa yang Ibu lakukan hingga dapat karma seperti ini" Ibunya Ridwan terus saja menangis mengingat betapa sayangnya ia pada Dinda yang ternyata Dinda bukan siapa-siapa bagi keluarga mereka.


"Sudahlah bu, jangan dibahas lagi. Ridwan itu sudah muak dengan perempuan itu. Sebagai seorang perempuan tidak ada hal yang menarik dalam dirinya, Ridwan juga terpaksa menikahinya karena permintaan Ibu. Setalah ini Ridwan akan menceraikanya terserah dia mau kemana mau ke rumah orang tuanya, mau kejalanan, Ridwan sudah nggak peduli." ucap Ridwan.


"Maafkan Ibu, Kalau tau begini Ibu nggak akan nyuruh kamu kawin sama Dita. Hiks...hiks...hiks" Ibunya Ridwan terus saja menangis meratapi nasib.


Sementara itu Dita baru saja kembali, Setelah jalan-jalan ke pasar dia mampir kerumah orang tuanya dahulu, sebab ia tidak mau mendengar ocehan mertuanya.


"Ada apa ini? Kok Ibu menangis" tanya Dita tak ada satupun yang menjawab pertanyaan Dita. Ridwan dan Ibunya masih shock dengan kenyataan pahit yang baru mereka katahui, setelah sekian lamanya.


Dita masuk ke kamarnya, Alangkah terkejutnya dia melihat kamarnya bak kapal pecah. Baju berserakan dimana-mana sprei acak-acakan barang-barang dikamarnya hancur semua, kaca pecah air galon tumpah.


Dita berjalan keluar kamarnya hendak menyakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Mas ada apa ini?, kenapa rumah berantakan begini dan kalian terlihat sangat kacau," tanya Dita lagi.


"Plak...., Dasar perempuan murahan" satu tamparan mendarat di pipi penuh jerawat Dita.


"Ibu!, kenapa tampar aku?" teriak Dita merasakan panas dipipinya.


"Harusnya bukan hanya tamparan yang aku berikan pada manusia licik sepertimu" maki Mertua Dita.


"Nenek jahat, napa tampal Ibu? Aku benci nenek!" ucap Dinda.


"Hei...bocah tengil aku bukan nenekmu" ucap Ibunya Ridwan. Dita yang mendengar perkataan Ibu mertuanya langsung melotot.

__ADS_1


"Berani - beraninya kamu melototi Ibuku" ucap Ridwan sambil menjambak Rambut Dita.


"Mas, lepas! sakit...." ucap Dita meratap.


"Huaaaa......nenek jahat,Ayah jahat....huaaa...prang...prang" Dinda menangis dan memecahkan piring dan gelas.


"Hei anak setan! Berani-beraninya kamu pecahin barang-barangku, Kredit belum lunas, sudah kamu pecahin semua dasar anak setan!" maki Ibunya Ridwan.


"Mas, lihat Ibumu dia bilang anak kita anak setan. Aku nggak terima!" ucap Dinda yang masih berusaha melapaskan diri dari jambakan Ridwan.


"Mau dikatakan anak apa? Anak haram, anak kuntilanak, anak nggak jelas asal usulnya kaya gitu harusnya sudah aku cekik sejak lahir.Gara-gara anak sialan ini aku kehingan istri dan anakku" ucap Ridwan meninggi.


"Apa maksudmu mas?" Dita masih pura-pura bego padahal ia sudah feeling kalau Ridwan dan Ibunya mengetahui rahasianya.


"Harusnya kamu yang jelasin pada kami, kenapa kamu tega bohongi kami" ucap Ridwan seraya mendorong tubuh Dita hingga tersungkur.


"Jadi laki-laki sialan itu namanya Heri? bagus akhirnya kamu ngaku juga."


"Maksud ka..mu?" tanya Dita tergagap.


"Liat ini...buka mata kamu lebar- lebar dan jelaskan apa ini!" ucap Ridwan seraya melempar hasil test kesuburan milik Aswan.


"Da.aarimana mas dapat ini?" tanya Dita gugup.


"Dari mana itu tidak penting sekarang jelaskan ini!" bentak Ridwan.


"Nenek....Ayah jahat, malahi dia nek huaaa...aaa" Dinda yang ketakutan melihat kemarahan Ridwan mengadu pada Ibunya Ridwan.Biasanya neneknya akan memarahi ayahnya habis-habisan bila melihat Dinda menangis.

__ADS_1


"Diam kamu anak setan!, aku bukan nenekmu" ucap Ibunya Ridwan sambil mendorong Dita yang memeluknya.


"Jangan perlakukan Dinda kasar dia tidak tau apa-apa, tolong jangan sakiti dia dengan kata-kata dan tindakan kasar kalian" Dita memohon pada Ridwan dan Ibunya.


"Sekarang jelaskan ini dulu jangan bertele-tele" bentak Ridwan.


"Dinda memang benar bukan anak mas Aswan....hiks...hikss...hik, tapi mas Aswan sudah tau semua ini dan dia memaafkanku dan aku sudah berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Sejak saat itu aku sudah tobat dan tidak berhubungan dengan Heri lagi, aku berani bersumpah!. Sebenarnya aku tidak mencintai mas Aswan tapi orang tuaku memaksaku menikahkanku dengan mas Aswan hiks...hikss...hiks...waktu itu kami masih saling cinta tapi orang tuaku terus memaksaku hiks...hik.., aku juga korban disini, harusnya aku bahagia dengan kekasihku tapi harus terjebak dengan pernikahan yang tidak pernah aku inginkan.Perlahan namun pasti aku malah mencintai mas Ridwan yang sangat loyal pada kami. Mas percayalah! aku mencintaimu tulus sampai saat ini meskipun kamu kere aku tetap mencintaimu" ucap Dita


"Persetan dengan kata cintamu, cuih aku nggak sudi punya istri penghianat macam kamu!" maki Ridwan.


"Mas lupa? Mas juga seorang penghianat, mas menghianati mbak Aya dengan menikahiku dan menjalin cinta terlarang dengan ****** itu, jadi jangan merasa sok suci," ucap Dita dengan tatapan nyalang.


"Plak..." sebuah tamparan kembali mendarat di pipi Dita.


"Perempuan laknat, perempuan tidak tau diuntung, berani ya kamu menyamakanku dengan ****** sepertimu" Emosi Ridwan memuncak.


"Anindita Suhaibi mulai hari aku jatuhkan talak tiga padamu, dan mulai saat ini kamu bukan istriku lagi" ucap Ridwan.


"Mas, aku mohon cabut kata-katamu aku tidak pernah menghianatimu, aku mencintaimu aku bisa menerima segala kekuranganmu, aku nggak mau pisah dari kamu mas" ucap Dita memelas dia terus bersimpuh dan memohon pada Ridwan.


"Cepat kamu kemasi barang-barangmu dan segera tinggalkan tempat ini jangan lupa bawa anak setan ini!" ucap Ibunya Ridwan. Tidak ada lagi setitikpun kasih sayang yang tersisa untuk Dinda. Padahal sebelum kejadian ini Dinda adalah segalanya dia diperlakukan bak ratu ,selalu dimanja di puja-puja kini semua hilang sudah.


"Ibu nggak kasihan sama Dinda, selama ini Ibu yang paling sayang sama Dinda mengapa hanya karena kejadian kecil ini Ibu membenci Dinda?, dia tidak bersalah apapun dia masih kecil dimana hati nurani Ibu?" umpat Dita.


"Hati nuraniku sudah mati, semenjak aku tau anak setan in bukan cucuku.Segera pergi sebelum aku bertindak lebih jauh.PERGI!!!" Teriakan Ibunya Ridwan mengema sampai ketetangga. Mereka datang menyaksikan pertikaian keluarga ini dan rame-rame mengupload ke medsos.


"Kalian semua bubar!, ini bukan tontonan PERGI!!" Teriak ibunya Ridwan memaki tetangganya yang berdatangan menyaksikan pertikaian keluarga ini

__ADS_1


__ADS_2